Anda di halaman 1dari 36

TATALAKSANA KFR

• Terapi rehabilitasi pada Penyakit Parkinson dengan


pendekatan multidisiplin secara holistik dan komprehensif,
untuk memberikan bantuan fisik dan psikososial yang
menjamin kualitas hidup dan mengurangi komplikasi akibat
penyakit jangka panjang.

• Rehabilitasi tidak bisa menghentikan progresifitas Penyakit


Parkinson tetapi memperlambat terjadinya disabilitas akibat
penyakit kronis ini

• Tim rehabilitasi yang berperan, antara lain: dr SpS, dr SPKFR,


fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara, sosial worker,
psikolog/ psikiater, dan ahli gizi.

Textbook of Neural Repair 1


Delisa's Physical Medicine&Rehabilitation
Tatalaksana KFR disesuaikan dengan stadium Hoehn & Yahr, dengan
memperhatikan penyulit dan komplikasi, penanganan farmakologis
dan fenomena on/off.

Tujuan
Rehabilitasi

• Mempertahankan kemampuan fungsional selama mungkin


• Mencegah komplikasi dan mengatasi komplikasi bila ada
• Meningkatkan kualitas hidup

2
Modul Neuromuskuler: Sub Modul Tatalaksana KFR pada Sndroma Parkinson
Prinsip penanganan KFR

• Penderita Parkinson konsentrasi pada satu tugas

• Aktivitas fungsional dilatih dengan tahapan gerak

• Latihan lingkup gerak sendi, regangan melalui


gerakan ritmis perlahan dilakukan secara kontinyu

• Tetap aktif baik dalam terapi maupun di rumah

• Mempertahankan kebugaran

3
Modul Neuromuskuler: Sub Modul Tatalaksana KFR pada Sndroma Parkinson
Intervensi KFR
• Latihan relaksasi (jacobson)
• Latihan kontrol pernapasan dan pernapasan dalam
• Memperbaiki postur dan pola jalan dengan berbagai metode terapi
latihan
• Latihan fleksibilitas, keseimbangan, dan koordinasi
• Pemberian ortosis dan alat bantu adaptif bila diperlukan
• Adaptasi kondisi rumah dan lingkungan
• Penanganan masalah gangguan bicara dan menelan
• Penanganan masalah gangguan miksi dan defekasi
• Penanganan masalah gangguan kardiovaskuler (hipotensi
ortostatik)
• Penanganan masalah gangguan kognitif
• Edukasi progresifitas parkinson terhadap penderita dan keluarga

4
Modul Neuromuskuler: Sub Modul Tatalaksana KFR pada Sndroma Parkinson
Symptom Exercise Therapy
Meningkatkan fleksibilitas batang tubuh
Meningkatkan kekuatan otot punggung bawah dan
Instabilitas batang tubuh
ekstensorpanggul.
Koreksi postur menggunakan kaca
Terapi latihan jalan (cadence)
Stimuli ritmik akustik dari stereo/ metronome
Jalan menjadi lambat dan
Stimuli visual di lantai (seperti: garis putih), untuk
panjang langkah menurun
meningkatkan panjang langkah.
Melatih ayunan tangan

Tremor Latihan peregangan lambat

Gerak simultan melambat Pengulangan sesering mungkin aktivitas fungsional

Terapi latihan prosodik


Gangguan bicara
Terapi latihan kontrol pernafasan

Latih terlebih dahulu setiap tahapan gerak dalam


Berdiri
pikiran sebelum dilakukan.
5
Modul Neuromuskuler: Sub Modul Tatalaksana KFR pada Sndroma Parkinson
Tugas/ aktivitas Semua tugas/ aktivitas dibagi dalam
sulit tahapan gerak, latih secara terpisah

Gunakan kertas bergaris


Mikrografia Buat gerak ayunan besar pergelangan
tangan
Terapi latihan relaksasi
Rigiditas Latihan peregangan
Lakukan gerak ritmik secara perlahan

dul Neuromuskuler: Sub Modul Tatalaksana KFR pada Sndroma Parkinson 6


Physical Therapy Role

Gait (walking)

Postural Instability (balance)

Functional Mobility

Rigidity

Positioning

11
The physical problems for Parkinson’s disease

Problem in walking Problem in balance/


• Slow, Small, Shuffling Steps postural instability
• Festination • Increased Fall Risk
• Freezing • Loss of Postural Reflexes
• Decreased arm swing • Retropulsion
• Narrow base of support

12
Delisa's Physical Medicine&Rehabilitation
Problem in functional Problem in rigidity
mobility
• Increase in muscle tone
• Problem Areas
• Bed mobility • Cogwheel
• Sit to stand • Dystonia
• Turning
• Stairs
Often increases with
Contributing Factors Active Movement
• Bradykinesia
• Mental Concentration
• Smaller movements
• “Freezing” • Emotional Tension
• Rigidity • Stooped, forward posture
• Safety concerns • Pain
• Posture instability

13
Walking Treatment

 Various walking cadence exercises


 Use rhythmic acoustic stimuli from stereo
or metronome
 Use visual cues on floor, such as white
lines, to practice increased stride length

14
Treadmill Training

• Improvements in gait speed, step length,


and balance.
• Safety harness
• Protocols:
- 3x/week, 20-60 minutes, 4-8 weeks
- Progressively increase TM speed
- Directional Stepping
- Stop/Restarts

