Anda di halaman 1dari 60

Anti-Aging

Definisi
Kosmetik anti-aging adalah kosmetik
perawatan yang digunakan untuk mencegah
tanda-tanda penuaan pada kulit (Tranggono dan
latifah, 2007).
Penuaan Dini
Sebagaimana makhluk hidup yang lain,
manusia akan mengalami penuaan. Proses
penuaan ini antara lain tampak dari kerutan dan
keriput pada kulit atau kemunduran lainnya
dibanding ketika masih muda (Tranggono dan
latifah, 2007).
Kulit
Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar
dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia.
Luas kulit orang dewasa sekitar 1,5 m² dengan berat
kira-kira 15% berat badan. Kulit merupakan organ yang
esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan
dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan
sensitif, serta bervariasi pada keadaan iklim, umur,
seks, ras dan lokasi tubuh(Wasitaatmadja,1997).
Menurut Wasiaatmadja (1997), kulit memiliki
sejumlah fungsi yang sangat penting bagi tubuh.
Berikut ini adalah fungsi-fungsi dari kulit, yaitu:
a. Fungsi proteksi
b. Fungsi absorpsi
c. Fungsi pengindra
d. Fungsi pengaturan suhu tubuh
e. Fungsi pembentukan pigmen
Kulit terbagi atas tiga lapisan utama, yaitu: epidermis,
dermis dan subkutis (Tranggono dan Latifah, 2007).

1.Lapisan Epidermis
a. Stratum corneum (lapisan tanduk)
b. Stratum lucidum (lapisan jernih)
c. Stratum granulosum (lapisan berbutir-
butir)
d. Stratum spinosum (lapisan malphigi)
e. Stratum germinativum (lapisan basal)
2. Dermis
Lapisan dermisterutama terdiri dari bahan dasar
serabut kolagendan elastin, yang berada di dalam
substansi dasar yang bersifat koloid dan terbuat dari
gelatin mukopolisakarida.

3. Subkutis
Lapisan ini merupakan kelanjutan dermis, terdiri
atas jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak. Di lapisan
ini terdapat ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah
dan saluran getah bening (Tranggono dan Latifah,
2007).
Menurut Wasitaatmadja (1997), ditinjau dari sudut
pandang perawatan, kulit terbagi atas 3 bagian:
1. Kulit normal
Merupakan kulit ideal yang sehat, tidak kusam
dan mengkilat, segar dan elastis dengan minyak dan
kelembaban yang cukup.
2. Kulit berminyak
Adalah kulit yang mempunyai kadar minyak
dipermukaan kulit yang berlebihan sehingga tampak
mengkilap, kotor, kusam, biasanya pori-pori kulit lebar
sehingga kesannya kasar dan lengket.
3. Kulit kering
Adalah kulit yang mempunyai lemak
permukaan kulit yang kurang ataupun sedikit
lepas dan retak, kaku, tidak elastis dan terlihat
kerutan.
Sinar Ultraviolet
Sinar UV dibutuhkan tubuh untuk mensintesa
vitamin D, akan tetapi sinar UV yang terlalu banyak
akan merusak molekul dan sel-sel tubuh. Kerusakan ini
akan menyebabkan perubahan yang berupa penebalan
epidermis, stratum korneum dan peningkatan
melanosit. Efek jangka panjangnya dapat menyebabkan
penuaan dini pada kulit yang merupakan akibat dari
kerusakan-kerusakan yang telah terakumulasi
(Parris,1983).
Sinar matahari langsung yang mengenai
wajah secara terus menerus menimbulkan efek
penuaan pada wajah. Sinar matahari dapat
menyebabkan kerusakan kulit sehingga timbul
kerutan-kerutan pada wajah (Sulistyowati,
2009).
