Anda di halaman 1dari 9

Gerak Dalam Permainan Musik

Gerakan tubuh seringkali dilakukan seseorang ketika tampil dalam suatu


acara yang diiringi dengan permainan musik. Umumnya, acara-acara seperti itu
menggunakan tema tertentu. Namun, apa pun tema acara, peserta yang turut serta
dalam acara itu akan melibatkan gerakan-gerakan tertentu yang dapat dipandang
sebagai simbol. Bagi para penonton, gerakan-gerakan itu seringkali dihubungkan
dengan nilai-nilai estetik dalam masyarakat dari mana peserta tersebut berasal.
Tubuh merespon permainan musik yang terdengar melalui gerakan, seperti
gerakan tangan, kaki, dan kepala. Dalam permainan musik, gerakan anggota badan itu
dilakukan dengan cara-cara tertentu yang dipandang sesuai dengan nilai-nilai
keindahan dalam masyarakatnya. Hal ini dapat dipahami karena gerakan tubuh
seseorang dipandang sebagai salah satu pola perilaku yang dipelajari orang tersebut
dalam lingkungan masyarakatnya, termasuk keluarga. Untuk lebih jelasnya, perhatikan
gambar berikut :
Gerakan tubuh dalam permainan musik tidak hanya memperlihatkan
nilainilai estetik suatu masyarakat, tetapi juga memperlihatkan hubungan antara
kesesuaian pola gerakan dan musik, khususnya tempo dan irama. Pada bagian ini kalian
mempelajari pola-pola ragam gerak tangan, kaki, badan, dan kepala. Mari kita gunakan
pola-pola ragam gerak anggota tubuh tersebut sesuai dengan tempo dan irama lagu
yang terdengar. Dengarkanlah salah satu lagu dalam masyarakat Timor, Bolelebo.
Dengarkan lagu tersebut dengan cermat serta ‘rasakan’ irama dan tempo atau kecepatan
lagunya!
BOLELEBO

Bagaimana tempo atau kecepatan lagu Bolelebo tersebut? Kalian benar


apabila menjawab bahwa lagu itu dimainkan atau dinyanyikan dengan tempo lambat.
Bagaimana perasaan kalian ketika mendengarkan lagu itu? Sekarang, dengarkan lagu
itu kembali, rasakan, dan bayangkan gerakan apa yang
sesuai dengan tempo dan irama lagu tersebut. Mari kita dengarkan lagu lain dari daerah
lain, misalnya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah.
Kolaborasi seni dapat diartikan sebagai
kerjasama dua atau lebih cabang seni. Kolaborasi
dapat dilakukan antara musik dengan gerak,
kolaborasi antara musik dengan imaji atau visual
atau, kolaborasi antara seni musik, gerak tubuh,
dan imaji atau visual. Perlu diketahui bahwa
kolaborasi beberapa cabang seni dalam permainan
musik dapat saja dilakukan. Namun, perlu diingat
bahwa apa pun gerakan atau peralatan (properti)
yang digunakan dalam permainan musik, harus
disesuaikan dengan tema karya musiknya.
Dalam pertunjukan musik kita dapat melihat
beberapa orang menyesuaikan gerakan dengan
musik yang terdengar. Hubungan yang erat antara
musik dan gerakan telah lama diketahui oleh para
ahli pendidikan musik. Bahkan Barrett, McCoy, dan
Veblen (1997) pernah mengemukakan bahwa,
“melalui gerakan tubuh, bernyanyi, dan memainkan
musik, misalnya, memperlihatkan cara seseorang
menggunakan organ tubuhnya untuk mempelajari
musik, internalisasi ritmik, serta menghubungkan
antara bunyi dan gerakan”.
Sekelompok orang yang menggunakan beberapa
alat perkusif sederhana tersebut dapat dikatakan
memainkan musik. Walaupun hanya menggunakan
alat-alat perkusif sederhana, bunyi yang mereka
hasilkan tetap dapat disebut musik. Karena para
pemain alat perkusif sederhana tersebut menghasilkan
bunyi sesuai dengan tema yang diinginkan oleh
pembuat musiknya.
Pada saat ini, alat-alat perkusif sederhana
sudah banyak digunakan oleh pemain musik di
banyak negara, termasuk Indonesia. Umumnya,
alat-alat sederhana tersebut digunakan oleh
pemain musik untuk mengeksplorasi beragam bunyi
yang dibutuhkan dalam permainan musik mereka.
Dapat dikatakan bahwa ekplorasi bunyi merupakan
salah satu usaha manusia untuk mengekspresikan
gagasan atau ide mereka tentang kehidupan melalui
permainan musik.
Eksplorasi bunyi tidak hanya dilakukan dengan
mengembangkan sumber bunyinya atau instrumen,
tetapi juga melalui pengembangan pada simbol-simbol
musik, seperti nada dan ritme. Sebagai contoh
eksplorasi bunyi menggunakan dua buah suling dengan
diameter dan panjang yang berbeda. Ternyata bunyi
yang dihasilkan oleh kedua benda tersebut berbeda.
Eksplorasi sumber bunyi dipandang penting
karena dengan tersedianya beragam bunyi yang
dihasilkan oleh sumber bunyi yang beragam. Eksplorasi
sumber bunyi dapat dilakukan dengan memanfaatkan
barang-barang yang ada di lingkungan sekitar dan
memodifikasi alat-alat perkusif yang dapat digunakan
untuk memenuhi kebutuhan mengekspresikan gagasan
atau ide.