Anda di halaman 1dari 21

CASE BASED DISSCUSSION

“ HIPERTROPHIC SCAR “
Oleh
Nurma islamiyah
Maimunah Faizin

Pembimbing
Dr Radias Dwi P, Sp. BP
STUDI KASUS
Identitas pasien :
Nama Pasien : Ny. T
Usia : 47 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pegawai Pabrik
Alamat : Rungkut, Surabaya

Keluhan utama

Tangan terasa seperti tertarik dan kaku


STUDI KASUS
Anamnesis
Pasien mengeluhkan tangan kanan terasa seperti tertarik dan kaku, serta tidak bisa
menggenggam sejak juni 2019.
Pasien memiliki riwayat operasi di ortopedi pada akhir bulan januari 2019,
dikarenakan pasien tertimpa benda berat (plat), lalu pasien mengibaskan tangannya
kebelakang dan membentur plat tersebut. Setelah kejadian tersebut pasien
mengatakan tangan kanannya nyeri sekali, lalu membawa ke dokter orthopedi. Setelah
itu dilakukan operasi pada tangan kanan pasien.
Setelah 5 bulan post operasi pasien merasa bekas jahitan terasa keras, memendek
dan menarik kulitnya kearah distal dan semakin meninggi.
Pasien tidak memiliki riwayat keloid maupun bekas luka sebelumnya.
ANAMNESIS
RPO : Pasien lupa saat di
orthopedi
RPD : Post Op di Orthopedi
PEMERIKSAAN FISIK
KU : Cukup Thorax :
GCS : 456 Compos mentis Kepala/ leher
Cor : Tidak
Tanda-tanda vital Konjungtiva : Tidak anemis
Dilakukan Pemeriksaan
Nadi : 73 x/menit reguler Sklera : Tidak ikterik
Pulmo : Tidak
RR : 20x/menit Bibir : Tidak sianosis
Dilakukan Pemeriksaan
TD : Tidak dilakukan pemeriksaan Leher : JVP tidak
Abdomen : Tidak
T : Tidak dilakukan pemeriksaan meningkat, KGB tidak teraba
Dilakukan Pemeriksaan
RR : 20x/menit

Status Lokalis
Regio antebrachia distal didapatkan
Ekstremitas
Nodul ukuran 2 x 0,5 cm dan ukuran 5
akral kering hangat merah +/+,
x 0,2 cm, berbatas tegas, berwarna
CRT <2” , turgor baik, edema -/-
merah muda, konsistensi padat, nyeri
dan tidak gatal.
DIAGNOSIS KERJA

Scar Hipertrofi DD Scar Keloid


PEMERIKSAAN PENUNJANG
• Tidak dilakukan
DIAGNOSA AKHIR

Scar Hipertrofi
PLANNING

• Histo PA
• Injeksi Triamsinolone 10mg/ml setiap 3-4 minggu sampai 6 bulan
LAMPIRAN

(luka sebelum penyembuhan dan sebelum Injeksi Triamcinolon)


LAMPIRAN

(Post Injeksi Triamcinolon)


TINJAUAN
PUSTAKA
DEFINISI

Jaringan parut abnormal yang umum dijumpai dalam proses penyembuhan kulit
yang disebabkan oleh sintesis dan deposisi yang tidak terkontrol dari jaringan
kolagen pada dermis.

Pertumbuhan jaringan parut berlebihan yang tidak melebihi


batas luka aslinya.

Dapat mencapai ukuran tertentu dan kemudian stabil atau


mengecil karena proses pertumbuhannya berhenti atau matang.
EPIDEMIOLOGI

Ras kulit hitam


Keloid dapat terjadi
memiliki risiko
pada semua ras,
hingga 15 kali lebih
kecuali albino
besar.

