Anda di halaman 1dari 55

MATERI KULIAH PAI

1. Konsep ketuhanan dalam Islam


2. Metode Studi Islam
3. Hakekat manusia menurut Islam
4. Hukum, HAM dan demokrasi dalam Islam
5. Etika, moral dan akhlak
6. Ilmu Pengetahuan, teknologi dan Seni dalam Islam
7. Kerukunan antar umat beragama
8. Masyarakat madani dan kesejahteraan umat
9. Kebudayaan Islam
10. Sistem politik Islam
11. Sumber Hukum Islam
‫رر َۡلي ََٰۡت‬ َّ ۡ َّ َ َٰ ۡ ‫ض َو‬ ِ ‫ت َو ۡٱۡل َ ۡر‬ ِ ‫س َٰ َم َٰ َو‬ ۡ
ِ َ َ ِ ِ ‫ٱخ ِت‬
َ َّ‫ٱل‬ ‫و‬ ِ ۡ ‫ٱل‬ ِ ‫ل‬ َّ ‫ق ٱل‬ِ ‫ِإ َّن ِفي خ‬
‫َل‬
‫علَ َٰى ُجَُّو ِب َِ ۡم‬ َ َ ‫و‬ ‫ا‬ ٗ
‫ود‬ ُ ‫ع‬ُ ‫ق‬‫و‬ َ ‫ر‬‫م‬ٗ َ َٰ
ۡ ‫ق‬
ِ ‫ٱَّلل‬
َّ ‫ون‬
َ ‫ر‬
ُ ُ
‫ك‬ ‫ذ‬ۡ َ ۡ ‫ۡن‬
َ ‫ذ‬ ِ َّ ‫ٱل‬ ٠ ‫ب‬
ِ َ َٰ
‫ب‬ ‫ل‬ ۡ َ ‫ِۡل ُ ْو ِلي ۡٱۡل‬
َ
‫ت َٰ َهذَا َٰبَ ِط ٗٗل‬ َ ‫ض َربَََّّر َمر َخلَ ۡق‬ ِ ‫ت َو ۡٱۡل َ ۡر‬ ِ ‫س َٰ َم َٰ َو‬ َّ ‫ق ٱل‬ ۡ
ِ ‫ون ِفي خ‬
‫َل‬ َ ‫َوَۡتَفَ َّك ُر‬
‫اب ٱلََّّرر‬ َ َ‫عذ‬ َ ‫س ۡب َٰ َحَّ ََك فَ ِقََّر‬ ُ
١٩ . - ١٩١ ‫اِ عمران‬

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih


bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-
orang yang berakal. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya
berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini
dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
siksa neraka ( Ali Imron 190-191 )
I. KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM
1. Filsafat ketuhanan dalam Islam.
Ilâh yg diterjemahkan dg “Tuhan” dinyatakan untuk
obyek yg dibesarkan atau dipentingkan manusia
(dipuja, dicintai, diagungkan), seperti Q.S. Al-
Jatsiyah/45:23, Q.S. Al-Qashash/28:38.

PEMIKIRAN BARAT
Men. Max Muller, EB Taylor (1877), proses perkemb
pemikiran ttg Tuhan menurut teori evolusionisme sbb:
lanjutan

a. Dinamisme – kekuatan pada benda


b. Animisme – percaya pada kekuatan roh
c. Politeisme – percaya pada banyak dewa,
tuhan
d. Henoteisme – percaya satu Tuhan untuk
satu bangsa
e. Monoteisme – percaya pada satu Tuhan.
lanjutan
 Teori evolusionisme ditentang oleh Andrew Lang
(1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam
masyarakat primitif dikenal dengan oermonotheisme
(monoteisme asli). Wilhelm Schemidt (1868), ide
tentang Tuhan tidak datang secara evolusi tetapi
secara revelasi atau wahyu.
 PEMIKIRAN ISLAM
- Q.S. Al-Anbiya/21:92. Agama tauhid
adalah agama kamu semua.
PENGERTIAN IMAN
ُِ ‫ب َو ْالعَ َم‬
ِ ‫ص ِدۡ ُْق ِب ْرلقَ ْل‬
ْ َّ ‫رن َوالت‬
ِ ‫س‬َ ِ‫رن ُه َو ا َ ْلقَ ْو ُِ ِب ِرل‬
ُ ‫ا َ ْ ِْل ْۡ َم‬
. ‫رن‬ِ ‫رۡلر َك‬
ْ ‫ِب‬
Unsur iman :
1. Diucapkan dengan lisan
2. Dibenarkan dengan keyakinan
3. Diwujudkan dengan perbuatan

