Anda di halaman 1dari 21

PERANAN PEREMPUAN

KRISTEN DALAM
KELUARGA, GEREJA
DAN MASYARAKAT
Pdt. Ni Made Christine Jacob
. Perempuan Dalam Keluarga
• Keluarga Kristen adalah suatu persekutuan cinta
kasih yang diciptakan oleh Allah menurut
gambar dan citra-Nya.Keluarga begitu
mendasar bagi masyarakat manusia, dan
kesejahteraan hidupnya juga sedemikian vital
bagi kehidupan seluruhnya, sehingga begitu
penting dimasukkan dalam rencana penebusan
Allah.
Perempuan Dalam Keluarga
• Dalam keluarga Kristen hal yang paling mendasar yaitu wujud cinta kasih.
• Jika cinta kasih itu sudah ada dalam suatu keluarga, berarti telah ada tanda
bahwa keluarga tersebut telah memiliki nilai ikatan perkawinan yang lebih
tinggi atau sempurna dari pada ikatan-ikatan lain.
• Makna cinta kasih berjenis-jenis dan berbeda-beda. Bersifat persahabatan
sampai kepada cinta suami-istri.Oleh karena itu, cinta kasih suami-istri
merupakan titik akhir dari cinta kasih.
• Suatu keluarga dilandasi dengan cinta kasih adalah keluarga bahagia,
karena pasangan suami-istri tersebut sadar akan pemenuhan secara terus-
menerus dalam diri mereka sendiri hingga cinta timbal-balik mereka tetap
ada dan total
Perempuan Dalam Keluarga
• Cinta kasih menggerakkan anggota
keluarga untuk saling membantu dan
saling setia, karena cinta kasih itu sendiri
merupakan suatu pemberian
• Hakikat dari cinta kasih erat hubungannya
dengan Penebusan yang dilakukan oleh
Yesus Kristus di Kayu Salib.
Fungsi keluarga
• Fungsi reproduksi dan pengasuhan terhadap
anak-anak yang sedang berkembang.
• Fungsi pengaturan hubungan seksual.
Sepasang pria dan perempuan membentuk
keluarga inti.
• Fungsi ekonomi, anggota tertentu perlu
menyediakan barang-barang pemenuhan
kebutuhan untuk seluruh keluarga suapaya
rumah tangga dapat lestari dan kesejahteraan
dapat dicapai
• Hal yang menjadi bimbingan tentang sikap
dan tanggungjawab perempuan dalam
keluarga, serta berkat-berkat rohani yang
menjadi bagiannya.
1). POSISI sebagai seorang Istri
(Kejadian 2:18-25)
• – Penolong dan pelengkap suami
– Penghibur dan penguat suami
– Penerima dan pendamping suami
– Penurut dan pendukung suami
– Pencinta suami
– Pembimbing rohani suami
2). SIKAP sebagai seorang Istri
(Efesus 5:21-22)
• Harus tunduk atau patuh atau menyesuaikan terhadap
suaminya. Dari hal tersebut, maka terdapat dampak-
dampak yang luar biasa bagi seorang Istri yang
diperoleh dari suaminya, yaitu:
– Keamanan dan perlindungan bagi diri dan
keluarganya
– Berkenan Tuhan atas dirinya karena ia menaati
firman Tuhan
– Kesempatan memenangkan suaminya bagi Kristus (1
Pet.3:1-2)
– Kesaksian yang baik bagi lingkungannya
3). PENAMPILAN sebagai seorang
perempuan Kristen (1 Petrus 3:3-6)
• Karena kecantikan adalah warisan bagi
setiap perempuan yang menjadi milik
Kristus.
• Kecantikan sejati yang tidak dapat rusak
atau pudar, sesungguhnya dimulai dari
dalam, dan pancarannya pasti mengubah
pembawaan atau penampilan
4). KEWAJIBAN seorang Istri dan Ibu
(Amsal 31:10-31)
• (a) Berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat
jahat
(b) Bekerja keras dan memiliki kecakapan ekonomi (di
sini dimungkinkan Istri membantu suami dalam
memperoleh tambahan penghasilan, asalkan tidak
menelantarkan pendidikan anak)
(c) Memiliki belas kasihan
(d) Tahu secara jelas kehendak Allah
(e) Memiliki kecakapan, karunia dan urapan
(f) Memiliki kredibilitas dan integritas yang baik,
sehingga suaminya dikenal.
5). BERKAT bagi Perempuan
(Mazmur 133)
• Berkat tersebut dapat berupa
perlindungan Allah melalui melalui suami
yang merupakan wakil Allah di dunia
• Suami dipakai Allah untuk melindungi istri
secara fisik, psikologis, dan rohani.
Kekerasan yang dialami Perempuan dalam
keluarga

