Anda di halaman 1dari 27

SINDROM PERILAKU TERKAIT

DENGAN GANGGUAN FISIOLOGIS

dr. SRI RAHAYU HARTINI, SpKJ


GANGGUAN MAKAN
ANOREKSIA NERVOSA
• Mengurangi BB dengan sengaja, dipacu atau dipertahankan
• Harus memenuhi:
-BB dipertahankan 15% dibawah ideal
-dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan
berlemak atau salah satu: merangsang muntah,
menggunakan pencahar, OR berlebihan, obat penekan
nafsu makan
• Gangguan body-image: takut gemuk, menilai
berlebihan terhadap BB yg rendah
• Gangguan endokrin: pada wanita amenore,
pada pria kehilangan minat dan potensi seksual
BULIMIA NERVOSA
• Preokupasi menetap untuk makan, ketagihan
terhadap makan yg tidak bisa dilawan, tidak
berdaya untuk makan berlebihan dalam waktu
yang singkat
• Melawan efek kegemukan dg: merangsang
muntah, menggunakan pencahar, puasa,
memakai obat penekan nafsu makan
• Ketakutan berlebih pada
kegemukan, menetapkan sendiri
ambang BB jauh dibawah BB ideal
Klasifiksi Gangguan Tidur
• Gangguan Tidur Primer (karena mekanisme bangun
tidur yang abnormal) • Gangguan Tidur
– Dissomnia (gangguan pada kuantiatas dan
kualitas/waktu tidur) Sekunder
• Insomnia Primer
• Hipersomnia Primer – Gangguan tidur terkait
• Gangguan Irama Sirkadian (jet lag, shift axis I dan axis II
kerja)
– Parasomnia (peristiwa episodik abnormal – Gangguan terkait
selama tidur)
• Mimpi buruk kondisi medik umum
• Teror tidur
• Somnabulisme (sleep walking) – Gangguan terkait
• Mengigau penggunaan zat
• Jactatio capitis nocturna
• Mengapa kita tidur?
• Jika tidur tidak memberikan fungsi yang sangat vital, tidur
merupakan kesalahan terbesar yang pernah dibuat dalam
proses evolusi (Edmund & Mark, 2007)
• Fungsi Tidur :
– ‘Pemeliharaan’ fisik dan pemulihan fungsi psikis
– Penyimpanan energi
– pengaturan tubuh dan fungsi imun
• Vital sign dalam psikiatri :
– Tidur
– Nyeri
– Konsentrasi
– fatigue
• Insomnia keadaan yang sering ditemui
• Sering diabaikan
• Dianggap tidak bermakna
• Padahal : sangat mempengaruhi pekerjaan, aktivitas dan
kesehatan seseorang  penurunan kualitas hidup
• Korelasi bermakna antara kurang tidur dan kecelakaan lalu
lintas
• Berat gangguan tidur
• Frekuensi
• Durasi
• Tanda distres

Kriteria Insomnia
• Pedoman diagnostik :
– Gejala yang harus ada ;
• Keluhan sulit masuk tidur, mempertahankan atau
kualitas tidur yang buruk
• Minimal 3x seminggu selama minimal satu bulan
• Preokupasi tidak bisa tidur dan memikirkan akibatnya
• Menyebabkan disabilitas

Insomnia Non Organik


• Gambaran klinis :
– Rasa kantuk berlebihan di malam hari
– Gangguan terjadi sepanjang hari selama lebih dari satu
bulan/ berulang dalam kurun waktu lebih pendek dan
menyebabkan disabilitas
– Tidak ada gejala tambahan narcolepsy atau bukti klinis
sleep apnoe
– Tidak terkait dengan gangguan neurologis atau medis
yang lain

Hipersomnia Non Organik


• Gambaran klinis :
– Pola tidur jaga individu tidak seirama dengan pola tidur-
jaga orang normal
– Insomnia saat orang lain tertidur dan hipersomnia saat
orang lain terjaga
– Ketidakpuasan kualitas dan kuantitas tidur menimbulkan
disabilitas