Iman yang sempurna harus memenuhi 3 unsur


lanjutan

- Q.S. Al-Maidah/5:72. “Hai Bani Israil, sembahlah


Allah Tuhanku dan Tuhanmu”.
- Q.S. Al-Ikhlash/112: 1-4.
Tuhan dalam Islam adalah Allah, spt dalam Q.S. Ali
Imran/3:62, Q.S.Shad/ 38:65. Q.S. Muhammad/47:19.
Dengan demikian lafadz ‫ ْل اله اْل هللا‬berasal dari Al-Qur’an.
Istilah Allah berasal lafadz ilâh ( ‫ ( اله‬yang ditambah
dengan alif lam ( ِ‫ ) ا‬menjadi ‫ هللا‬.
Dasar Iman:
1. Q.S. Al-Rum/30:30, Q.S. Al-A’raf/7:172.
2. Hadis Nabi:
ْ ‫علَى ْال ِف‬
‫ط َر ِِ فَََبَ َواُُ ُۡ ََ ِو َداَِّ ِه‬ َ ‫َمر ِم ْن َم ْولُ ْو ٍد ِإْلَّ ُۡ ْولَ ُد‬
.)‫سرَِّ ِه ( رواُ مسلم‬ َ ‫ص َراَِّ ِه أ َ ِو ُۡ َم ِج‬ ِ ِ ََُّۡ ‫أ َ ْو‬
Dengan demikian, iman sudah ada sejak
manusia dilahirkan.
Lebih dahulu mana iman & islam?
Beragama Islam
1. Kultural : iman lebih dahulu. Dasar: Q.S. Al-
Rum30/30, Q.S. Al-A’raf/7:172.
2. Non kultural : Islam lebih dahulu. Dasar:
Q.S. Al-Hujurat/49:14.
Ihsan

Islam Iman
II. METODE STUDI ISLAM
Ajaran yang bersumber pada Al-Qur’an dan
Hadis, dipahami dengan dua pendekatan:
1. Pendekatan normativitas. Menekankan pada
bunyi atau teks. Kelebihan: kemungkinan kecil
menyimpang dari ajaran yang dikehendaki
sebenarnya. Kelemahan: kurang atau tidak
bisa mengikuti perkembangan zaman.
2. Pendekatan historisitas. Menekankan pada
substansi atau hakekat ayat dan hadis dg
lanjutan
mempertimbangkan aspek sejarah, sosiologis,
psikologis, asbabun nuzul dan aspek lainnya.
Kelebihan: bisa mengikuti perkembangan zaman.
Kelemahan: kemungkinan besar menyimpang jika
tidak memahami aspek sejarah secara holistik
(utuh).
Ajaran Islam:
1. Aqidah
2. Syariah
3. Akhlak
III. MANUSIA MENURUT ISLAM
1. Al-Basyar: dinyatakan sebanyak 37 kali, spt Q.S. Al-
Kahfi/18:110. Konsep ini dihubungkan pada sifat-
sifat biologis manusia, spt berasal dari tanah liat (Q.S.
Al-Hijr/15:33), berasal dari air (Q.S. Al-Furqan/25:54),
manusia makan dan minum (Q.S. Al-
Mukminun/23:33). Al-Basyar menunjukkan makhluk
yang sekedar berada (being) yang statis.
2. Al-Insân: disebut sebanyak 65 kali, spt Q.S. Al-
’Alaq/96:5. Konsep ini dihubungkan pada psikologis/
spiritual sbg makhluk berfikir, diberi ilmu, memikul
amanah. (Q.S. Al-Ahzab/33:72) Makhluk yang menjadi
(becoming) dan terus bergerak maju.
lanjutan
Menurut Murtadho Mutahhari, manusia adalah
makhluk serba dimensi.
1. Secara fisik, manusia makan, minum, kebutuhan
biologis
2. Punya emosi yang bersifat etis, ingin untung.
3. Punya perhatian terhadap keindahan
4. Punya dorongan tuk menyembah Tuhan
5. Punya akal dan nafsu
6. Mampu mengenal dirinya sendiri.
lanjutan
3. Al-nâs: disebut sebanyak 240 kali, spt Q.S.
Al-Zumar/39:27, Q.S. Al-Nas/114:1-6. Konsep
ini menunjuk manusia sbg makhluk sosial
atau berkelompok.
Dengan demikian, manusia dm Al-Qur’an
dinyatakan sebagai makhlluk biologis,
psikologis dan sosial.
Menurut Ibnu Sina, man sebagai makhluk
sosial sekaligus makhluk ekonomi.
Tujuan Penciptaan Manusia
Untuk beribadah, tunduk dan patuh pada
ketentuan Allah. Dasar: Q.S. Al-Dzariyat/ 51: 56,
Q.S. Al-Bayyinah/98:5.

