Anda di halaman 1dari 18

SYOK

&
KERACUNAN
• ANGGUN TRINA
• REYZA NOVIZAR
• RIPKA ROSALINA
• RIFKA GINTING
• TAMARA LINA
• NUR HALIMAH POHAN
• IDOLA KRONIKA
• KHAIRATUL HIKMAH
• SYOK
Syok adalah kondisi hilangnya volume darah sirkulasi efektif,
kemudian diikuti perfusi jaringan dan organ yang tidak adekuat, yang akibat
akhirnya gangguan metabolik selular. Pada beberapa situasi kedaruratan
adalah bijaksana untuk mengantisipasi kemungkinan shock. (Bruner &
Suddarth,2002).
Syok adalah suatu sindrom klinis akibat kegagalan akut fungsi
sirkulasi yang menyebabkan ketidakcukupan perfusi jaringan dan oksigenasi
jaringan, dengan akibat gangguan mekanisme homeostasis. (Toni Ashadi,
2006).
Syok dapat didefinisikan sebagai gangguan system sirkulasi yang
menyebabkan tidak adekuatnya perfusi dan oksigenasi jaringan. Jaringan
akan kehilangan oksigen dan bisa cedera. (Az Rifki, 2006)
• KERACUNAN

Racun adalah zat yang ketika tertelan, terisap, diabsorbsi, menempel


pada kulit atau dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relative kecil
menyebabkan cedera dari tubuh dengan adanya reaksi kimia. Intoksikasi atau
keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia
yang menimbulkan efek merugikan pada yang menggunakannya. Keracunan
melalui inhalasi dan menelan materi toksik, baik kecelakaan dan karena
kesengajaan, merupakan kondisi bahaya kesehatan. Sekitar 7% dari semua
pengunjung departemen kedaruratan dating karena masalah toksik.
Keracunan adalah kondisi yang di sebabkan oleh menelan ,mencium,
menyentuh,atau menyuntikkan berbagai macam obat ,bahan kimia racun atau
gas . keracunan bukan hanya membahayakan kesehatan tapi juga bisa
menyebabkan kematian
1. Mencerna (menelan) racun
Tindakan yang dilakukan adalah menghilangkan atau
menginaktifkan racun sebelum diabsorbsi, untuk memberikan
perawatan pendukung, untuk memelihara system organ vital,
menggunakan antidote spesifik untuk menetralkan racun, dan
memberikan tindakan untuk mempercepat eliminasi racun
terabsorbsi.

2. Keracunan melalui inhalasi


3. Keracunan makanan
Keracunan makanan adalah penyakit yang tiba-tiba dan mengejutkan
yang dapat terjadi setelah menelan makanan atau minuman yang
terkontaminasi.

4. Keracunan Akibat Gigitan Binatang


Kondisi lingkungan dipedesaan memungkinkan berbagai jenis bintang
peliharaan maupun binatang liar dapat hidup berdampingan dengan
masyarakatnya walaupun binatang peliharaan kita sudah jinak namun
bahaya dari binatang ini perlu di waspadai.
Pada kondisi tertentu jenis binatang berdarah panas seperti pada
anjing, kucing, dan monyet yang terkena rabies dapat membahayakan
kesehatan masyarakat. Demikian pula jenis binatang melata yang
memiliki racun seperti ular, kalajengking, dan lipan (kelabang) yang
masih banyak terdapat dialam pedesaan.
5. Gigitan ular
Bisa (racun) ular terdiri dari terutama protein yang mempunyai
efek fisiologik yang luas atau bervariasi. Sisitem multiorgan,
terutama neurologic, kardiovaskuler, sisitem pernapasan mungkin
terpengaruh.
Bantuan awal pertama pada daerah gigitan ular meliputi
mengistirahatkan korban, melepaskan benda yang mengikat
seperti cincin, memberikan kehangatan, membersihkan luka,
menutup luka dengan balutan steril, dan imobilisasi bagian tubuh.

6. Sengatan serangga
Manifestasi klinis bervariasi dari urtikaria umum, gatal, malaise,
ansietas, sampai edema laring, bronkhospasme berat, syok dan
kematian. Umumnya waktu yang lebih pendek diantara sengatan
dan kejadian dari gejala yang berat merupakan prognosis yang
paling buruk.
7. Keracunan Gas
Karbon monoksida
Karbon dan oksigen dapat bergabung membentuk senyawa
karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak
sempurna dan karbon dioksida(CO2) sebagai pemakaran
sempurna. Karbonmonoksida merupakan senyawa yng tidak
berbau, tidak berasal dan pada suhu udara normal dan tidak
dalam bentk gas yang tidak berwarna. Tidak seperti senyawa
CO mempunyai potensi yang bersifat racun yang berbahaya
karena mampu membentuk ikatan yang kuat dengan pigmen
darah yaitu hemoglobin. Sumber utama karbon monoksida pada
kasus kematian adalah kebakaran, kenalpot mobil, pemanasan
tida sempurna, dann pebakaran tidak sempurna dari produk
produk terbakar seperti bongkahan arang.
Macam-macam syok

1. Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung).


