Anda di halaman 1dari 20

Seksualitas merupakan suatu komponen integral

dari kehidupan seorang wanita normal. Hubungan


seksual yang nyaman dan memuaskan merupakan salah
satu faktor yang berperan penting dalam hubungan
perkawinan bagi banyak pasangan.
1. Membantu menjaga sistem kekebalan
tubuh
2. Membakar kalori
3. Menjaga kesehatan jantung
4. Meningkatkan kebahagiaan
5. Meningkatkan kedekatan pasangan
6. Meningkatkan kontrol kandung kemih
7. Menurunkan tekanan darah

8. Meredakan nyeri

9. Mengurangi risiko kanker prostat

10. Meningkatkan kualitas tidur


Infeksi menular Seksual (IMS) adalah berbagai infeksi
yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain
melalui kontak seksual. Semua teknik hubungan seksual baik
lewat vagina, dubur, atau mulut baik berlawanan jenis
kelamin maupun dengan sesama jenis kelamin bisa menjadi
sarana penularan penyakit kelamin
1. Perempuan

 Luka dengan atau tanpa rasa sakit di sekitar alat kelamin,


anus, mulut atau bagian tubuh ang lain, tonjolan kecil-kecil,
diikuti luka yang sangat sakit disekitar alat kelamin.

 Cairan tidak normal yaitu cairan dari vagina bisa gatal,


kekuningan, kehijauan, berbau atau berlendir.

 Sakit pada saat buang air kecil yaitu IMS pada wanita
biasanya tidak menyebabkan sakit atau burning urination.
 Tonjolan seperti jengger ayam yang tumbuh
disekitar alat kelamin

 Sakit pada bagian bawah perut yaitu rasa sakit


yang hilang muncul dan tidak berkaitan dengan
menstruasi bisa menjadi tanda infeksi saluran
reproduksi (infeksi yang telah berpindah
kebagian dalam sistemik reproduksi, termasuk
tuba fallopi dan ovarium)

 Kemerahan yaitu pada sekitar alat kelamin.


2. Laki – laki

 Luka dengan atau tanpa rasa sakit di sekitar alat


kelamin, anus , mulut atau bagian tubuh yang lain,
tonjolan kecil – kecil , diikuti luka yang sangat sakit di
sekitar alat kelamin

 Cairan tidak normal yaitu cairan bening atau bewarna


berasal dari pembukaan kepala penis atau anus.

 Sakit pada saat buang air kecil yaitu rasa terbakar


atau rasa sakit selama atau setelah urination.

 Kemerahan pada sekitar alat kelamin, kemerahan dan


sakit di kantong zakar.
1. Usia
a. 20 – 34 tahun pada laki – laki
b. 16 – 24 tahun pada wanita
c. 20 – 24 tahun pada pria dan wanita
2. Pelancong
3. PSK (Pekerja Seks Komersial)
4. Pecandu narkotik
5. Homo seksual.
Kandidiasis
Vaginosis bacterial Kondiloma
vaginalis
Akuminata
Ada lima hal yang mempengaruhi perilaku seksual :

1. Keadaan kesehatan tubuh

Keadaan kesehatan tubuh adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan

memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis.

sosial yang

2. Dorongan seksual

Dorongan seksual adalah keinginan untuk mendapatkan kepuasan secara seksual

yang diperoleh dengan perilaku seksual


3. Psikis (Kesehatan mental)

Faktor internal antara lain kepribadian, kondisi fisik, kematangan


psikologis,

sikap menghadapi problem hidup. Adapun yang termasuk faktor eksternal

antara lain keadaan ekonomi, budaya, kondisi lingkungan keluarga, kondisi

lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan.

4. Pengetahuan tentang seksual

5. Pengalaman seksual
Peningkatan kehidupan kesehatan seks untuk mengurangi

IMS dapat dilakukan dengan cara cara sebagai berikut :

1. Penanganan kasus IMS komprehensif

 Diagnosis IMS

 Terapi anti mikroba untuk gejala

 Pendidikan pasien

 Pemberian kondom

 Konseling

 Pemberitahuan dan penanganan pasangan


2. Penanganan kasus IMS dengan sindrom

Keuntungan:

 Terapi lebih cepat

 Hemat biaya (tidak ada tes lab mahal)

 Kepuasan Klien

 Standarisasi

 Diagnosis dan terapi

 Pengelolaan supply (penyediaan)

 Pelatihan

 Monitoring dan surveilans


3. Kualitas layanan untuk program IMS
 Tersedia, terjangkau, dapat diakses dan sesuai

 Protokol penanganan IMS

 Petugas kesehatan terlatih (teknis dan konseling)

 Pasokan obat IMS yang efektif dan


berkesinambungan

 Sistem pelacakan/penelusuran kontak rahasia

 Monitoring & supervisi klinik

 Pelatihan saat memberikan layanan


4. Paket Kesehatan Masyarakat

 Promosi seks aman

 Program kondom

 Kesadaran masyarakat akan IMS

 Penanganan kasus IMS komprehensif saat kontak pertama

 Beri layanan khusus untuk populasi dengan resiko Pekerja


seks remaja Militer Tahanan

 Deteksi dini infeksi

 Integrasi pencegahan dan layanan IMS ke layanan lain.


Komponen penatalaksanaan IMS meliputi :

 Anamnesis tentang riwayat infeksi/ penyakit

 Pemeriksaan fisik dan pengambilan spesimen/bahan pemeriksaan

 Diagnosis yang tepat

 Pengobatan yang efektif

 Nasehat yang berkaitan dengan perilaku seksual

 Penyediaan kondom dan anjuran pemakaiannya

 Penatalaksanaan mitra seksual

 Pencatatan dan pelaporan kasus

 Tindak lanjut klinis secara tepat