Anda di halaman 1dari 15

DAMPAK SAMPAH

DARI RANTAI
MAKANAN
KELOMPOK 1

1. Vivi Novita Sari 25000117120034


2. Dhea Putri Oktaviana 25000117120037
3. Ida Prasetiyawati 25000117120093
4. Lina Shofiana 25000117140138
5. Eunica Dasyanti K 25000119183402
KONSEP RANTAI MAKANAN
Rantai makanan adalah peristiwa makan dan dimakan
antara makhluk hidup dengan urutan tertentu. Tiap
tingkat dari rantai makanan dalam suatu ekosistem
disebut tingkat trofik. Berikut beberapa tingkat trofik
pada rantai makanan yaitu :
- Tingkat trofik I : organisme yang mampu
menghasilkan zat makanan sendiri, yaitu tumbuhan
- Tingkat trofik II : konsumen primer, biasanya hewan
herbivora
- Tingkat trofik III : konsumen sekunder, diduduki oleh
hewan karnovora
- Tingkat trofik tertinggi : konsumen puncak
Salah satu interaksi yang terjadi dalam
ekosistem adalah rantai makanan dan jaring-jaring
makanan. Keseimbangan ekosistem akan terjaga
apabila jumlah komponen di dalam ekosistem tetap
seimbang. Jika suatu saat jumlah komponen
ekosistem mengalami perubahan maka dapat
menyebabkan keadaan ekosistem tersebut tidak
seimbang.
KONSEP SAMPAH
Sampah merupakan material Berdasarkan sumbernya,
sisa yang tidak diinginkan sampah dapat dibagi
setelah berakhirnya suatu menjadi enam kelompok,
proses yang biasa dilakukan
yaitu :
oleh manusia. Sampah dapat
berupa : 1.Sampah alam
- Cair 2.Manusia
- Padat 3.Konsumsi
- Gas 4.Nuklir
Sampah yang berupa gas
disebut emisi. Emisi biasa juga
5.Industri
dikaitkan dengan polusi. 6.Pertambangan
Pengelolaan sampah mutlak diperlukan mengingat
dampak buruknya bagi kesehatan dan lingkungan.
Sampah menjadi tempat berkembang baiknya
organisme penyebab dan pembawa penyakit. Sampah
juga dapat mencemari lingkungan dan mengganggu
keseimbangan lingkungan. Pengelolaan sampah
dimaksudkan agar tidak membahayakan kesehatan
manusia dan tidak mencemari lingkungan.
DAMPAK SAMPAH TERHADAP
EKOSISTEM LAUT
Jenis sampah yang menumpuk yaitu :

- Sampah organik yang dapat terurai sendirinya oleh


organisme pembusuk,
- Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak
mudahmembusuk atau sampah yang tidak dapat terurai,
dan jika dapat terurai, butuh waktu yang sangat lama
Contoh : plastik, logam, kaca, dan kain
DAMPAK SAMPAH PLASTIK
TERHADAP BIOTA LAUT
 Mikroplastik merupakan sampah yang secara tidak
langsung dapat bersifat lebih berbahaya dibandingkan
dengan sampah plastik yang berukuran lebih besar
 Jenis mikroplastik yang ditemukan pada beberapa jenis
spesies ikan serta seafood seperti fragments sebanyak
60%, foam 37%, film 2%, dan jenis monofilament
sebanyak 1%
 Secara tidak langsung dapat dicerna oleh biota laut
karena menyerupai makanan dan dapat terakumulasi
didalam tubuh biota laut
 Potensi masuknya mikroplastik ke dalam biota laut atau
ikan serta adanya pengaruh dan interaksi secara biologi
seperti rantai makanan
DAMPAK TERHADAP RANTAI MAKANAN

• Dampak yang dapat ditimbulkan dari adanya mikroplastik


yaitu adanya pencemaran terhadap fauna laut, mulai dari
zooplankton yang kandungan cemarannya mengalir sesuai
rantai makanan
• Apabila ikan mengandung mikroplastik dimakan manusia 
berdampak buruk terhadap kesehatan
DAMPAK TERHADAP RANTAI MAKANAN

Sampah sampah di perairan

Masuk ke tubuh Membahayakan


hewan renik sistem
secara ingestic pencernaan Terakumulasi di
organisme laut jaringan tubuh
Banyak organisme
sekitarnya bahkan
manusia, melalu
jejaring makanan
DAMPAK TERHADAP RANTAI
MAKANAN
• Sampah dimakan
oleh organisme laut
dapat
membahayakan
sistem pencernaan
berdampak pada
kematian 
ketidakseimbangan
rantai makanan

Ketidakseimbangan dalam rantai makanan dapat


menyebabkan peledakan beberapa populasi
hewan laut
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN

1. Mengubah kebiasaan (hindari, kurangi,


pakai kembali dan daur plastik)
- Menghindari penggunaan atau pembelian
produk plastik sekali pakai
- Mengurangi ketergantungan barang
plastik dengan menggantikan dengan
barang alternatif yang dpt dipakai ulang
- Mendaur ulang limbah plastik menjadi
produk lainnya yang memiliki nilai guna
2. Memisahkan jenis sampah sejak awal
Memisahkan jenis sampah sejak awal
sampah dibuang ke masing-masing tempat
sampah sesuai jenisnya oleh tiap-tiap
individu, rumah tangga, serta publik.
3.Mendorong peran pemerintah melalui
edukasi dan regulasi
Mendorong peran aktif industri untuk
mengumpulkan kembali serta mengelola
sampah plastik dari produk yang dijualnya.
4. Dukungan riset dan teknologi
Mengembangkan bioplastik dengan inovasi
lain seperti teknologi pengolahan dan
pemanfaatan limbah plastik

5. Aksi bersih Pantai


Kegiatan ini merupakan partisipasi sukarela
yang biasanya digagas kelompok. Gerakan
sosial ini dapat meningkatkan kesadaran
masyarakat untuk menjaga lingkungan laut
dengan tidak membuang sampah
sembarangan.