Dalam American Cancer society sinar
matahari yang sampai dipermukaan bumi dan
mempunyai dampak terhadap kulit dibedakan
menjadi sinar UV-A (λ320-400 nm), sinar UV-B
(λ290-320 nm) dan sinar UV-C (λ200-290nm)
(Tahir, dkk.,2002).
a. Sinar UV-A
Sinar UV-A ( λ 320-400) adalah sinar yang paling
banyak mencapai bumi dengan perbandingan 100 kali
UV-B. Segmen sinar ini akan masuk ke dalam dermis
sehingga menyebabkan kerusakan jaringan dermis dan
terjadinya reaksi fotosensitivitas. Sinar ini meliputi 95%
radiasi mencapai permukaan bumi.
UV-A merupakan penyumbang utama
kerusakan kulit dan kerutan. UV-A menembus
kulit lebih dalam dari UV-B dan bekerja lebis
efisien. Radiasi UV-A menembus sampai dermis
dan merusak serat-serat yang berada
didalamnya. Kulit menjadi kehilangan elastisitas
dan berkerut. Sinar ini juga dapat menembus
kaca (Misnadiarly, 2006).
b. Sinar UV-B
Sinar UV-B dengan panjang gelombang 290-320
nm merupakan sinar matahari yang terkuat mencapai
bumi. Kerusakan kulit yang ditimbulkan
berada dibawah epidermis berupa luka bakar, kelainan
prakanker dan keganasan lainnya. Jadi baik sinar UV-A
maupun UV-B sama-sama memiliki dampak negatif
bagi kulit manusia jika terpapar dalam waktu relatif
lama (Bodagenta, 2012). Sinar UV-B tidak dapat
menembus kaca (Misnadiarly, 2006).
c. Sinar UV-C
Memiliki panjang gelombang paling
panjang, yaitu sekitar ( λ 200-290 nm). Menurut
Misnadiarly (2006), Radiasi sinar ini
menimbulkan bahaya terbesar dan
menyebabkan kerusakan terbanyak. Namun,
mayoritas sinar ini terserap dilapisan ozon di
atmosfer.
Penyebab
1. Polusi
Polusi dapat menyebabkan stress oksidatif pada
kulit dan radikal bebas yang dihasilkan dari proses ini
akan memicu terjadinya pemecahan kolagen dan
elastin pada kulit sehingga kulit menjadi kering, kusam
dan mudah timbul keriput. Oleh karena itu, sangat
penting untuk membersihkan kulit setiap hari setelah
beraktivitas dan memperbanyak konsumsi antioksidan
seperti Vitamin C dan Vitamin E.
2. Sinar Matahari
Meskipun Anda jarang beraktivitas di luar
ruangan, Anda masih beresiko terkena paparan sinar
matahari di dalam ruangan atau kendaraan jika duduk
dekat jendela. Sinar ultraviolet A dengan gelombang
panjang akan masuk ke dalam lapisan kulit lebih dalam
dan menjadi penyebab timbulnya keriput, pigmentasi
dan bahkan kanker kulit. Gunakan selalu krim tabir
surya meskipun Anda jarang beraktivitas di luar. Jika
Anda duduk dekat jendela sebaiknya oleskan setiap 2
jam sekali.
3. Stress
Saat stress terjadi pelepasan hormon
kortisol yang akan memicu juga pemecahan
kolagen dan elastin. Cobalah atasi stress dengan
berhenti sejenak dari rutinitas dan mulai
melakukan kegiatan yang disukai agar pikiran
menjadi lebih tenang.
4. Kurang Tidur
Dapat menyebabkan penuaan dini dengan 2 cara, yang
pertama adalah karena proses regenerasi kulit yang biasa terjadi
pada waktu tidur menjadi terganggu. Kedua, karena kurang tidur
tubuh menjadi lelah sehingga Anda cenderung mengabaikan
perawatan kulit dan pola makan juga tidak teratur sehingga
berdampak negatif pada kesehatan kulit. Usahakan tidur dan
bangun pada jam yang kurang lebih sama setiap harinya, disiplin
jadwal tidur akan member efek positif pada kesehatan kulit.
5. Berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama
AC membuat kulit Anda kering sehingga
menyebabkan cepatnya proses penuaan. Perbanyak
minum air putih dan oleskan pelembab untuk
mencegah kekeringan kulit.
6. Produk Perawatan Kulit Tertentu
Beberapa produk perwatan kulit untuk Anti-
Aging sering mengandung Retin-A, alkohol, asam
glikolat yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering
jika pemakaiannya berlebihan. Gunakan juga produk
perawatan yang mengandung vitamin E, vitamin C,
asam hyaluronat untuk menjaga kulit tetap lembab.
7. Terlalu Sering Membersihkan Wajah
Membersihkan wajah terlalu sering dengan
sabun dapat menghilangkan minyak alami wajah yang
berfungsi untuk mengencangkan kulit secara alami.
Akibatnya, kulit jadi mengendur dan muncul kerutan
sebelum waktunya. Untuk menghindarinya,
bersihkanlah wajah Anda secukupnya, yaitu satu hingga
dua kali sehari.
8. Makanan Manis
Kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan
perubahan pada kolagen sehingga memudahkan
timbulnya keriput pada kulit. Selain makanan manis,
makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti
nasi putih dan roti juga mempunyai efek yang sama.
Seimbangkan diet Anda dengan konsumsi protein dan
serat dari sayur dan buah-buahan.
Proses Penuaan
Proses menua pada kulit di bedakan atas 2, yaitu
(Ardhie,2011):
1. Proses menua instrinsik
Proses menua instrinsik adalah proses menua
yang terjadi sejalan dengan waktu. Penuaan ini
ditunjukkan dari adanya perubahan struktur dan fungsi,
serta metabolik kulit seiring dengan bertambahnya
usia.
2. Proses menua ekstrinsik
Proses menua ekstrinsik adalah proses menua
yang dipengaruhi oleh perubahan eksternal yaitu
pajanan matahari berlebihan (photoaging), polusi,
kebiasaan merokok dan nutrisi tidak berimbang. Pada
penuaan ekstrinsik gambaran akan lebih jelas terlihat
pada area yang banyak terpajan matahari.
Selain perubahan yang tidak langsung tampak
terdapat beberapa perubahan yang jelas dipermukaan
kulit (perubahan eksternal) yang meliputi:
a. Keriput
b. Lipatan
c. Pigmentasi dan perubahan warna kulit
d. Konfigurasi permukaan kulit
a. Keriput
Keriput dapat timbul pada seluruh bagian tubuh
seperti pada wajah, terutama pada bagian dahi, area di
sekitar mata serta mulut dan dapat juga timbul pada
bagian leher, siku, ketiak, tangan serta kaki. Keriput
akan mulai timbul pada usia 30 tahun keatas dan akan
semakin dalam dan lebar dengan terjadinya penuaan.
Menurut Barel, dkk., (2009), keriput yang timbul
dapat diklasifikasi menjadi 3 kelompok yaitu:
a.Keriput linear (berupa garis-garis yang umumnya
timbul diarea sekitar mata).
b.Keriput glyphic (saling menyilang membentuk suatu
segitiga ataupun persegi yang umumnya timbul diarea
pipi dan leher).
c.Keriput umum (keriput halus yang umumnya timbul
pada kulit orangtua dan bukan akibat pemaparan
terahadap sinarmatahari).
Keriput kelompok a dan b merupakan keriput
yang timbul akibat proses photoaging. kelompok c
merupakan keriput akibat intrinsic aging.
Timbulnya keriput merupakan hasil dari
menurunnya kekuatan dan elastisitas kulit yang
disebabkan oleh berkurangnya kandungan air dan
penebalan pada stratum korneum, epidermis yang
membesar dan perubahan jumlah dan kualitas dari
kolagen dermis serta serat elastis kolagen, perubahan
struktur 3D dari dermis dan perubahan lainnya yang
disebabkan dari pengaruh faktor eksternal dan internal.
b. Lipatan
Lipatan pada kulit umumnya mulai timbul
ketika usia sekitar 40 tahun. Pengurangan
kekuatan dari otot-otot yang menopang kulit
juga menyebabkan terjadinya keriput dan
lipatan (Barel, dkk., 2009).
c. Pigmentasi dan Perubahan Warna Kulit
Terbentuknya pigmen pada kulit umumnya
meningkat seiring dengan bertambahnya umur.
