Anda di halaman 1dari 13

MANAJEMEN SUMBER DAYA

AIR BERSIH, AIR MINUM, dan


AIR ZAM-ZAM
Disusun oleh:
1. Narisa Ika Kusumadewi (180342618075)
2. Sherin Vinca Putri (1803426180
Latar Belakang

Air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan oleh


makhluk hidup baik untuk memenuhi kebutuhan maupun
menopang hidupnya secara alami. Oleh karena itu,
sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk
hidup yang lain
1. peran penting air bersih, air minum,
dan air zam-zam
Air merupakan salah satu elemen dasar dan sangat
dibutuhkan bagi kehidupan manusia, mengingat
kegunaan air untuk berbagai kegiatan manusia atau
“multi-purpose project”, seperti mandi, minum, memasak,
pembangkit listrik dan sebagainya. Namun, dalam
pelaksanaannya pemenuhan kebutuhan air bersih ini tidak
dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di
Indonesia
a. Air Bersih

Air bersih adalah air yang digunakan untuk


keperluan setiap hari dan akan menjadi air minum
setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai
batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi
persyaratan bagi sistem penyediaan air minum
b. Air Minum

Air minum adalah air bersih yang telah memenuhi


persyaratan layak konsumsi dan telah melalui
proses pemasakan. Sumber air terdapat pada
tempat atau wadah air alami dan buatan yang
terdapat diatas ataupun dibawah permukaan
tanah
c. Air Zam-zam

Zam-zam yang dalam bahasa Arab berarti banyak atau


melimpah merupakan air suci bagi umat Islam. Juga
merupakan air termulia, sangat berharga, dan paling
besar nilainya. Zam-zam adalah air yang berasal dari
sebuah sumur mata air yang terletak dalam kawasan
Masjidil Haram, tepatnya di sebelah tenggara Kabah
dengan kedalaman sampai 42meter
2. Klasifikasi Air Bersih, Air Minum, dan
Air Zam-zam
a. Klasifikasi Air Bersih
Penggolongan air berdasarkan pasal 7, penggolongan air menurut
peruntukannya dapat dibedalan menjadi :
 Air golongan A: air pada sumber air yang dapat digunakan sebagai air
minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
 Air golongan B: air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah
menjadi air minum dan keperluan rumah tangga lainnya.
 Air golongan C: air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan
dan peternakan.
 Air golongan D: air yang dipergunakan untuk keperluan pertanian dan
dapat dimanfatkan untuk usaha diperkotaan, industri, listrik tenaga air.
b. Klasifikasi Air Minum
Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas :
 Kelas satu, air yang peruntukannya digunakan untuk air baku air minum,
dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
 Kelas dua, air yang peruntukannya at digunakan untuk prasarana rekreasi,
pembudidayaan ikan tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman,
dan atu peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
 Kelas tiga, air peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan
ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau
peruntukan yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan
kegunaan tersebut.
 Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang
sama dengan kegunaan tersebut.
c. Klasifikasi Air Zam-zam
 Kemampuan menyembuhkan yang ada pada air zam-zam bukan karena
mukjizat atau bahkan sugesti semata, tetapi dapat dibuktikan secara
ilmiah. Banyak penelitian ilmiah yang dilakukan untuk mengetahui sifat unik
dalam air zam-zam, dimana hasilnya menyebutkan bahwa kandungan
mineral dalam air zam-zam jauh lebih tinggi dari pada air sumur dan air
mineral kemasan (An-Najjar, 2007).
3. Indikator kualitas air bersih, air
minum, dan air zam-zam
a. Air Bersih
 Syarat fisik

Kekeruh
Rasa Bau Suhu TDS
an

 Syarat kimia

Kesadah Alumuniu Zat


pH Besi Sulfat
an m organik

Nitrat Zink atau


Klorida
dan Nitrit Zn
 Syarat bakteriologis.
Air bersih tidak boleh mengandung kuman patogen dan parasitik yang
mengganggu kesehatan. Persyaratan bakteriologis ini ditandai dengan tidak
adanya bakteri E. Coli atau Fecal coli dalam air.
 Syarat Radiologis.
Persyaratan radiologis mensyaratkan bahwa air bersih tidak boleh
mengandung zat yang menghasilkan bahan yang mengandung radioaktif,
seperti sinar alfa, beta dan gamma.
b. Air Minum
• Persyaratan fisik : ditinjau dari segi kesehatan dan estetika.
• Persyaratan kimia : tidak mengandung zat yang membahayakan
kesehatan manusia atau makhluk hidup lainnya.
• Persyaratan bakteriologis : ditentukan jumlah batasan untuk bakteri coli
dan bakteri lainnya.
• Radioaktif : tidak boleh mengandung bahan radioaktif, seperti sinar
alfa, beta dan gamma
TERIMA KASIH