Anda di halaman 1dari 21

RUPTUR SINUS

MARGINALIS
PEMBAHASAN

01 02 03 04 05

Pengertian Tanda Faktor risiko Diagnosis Penatalaksa-


dan naan
gejala
Ruptur sinus marginalis adalah terlepasnya sebagian
kecil plasenta dari tempat implantasinya di dalam uterus
sebelum bayi dilahirkan. Berdasarkan tanda dan gejalanya
Ruptur Sinus Marginalis ini merupakan salah satu klasifikasi
dari solusio plasenta yaitu solusio plasenta kelas 1 (ringan).

Ruptur Sinus Marginalis merupakan bagian dari solutio


placenta ringan yang jarang didiagnosis, mungkin karena
penderita selalu terlambat datang ke rumah sakit, atau
tanda-tanda dan gejalanya terlampau ringan sehingga tidak
menarik perhatian penderita maupun dokternya.
Pecahnya sinus marginalis
merupakan perdarahan yang
sebagian besar baru diketahui
setelah persalinan. Pada waktu
persalinan, perdarahan terjadi
tanpa sakit dan menjelang
pembukaan lengkap perlu
dipikirkan kemungkinan
perdarahan karena sinus
marginalis yang pecah. Karena
pembukaan mendekati lengkap,
maka bahaya untuk ibu maupun
janinnya tidak terlalu besar.
Apabila terjadi perdarahan pervaginam, warnanya akan
kehitam-hitaman dan sedikit sakit. Perut terasa agak sakit,
atau terasa agak tegang yang sifatnya terus menerus.
Walaupun demikian, bagian-bagian janin masih mudah
diraba. Tekanan darah tinggi, serta tidak ada gawat janin.
Uterus yang agak tegang ini harus selalu diawasi, karena
dapat saja menjadi semakin tegang karena perdarahan yang
berlangsung. Salah satu tanda yang menimbulkan
kecurigaan adanya solusio plasenta ringan ini adalah
perdarahan pervaginam yang berwarna kehitam-hitaman.

Sarwono, 2005
2. Tanda dan
gejala
Tidak ada atau sedikit perdarahan dari vagina yang warnanya kehitam-
hitaman, kalau ada perdarahan jumlahnya antara 100-200 cc.

Rahim yang sedikit nyeri atau terus menerus agak tegang

Tidak ada koagulopati dan tidak ada gawat janin

Pelepasan plasenta kurang 1/6 bagian permukaan

Kadar fibrinogen plasma lebih 150 mg%.


Riwayat solusio
placenta

Kebiasaan Pengaruh lain


merokok

Faktor
risiko

Kardio-reno- Penggunaan
vaskuler kokain

Usia ibu
trauma
diagnosis
Dari hasil anamnesa terdapat perdarahan
pervaginam, warnanya kehitam-hitaman dan
sedikit sakit. Perut terasa agak sakit, atau terasa
agak tegang yang sifatnya terus
menerus. Walaupun demikian, bagian-bagian janin
masih mudah diraba pada pemeriksaan
dalam terdapat pembukaan dan ketuban tegang
dan menonjol. Pada waktu persalinan, perdarahan
terjadi tanpa sakit dan menjelang pembukaan
lengkap perlu dipikirkan kemungkinan perdarahan
karna sinus marginalis yang pecah. Karena
pembukaan mendekati lengkap, maka bahaya
untuk ibu maupun janinnya tidak terlalu besar.
Pemeriksaan penunjang, dengan ultrasonografi,
dijumpai perdarahan antara plasenta dan dinding
rahim.( Manuaba, 1998 ).
Prosedur pemeriksaan untuk dapat
menegakkan diagnosis ruptur sinus marginalis
antara lain:

1. anamnesis 2.
Solusio plasenta ringan atau
disebut juga dengan ruptura sinus
marginalis, dimana terdapat Pemeriksaan
pelepasan sebagian kecil plasenta
yang tidak berdarah banyak. fisik
Apabila terjadi perdarahan
pervaginam, warnanya akan
kehitam-hitaman dan sedikit sakit.
Perut terasa agak sakit, atau terasa
agak tegang yang sifatnya terus
menerus.
Keadaan umum dapat baik, uterus tegang
terus menerus, nyeri tekan pada uterus,
denyut jantung janin normal, bagian-
bagian janin masih mudah diraba. Uterus
yang agak tegang ini harus selalu diawasi,
karena dapat saja menjadi semakin
tegang karena perdarahan yang
berlangsung.
Salah satu tanda yang menimbulkan kecurigaan adanya solusio plasenta ringan ini
adalah perdarahan pervaginam yang berwarna kehitam-hitaman, tekanan darah
dan frekuensi nadi ibu yang normal, tidak ada koagulopati, dan tidak ada gawat
janin