Perubahan ini dikaitkan hubungannya dengan
pengurangan ketransparanan akibat meningkatnya
pigmentasi, pengurangan sekresi sebum dan penebalan
serta penurunan kadar air pada lapisan stratum
korneum kulit.
d. Konfigurasi Permukaan Kulit
Dengan terjadinya penuaan, permukaaan kulit
akan berubah karena sebagian sel-sel telah lambat
bekerja. Kulit akan membentuk garis-garis yang halus,
lengkungan menyambung yang kemudian akan
bertambah dalam. Garis-garis dalam tersebut akan
timbul ke sembarang arah secara tidak beraturan dan
menyebabkan terjadinya pembesaran pori-pori kulit
(Barel, dkk., 2009).
Skin analyzer
Skin analyzer merupakan sebuah perangkat yang
dirancang untuk mendiagnosis keadaan pada kulit. Skin
analyzer mempunyai sistem terintegrasi untuk
mendukung diagnosis dokter yang tidak hanya meliputi
lapisan kulit teratas, melainkan juga mampu
memperlihatkan sisi lebih dalam dari lapisan kulit.
Tambahan rangkaian sensor kamera yang terpasang
pada Skin analyzer menampilkan hasil dengan cepat
dan akurat (Aramo,2012).
Menurut Aramo (2012), beberapa pengukuran
yang dapat dilakukan dengan menggunakan Skin
analyzer, yaitu:
1. Moisture (Kadarair)
Pengukuran kadar air dilakukan dengan
menggunakan alat moisture checker yang terdapat
dalam perangkat Skin analyzer Aramo. Caranya dengan
menekan tombol power dan dilekatkan pada
permukaan kulit. Angka yang ditampilkan pada alat
merupakan persentase kadar air dalam kulit yang
diukur.
2. Sebum (Kadarminyak)
Pengukuran kadar minyak dilakukan dengan
menggunakan alat oil checker yang terdapat dalam
perangkat Skin analyzer Aramo. Caranya dengan
menempelkan bagian sensor yang telah terpasang
spons pada permukaan kulit.
Angka yang ditampilkan pada alat merupakan
persentase kadar minyak dalam kulit yang diukur.
3. Evenness (Kehalusan)
Pengukuran kehalusan kulit dilakukan dengan
perangkat Skin analyzer pada lensa perbesaran 60x dan
menggunakan lampu sensor biru (normal). Kamera
diletakkan pada permukaan kulit yang akan diukur
kemudian tekan tombol capture untuk memfoto dan
secara otomatis hasil berupa angka dan kondisi kulit
yang didapatkan akan tampil pada layar komputer.
4. Pore (Pori)
Pengukuran besarnya pori pada kulit secara
otomatis akan keluar pada saat melakukan pengukuran
pada kehalusan kulit. Gambar yang telah terfoto pada
pengukuran kehalusan kulit juga akan keluar pada kotak
bagian pori-pori kulit. Hasil berupa angka dan
penentuan ukuran pori secara otomatis akan keluar
pada layar komputer.
5. Spot (Noda)
Pengukuran banyaknya noda yang dilakukan
dengan perangkat Skin analyzer pada lensa perbesaran
60x dan menggunakan lampu sensor jingga
(Terpolarisasi). Kamera diletakkan pada permukaan
kulit yang akan diukur kemudian tekan tombol capture
untuk memfoto dan secara otomatis hasil berupa angka
dan penentuan banyaknya noda yang didapatkan akan
tampil pada layar komputer.
