Anda di halaman 1dari 27

Siklus Pendapatan

dan
Siklus Pengeluaran

Dr. Sudrajat, S.E., M.Acc., Akt., C.A.


Gambaran Umum Siklus Pendapatan

Contoh Use Case


Diagram Siklus
Pendapatan

2
Contoh Use Case
Scenario Siklus
Pendapatan

3
Contoh Activity
Diagram Siklus
Pendapatan

4
Dalam ilmu akuntansi secara umum pendapatan dibagi
menjadi dua bagian, yaitu pendapatan operasional dan
pendapatan nonoperasional.

Dalam siklus pendapatan ini contoh yang digunakan


adalah pendapatan operasional. Yang dimaksud
dengan pendapatan operasional adalah pendapatan
hasil usaha yang diperoleh dari aktivitas operasi
utama/bidang utama yang dijalankan sebuah
perusahaan.

5
Proses Bisnis Siklus Pendapatan
A.Entri Pesanan Penjualan
Proses entri pesanan penjualan:
Siklus pendapatan dimulai dengan
penerimaan pesanan penjualan dari 1. Mengambil pesanan dari
para pelanggan. Fungsi penerimaan pelanggan.
penjualan melakukan proses entri 2. Memeriksa dan menyetujui
pesanan penjualan (sales order permintaan pembayaran kredit
entry), yang dibuat berdasarkan dari pelanggan.
permintaan dari para pelanggan.
3. Memeriksa ketersediaan
persediaan.

6
B. Pengiriman
Dalam siklus pendapatan ini harus juga
mempertimbangkan adanya kemungkinan
terjadi retur penjualan. Hal ini biasanya dapat
Aktivitas utama dalam proses diakibatkan oleh beberapa faktor, di antaranya
pengiriman : adalah sebagai berikut.
1.Mengambil dan mengepak a. Kesalahan pengiriman barang yang
pesanan. dikirimkan kepada pelanggan.
2.Pengiriman pesanan. b. Ada kecacatan pada barang yang
dikirimkan.
c. Terjadi kerusakan pada saat pengiriman
barang.
d. Pengiriman barang terlambat dari yang
sudah disepakati.

7
C. Penagihan Piutang Usaha D. Penerimaan Pembayaran
Biasanya ada pemisahan antara fungsi Aktivitas penerimaan pembayaran
penagihan dan pencatatan piutang dengan kas ataupun cek merupakan
usaha. Pemisahan ini dilakukan untuk salah satu aktivitas yang paling
meminimalisasi upaya penyalah- berisiko, risiko yang paling besar
gunaan. adalah risiko pencurian. Salah satu
solusinya adalah dengan mengirimkan
Aktivitas penagihan adalah aktivitas salinan faktur pelanggan, dan
pemrosesan informasi yang mengemas memintanya untuk mengembalikan
ulang, serta meringkas informasi dari salinan tersebut bersamaan dengan
entri pesanan penjualan dan aktivitas waktu pembayaran.
pengiriman.

8
E. Dokumen Tekait Dengan Siklus
Pendapatan
1. Pesanan (Sales Order)
2. Packing Slip
3. Bill of Lading
4. Faktur Penjualan ( Sales Invoices)

9
Pengendalian dan Ancaman -Ancaman
dalam Aktivitas Siklus Pendapatan
1. Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat.
Beberapa pengendalian yang dapat dilakukan di antaranya adalah, pemeriksaan
kelengkapan untuk memastikan bahwa semua data yang dibutuhkan telah dimasukkan. Uji
kewajaran pesanan juga dapat dilakukan untuk membandingkan jumlah yang dipesan
dengan catatan penjualan terdahulu.
2. Penjualan kredit ke pelanggan yang catatan kreditnya buruk.
Hal yang dapat dilakukan di antaranya dengan menetapkan batas kredit untuk setiap
pelanggan dan memberikan wewenang kepada pegawai bagian penjualan untuk
melakukan otorisasi secara manual untuk menyetujui penjualan kredit tambahan ke
pelanggan lama dengan syarat tidak melebihi batas kredit yang ditetapkan.
3. Kehabisan persediaan.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu membuat sistem pengendalian persediaan
dan perkiraan penjualan yang akurat.