Fungsi dan Peran Manusia


- Man berperan sbg khalifah (Q.S. Al-
Baqarah/2:30).
- Dalam rangka menjalankan kekhalifahan, dan
diberi amanah, tanggung jawab sbg
lanjutan
hamba Allah (‘abdullah), menjalankan hak-hak
Allah (huququllah) dan hak sebagai hamba
(huququl ‘ibad).

Huququl ibad huququllah


IV. HUKUM, HAM DAN DEMOKRASI
DALAM ISLAM
Istilah hukum Islam
1. Syari’ah: wahyu Allah yang terdapat
dalam Al-Qur’an dan Hadis
2. Fiqh: pemahaman manusia yang
memenuhi syarat tentang syari’ah.
Syari’ah bersifat abadi, sedangkan fiqh
dapat berubah.
Ahli fiqh yang terkenal: Abu Hanifah, Malik
bin Anas, Muhammad Idris As-Syafi’i,
Ahmad bin Hanbal.
Lanjutan
Menurut Tahir Azhari, 3 sifat hukum Islam:
1. Bidimensional; segi kemanusiaan &
ketuhanan. Luas & komprehensif.
2. Adil
3. Individualistik & kemasyarakatan yang diikat
oleh wahyu.
Sumber Hukum Islam: 1. Al-Qur’an,
2. Hadis, 3. Ijma’, 4. Qiyas. (3 & 4 termasuk
dari ijtihad).
Ruang Lingkup Hukum Islam
1. Munakahah (pernikahan)
2. Wiratsah (kewarisan)
3. Mu’amalah (masalah kebendaan)
4. Jinayah (perbuatan dengan ancaman
hukuman). Ada 2: jarimah hudud dan
jarimah ta’zir.
5. Al-Ahkam as-sulthaniyyah (hukum yang
berhubungan dengan kepala negara.
6. Siyar, tentang perang dan damai,
hubungan dengan pemeluk agama,
peradilan, kehakiman.
Tujuan Hukum Islam
1. Proteksi terhadap agama ( ‫ظ ال ِدۡ ِْن‬ ُ ‫) ِح ْف‬
ُ ‫) ِح ْف‬
2. Proteksi terhadap jiwa ( ‫ظ الََّّ ْف ِس‬
3. Proteksi terhadap akal ( ِِ ‫ظ ْالعَ ْق‬
ُ ‫) ِح ْف‬
4. Proteksi terhadap keturunan ( ِِ ‫ظ الََّّ ْس‬ ُ ‫) ِح ْف‬
5. Proteksi terhadap harta ( ِِ ‫ظ ْال َمر‬ ُ ‫) ِح ْف‬

