Anda di halaman 1dari 8

POKJA AP

• Asesmen awal keperawatan pasien gawat


darurat didokumentasikan dalam form
asesmen awal dalam 24 jam sejak pasien
masuk ruang rawat inap
FORM ASESMEN AWAL KEPERAWATAN PASIEN GAWAT DARURAT
BERDASARKAN KEBUTUHAN GAWAT DARURAT
ACUAN

• UU 29 2004 tentang Praktik Kedokteran


• PMK 269/Menkes/Per/III/2008
REGULASI UNTUK MENETAPKAN KAPAN PENGISIAN
ASESMEN ULANG PASIEN RAWAT INAP
•Asesmen ulang pasien rawat inap oleh perawat harus diselesaikan
dalam waktu 8 jam setelah masuk rawat inap, sedangkan asesmen
awal dokter harus diselesaikan dalam waktu 24 jam setelah pasien
mendapatkan persetujuan rawat inap,

•Asesmen awal akan diulang setelah 30 hari,

•Pada pasien dengan penyakit kronis misal pasien dengan


hemodialisis, yang mendapatkan radioterapi atau kemoterapi asesmen
awal akan diulang setelah 6 bulan. Apabila sebelum 6 bulan terjadi
perubahan status penyakit asesmen awal akan dilakukan pengulangan
Asesmen nyeri

• KEBIJAKAN MANAJEMEN NYERI

• Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining untuk rasa sakit dan dilakukan
asesmen apabila ada rasa nyerinya.
• Pasien dibantu dalam pengelolaan rasa nyeri secara efektif.
• Menyediakan pengelolaan nyeri sesuai pedoman dan protokol.
• Komunikasi dengan pasien dan keluarga tentang pengelolaan nyeri dalam konteks
pribadi, budaya, dan kepercayaan agama masing-masing.
• Fasilitas pengukuran nyeri pasien harus tersedia dalam bentuk skala nyeri dalam
rekam medis.
• Keluhan pasien tentang nyeri harus diperhatikan, tidak boleh langsung dianggap
sebagai malingering (berpura-pura) dan dilanjutkan dengan pengukuran nyeri.
• Pengetahuan pengukuran nyeri harus dipahami dan menjadi perhatian petugas
kesehatan Rumah Sakit
• Pengukuran nyeri harus dilakukan secara berulang untuk memastikan kenyamanan
pasien dan membantu kesembuhan pasien.
• Penatalaksanaan nyeri di Rumah Sakit mencakup non-farmakologis dan
farmakologis.