Anda di halaman 1dari 36

TUMOR - TUMOR KULIT

Laksmi Duarsa
A. TUMOR DARI EXTODERMAL.

I. Tumor Permukaan Epidermis

a. Nevoid tumor
1. Nevus verukosus
2. Keratosis seboroika
3. Kiste : o Kiste epidermal
o Mucous retention cyst
o Milia
b. Prakanker
1. Keratosis senilis
2. Leukoplakia

c. Karsinoma/epithelioma
1. Basal Cell Ca
2. Squamous Cell Ca
II. Tumor Adneksa Kulit
a. Nevoid Tumor
1. Eccrin epithelioma : o Syringoma
2. Hair epithelioma : o Trichoepitelioma
b. Karsinoma
B. TUMOR DARI MESODERMAL

I. Tumor Jaringan Fibrous : o. Acrochordon (skin tag)


o. Keloid
II. Tumor Jaringan Mukoid : o. Myxoma
III. Tumor Jaringan Lemak
IV. Tumor Jaringan Saraf :
Neurofibromatosis von Rekcling Hausen

V. Tumor Jaringan Vaskuler:


a. Nevus flameus
b. Hemangioma simpleks
c. Hemangioma kavernosa
b. Granuloma piogenikum
C. NEVUS CELL TUMOR
I. Nevi : a. Junctional nevi
b. Compound nevi
b. Intradermal nevi
c. Lentigenes

II. Melanoma Maligna


Perinsip-perinsip Pembedahan Kulit
1. Biopsi
2. Kuretase
3. Shave excision (silet)
4. Eksisi
5. Dermabrasi
6. Salu abrasi (salabrasi)
7. Bedah kimia : TCA, Hg nitrat, AHA, Podofilin, 5-fu dll
8. Bedah listrik
9. Bedah beku (Cryo surgery)
10. Bedah laser  kelainan vaskuler
Nevus Flammeus (Port-wine
Stain)
Biasanya muncul sejak bayi lahir
dan mempunyai, dikenal bentuk
nevus flammeus nuchae(eritema
nukhe) dijumpai sekitar 5 % dari
bentuk papular yang sering
mengalami involusi yang tidak
lengkap, dan sekitar 20 % pada
usia dewasa masih mempunyai lesi
ini.
Hemangioma Simpleks (Tipe Strawberry, Hemangioma
Kapilare)
Merupakan tipe hemangioma yang tersering dijumpai,
muncul pada waktu lahir atau 1 - 3 bulan setelah lahir, dan
dapat terjadi involusi spontan.
Hemangonia Kavernosa
Sebagian besar hemangonia kavernosa muncul tidak pada
saat lahir tetapi beberapa bulan kemudian, tidak terjadi
involusi sempurna dan letaknya lebih dalam.
Granuloma Piogenikum
Tumor ini terjadi oleh karena
proliferasi kapiler sesudah
terjadi trauma, dan sering
disertai infeksi sekunder. Klinis
tampak berupa papul/nodule
vaskuler kemerahan semakin
lama makin membesar dengan
cepat, mudah berdarah, sering
terjadi pedunkulasi
(bertangkai).
Granuloma pyogenicum
Cherry Angioma

Proliferasi kapiler yang matur, umumnya


pada usia pertengahan, berupa papula, lunak
merah.
MILIA

Kista kecil akibat proliferasi epitelial dan


akumulasi keratin
Epithelial cyst,
kista epidermoid

Proliferasi sel-sel epidermis yang berisi keratin, terdapat banyak


Didaerah yang kaya kelenjar sebaseus.
Syringoma

Tumor ductus ekskretorius kelenjar ecrin, diturunkan secara dominan.


Lokasi sekitar palpebra.
KELOID
Keloid merupakan reaksi
pertumbuhan jaringan fibrous
yang berlebihan pada kulit yang
didahului luka trauma atau
proses peradangan, walaupun
kadang-kadang keloid timbul
tanpa diketahui adanya kelainan
yang mendahuluinya.
Nevus verrucosus =
Epidermal nevus