10
4. Kesalahan pengiriman.
Cara pengendalian yang dapat dilakukan di antaranya adalah pendeteksian awal
agar kesalahan dapat terdeteksi sebelum barang dikirimkan, caranya dengan
membandingkan data pengiriman dengan pesanan penjualan.

5. Pencurian persediaan.
Beberapa prosedur pengendalian yang dapat dilakukan di antaranya adalah
penyimpanan persediaan di lokasi yang aman dan dilengkapi pembatasan akses
secara fisik.

6. Kegagalan menagih piutang.


Penggunaan nomor dokumen secara berurutan untuk dokumen-dokumen yang
digunakan dalam fungsi penagihan, dan kemudian dilakukan pengecekan secara
periodik dapat dijadikan sebagai upaya untuk meminimalisasi potensi kecurangan.

11
7. Kesalahan dalam penagihan.
Apabila memungkinkan penggunaan pemindai kode garis (barcode) dapat
mengurangi kemungkinan kesalahan penagihan.

8. Pencurian kas.
Pemisahan tugas merupakan prosedur pengendalian yang paling efektif
untuk mengurangi pencurian.

12
THANK YOU!
Any Questions?
SIKLUS PENGELUARAN
Dr. Sudrajat, S.E., M.Acc., Akt., C.A.
Contoh Use Case
Diagram Siklus
Pengeluaran

15
Contoh Use Case Scenario
Siklus Pengeluaran

16
Contoh Activity
Diagram Siklus
Pengeluaran

17
Proses Bisnis Siklus Pengeluaran
A. PEMESANAN BARANG

Pemesanan barang merupakan aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran.

Keputusan penting yang dibuat dalam aktivitas pemesanan barang ini adalah
untuk mengidentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak barang yang dibeli,
termasuk juga mengidentifikasi dari pemasok mana barang akan dibeli.

Kelemahan dalam fungsi pengendalian persediaan dapat menimbulkan


permasalahan, karena dapat terjadi penumpukan atau kekurangan barang
persediaan, yang tentu saja akan menimbulkan ketidakefisienan. Oleh karena
itu, metode pengendalian persediaan yang baik akan membantu perusahaan,
agar pemesanan barang yang dilakukan dapat terjadi dengan tepat.

18
Metode Pengendalian
Persediaan
1. Economic Order Quantity (EOQ).
Metode ini didasarkan dari perhitungan jumlah optimal pesanan, untuk efisiensi
jumlah biaya pemesanan, biaya pergudangan, dan biaya karena kekurangan
persediaan.
2. Material Requirements Planning (MRP).
MRP bertujuan untuk mengurangi tingkat persediaan yang dibutuhkan dengan
cara menjadwalkan produksi, bukan memperkirakan kebutuhan.
3. Just In Time (JIT).
JIT berusaha untuk meminimalkan biaya pergudangan maupun biaya karena
kekurangan persediaan.

19
Proses Otorisasi Pemesanan
Barang
a. Sistem informasi didesain untuk menganalisis langsung ketersediaan barang di gudang, dan
menginformasikan langsung kepada departemen pembelian apabila diperlukan pembelian barang baru.
b. Apabila sistem informasi perusahaan dengan pemasok sudah terintegrasi secara langsung, informasi
ketersediaan barang dapat langsung diketahui oleh departemen pembelian maupun kepada pemasok.
Akan tetapi, transaksi pembelian masih dilakukan secara manual.
c. Di mana transaksi pemesanan barang sudah dilakukan secara virtual. Dengan data persediaan barang
yang langsung dikirimkan ke pemasok, pemasok akan langsung mengirimkan barang yang diminta.