6. Wrinkle (Keriput)
Pengukuran keriput dilakukan dengan perangkat
Skin analyzer pada lensa perbesaran 10x dan
menggunakan lampu sensor biru (Normal). Kamera
diletakkan pada permukaan kulit yang akan diukur
kemudian tekan tombol capture untuk memfoto dan
secara otomatis hasil berupa angka dan kondisi kulit
yang didapatkan akan tampil pada layar computer. Pada
pengukuran ini, tidak hanya jumlah keriput yang dapat
diukur, akan tetapi kedalaman keriput juga dapat
terdeteksi dengan alat Skin analyzer.
Parameterhasilpengukurandengan
skin analyzer
Sumber: Aramo (2012)
Pengukuran Parameter (%)
Moisure Dehidrasi Normal Hidrasi
0-29 30-45 46-100
Evenness Halus Normal Kasar
0-31 32-51 52-100
Pore Kecil Sedang Besar
0-19 20-39 40-100
Spot Sedikit Sedang Banyak
0-19 20-39 40-100
Wrinkle Tidak Berkeriput Berkeriput
Berkeriput Parah
0-19 20-52 53-100
Macam-Macam Produk
Wardah Renew You Anti Aging Intensive Serum
• Serum Wardah bertekstur lembut ini diformulasikan
dengan lebih dari 10 bahan aktif premium antara
lain:
• menggunakan ekstrak stem sel apel (Malus
Domestica) yang membantu melindungi sel sel kulit
yang paling berharga ,
• skin stem cell membantu memperlambat penuaan
dini.
• Diperkaya dengan 5 Botanical Extracts yang
membantu proses regenerasi sel kulit.
• Advanced Moisturizing Complex sebagai pelembab
yang memberikan kelembaban yang tahan lama.
• Vitamin E sebagai antioksidan.
• Allantoin dan Centella Asiatica sebagai anti irritant
dan soothing agent.
• Resveratrol murni yang membantu melindungi
kerusakan kulit akibat dari sinar matahari.
• Peptide yang membantu menstimulasi pembentukan
kolagen yang berperan dalam mengencangkan dan
memperbaharui sel kulit anda, Kulit menjadi lebih
cerah, halus, dan tampak lebih muda.
Wardah Renew You Anti Aging Night Cream
Diformulasikan dengan bahan aktif yang
menggabungkan
• 5 Botanical Extract yang membantu proses
regenerasi sel kulit.
• Advanced Moisturizing Complex sebagai
pelembab yang memberikan kelembaban
yang tahan lama.
• Vitamin E sebagai anti oksidan.
• Resveratrol murni yang membantu melindungi dari
kerusakan kulit akibat sinar matahari.
• Peptide yang membantu menstimulasi pembentukan
kolagen yang berperan dalam mengencangkan dan
memperbarui sel kulit.
Wardah Renew You Anti Aging Day Cream
Diformulasikan dengan bahan aktif yang
menggabungkan:
• Advanced Moisturizing Complex sebagai pelembab
yang memberikan kelembaban yang tahan lama.
• Vitamin E sebagai antioksidan dan reveratrol murni
yang membantu melindungi dari kerusakan kulit
akibat sinar matahari, mengurangi kerusakan sel.
• Peptide yang dapat membantu menstimulasi
pembentukan kolagen yang berperan dalam
mengencangkan dan memperbaharui sel kulit
Evaluasi Sediaan
• Uji Stabilitas Kimia
Pengukuran pH sediaan.
Digunakan untuk mengetahui pH krim apakah
sesuai dengan pH kulit. Pengukuran pH sediaan
dilakukan dengan menggunakan alat pH meter.
Cara:
• Alat terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan
larutan dapar standar netral (pH 7,01) dan larutan
dapar pH asam (pH 4,01) hingga alat menunjukkan
harga pH tersebut.
• Kemudiaan elektroda dicuci dengan air suling, lalu
dikeringkan dengan tissue.
• Sampel dibuat dalam konsentrasi 1% yaitu ditimbang
1 gram sediaan dan dilarutkan dalam 100 ml air
suling.