Tujuan-tujuan ini adalah nilai-nilai universal


Islam.
Perbedaan HAM dalam Pandangan
Islam dan Barat
Men. A.K. Brohi, HAM dalam pemikiran Barat,
antroposentris (berpusat pada manusia). HAM dalam
pemikiran Islam, teosentris (berpusat pada Tuhan).
Dalam Al-Qur’an dan Hadis terdapat prinsip human
rights, yaitu martabat manusia (Q.S.17:70, pasal 1 &
3), prinsip persamaan(Q.S.49:13, pasal 6 & 7)
kebebasan menyatakan pendapat, (pasal 19),
kebebasan beragama (Q.S. 2:256, pasal 18), hak atas
jaminan sosial (Q.S.51:19, Q.S.2:273,pasal 22), hak
atas harta benda (Q.S.59:7, pasal 17)
Demokrasi Dalam Islam
Prinsip demokrasi dalam Islam:
1. Syura (musyawarah). Q.S. As-Syura/42:38.
2. Ijma’ (konsensus, kesepakatan).
3. Ijtihad (interpretasi kreatif personal).
B. Hak-Hak Asasi Manusia
1. Sejarah HAM
a. Magna Charta di Inggris (1215). Kekuasaan raja
dibatasi
b. Bill of Rights di Inggris (1689). Manusia sama di
muka hukum.
c. The French Declaration (1789). Tidak boleh ada
penangkapan semena-mena.
d. The Universal Declaration of Human Rights
(1948).
V. ETIKA, MORAL DAN AKHLAK
PENGERTIAN
1. Etika: membahas kebaikan dan keburukan
berdasar ukuran akal,- bagian dari filsafat.
2. Moral: -- kebaikan dan keburukan berdasar
tradisi di masyarakat.
3. Akhlak: -- kebaikan dan keburukan berdasar
al-Qur’an dan Hadis.
lanjutan
Menurut Ibn Miskawaih, akhlak adalah
keadaan jiwa seseorang yang mendorong
seseorang untuk melakukan perbuatan
tanpa pertimbangan pikiran.
Imam Ghzali, akhlak adalah sifat yang
tertanam dalam jiwa yang menimbulkan
perbuatan dengan mudah tanpa
pertimbangan pikiran.
Dua macam akhlak: akhlak mahmudah &
akhlak madzmumah
lanjutan
Menurut Ibn ‘Arabi, baik jeleknya hati manusia
terletak pada faktor dirinya. Dalam diri
manusia ada tiga nafsu:
a. Syahwaniyah, cenderung pada
kesenangan.
b. Ghadlabiyah, cenderung merusak
c. Nathiqah, berpikir, mengambil hikmah.
Nathiqah akan berkembang positif dan dapat
mengendalikan dua nafsu lain dengan
mempelajari ilmu akhlak dan hikmah.
lanjutan
Menurut Imam Ghazali, cara merubah akhlak
yang tercela ada empat
1. Menjadi murid pembimbing spiritual.
2. Minta bantuan teman yang tulus dan
diminta mengatakan kejelekannya.
3. Mengetahui kekurangan dirinya dari orang
yang tidak menyenanginya.
4. Bergaul dengan orang banyak dan
mengandaikan kekurangan pada orang lain
ada pada dirinya.
Sasaran Akhlak
1. Akhlak terhadap Allah
2. Akhlak terhadap orang tua
3. Akhlak terhadap sesama
a. Lebih muda
b. Sebaya
c. Lebih tua
4. Akhlak terhadap binatang dan lingkungan
Hubungan Tasawuf Dengan Akhlak
Tasawuf adalah proses mendekatkan diri kepada Allah
dengan cara mensucikan hati.
Jika akhlak menerangkan mana yang baik dan yang buruk
dan cara mengubah menjadi yang baik, maka tasawuf
menerangkan cara menyucikan hati agar perilakunya
akhlaq al-karimah.
Cara mensucikan hati adalah dengan ijtinab al-manhiyyat
(menjauhi larangan)ada al-wajibat (melaksanakan
kewajiban), ada al-nafilat (melaksanakan yang
disunnahkan), dan riyadlah (latihan spiritual).
Akhlak adalah buah dari tasawuf.
VI. IPTEKS DALAM ISLAM
Pengetahuan = knowledge
Ilmu pengetahuan = science
Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang sudah
diklasifikasi, diorganisasi, disistemisasi, dan
diinterpretasi sehingga menghasilkan kebenaran
yang obyektif.
Teknologi adalah hasil penerapan praktis dari ilmu
pengetahuan.
Seni adalah hasil ungkapan akal dan budi manusia
dengan segala prosesnya.
Syarat ilmu pengetahuan:
1. Ontologi: memiliki obyek studi yang jelas,
dapat diidentifikasi, diberi batasan. Obyek
ilmu: obyek formal dan material.
2. Epistemologi: memiliki metode kerja yang
jelas. Metode deduksi dan induksi.
3. Aksiologi: memiliki guna atau manfaat.
lanjutan
Sumber Ilmu Pengetahuan
1. Ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda yang
terjadi di alam semesta, sunnatullah),
dengan menggunakan akal.
2. Ayat-ayat qur’aniyah (ayat-ayat Al-
Qur’an), dengan menggunakan wahyu.
Yang terjadi di alam dengan ayat Al-Qur’an
tidak ada pertentangan, karena
bersumber yang sama, yaitu Allah S.W.T.
lanjutan
• Penguaaan ilmu pengetahuan harus dibarengi
dengan iman. Jika tidak, akan terjadi dekadensi
moral, dehumanisasi, kerusakan alam.
Ulul albab (Q.S. Ali Imran/3:190-191), konsep
integrasi iman dan ilmu.
Keutamaan orang yang berilmu. Orang yang
beriman dan berilmu akan diangkat derajatnya
oleh Allah. (Q.S. Al-Mujadalah/ 58: 11).
VII. KERUKUNAN ANTAR UMAT
BERAGAMA
Dasar:
1. Islam: damai, selamat, sejahtera, patuh.
2. Ajaran Islam sempurna dan berlaku secara
universal (Q.S. Al-Maidah/5:3, Q.S. Al-
Anbiya’/21:107).
* Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).
Q.S. Al-Hujurat/49: 10-12.
* Ukhuwah Insaniyah (persaudaraan sesama
manusia). Q.S. Yunus/10: 99, Q.S. Al-
Baqarah/2: 256, Q.S. Al-Kahfi/18: 29.
Tri Kerukunan
1. Kerukunan antar umat beragama
2. Kerukunan intern umat beragama
3. Kerukunan umat beragama dg pemerint.
Penyebab ketegangan:
1. Sifat masing2 agama; dakwah/misi
2. Kurangnya penget. agama sendiri & agama
orang lain.
3. Pemeluk agama tdk mampu nahan diri.
4. Kaburnya batas memegang teguh
keyakinan agama dan toleransi.
lanjutan
5. Kecurigaan akan kejujuran pihak lain.
6. Kurangnya saling pengertian dlm
perbedaan pendapat.