Sleep-wake cycle disturbance


• Terbangun dari tidur (malam atau siang) terkait dengan
mimpi menakutkan yang dapat diingat secara jelas
• Setelah bangun dari mimpi, individu segera sadar penuh
dan mampu mengenali lingkungan
• Pengalaman mimpi menimbulkan disabilitas

Nightmare
• Gambaran klinis
– Gejala utama adalah satu atau lebih episode bangun dari
tidur, mulai berteriak karena panik, disertai anxietas yang
hebat, seluruh tubuh bergetar dan hiperaktivitas otonom
– Episode dapat berulang
– Secara relatif: tidak bereaksi terhadap usaha orang lain
untuk membangunkan. Terjadi disorientasi setelahnya
– Ingatan terhadap kejadian minimal
– Tidak ada bukti adanya gangguan mental organik

Night Teror
• Gejala yang utama adalah satu atau lebih episode bangun
dari tempat tidur, terus berjalan
• Selama satu episode individu menunjukkan wajah bengong
(blank), relait tidak memberi respon
• Ketika sadar, tidak dapa mengingat apa yang terjadi
• Dalam beberapa waktu setelah bangun dari episode
tersebut tidak ada gangguan aktivitas mental
• Tidak ada bukti adanya gangguan mental organik

Sleep walking (somnambulisme)


GANGGUAN IDENTITAS JENIS KELAMIN
&
GANGGUAN PREFERENSI SEKSUAL
• Perilaku seksual bermacam-macam dan ditentukan oleh
suatu interaksi faktor yang kompleks.
• Seksualitas ditentukan oleh anatomi, fisiologi, psikologi,
kultur dimana orang tinggal, hubungan seseorang dengan
orang lain, dan mencerminkan perkembangan pengalaman
seks selama siklus kehidupannya.
• Ini termasuk persepsi sebagai laki-laki atau perempuan dan
semua pikiran, perasaan, dan perilaku yang berhubungan
dengan kepuasan dan reproduksi, termasuk ketertarikan
dari seseorang terhadap orang lain.
• Seksualitas seseorang tergantung pada empat faktor-
faktor yang saling berhubungan:
– identitas seksual,
– identitas jenis kelamin,
– orientasi seksual, dan
– perilaku seksual
• Berdasar DSM IV TR diklasifikasi menjadi 3, yaitu :
– Disfungsi seksual : inhibisi dalam keinginan seksual
atau penampilan psikofisiologik
– Parafilia (F65 gangguan preferensi seksual) :
perangsangan seksual terhadap stimulus yang
menyimpang
– Gangguan Identitas Gender : pasien merasa sebagai
jenis kelamin yang berlawanan
F65
Fetishisme
• Mengandalkan pada beberapa benda mati
sebagai rangsangan untuk membangkitkan
keinginan seksual dan memberikan kepuasan
seksual.
• Pakaian, sepatu
Transvestisme Fetishistik
• Mengenakan pakaian dari lawan jenis dengan
tujuan pokok untuk mencapai kepuasan
seksual
Ekshibisionisme
• Kecenderungan yang berulang atau menetap
untuk memamerkan alat kelamin kepada asing
(biasanya lawan jenis) atau kepada orang
banyak di tempat umum, tanpa ajakan atau
niat untuk berhubungan lebih akrab.
Voyeurisme
• Kecenderungan yang berulang atau menetap
untuk melihat orang yang sedang
berhubungan seksual atau berperilaku intim
misalnya sedang menanggalkan pakaian
Pedofilia
• Preferensi seksual (berulang dan menetap)
terhadap anak-anak, biasanya pra pubertas
atau awal masa pubertas
Sadomasokisme
• Preferensi terhadap aktivitas seksual yang
melibatkan pengikatan atau menimbulkan
rasa sakit atau penghinaan (pelaku: sadism,
individu yang suka: masochism)