Kekerasan Kekerasan
Fisik Emosional

Kekerasan Kekerasan
Ekonomi Seksual

Kekerasan
Budaya
Perempuan Dalam Gereja
• Keluarga Kristen dapat dikatakan sebagai Gereja rumah tangga
• Persekutuan orang-orang Kristen yang menjadi kepala persekutuan
itu adalah Kristus, oleh sebab itu dalam keluarga Kristen yang
menjadi kepala dalam keluarga adalah Kristus.
• kita pahami, bahwa “Gereja” berasal dari kata Yunani kyriake oikia,
memiliki arti “Keluarga Allah”. Dengan demikian jelas bahwa dalam
keluarga Kristen termasuk komunitas yang diselamatkan.
• Alkitab mencatat beberapa nama
perempuan yang perannya dalam
keluarga sebagai Perempuan atau Istri
yang begitu bervariasi
• 1). Hawa (Kej.3) – mengambil keputusan tanpa berkonsultasi
dengan Adam, suaminya.
2). Sarai (Kej.25) – meragukan dan menertawakan janji TUHAN,
bahkan mendahului waktu TUHAN dengan memberikan Hagar
kepada Abraham.
3). Ribka (Kej.25) – pilih kasih terhadap kedua anaknya dan
mengajari Yakub untuk berdusta sehingga mendahului waktu
TUHAN.
4). Rahel – Lea (Kej.29-30) – selalu berselisih dan saling cemburu
untuk mendapatkan cinta Yakub.
5). Tamar dan Rahab (Kej.38; Yos.2) – mementingkan keselamatan
keluarga dan mau dipulihkan dari masa lalunya yang buruk,
sehingga nama mereka tercantum dalam silsilah Yesus Kristus.
• 6). Abigail (1 Sam.25) – melayani hamba-hamba TUHAN (yaitu
Daud dan rombongannya), sekalipun tanpa sepengetahuan Nabar,
suaminya yang kikir itu.
7). Izebel (1 Raja 21) – istri Ahab yang hidup dalam penyembahan
berhala dan tindakannya begitu jahat di hadapan TUHAN.
8). Safira (Kis.5) – setuju dengan keputusan suaminya untuk
mendustai Roh Kudus, sehingga akhirnya dibinasakan TUHAN.
9). Priskila (Kis.18) – bekerjasama dengan suaminya mengerjakan
pembuatan kemah untuk menopang pelayanan bagi TUHAN.
• Peraran perempuan dalam gereja seperti :
Sebagai Sebagai Sebagai sumber
Pendoa syafaat. Penasehat. inspirasi.

Sebagai Sebagai sumber


Sebagai
pengajar / pengembangan
Pembimbing.
Pendidik. SDM.

Sebagai
Pemberita
keselamatan
Perempuan Dalam
Masyarakat
• Komunitas keluarga
mereka mampu memberikan diri mereka
sendiri secara total dan sempurna sebagai
suami-istri.
• Wanita harus bisa melawan arus
Perubahan2 yang terjadi di masyarakat
• Ada beberapa hal yang menjadi tantangan terhadap
perempuan dalam menghadapi Era-Globalisasi, yaitu:
– Individualisme yaitu berpusat pada diri sendiri, atau
suka menutup diri terhadap lingkungan.
– Konsumerisme yaitu : suka membentuk kelompok
dan mengumpulkan barang secara berlebihan.
– Materialisme: Mementing barang2 untuk dirinya
sendiri
• Perempuan perlu diterima dan dihargai sebagai sesama manusia yang
mempunyai potensi (kemampuan untuk berkembang).
• Karakteristik tentang perempuan sebagai tidak mandiri lebih merupakan
pandangan budaya dan karena perlu dipertimbangkan dengan gambaran
tentang perempuan yang intelegen atau bijaksana, mandiri, sukses, etis
dan ciri lain yang positic.
• Perempuan juga mempunyai kemampuan untuk mengembangkan kondisi
lingkungan hidupnya dan mungkin untuk ikut memberi arah pada
perkembangan sosial, ekonomi, politik dan pribadi.
• Berbagai kualitas manusia yang dapat mendukung terciptanya kualitas
hidup positif dapat dan perlu dikembangkan dalam diri perempuan dan laki-
laki. Seperti bisa bertoliransi dalam segala bidang.
TERIMAKASIH