01 Pemeriksaan Penunjang

02 Pemeriksaan laboratorium darah: Hemoglobin,


hematokrit, trombosit, dan elektrolit plasma.

03
Cardiotokografi untuk menilai
kesejahteraan janin.

USG untuk menilai letak plasenta,


04 usia gestasi dan keadaan janin.
prognosis

Prognosis pada ibu sangat tergantung pada


luasnya plasenta yang terlepas dari dinding
uterus. Prognosis janin pada rupture sinus
marginalis kematian janin tergantung dari
luasnya plasenta yang terlepas dari dinding
uterus dan tuanya kehamilan
( Sarwono, 2005)
Penatalaksanaan
Ekspektatif, bila usia
kehamilan kurang dari 36
minggu dan bila ada
perbaikan dengan tirah
baring dan observasi ketat,
kemudian tunggu persalinan
spontan.

Bila ada perburukan, maka


kehamilan harus segera diakhiri.
Bila janin hidup, lakukan seksio
sesaria, bila janin mati lakukan
amniotomi disusul infus oksitosin
untuk mempercepat persalinan
Tujuannya supaya janin tidak terlahir premature, penderita dirawat
tanpa melakukan pemeriksaan dalam melalui kanalis servisis.

Rawat inap, tirah baring dan berikan antibiotik profilaksis.

Lakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui implantasi plasenta.

Berikan tokolitik jika ada kontraksi

Uji pematangan paru janin dengan tes kocok dari hasil amniosentesis

Bila setelah usia kehamilan diatas 34 minggu, plasenta masih berada


disekitar ostium uteri interim.
Catatan!
Bila perdarahan berhenti dan waktu untuk mencapai
37 minggu masih lama, pasien dapat dipulangkan
untuk rawat jalan. Apabila usia kehamilan sudah
cukup matang dan pasien menginginkan dan
mampu untuk melakukan persalinan pervaginam
dan tidak ada tanda-tanda bahaya maka segera
lakukan persalinan spontan (pervaginam).
Apabila direncanakan persalinan spontan
maka :

• Pantau perdarahan pervaginam


• Observasi nyeri / HIS dan ketegangan rahim
• Observasi tanda-tanda vital
• Pantau tandaa-tanda koagulopati
• Pantau tanda-tanda kegawatdaruratan janin.
• Jangan lupa untuk mengatasi kecemasan pasien dengan
cara melibatkan dan memberikan dukungan psikologis.
Bila ada perburukan (perdarahan berlangsung terus,
gejala solusio plasenta makin jelas, pada
pemantauan dengan USG daerah solusio plasenta
bertambah luas), maka kehamilan harus segera
diakhiri. Bila janin hidup, lakukan seksio sesaria, bila
janin mati lakukan amniotomi disusul infus oksitosin
untuk mempercepat persalinan.
Seksio sesaria biasanya dilakukan pada
keadaan:

• Anak hidup, pembukaan kecil.


• Terjadi toksemia berat, perdarahan agak
banyak, tetapi pembukaan masih kecil.
• Panggul sempit atau letak lintang.
Perut tegang sedikit, berarti perdarahannya tidak
terlalu banyak, keadaan janin masih baik dan
dapat dilakukan penanganan secara
konservatif dengan observasi ketat, perdarahan
berlangsung terus menerus ketegangan makin
meningkat, dengan janin yang masih baik harus
segera dilakukan seksio sesaria, perdarahan
yang berhenti dan keadaan baik pada
kehamilan prematur dilakukan rawat inap

(manuaba,1998).
THANKS!
Do you have any
questions?

CREDITS: This presentation template was created by


Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics
& images by Freepik.

Disusun oleh:
Adistia sholihatin
Chelsea Andriyanto
Indah Trisna Sari
Susiyana