15
Cakitet al, 2007; protaset al, 2005; toole et al, 2005; pohl et al, 2003; miyaiet al, 2002; miyaiet al,
Freezing of Gait Treatment

• Wheeled walkers

• Combination of balance and walking training

• Sensory cueing (auditory, visual, tactile)

• Compensatory strategies to overcome freezing

• Individualized treatment

Morris et al, 2008; niewboer, 2008 16


External cues to overcome start hesistation and
freezing gait
Motor manuver Verbal and auditory stimuli
• shifting of the body •Rhytmic commands
•Walking sideward or backward •Staring order
•Stomping or shaking foot •Hand claping
•marching •Cursing (self)scolding
•Metronom music

17
Textbook of Neural Repair
Balance treatment
• Conventional Static and Dynamic
Balance

• Exercise Groups

• Strength Training

• Perturbation Training

• Treadmill Training

18
19
20
Functional Mobility Treatment

• Compensatory Strategies (Kamsmaet al, 1995)

– Separating complex movements into components


– Conscious movement control
– Assistive devices

• Parkinson’s Specific Exercise Groups

(Tamiret al, 2007; Vilianiet al, 1999)

21
Rigidity Treatment

 Relaxation exercises

 Deep Breathing
 Active Range of Motion
 Passive Range of Motion
 Stretching exercises

22
Treatment: Positioning
• Mencegah luka di tempat tidur dan kontraktur
• Memungkinkan interaksi dengan lingkungan

23
Peran Terapi Wicara

Evaluasi dan terapi fokus pada tiga area dibawah ini :


• Menelan
• Kemampuan bicara dan bahasa
• Kognisi/ pengertian

24
Masalah Menelan

• Gangguan menelan  kehilangan kontrol lidah dan


ketidakmampuan untuk mendorong bolus, dikarenakan
keterlambatan otot faring.

• Disfagia  kekurangan gizi karena intake yang kurang.

• Aspirasi kronik dapat menyebabkan pneumonia.

25
Delisa's Physical Medicine&Rehabilitation
Penatalaksanaan Dysphagia

• Latihan strengthening otot digunakan untuk


makan and menelan (oral motor exercise).
• Strategi kompensasi untuk menelan dengan
aman (chin-tuck manuver, thickened liquid).
• Modifikasi diet
• Edukasi pasien dan keluarganya.

26
Masalah Komunikasi/ Bicara
 Meningkatnya waktu yang dibutuhkan untuk
komunikasi.
 Hypokinetic dysarthria
- Berkurangnya volume suara
- Penurunan kecepatan bicara
- Gangguan kualitas suara
 Fonasi
 Resonansi
 Artikulasi
 Ekspresi wajah

27
• Penurunan kemampuan berbicara dapat
dimanifestasikan dengan hypophonia,
dysathrophonia dan gangguan prosodi, yang
dianalogkan dengan festinasi dan kekakuan gait, ada
juga gangguan ritme berbicara yang berat dan henti
bicara secara beruntun.
• Terapi wicara difokuskan pada perbaikan komunikasi
dengan latihan artikulasi, prosodi dan volume.

28
Textbook of neural Repair
Treatment Speech
Prosody Lee Silverman Voice Therapy
(LSVT)
Mainly aimed to increase vocal cord adduction &
loudness, focuses on :
• Vocal loudness
• High-intensity training (16 sessions, 50-60’ each during 4
weeks).
• Intensive Practice (motor learning).
• Training individuals to use loud voice in functional ways

29
Textbook of neural Repair
Masalah Kognisi

• Berkurangnya konsentrasi
• Berkurangnya kemampuan menyelesaikan
masalah
• Gangguan kemampuan mengolah
• Kesulitan menemukan kata
• Mudah mengalihkan perhatian
• Gangguan wawasan
• Gangguan kemampuan visual-spatial
• Menurunnya memori/ ingatan

30
Terapi kognisi

 Meningkatkan kesadaran
 Strategi kompensasi :
• Strategi pengolahan auditori dan retensi
• Perencanaan harian, rutin dan terjadwal
• Tulis catatan atau gunakan perekam
• Kerjakan satu hal dalam satu waktu
• Repetisi
• Membutuhkan waktu lebih

31
Peran Terapi Okupasi “Occupational Performance”

“Occupational Performance” meliputi tiga area :

 Self care

 Productivity

 Leisure

32
Assessment Areas

Primary Assessment Areas: Secondary Assessment Areas:


• Activities of Daily Living • Fatigue
(ADL) • Sleep
• Upper limb strength and • Cognition
range of motion • Depression
• Tone, rigidity • Quality of Life
• Coordination
• Vision
• Writing

33
Problem in self-care Problem in productivity & leisure

• ADL take increased time • Changing roles

• On and off times affect • Decreased participation in


performance competitive activity

• Safety is compromised • Decreased energy or desire


• Decreased desire or • Decreased motivation
motivation to complete
ADLs • Social anxiety

34
TREATMENT

• Patient-centered goals

• Make observations

• Environment

• Energy conservation and work simplification


techniques

35
Education & Information

• About Parkinson & impact of illness


• Risk factor & etiology
• PMR intervention
• Outcome therapy
• Complication
• Complication prevention
• Home program

36