Anda di halaman 1dari 20

Vertigo berasal dari Bahasa latin “vertere” yang berarti memutar.

Vertigo merupakan sensasi gerakan atau rasa gerak dari tubuh seperti rotasi
(memutar) tanpa sensasi perputaran yang sebenarnya, dapat sekelilingnya terasa
berputar atau badan yang berputar.
Biasanya pasien datang dengan keluhan pusing, pening, sempoyongan, goyang,
melayang atau berputar.
 Prevalensi pada individu sebesar 7%.

 15-35% populasi umum mengalami keluhan Dizzines.

 20-30% orang dewasa pada populasi mengalami keluhan keluhan pusing yang
diinterpretasikan sebagai vertigo vestibular.

 Vertigo ditemukan lebih banyak pada wanita dari pada laki-laki (2:1).
 Gangguan Vaskular

 Epilepsi

 Penggunaan obat – obatan

 Tumor

 Trauma

 Tiroid

 Infeksi telinga luar dan tengah : Otitis Media dan Tumor

 Infeksi telinga dalam, labirinitis, neuritis saraf otak

 Multiple Sklerosis
VERTIGO

VESTIBULAR NON VESTIBULAR

Sistem Sistem
SENTRAL PERIFER
visual Somatosensory

-Batang Otak - Labirin


- Otak - N. Vestibularis
Vertigo Vestibuler Vertigo Non Vestibuler

Sifat Berputar Goyang, melayang


Waktu Episodik Konstan
Faktor Pencetus Gerakan kepala Stress
Perubahan posisi

Gejala Mual, muntah, tuli, Pucat, kesemutan,


tinitus, osilposia syncope, palpitasi
Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Vertigo Sentral diakibatkan oleh kelainan pada batang batang otak atau
cerebellum.
2. Vertigo Perifer disebabkan oleh kelainan pada telinga dalam atau nervus cranialis
vestibulocochlear (N. VIII).
Sentral
Sentral  Pada nukleus vestibularis
sampai batang otak 
TIA/stroke vertebrobasilaris,
• Vertigo ringan tumor, trauma, migren
• Tidak ada decay basilaris, multipel sklerosis
• Tidak ada pengaruh gerakan (degeneratif)
kepala
 Pada serebelum  stroke,
• Arah obyek vertikal
tumor, kelainan degeneratif
• Gejala otonom (+/-)
• Tidak ada gangguan  Pada otak (korteks serebri)
pendengaran  epilepsi, kelainan
• Tanda fokal SSP (+) degeneratif
Perifer Penyebab

- BPPV (Benign Paroxysmal


• Vertigo berat Positional Vertigo)
• Ada kelelahan (decay) - Meniere’s disease
• Pengaruh gerakan kepala - Infeksi (neuritis vestibuler,
(+) OMSK)
• Arah obyek horizontal/ - Ototoksik (obat yang
rotatoar menyebabkan toksik/ racun
pada telinga dalam)
• Buka mata lebih ringan - Penyumbatan pembuluh darah
• Gejala otonom (++) (oklusi a. labirin)
• Tanda fokal SSP (-) - Trauma
- Tumor (neuroma akustik)
- Kelainan degeneratif
(presbiastasia)
Sensasi
berputar
(vertigo)

Perubahan Secara
posisi
kepala BPPV tiba-tiba
(paroxysm
(position) al)

Tidak
membahaya
kan nyawa
(benign)
 Sekitar 64 kasus per 100.000 penduduk, dan dengan kecenderungan terjadi
pada wanita (64%).
 BPPV sering terjadi pada usia rata-rata 51-57 tahun dan jarang pada usia
dibawah 35 tahun tanpa riwayat trauma kepala.
 Bisa terjadi pada usia berapapun namun puncak kejadian terjadi pada decade 5
ke5 atau ke-6 kehidupan.
 50% Idiopatik
 17 % Trauma kepala
 Penyakit meneire seperti 15 %
 Migrain
 Operasi telinga bagian dalam
 Teori utama yang menjadi dasar patofisiologi BPPV adalah adanya kanalitiasis dan
kupulolitiasis sehingga mempengaruhi dinamika kupular dari debris-debris
endolimfatik.
 Pusing berputar hebat yang dipicu oleh perubahan posisi kepala terhadap
gravitasi.
 Intensitas : menetap (kupulolitiasis), semakin berkurang atau menghilang
(kanalolitiasis)
 Durasi singkat: ≤1 menit (10-15 detik) : kanalolitiasis
>1 menit : kupulolitiasis
 Disertai mual muntah
 Tidak ada gejala tuli, telinga terasa penuh atau tinnitus.
1. Pemeriksaan Neurologik
2. Gait test :
 Romberg’s sign
 Uji berjalan (stepping test)
 Past-pointing test (uji Tunjuk Barany)
3. Test Fungsi Vestibuler dengan
Dix-Hallpike manoeuver
 Dix-Hallpike maneuver.
 Kontraindikasi:
 Riwayat operasi servikal,
prolapse diskus vertebrae,
fraktur tukang servikal.
 Canalith Repositioning Therapy (Epley)  kanalitiasis posterior/ anterior
 Remission rate 83%

 Brandt-Daroff exercise  untuk gejala remisi


 Remission rate 98%

 Perasat Liberatory (Semont)  kupulolitiasis posterior/ anterior


 Surgery : kasus-kasus sulit dengan kekambuhan parah dan berdampak pada kualitas
hidup dan intractable BPPV.
Terdapat dua pilihan intervensi dengan teknik operasi yang dapat dipilih, yaitu
singular neurectomy (transeksi saraf ampula posterior) dan oklusi kanal posterior
semisirkular. Namun lebih dipilih teknik dengan oklusi karena teknik neurectomi
mempunyai risiko kehilangan pendengaran yang tinggi.
Canalith repositioning
treatment (epley treatment)