Anda di halaman 1dari 54

INSTALASI TEGANGAN MENENGAH

Semester 5 (A, B, C, )
TAHUN AKADEMIK 2019-2020
POLA SISTEM TENAGA LISTRIK
Blok Diagram (Pola) Sistem Tenaga Listrik
Jaringan Distribusi Tenaga Listrik
SALURAN UDARA TEGANGAN MENENGAH (SUTM):
 Daerah jangkauan luas
 Daerah padat beban rendah
 Daerah penyangga

• Kelebihan SUTM :
 Biaya relatif murah
 Mudah dalam membangun
 Mudah dalam pengoperasian

• Kekurangan SUTM :
 Padat pemeliharaan
 Tingkat kontinyuitas rendah

• Menggunakan sistem Radial (konfigurasi tulang ikan = fishbone)


Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) :
Daerah padat beban tinggi
Beban puncak lebih dari 2.5 MVA/km² dg luas minimal 10 km²
Jangkauan terbatas

• Kelebihan SKTM :
 Murah dalam pengoerasian
 Mudah dalam pemeliharaan
 Tingkat kontinyuitas tinggi

• Kekurangan SKTM :
 Biaya investasi mahal
 Sulit dalam pembangunan

• Menggunakan sistem Loop untuk menghindari black out (pemadaman)


akibat gangguan
Macam-macam Konfigurasi Jaringan

1. Konfigurasi tulang ikan (fish bone)

 Beroperasi Radial untuk SUTM


 Pengurangan luas pemadaman dilakukan dengan mengisolasi bgn yg
terkena gangguan dg memakai :
o Pemisah (PTS), Air Break Switch dg koordinasi relay atau scada
o Automatic Recloser (PBO) dipasang pd saluran utama
o Automatic Sectionalizer (Saklar seksi otomatis) dipasang pada
pencabangan
2. Konfigurasi Cluster (Leap frog)

 Untuk SUTM yg bertipikal sistem tertutup, namun operasi


sistem radial
 Saluran bgn tengah merupakan penyulang cadangan dg luas
penampang penghantar besar
3. Konfigurasi Spindel (Spindle)

 Untuk SKTM
 Dikenal 2 penyulang yaitu standby atau express feeder dan penyulang
operasi (working feeder)
 Penyulang cadangan tidak dibebani dan berfungsi sebagai back-up
supply jika terjadi gangguan pada penyulang operasi
 Untuk konfigurasi 2 penyulang, maka faktor pembebanan hanya 50%
 Berdasarkan konsep spindel, jumlah penyulang pada 1 spidel adalah 6
penyulang operasi dan 1 penyulang cadangan, sehingga faktor
pembebanan konfigurasi spindel penuh adalah 85%
 Ujung-ujung penyulang berakhir pada gardu yg disebut Gardu Hubung
dg kondisi penyulang operasi NO, kecuali penyulang cadangan dg
kondisi NC
4. Konfigurasi Fork
5. Konfigurasi Spotload (parallel spot)
6. Konfigurasi jala-jala (Mesh/Grid)
TINGKAT KEANDALAN
Pemasangan Treck Schoor (Topang Tarik)
Treck Schoor (Topang Tarik) dipasang pada sudut tarikan 45° s/d 60° untuk
melawan arah tarikan konduktor. Konstruksi pemasangan treck schoor dapat
dilihat pada gambar berikut:

Topang Tarik/Treck Schoor


Pemasangan Druck Schoor digunakan untuk melawan arah tarikan
konduktor dengan menggunakan tiang untuk menekan tiang utama. Tiang
topang yang digunakan sama dengan tiang yang dipasang. Cara pemasangan
dan material yang digunakan untuk pemasangan druck schoor dapat dilihat
pada gambar:

Topang Tekan/Druck Schoor


Kontramas

Konstruksi Skur tarik dengan tiang (Kontramast) jika tarikan


menyeberang jalan. Seperti pada gambar berikut:
Konstruksi dan jarak antar tiang (Span)
Jenis-jenis isolator

Pin Insulator/isolator duduk


Isolator Tarik
Cross arm
Guy wire/Topang tarik
Beban Mekanis Tambahan Jaringan Non-Elektrikal
Konstruksi Pembumian
Load Break Switch (LBS) Pole Top Switch (PTS)
Pemutus Balik Otomatis (PBO)/Recloser
Lightning Arrester (LA)
Strain Clamp

Paralel Groove
Clamp
Tapping Clamp