Anda di halaman 1dari 17

“IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR

KESEHATAN YANG MEMPENGARUHI


PASIEN PRE OPERASI”
Alif Achmad Fahrizal (P07120215002)
Angelica Intan Puspita (P07120215005)
Anggit Miyura Nabila (P07120215006)
Anugrah Bachrodin Adhnan (P07120215008)
Azizah Zul Fathi (P07120215011)
Dita Octaviani (P07120215013)
Eltiya Rachmawati K (P07120215016)
Erina Kurniawati (P07120215018)
Isna Siwi Pujamukti (P07120215021)
Isnatun Khoirullisa (P07120215022)
Nurina Azmi Hidayati (P07120215030)
Wiwien Winarni (P07120215042)
Yuni Apriliani Istiqamah (P07120215045)
TUJUAN
• Mahasiswa mampu mengetahui peran dan fungsi
perawat pada fase pra operasi, intra operasi & post
operasi.

• Mahasiswa mampu mengidentifikasi faktor-faktor


yang mempengaruhi pre operasi.

• Mahasiswa mampu mengetahui nutrisi yang penting


untuk penyembuhan luka operasi
KONSEP PRE OPERASI
• Pre operasi : tahap yang dimulai ketika ada
keputusan untuk dilakukan intervensi bedah
dan diakhiri ketika klien dikirim ke meja
operasi.
DEFINISI • Keperawatan pre operatif merupakan
tahapan awal dari keperawatan perioperatif.
Tahap ini merupakan awalan yang menjadi
kesuksesan tahap-tahap berikutnya.

• Persiapan fisiologis : persiapan ini


PERSIAPAN merupakan persiapan yang dilakukan mulai
dari persiapan fisik, persiapan penunjang,
pemerikaan status anastesi sampai informed
PRE consent.
• Persiapan psikologis : mental pasien yang
OPERASI tidak siap atau lebih dapat berpengaruh
terhadap kondisi fisik pasien
FAKTOR RESIKO TERHADAP PEMBEDAHAN
• Pasien dengan usia yang terlalu muda (bayi/anak-anak) dan
Usia usia lanjut mempunyai resiko lebih besar

• Kondisi malnutrisi & obesitaslebih beresiko terhadap


Nutrisi pembedahan dibandingakan dengan orang normal dengan gizi
baik terutama pada fase penyembuhan
• Pada pasien dg penyakit kardiovaskuler, DM,
Penyakit Kronis PPOM), dan insufisiensi ginjal menjadi lebih
sukar untuk penyembuhan primer

• Pasien dengan riwayat merokok biasanya akan


Merokok mengalami gangguan vaskuler, terutama terjadi
arterosklerosis pembuluh darah, yang akan
meningkatkan tekanan darah sistemik.

Alkohol dan • Individu dengan riwayat alkoholik kronik sering


menderita malnutrisi dan masalah-masalah
sistemik, seperti gangguan ginjal & hepar yang
obat-obatan akan meningkatkan resiko pembedahan.
IDENTIFIKASI FAKTOR KESEHATAN YANG
MEMPENGARUHI PASIEN PRE OPERASI

Pengkajian riwayat kesehatan

• Pengkajian riwayat kesehatan harus meliputi riwayat penyakit yang


pernah diderita dan alasan utama pasien mencari pengobatan.

• Penyakit yang diderita pasien akan mempengaruhi kemampuan pasien


dalam menoleransi pembedahan dan mencapai pemulihan yang
menyeluruh.