Dalam ajaran Islam:


1. Hablum minallah (hubungan dg Allah)
2. Hablum minan nas (hub. dg sesama
man)
(Q.S. Al-Maidah/3:112)
VIII. MASYARAKAT MADANI DAN
KESEJAHTERAAN UMAT.
Pengertian:
Masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaa, maju dalam IPTEK.
Kata madani merupakan penyifatan terhadap kota
Madinah,
Masyarakat Madani Dalam Sejarah
1. Masyarakat Saba’: pada masa Nabi Sulaiman;
negeri yang baik, subur, nyaman. Baldatun
thayyibatun wa rabbun ghafur. (Q.S. Saba’/34:
15).
lanjutan
2. Masyarakat Madinah, perjanjian Madinah
antara Rasulullah s.a.w. dengan penduduk
Madinah yang agama Yahudi dan agama
watsani dari suku Aus dan Khazraj.
Isi perjanjian Madinah (Piagam Madinah):
Sepakat saling tolong menolong, menciptakan
kedamaian, menjadikan Rasulullah sebagai
pemimpin, memberikan kebebasan bagi
pemeluk agama untuk beribadah sesuai
dengan ajaran agama.
Karakteristik Masyarakat Madani
1. Bertuhan.
2. Damai
3. Tolong menolong
4. Toleran
5. Keseimbangan antara hak dan keajiban sosial
6. Berperadaban tinggi
7. Berakhlak mulia.
MANAJEMEN ZAKAT
Pengertian dan Dasar Hukum
Zakat – zaka; tumbuh, bersih, berkembang.
Zakat: sejumlah harta tertentu yg diwajibkn
Allah tuk diserahkan kpd yang berhak.
Yang berhak menerima zakat: fakir, miskin,
amil, muallaf, riqab, gharimin, sabilillah,
ibnu sabil. (Q.S. Al-Taubah/9:60).
UU No. 38 1999 tentang zakat
Kep. Menag. No. 581 1999 ttg pelaksanaaan
UU 38 1999, ttg pengelolan zakat.
MACAM-MACAM ZAKAT
1. Zakat fitrah (jiwa)
2. Zakat mal (harta benda)
a. Emas dan perak (termasuk uang)
b. Perdagangan
c. Pertanian
d. Peternakan
e. Rikaz (harta terpendam)
f. Pertambangan
SISTEM EKONOMI ISLAM
- Kegiatan manusia, sosial dan ekonomi harus
berlandaskan tauhid
- Tidak seorangpun yang mengeksploitasi orang
lain dan membatasi kegiatan ekonomi di
kalangan sendiri.
SISTEM EKONOMI ISLAM
- Kegiatan manusia, sosial dan ekonomi harus
berlandaskan tauhid
- Tidak seorangpun yang mengeksploitasi orang
lain dan membatasi kegiatan ekonomi di
kalangan sendiri.
IX. KEBUDAYAAN ISLAM
Kebudayaan : hasil olah akal, budi, cipta rasa, karsa dan
karya manusia.
Kebudayaan Islam : ---- yang berlandaskan pada nilai-nilai
Islam.
Kebudayan terus berkembang, karena itu perlu wahyu atau
aturan yang mengikat agar tidak terperangkap pd nafsu
hewani.
Agama berfungsi membimbing manusia dalam
mengembangkan akal budinya, sehingga menghasilkan
kebudayaan yang beradab (peradaban Islam).
SEJARAH INTELEKTUAL ISLAM
Menurut Harun Nasution, peradaban Islam terbagi
dalam tiga masa:
1. Masa klasik, 650-1250 M
2. Masa pertengahan, 1250 – 1800 M
3. Masa modern, 1800 – sekarang
