Anda di halaman 1dari 8

OPTIMALISASI PELAKSANAAN DEKONTAMINASI DAN STERILISASI

ALAT DAN BAHAN MEDIS DI PUSKESMAS PENFUI

Christianus Nono Drs. Robertus Rero, MM Drs. Nias Stefanus


Mentor Coach Penguji

dr. Maria Krishanta Manek


19901219 201903 2 012
LATAR BELAKANG
YANG TERJADI DI PUSKESMAS
HARAPAN
Kurangnya
Belum ada pedoman pengetahuan &
& SOP pemahaman pegawai
Puskesmas
KEWASPADAAN STANDAR: - Alat medis pakai ulang tidak dikondisikan lembab/
1. Kebersihan tangan MASALAH basah setelah dipakai
2. Penggunaan Alat Pelindung Diri - Dekontaminasi tidak menggunakan APD lengkap
3. Pencegahan luka akibat benda tajam - Penyimpanan alat paska sterilisasi tidak benar
4. Pengelolaan limbah medis - Sterilisasi tidak dilakukan secara berkala
5. Dekontaminasi & sterilisasi alat dan - Tidak ada label tanggal kadaluwarsa
bahan medis

HASIL YANG DIHARAPKAN


DAMPAK SOLUSI
Petugas medis Puskesmas
Petugas Pelayanan dan Optimalisasi Pelaksanaan
mengetahui & melaksanakan
Pasien berisiko terkena Dekontaminasi & Sterilisasi di
dekontaminasi & sterilisasi
infeksi Puskesmas
sesuai standar
05
KEGIATAN
04 Sosialisasi tentang
Dekontaminasi &
. Sterilisasi Alat &
03 Melakukan Bahan Medis
inventarisasi kepada Petugas
Membuat jadwal peralatan yang Medis &
02 dan penanggung perlu disterilisasi Paramedis
jawab dan
01 Koordinasi Dekontaminasi & didekontaminasi
dengan Tim Sterilisasi untuk
Keselamatan u/ setiap ruang
Meminta Penyusunan pelayanan.
persetujuan Pedoman &
pimpinan SOP
Puskesmas
Penfui.
10
KEGIATAN
09
Menyusun
08 Monitoring laporan
pelaksanaan aktualisasi.
Membuat sterilisasi dengan
07 banner alur Lembar Monitoring
Harian Unit
Pendampingan dekontaminasi
06 dan sterilisasi
Sterilisasi.
penerapan
dekontaminasi & alat dan bahan
Mempersiapkan sterilisasi alat & medis.
ruangan & bahan medis di
peralatan setiap ruang
Dekontaminasi pelayanan
dan Sterilisasi/
HASIL YANG DIHARAPKAN
Adanya dukungan dan persetujuan pimpinan Tersedianya Ruangan yang Mendukung
1 6 Pelaksanaan Sterilisasi & Dekontaminasi
Puskesmas Penfui

Tersedianya Pedoman dan SOP Petugas Puskesmas Penfui mampu


Dekontaminasi & Sterilisasi di Puskesmas 2 7 mempraktekkan pelaksanaan Dekontaminasi
Penfui & Sterilisasi

Tersedianya Jadwal dan Penanggung Jawab Tersedianya banner alur dekontaminasi dan
Dekontaminasi & Sterilisasi di Setiap Ruang 3 8 sterilisasi alat dan bahan medis di Puskesmas
Pelayanan Penfui

Tersedianya Daftar Alat dan Bahan Medis Dilakukannya monitoring pelaksanaan


yang perlu didekontaminasi 4 9 dekontaminasi & sterilisasi secara berkala

Petugas Puskesmas Penfui paham tentang


dekontaminasi dan sterilisasi 5 10 Tersedianya laporan aktualisasi
MASALAH YANG MUNGKIN DIHADAPI
Tidak ada dukungan pelaksanaan aktualisasi Ruangan dan peralatan yang tersedia tidak
1 6 mendukung pelaksanaan dekontaminasi &
dari pimpinan
sterilisasi

Kesulitan mendapatkan sumber informasi Tidak ada pelayanan yang menggunakan alat
dan data pembuatan Pedoman dan SOP 2 7 dan bahan medis pada saat jadwal
Dekontaminasi & Sterilisasi pendampingan di masing-masing ruangan

Petugas medis tidak bertugas sesuai jadwal Petugas medis sulit menerapkan pelaksanaan
karena kesibukan/ tugas yang lain 3 8 dekontaminasi & sterilisasi saat pasien
sedang banyak

Tidak tersedia daftar inventaris alat medis Pelaksana aktualisasi/ Tim Keselamatan
Puskesmas Penfui yang lengkap 4 9 Pasien tidak melaksanakan monitoring secara
rutin karena ada tugas yang lain

Tidak tersedianya bukti-bukti yang


Petugas medis tidak hadir saat Sosialisasi
5 10 mendukung bahwa setiao kegiatan dalam
rancangan telah dilakukan
Berbagai isu/ masalah ditemukan di Puskesmas Penfui , namun yang
KESIMPULAN menjadi prioritas untuk diselesaikan berdasarkan analisa USG adalah isu
“Belum Optimalnya Pelaksanaan Dekontaminasi & Sterilisasi Alat & Bahan
Medis di Puskesmas Penfui”

Belum adanya Pedoman dan SOP Dekontaminasi dan Sterilisasi


mengakibatkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman tenaga
medis sehingga pelaksaanaan dekontaminasi dan sterilisasi tidak
sesuai standar.

Pelaksanaan Dekontaminasi dan Sterilisasi Alat dan Bahan Medis


yang belum optimal menimbulkan risiko infeksi pada petugas
kesehatan dan pasien sehingga perlu dilakukan Upaya Optimalisasi .

Upaya optimalisasi dilakukan dengan Pembuatan Pedoman dan SOP,


Sosialisasi, Implementasi, Monitoring, dan Pembuatan Media
Informasi berupa banner.

Melalui upaya optomalisasi, dapat diterapkan nilai-nilai ANEKA dan WoG


serta berkontribusi terhadap Visi-Misi dan Nilai Organisasi.
Terima Kasih