• Pengalaman bedah sebelumnya dapat memengaruhi respon fisik dan


psikologis pasien terhadap prosedur pembedahan
RIWAYAT ALERGI
Apabila pasien mempunyai riwayat alergi satu
atau lebih, maka pasien perlu mendapat pita
identifikasi alergi yang dipakai pada pergelangan
tangan sebelum menjalani pembedahan atau
penulisan simbol alergi yang tertulis jelas pada
status rekam medis sesuai dengan kebijakan institusi
KEBIASAAN MEROKOK, ALKOHOL, DAN NARKOBA
• Pasien perokok memiliki risiko yang lebih besar untuk
mengalami komplikasi paru-paru pasca operasi
daripada pasien bukan perokok.
• Kebiasaan mengkonsumsi alkohol mengakibatkan
reaksi yang merugikan terhadap obat anestesi,
mengalami toleransi silang (toleransi obat meluas)
sehingga memerlukan dosis anestesi yang lebih tinggi
dari normal.
• Penggunaan narkotika akan mengganggu kemampan
pasien mengontrol nyeri serta memengaruhi tingkat
serta jumlah pemberian anestesi selama pembedahan.
Penggunaan narkoba suntik dapat mengganggu sistem
vaskular dan menyulitkan akses ke dalam vena.
2. Pengkajian psikososial spiritual
a. Kecemasan praoperatif
Pasien yang cemas sering mengalami ketakutan
atau perasaan tidak tenang. Berbagai bentuk ketakutan
muncul seperti keakuratan akan hal yang tidak diketahui,
misalnya terhadap pembedahan, anestesi, masa depan,
keunangan, dan tanggung jawab keluarga. Bagian
terpenting dari pengkajian kecemasan praoperatif adalah
untuk menggali peran orang terdekat, baik dari keluarga
maupun sahabat pasien.
b. Perasaan

Perawat dapat mendeteksi perasaan pasien


mengenai pembedahan dari perilaku dan
perbuatannya. Pasien yang merasa takut biasanya
sering bertanya, tampak tidak nyaman jika ada
orang asing memasuki ruangan, atau secara aktif
mencari dukungan dari teman dan keluarga.
c. Kepercayaan spiritual
Kemampuan yang paling berguna bagi perawat
dalam memberikan asuhan keperawatan adalah
kemampuan untuk mendengarkan pasien, terutama saat
mengumpulkan prinsip-prinsip komunikasi dan
wawancara, perawat dapat mengumpulkan informasi dan
wawasan yang sangat berharga terutama dalam
kepercayaan dan keyakinannya terhadap Tuhan
d. Pengetahuan, persepsi, dan pemahaman

Perawat harus mempersiapkan pasien dan


keluarganya untuk menghadapi pembedahan.
Dengan mengidentifikasi pengetahuan, persepsi,
dan pemahaman pasien, dapat membantu
perawat merencanakan penyuluhan dan tindakan
untuk mempersiapkan kondisi emosional pasien
3. Pemeriksaan fisik
a.Tanda-tanda vital
b. Pengkajian tingkat kesadaran
c. Pengkajian status nutrisi
d. Hidung dan sinus
e. Mulut, bibir, lidah dan palatum
f. Sistem saraf
g. Sistem endokrin
h. Sistem pernapasan
i. Sistem kardiovaskuler
j. Keseimbangan cairan dan elektrolit
k. Abdomen dan punggung
4. Pemeriksaan diagnostik
Sebelum pasien menjalani pembedahan,
dokter bedah akan meminta pasien untuk menjalani
pemeriksaan diagnostik guna memeriksa adanya
kondisi yang tidak normal
Banyak pemeriksaan laboratorium dan
diagnostik seperti EKG dan foto dada tidak lagi
dilakukan secara rutin untuk pasien yang menjalani
bedah sehari karena biaya yang harus dikeluarkan
untuk pemeriksaan tersebut tidak efektif jika pasien
sehat dan tidak menunjukkan gejala yang tidak
normal
5. Pemeriksaan skrining tambahan
Pada beberapa prosedur bedah tertentu
seperti bedah saraf, jantung, dan urologi,
diperlukan pemeriksaan canggih untuk
menegakkan diagnosa prabedah, misalnya: MRI,
CT-Scan, USG doppler, dan lainnya sesuai
kebutuhan diagnosis prabedah.
6. Pemeriksaan Status Anestesi

Pemeriksaan yang biasa digunakan adalah


pemeriksaan dengan menggunakan metode ASA
(American Society of Anasthesiologist).
Pemeriksaan ini dilakukan karena obat dan teknik
anastesi pada umumnya akan mengganggu fungsi
pernafasan, peredaran darah dan sistem saraf.
7. Inform Consent

Selain dilakukannya berbagai macam pemeriksaan


penunjang terhadap pasien, hal lain yang sangat penting terkait
dengan aspek hukum dan tanggung jawab dan tanggung gugat,
yaitu Inform Consent

Baik pasien maupun keluarganya harus menyadari bahwa


tindakan medis, operasi sekecil apapun mempunyai resiko. Oleh
karena itu setiap pasien yang akan menjalani tindakan medis,
wajib menuliskan surat pernyataan persetujuan dilakukan
tindakan medis (pembedahan dan anastesi).
TERIMA
KASIH