Angka kejadian Riwayat keloid


keloid lebih tinggi pada keluarga
pada saat masa akan
pubertas dan meningkatkan
kehamilan
insidens keloid
MACAM-MACAM JARINGAN PARUT

Hipertrofik skar
berwarna merah, menimbul, nodular dan kadang-kadang terasa gatal atau nyeri
tetap terlokalisir pada daerah luka dan tidak meluas ke kulit sekitamya

Keloid
dapat meluas melewati batas luka yang sebenarnya dan menginvasi kulit di
sekitarnya

Kontraktur
pemendekkan permanen dari jaringan parut yang dapat mengganggu pergerakan
normal
PERBEDAAN HIPERTOFIK SKAR DAN KELOID
Scar Hipertrofik Scar Keloid
Insiden 40-70% terjadi pasca-operasi dan >90% pascaluka 6-16% terjadi pada ras Afrika
bakar
Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan, insidens tertinggi pada usia 20 hingga 30 tahun.
Area Predileksi Bahu, leher, sekitar sternum, lutut, pergelangan kaki Dada depan, pundak, telinga, lengan atas, dan pipi
Area paling jarang terkena: kelopak mata, kornea, telapak tangan, genitalia, dan telapak kaki
Onset 4-8 minggu setelah luka, pertumbuhan cepat terjadi 4-8 minggu setelah luka, pertumbuhan cepat terjadi
hingga 6 bulan kemudian mengalami regresi hingga 6 bulan kemudian mengalami regresi
Jarang berulang setelah eksisi scar awal Sering berulang setelah eksisi scar awal
Gambaran Klinis Jarang meluas melebihi area luka Luas melebihi area luka
Gambaran Terorganisir. Kolagen tipe III yang paralel epidermis, Tidak terorganisir, luas, tebal. Kolagen tipe I&III tanpa
Histopatologi terdapat nodul mengandung miofibroblas dan banyak nodul atau miofibroblas. Vaskularisasi sangat buruk.
mengandung asam mukopolisakarida. Ekspresi ATP Ekspresi ATP tinggi.
PATOFISIOLOGI
• Fase ini dimulai saat terjadi luka dan berlangsung selama 2 hingga 3 hari.
• Diawali dengan vasokonstriksi untuk mencapai hemostasis
Fase • Fase inflamasi yang memanjang diduga merupakan salah satu penyebab timbulnya scar hipertrofik
Inflamasi atau keloid

• Fase ini dimulai pada hari ke-4 hingga minggu ke-3 setelah luka.
• Makrofag terus memproduksi growth factor seperti PDGF dan TNF-β1 yang membuat
Fase fibroblas dapat terus berproliferasi dan migrasi membentuk jaringan matriks ekstraseluler
Proliferasi

• Fase terpanjang dalam fase penyembuhan luka, berlangsung mulai minggu ke-3 hingga 1
tahun
Fase • Fase ini ditandai dengan kontraksi luka dan remodelling kolagen
Remodelling
TATALAKSANA
Terapi Penggunaan Indikasi dan efisiensi
Profilaksis
Terapi Tekan Tekanan kontinu (15-40 mmHg) minimal Profilaksis scar hipertrofik akibat luka
23 jam dan/atau 1 hari hingga 6 bulan. bakar, keloid di area telinga (post-
eksisi) Keberhasilan masih
kontroversial Pasien sering merasa
tidak nyaman
Silicone Gel ≥12 jam dan/atau 1 hari dimulai sejak 2 Profilaksis scar hipertrofik dan keloid
Sheeting minggu pasca-penyembuhan luka Kurang bermanfaat pada scar
hipertrofik dan keloid yang sudah matu
Terapi Penyembuhan
Kortikosteroid Injeksi intralesi triamcinolon acetonide (10-40 Terapi utama untuk keloid dan pilihan kedua
mg/mL), diulang 1-2x per bulan untuk scar hipertrofi Kombinasi dengan
pembedahan, pulse dye laser, dan cryotherapy
Efek samping yang sering: atrofi kulit dan
jaringan lemak subkutan, telangiektasis
Cryotherapy Pembekuan jaringan dengan menggunakan Efektif untuk scar hipertrofik, sedangkan untuk
nitrogen cair keloid dianjurkan kombinasi dengan injeksi
triamcinolone acetonide Terbatas hanya untuk
scar kecil Efek samping yang sering muncul:
rasa nyeri dan blister
Revisi Scar Eksisi dengan linear, tension-free closure, split or Efektif untuk scar hipertrofi. Angka kejadian
full thickness skin grafting, z-plasty, w-plasty berulang 45-100% pada eksisi keloid bila tidak
diberi terapi tambahan
JAZAKUMULLAH KHAIRAN KATSIR 