Masa klasik, masa kemajuan dan kejayaan umat
Islam, terutama pada Dinasti Abbasiyah (750-
1250). Periode puncak kebudayaan dan
peradaban Islam.
ILMUWAN ISLAM
1. Astronomi; Al-Fazari ( w. 777 M), Al-
Asturlabi, Al-Battani (w. 922 M), Al-Biruni (w.
1048 M).
2. Matematika dan Ilmu Hitung; Al-Khawarizmi
(w. 850 M), Al-Mahani, Al-Quhi, Umar al-
Kayyam.
3. Ilmu Kedokteran; Al-Razi (w. 925 M), Ibnu
Sina (w. 1037 M), Ibnu Rusyd (w. 1198 M).
Lanjutan
4. Ilmu Kimia, Farmasi, Optika; Jabir Ibnu
Hayyan (w. 815 M), Al-Mardini (w. 1015
M), Ibnu al-Haisyam (w. 1039 M).
5. Geografi dan Sejarah; Ibnu Khurdlad Bih,
Al-Ya’qubi, Al-Mas’udi (abad 10), Al-
Hamawi (abad 13), Al-Maqdisi, Ibnu Ishaq
(w. 767 M), Ibnu Jarir Al-Thabari (w. 923
M), Ibnu Khaldun (w. 1406 M).
6. IPA; Al-Jahiz, menulis ttg zoologi (abad
12), Ikhwanus Shafa
Lanjutan
4. Ilmu Kimia, Farmasi, Optika; Jabir Ibnu
Hayyan (w. 815 M), Al-Mardini (w. 1015
M), Ibnu al-Haisyam (w. 1039 M).
5. Geografi dan Sejarah; Ibnu Khurdlad Bih,
Al-Ya’qubi, Al-Mas’udi (abad 10), Al-
Hamawi (abad 13), Al-Maqdisi, Ibnu Ishaq
(w. 767 M), Ibnu Jarir Al-Thabari (w. 923
M), Ibnu Khaldun (w. 1406 M).
6. IPA; Al-Jahiz, menulis ttg zoologi (abad
12), Ikhwanus Shafa
lanjutan
7. Filsafat; Al-Kindi (w. 873 M), Al-Farabi (w. 950
M), Ibn Rusyd (w. 1198 M).
8. Ilmu-Ilmu Agama;
- Hadis; Imam Bukhari dan Imam Muslim (abad
9 M), Imam Turmudzi,
- Fiqh; Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’I,
Imam Hambali.
- Teologi; Wasil bin Atha’, Abu Hasan Al-Asy’ari,
Abu Mansur Al-Maturidi.
- Tasawuf; Dzunnun Al-Misri, Abu Yazid Al-
Bustami, Al-Hallaj, Imam Ghazali (w. 1111 M).
NILAI-NILAI ISLAM DALAM BUDAYA
INDONESIA
• Islam masuk ke Indonesia lengkap dengan
budayanya. Karena Islam berasal dari
Arab, maka Islam yang masuk di
Indonesia tidak lepas dari budaya
Arabnya.
• Antara ajaran Islam dan budaya Islam
dapat dibedakan, tapi tidak dapat
dipisahkan.
• Yang menjadi prinsip adalah ajaran Islam.
Budaya merup. bagian dari Islam
lanjutan
• Dalam penyebaran Islam, para wali di Jawa
memakai sarana kebudayaan.
• Kebudayaan diperbolehkan dalam Islam
sepanjang tidak melanggar aturan Islam.
• Masjid sebagai pusat kebudayaan Islam.
• Masjid pada zaman Nabi berfungsi sebagai
tempat penyelesaian masalah sosial. Tidak
hanya sebagai tempat ibadah.
X. SISTEM POLITIK ISLAM
Politik dalam Islam, ada 3 pendapat:
1. Islam,agama yang lengkap, termasuk
ketatanegaraan atau politik. Tokoh: Al-
Mawardi
2. Agama Islam tidak ada hubungan
dengan politik. Tokoh: Ali Abdul Razik
3. Islam tidak terdapat sistem politik,
tetapi ada tata nilai etika dalam
kehidupan bernegara. Tokoh: Rasyid
Ridlo
lanjutan