Keputusan penting dalam aktivitas pembelian adalah memilih pemasok untuk menyediakan berbagai barang
persediaan.
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam membuat keputusan ini adalah:
a. Harga barang.
b. Kualitas barang.
c. Pengiriman barang.

20
B. PENERIMAAN DAN
PENYIMPANAN BARANG
Dalam aktivitas penerimaan barang, pemasok mengirimkan barang kepada fungsi bisnis di perusahaan yang
bertugas menerima pasokan barang yang dikirimkan. Di samping itu, biasanya juga ada bagian penyimpanan
barang yang bertanggung jawab atas penyimpanan barang-barang tersebut. Informasi penerimaan barang harus
dikomunikasikan ke fungsi pengendalian persediaan agar dapat memperbaharui catatan persediaan.

Bagian penerimaan barang mempunyai dua tanggung jawab utama:


1. Memutuskan apakah akan menerima barang.
2. Memverifikasi jumlah serta kualitas barang yang dikirim.

Tiga hal yang harus dihindari dalam proses penerimaan barang adalah sebagai berikut.
1. Menerima jumlah barang yang berbeda dari jumlah yang dipesan.
2. Menerima barang rusak.
3. Menerima barang dengan kualitas rendah.

21
C. PEMBAYARAN

Dalam aktivitas pembayaran ini ada dua pekerjaan utama,


yaitu:

1. Mengecek tagihan dari pemasok

2. Membayar tagihan kepada pemasok

22
D. DOKUMEN TERKAIT DENGAN
SIKLUS PENGELUARAN
1. Permintaan Pembelian (Purchase Requisition)

2. Pesanan Pembelian (Purchase Order)

3. Laporan Penerimaan Barang (Receiving Report)

4. Faktur Pembelian ( Vendor Invoices)

23
Pengendalian dan Ancaman -
Ancaman dalam Aktivitas Siklus
Pengeluaran
1. Kehabisan dan/atau kelebihan persediaan
Dari gambaran tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa titik pengendalian
utama yang harus dilakukan adalah pengendalian terhadap persediaan barang.
2. Membeli barang dengan harga yang terlalu tinggi.
Untuk itu, perusahaan harus memiliki daftar harga barang yang update dari
pemasok.
3. Membeli barang berkualitas rendah.
Membuat daftar pemasok yang disetujui karena dikenal dapat memberikan
barang dengan kualitas yang dapat diterima.
4. Pembelian dari pemasok yang tidak diotorisasi.

24
5. Kickback.
Perusahaan harus melarang para petugas bagian pembelian untuk menerima
hadiah dari pemasok yang ada.
6. Menerima dan/atau membayar barang yang tidak dipesan.
Untuk menghindari risiko ini bagian penerimaan dan pembayaran barang harus
mendapatkan akses terhadap data pemesanan barang, agar pengecekan dapat
dilakukan secara langsung.
7. Kesalahan menghitung barang yang diterima.
Perusahaan harus dengan jelas mengomunikasikan kepada petugas
penerimaan atas pentingnya perhitungan yang hati-hati dan akurat atas semua
kiriman.

25
8. Pencurian persediaan.
Beberapa prosedur pengendalian dapat digunakan untuk menjaga persediaan dari
kehilangan, di antaranya adalah:
a. Persediaan disimpan di tempat yang aman dengan akses yang terbatas.
b. Semua perpindahan barang yang terjadi harus didokumentasikan.
c. Perhitungan fisik secara periodik terhadap persediaan di gudang.
9. Kesalahan mencatat dan memasukkan data utang.
Pengendalian yang dapat dilakukan adalah membandingkan perbedaan dalam saldo
rekening pemasok sebelum dan setelah pemrosesan cek dengan jumlah total faktur yang
diproses.
10. Penyalahgunaan kas atau cek.
Pemisahan tugas yang memadai dapat secara signifikan mengurangi risiko ancaman ini.

26
THANK YOU!
Any Questions?