• Kemudian elektroda dicelupkan dalam larutan
tersebut.
• Dibiarkan alat menunjukkan harga pH sampai
konstan.
• Angka yang ditunjukkan pH meter merupakan pH
sediaan (Rawlins, 2003).

• Uji Stabilitas Fisik


Viskositas
Pengujian viskositas dilakukan untuk mengetahui
besarnya tahanan suatu cairan untuk mengalir. Makin
tinggi viskositas, makin besar tahanannya (Martin et.al,
1993).
Daya sebar
Dilakukan untuk mengetahui kecepatan
penyebaran krim pada kulit yang sedang diobati dan
untuk mengetahui kelunakan dari sediaan tersebut
untuk dioleskan pada kulit. Pengujian tehadap daya
lekat dilakukan untuk mengetahui kemampuan krim
melekat pada kulit.
Uji Homogenitas
Pemeriksaan homogenitas dilakukan dengan
menggunakan objek gelas.
Cara:
Sejumlah tertentu sediaan jika dioleskan pada
sekeping kaca atau bahan transparan lain yang cocok,
sediaan harus menunjukkan susunan yang homogen
dan tidak terlihat adanya butiran kasar (Ditjen POM,
1979).
Pengamatan Stabilitas Sedíaan
Cara:
• Masing-masing formula sedíaan dimasukkan ke
dalam gelas ukur 25 ml, ditutup bagian atasnya
dengan plastik.
• Selanjutnya pengamatan dilakukan pada saat sedíaan
telah selesai dibuat, penyimpanan 1, 4, 8, dan 12
minggu dilakukan pada temperatur kamar => bagian
yang diamati berupa pecah atau tidaknya emulsi,
pemisahan fase, perubahan warna dan bau dari
sedíaan.
Daftar Pustaka
• Aramo. (2012). Skin and Hair Diagnosis System. Sungnam:
Aram Huvis Korea Ltd.
• Ardhie, M.A., (2011). Radikal bebas dan Peran Antioksidan
dalam Mencegah Penuaan. Jakarta, Scientific Journal of
Pharmaceutical Development and Medical Application.
• Barel, A.O., Paye, M., dan Howard I.M. (2009). Handbook of
Cosmetic Science and Technology. Edisi Ketiga. New York:
Informa Healthcare.
• Bogandenta, A. (2012). Antisipasi Gejala Penuaan Dini dengan
Kesaktian Ramuan Herbal. Jogjakarta: Buku Biru
• Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi 3.
Jakarta: Departemen Kesehatan RI
• Latifah, F., dan Tranggono, R.I. (2007). Buku Pegangan
Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT Gramedia
Pusaka Utama.
• Martin, A., J. Swarbrick, dan A. Cammarata. 1993.
Farmasi Fisik: Dasar-dasar Farmasi Fisik dalam Ilmu
Farmasetik. Edisi Ketiga. Penerjemah: Yoshita.
Jakarta: UI-Press
• Misnadiarly. (2006). Faktor-Faktor yang Berpengaruh
Terhadap Kesehatan Kulit. Cermin Kedokteran.
• Parris, J.A. (1983). Photoimunology. London: Plenum
Medical Book Company
• Rawlins, E. A. 2003. Bentley's Textbook of
Pharmaceutics 18th ed. London: Bailierre Tindall.
• Tahir, I., Jumina, dan Yuliastuti, I. (2002). Analisis
Aktivitas Perlindungan Sinar UV Secara In Vitro Dari
Beberapa Senyawa Ester Sinamat Produk Reaksi
Kondensasi Benzaldehide Tersubtitusi dan Alkil
Asetat. Yogyakarta: Makalah pada seminar nasional
kimia XI. Fakultas MIPA-UGM.
• Sulistyowati. (2009). Rahasia Sehat dan Cantik
Sampai Tua. Yogyakarta: Penerbit Andi.
• Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik
Medik. Jakarta : UI Press.