Proliferasi epidermis yang terbatas dengan permukaan verukous,


Bentuk linier, dapat single atau multipel.
Veruka vulgaris
Bentuk ini adalah yang paling umum terjadi, terutama mengenai
anak-anak, dengan tempat predileksi pada tangan, jari, dan lutut.
Pada anak-anak timbulnya multipel dan banyak, serta cepat
meluas, sedangkan pada dewasa jarang dalam jumlah banyak.
Pada stadium awal bbiasanya berukuran sebesar pentol jarum,
permukaan halus, mengkilat.
MOLUSKUM KONTAGEOSUM
Merupakan penyakit virus pada kulit dan membrana mukosa yang
banyak terjadi dan bersifat jinak, umumnya terjadi pada anak-
anak.
Penyebab tumor ini oleh karena virus moluskum kontagiosum yang
merupakan anggota dari Poxvirus. Termasuk virus DNA,
Melanocytic Nevi (moles)
Very common lesions present in virtually every person.
Composed of nevus cells - that are derived from melanocytes.
The vast majority is acquired, mostly during first two
decades; size is less than 6 mm.
Only 1-2% of the general population is born with moles.
Usually moles start from the epidermis, later, can grow into
the dermis. Can be classified into
Junctional: nevus cells confined to epidermis
Compound: nevus cells involve both epidermis and dermis
Dermal: nevus cells limited to the dermis.
Dome-shaped papule or nodule which may be skin-
colored or pigmented. Commonly seen on the face or
neck.
Halo nevi

Otherwise known as Sutton’s nevi, principally seen on


the trunk of the young. They represent the body’s
immune system destroying nevus cells in a melanocytic
nevus. A white halo appears around a pre-existing nevus;
multiple halos are often observed. The cause is
unknown, but there is an association with vitiligo.
Faktor Risiko Kanker Kulit

Karsinogenesis  mutasi
faktor genetik dan lingkungan

Genetik/molekuler : proto ontogen, gen supresor

Lingkungan : Sinar ultra violet (UVB)


Kimiawi : hidrokarbon, tar, rokok dll

Pola hidup : makanan


LEKOPLAKIA
Leukoplakia disebut juga sebagai precanceratosis leukokeratosis,
smoker's patch. Leukoplakia merupakan istilah untuk
menggambarkan kelainan pada mukosa berupa bercak-bercak atau
plak berwarna putih, karena proses hiperplasia displastik setempat
(focal dysplastic hyperplasia).
KERATOSIS SENILIS/AKTINIK
Penyakit ini merupakan kelainan kulit
pada daerah yang banya terkena sinar
matahari (exposed area) terutama
dijumpai pada kulit orang kulit putih
dengan umur pertengahan atau lebih tua
dan ditandai lesi yang hiperkeratotik
sebagai akibat perubahan dalam sel
epidermis; setelah beberapa tahun dapat
berkembang lebih lanjut menjadi
karsinoma sel skuamosa.
KARSINOMA SEL SKUAMOSA
Karsinoma sel skwamosa (KSS) atau karsinoma epidermoid
merupakan tumor ganas pada kulit atau mukosa yang berasal dari
stratum spinosum epidermis, bersifat destruktif dan dapat
bermetastase jauh.
KARSINOMA SEL BASAL (BASALIOMA)
Karsinoma sel basal atau Basalioma merupakan tumor ganas
kulit yang berasal dari sel basal, umumnya timbul pada kepala
dan leher dan lebih sering dijumpai pada pria pada usia diatas 50
tahun dengan ditandai adanya ulkus yang bersifat infiltratif dan
destruktif .
Superfisial Spreading Melanoma(SSM)
Berasal dari bentuk Superficial Spreading Melanoma in situ.
MELANOMA MALIGNA

Superfisial Spreading Melanoma(SSM)


Berasal dari bentuk Superficial Spreading Melanoma in situ.
Lentigo Malignant Melanoma(LMM)
Berasal dari lentigo maligna dengan nodus hitam kebiruan.
Biasanya tumbuh lambat dan dapat mengadakan metastasis ke
kekelenjar getah bening regional.
Nodular Melanoma(NM)
Tipe ini yang paling sering terdapat di
Indonesia. Biasanya didahului dengan
riwayat trauma. Mula-mula timbul di
telapak kaki, dimulai dengan adanya
nodus yang sedikit menonjol di atas
permukaan kulit, berwarna hitam pekat
yang makin lama makin besar dan
kadang-kadang disertai ulserasi.
Perjalanan penyakit bisa cepat tetapi
dapat juga sangat lambat.
MM acral lentiginous

Acral Lentiginous Melanoma(ALM)


Biasanya terdapat di tungkai, daerah palmar dan daerah kuku dan
periungual. Tumbuh dengan cepat disertai dan metastasis dalam
waktu singkat.
Tanda-tanda terjadinya keganasan melanoma

A : asymetri

B : Border irregularity

C : Colour variation

D : Diameter tumor  > 6 mm


Staging

Berdasarkan infiltrasi tumor di kulit : CLARK


(kedalaman)
1. Epidermis
2. Dermis papiler
3. Dermis retikuler
4. Dermis reticular yg lebih dalam
5. Lemak subkutan

Berdasarkan ketebalan tumor : BRESLOW


(TNM)