• Nabi Muhammad di samping sebagai kepala


agama, juga kepala negara.
• Sistem pemerintahan pada masa khalifah yeng
empat dalam bentuk khilafah, republik,
dengan jalan musyawarah. Setelah itu
mengambil bentuk kerajaan sampai akhir
abad ke 17.
NILAI-NILAI DASAR SISTEM POLITIK
DALAM AL-QUR’AN
1. Kemestian mewujudkan persatuan umat (Q.S.
Al-Mukminun/23:52).
2. Perintah bermusyawarah (Q.S. as-Syura/42:38).
3. Keharusan menunaikan amanah dan
menetapkan hukum scara adil (Q.S. An-
Nisa’/4:58).
4. Keharusan mentaati Allah, Rasul dan ulul amri
(pemegang kekuasaan). Q.S. An-Nisa’/4:59.
5. Perintah mendamaikan konflik dalam
masyarakat Islam (Q.S. Al-Hujurat/49:9).
6. Dan lain-lain
PEMBAHASAN SISTEM POLITIK
ISLAM
1. Siyasah dusturiyah; hukum tata negara,
hubungan pemimpin dengan rakyat. Seperti
imamah, hak rakyat.
2. Siyasah dauliyah; hukum internasional. Seperti
keadilan, persamaan, HAM.
3. Siyasah maliyah, hukum tentang pemasukan,
pengelolaan dan pengeluaran uang milik
negara. Seperti zakat, wakaf, prinsip
kepemilikan harta, bea cukai.
---oo0oo---