Anda di halaman 1dari 18

MEKANIKA TANAH I

Dosen :
Andriani, MT
SILABUS MEKANIKA TANAH I
1. Tanah dan Batuan
2. Komposisi Tanah
3. Klasifikasi Tanah
4. Pemadatan Tanah
5. Aliran Air dalam Tanah ; Permeabilitas dan
Rembesan (Jaring aliran/flow net)
6. Kemampumampatan Tanah (Konsolidasi
Tanah)
7. Penurunan Pada Tanah (Setlement).
8. Pengujian Tanah di lapangan
Literatur (Buku Acuan)
 Bradja M. Das, “ Mekanika Tanah I dan Mekanika
Tanah II (terjemahan Noor Endah & Indrasurya),
1994, Penerbit Erlangga, Jakarta.
 Harry Christady. H, “ Mekanika Tanah I dan
Mekanika Tanah II”, 1992, Penerbit Gramedia,
Jakarta.
 Harry Christady.H, “ Prinsip-Prinsip Mekanika
Tanah dan Soal Penyelesaian”, 2001, Penerbit
Beta Offset, Yogyakarta.
 dll
Sistem Penilaian
 TUGAS dan QUIZ : 20 %
 Ujian Tengah Semester : 30 %

 Ujian Akhir Semester : 50 %


BAB V
Permeabilitas Tanah
 Air tanah didefinisikan sebagai air yang
terdapat di bawah permukaan bumi.
Kekuatan tanah dalam mendukung beban
dipengaruhi oleh air dan rembesan.
 Tanah pasir (granular) merupakan tanah
yang mudah mengalirkan air
(permeabilitasnya tinggi)
 Tanah lempung (kohesif) merupakan
tanah yang sulit mengalirkan air, proses
mengalirnya air dalam pori2 tanah
berlangsung lama (permeabilitasnya
rendah).
Kekuatan tanah dalam mendukung beban
dipengaruhi oleh air dan macam tanah.

Rembesan air yang lewat fondasi bendungan harus


diperhitungkan dalam mengevaluasi kemampuan
struktur tersebut dalam menampung tanah.

Didalam lapisan tanah umumnya terdapat 3 zone,


yaitu : zone jenuh air di bawah muka air tanah,
zone jenuh air akibat kapiler di atas muka air
tanah, dan zone tidak jenuh di atas zone jenuh
kapiler dan di dekat permukaan tanah.
Air Kapiler
Permeabilitas
 Permeabilitas didefinisikan sebagai sifat bahan berpori yang
memungkinkan aliran rembesan dari cairan yang berupa air
atau minyak mengalir lewat rongga pori.

 Tanah disebut mudah meloloskan air (permeable) bila


tanah tersebut benar-benar mempunyai sifat meloloskan
air.
Contohnya : Pasir dan kerikil

 Tanah disebut kedap air (impermeable), bila tanah tersebut


mempunyai kemampuan meloloskan air yang sangat kecil.
contohnya : lempung

 Lintasan partikel air didalam tanah dianggap berupa garis


lurus dari titik yang satu ke titik lainnya.
Aliran Air Melalui Porous Media
 Gambar memperlihatkan aliran
air dari titik A menuju titik B.

 Air tersebut tidak mengalir


mengikuti suatu garis lurus
dengan kecepatan yang
konstan, akan tetapi air
tersebut akan mengalir berliku-
liku seperti terlihat pada
Gambar 2.

 Pada persoalan geoteknik air


tersebut dapat diasumsikan
mengalir dari A ke B mengikuti
suatu garis lurus dan dengan
kecepatan tertentu.
Gambar Aliran air pada konstruksi bangunan
bendung
Hukum Darcy
 Persamaan Darcy:

h3  h 4
Qk AkiA
L
 Dimana:
v = kecepatan pengaliran,
i = hydraulic gradient

h3  h 4
Q  v A dengan v  k ki
L
Koefisien Permeabilitas
 Koefisien Permeabilitas adalah kecepatan air mengalir
melalui butiran2 tanah.
 Satuan yang dipakai pada nilai k adalah m/s2.
 Faktor2 yang mempengaruhi k adalah :
1.kekentalan cairan
2. distribusi ukuran pori
3. distribusi ukuran butiran
4. angka pori
5. kekasaran permukaan
6. derajat kejenuhan dll
• Koefisien rembesan pada tanah yg tak jenuh adalah
rendah, smakin jenuh tanah maka nilai k akan smakin
besar.

• Koefisien tanah akan smakin kecil bila kekentalan cairannya


besar, shg :
k = (w/ ) K
Pengujian permeabilitas
1.Pengujian di laboratorium
a. Uji tinggi konstan
b. Uji tinggi jatuh
2.Pengujian di lapangan
a. uji dgn pemompaan dari sumur
uji
b. uji dgn sumur artesis.
1. Uji tinggi konstan.
 Cocok untuk tanah granular.
 Kedudukan tinggi energi hilang diatur konstan.
 Volume air yang keluar ditampung di dalam gelas (Q).
 Koefisien dapat dihitung dgn rumus :
Q = q.t = v.A. t = k.i.A.t (i=h/L), maka:
Q = k (h/L).A.t, shg diperoleh :
k = (QL)/(h.A.t) m/dtk
dgn :
Q= volume air yang ditampung (m3)
L = panjang aliran air dalam contoh (m)
h = beda tinggi muka air (m)
A = luas tampang tabung (m2)
t = waktu pengaliran (detik)
2. Uji tinggi jatuh
- Cocok untuk tanah yang kohesif atau berbutir
halus.
- Tanah ditempatkan di dalam tabung, pipa
pengukur didirikan di atas benda uji, air
dituangkan lewat pipa pengukur.
- Koefisien dapat dihitung dgn cara :
k = ((aL)/(At)) ln (h1)/(h2)
k = 2,303 ((aL)/(At)) log (h1/h2)
dengan :
a = luas penampang pipa kecil (m2)
A = luas penampang benda uji (m2)
L = panjang benda uji (m)
h1 = tinggi benda uji awal pada t=0
h2 = tinggi benda uji pada saat t.
Rembesan pada tanah berlapis
 pada arah horizontal
kH = 1/H (kH1. H1 + kH2. H2 +…. kHn. Hn )
 Pada arah vertikal
kv = H/ (H1/kv1 + H2/kv2 + …….. Hn/kvn)
Uji permeabilitas dgn pemompaan
dari sumur
 Bila dibatasi oleh lapisan kedap air, maka nilai k
dapat dihitung dgn cara :
k = (2,303 q log (r1/r2))/ ((h12 – h22))
 Bila dibatasi oleh dua lapisan kedap air, maka
nilai k dapat dihitung dgn cara :
k = q log (r1/r2)/ (2,727 H (h1 – h2))