Disebabkan oleh kegagalan fungsi pompa jantung yang
mengakibatkan curah jantung menjadi berkurang atau berhenti
sama sekali untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Syok
kardiogenik ditandai oleh gangguan fungsi ventrikel, yang
mengakibatkan gangguan berat pada perfusi jaringan dan
penghantaran oksigen ke jaringan Ventrikel kiri gagal bekerja
sebagai pompa dan tidak mampu menyediakan curah jantung
yang memadai untuk mempertahankan perfusi jaringan.
2. Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume darah)
Syok hipovolemik merupakan tipe syok yang paling umum ditandai
dengan penurunan volume intravascular. Cairan tubuh terkandung
dalam kompartemen intraselular dan ekstraseluler. Cairan intra seluler
menempati hamper 2/3 dari air tubuh total sedangkan cairan tubuh
ekstraseluler ditemukan dalam salah satu kompartemen intravascular
dan intersisial.
3. Syok distributif
Syok distributif dapat disebabkan baik oleh kehilangan tonus simpatis
atau oleh pelepasan mediator kimia ke dari sel-sel. Kondosi-kondisi
yang menempatkan pasien pada resiko syok distributif yaitu :
• syok neurogenik seperti cedera medulla spinalis, anastesi spinal,
• syok anafilaktik seperti sensitivitas terhadap penisilin, reaksi transfusi,
alergi sengatan lebah
• syok septik seperti imunosupresif, usia yang ekstrim yaitu > 1 thn dan
> 65 tahun, malnutrisi
• Syok bisa disebabkan oleh :
• Pendarahan (syok hibovolemik)
• Dehidrasi (syok hipovolemik)
• Serangan jantung (syok kardiogenik)
• Gagal jantung (syok kardiogenik)
• Trauma atau cedera berat
• Infeksi (syok septic)
• Reaksi alergi (syok anafilaktik)
• Cedera tulang belakang (syok neuroganik)
• Sindroma syok toksik
Tanda dan gejala syok
 Sistem kardiovaskular
• Gangguan sirkulasi perifer-pucat, ekstremitas dingin,kurangnya
pengisian vena perifer lebih bermakna disbanding penirunan
tekanan darah.
• Tekanan darah rendah. Hal ini kurang bisa menjadi pegangan
karena mekanisme kompensasi sampai terjadi kehilangan 1/3
dari volume sirkulasi darah.
• Vena perifer kolaps. Vena leher merupakan penilaian yang
paling baik.
• CVP rendah.
 Sistem respirasi
• Pernafasan cepat dan dangkal.
 Sistem syaraf pusat
• Perubahan mental pasien syok sangat bervariasi. Bila tekanan
darah rendah sampai menyebabkan hipoksia otak, pasien
menjadi gelisah sampai tidak sadar. Obat sedatife dan
analgetika jagan diberikan sampai yakin bahwa gelisahnya
pasien memang karena kesakitan .

 Sistem salura cerna


• Bisa terjadi mual dan muntah

 Saluran kencing
• Produksi urine berkurang. Normal rata-rata produksi urine
pasien dewasa adalah 60 ml/jam (1/5 – 1 ml/kg jam).
 Anti dotum (penawar racun)
Atropin sulfat ( SA ) bekerja dengan menghambat efek akumulasi
Akh pada tempat penumpukan.
 Resusitasi.
Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan,periksa pernafasan
dan nadi.Infus dextrose 5 % kec. 15- 20 tts/menit .,nafas
buatan,oksigen,hisap lendir dalam saluran pernafasan,hindari obat-
obatan depresan saluran nafas,kalu perlu respirator pada kegagalan
nafas berat.

 Eliminasi.
Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang
sadar atau dengan pemeberian sirup ipecac 15 – 30 ml. Dapat
diulang setelah 20 menit bila tidak berhasil.
Katarsis,( intestinal lavage ), dengan pemberian laksan bila diduga
racun telah sampai diusus halus dan besar.
 Tetap meemepertahankan (ABC)
• Airway : pertahankan agar jalan nafas tetap paten
• Breathing : memberi oksigen ,pertahankan SaO2 > 95%
• Circulation
Cek nadi untuk mengetahui kekuatan dan kecepatan irama nadi
Jika ada perdarahan Hentikan perdarahan dengan menekan langsung
Pemasangan IV line
Jika ada fraktur lakukan pembidaian
 Disability : periksa tingkat kesadaran, respon pupil, dan fungsi
sensorik serta motorik
 Exposure : membuka seluruh pakaian pasien periksa seluruh
permukaan tubuh dengan pemeriksaan DOTS
D: deformity (deformitas)
O: open wounds (luka terbuka)
T: tenderness (nyeri akut)
S: swelling (bengkak)
 Folley catheter : catheter urin untuk mrngkaji balance cairan
 Gatric tube : NGT untuk dekompresi lambung – meninimalkan
aspirasi
 Heart Monitoring : lakukan pemeriksaan EKG jika perlu
TERIMAKASIH