Anda di halaman 1dari 18

K

E
L
O Disusun Oleh :
M Adelia Happy Paramita (01)
P Aqila Shafara Pramudita (07)
Bima Aurelian Sutrisno (08)
O Febriyanto Azas Pambudi (14)
K Latifa Dinar Haritsa (19)
Syahrizal Maulana (34)
Tsalaisya Nurlaili Prihadeni (35)
4 ( XI MIPA 1)
1. Mengapa demokrasi orde baru (periode 1965-1998)
dapat terbentuk?
2. Bagaimana pelakasanaan demokrasi di Indonesia
periode 1965-1998?
3. Apa saja karakteristik demokrasi pancasila masa
orde baru yang berdasarkan pada I ndicator
demokrasi?
4. Apa saja lembaga-lembaga negara pada periode
1965-1998?
5. Apa saja kelebihan dan kekurangan pelaksanakan
demokrasi periode 1965-1998?
1
 Peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya Orde
Baru adalah terjadinya kudeta yang dilakukan
oleh Partai Komunis Indonesia terhadap
kebijakan pemerintah pada waktu itu.
 Dibuktikan oleh peristiwa:
 30 September 1965 G-30S PKI
 11 maret 1966 presiden Soekarno dipaksa
menandatangani sebuah dekrit SUPERSEMAR
 Jendral TNI diculik, disiksa, dan dibunuh oleh
para pemberontak tersebut yang sempat
mengakibatkan kekacauan di Indonesia.
 Peristiwa pembunuhan para Jendral TNI tersebut
mengakibatkan munculnya gelombang kebencian
besar terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI).
Masyarakat dan TNI kemudian melakukan
penangkapan dan pembantaian terhadap para
anggota PKI di berbagai daerah di Indonesia.
 Pada masa itu, kerusuhan juga terjadi di berbagai lokasi
sehinga keamanan negara sangat rentan. Hal tersebut
membuat pengaruh dan kekuasaan presiden Soekarno
menjadi melemah dan kehilangan kepercayaan dari
sebagian rakyatnya.
 Selain kerusuhan, masyarakat juga kerap melakukan
demonstrasi di berbagai tempat. Beberapa tuntutan
demonstran kepada pemerintah pada waktu itu adalah:
 Membubarkan PKI dan organisasi-organisasi pendukungnya
(Gerwani, Lekra, BTI, Pemuda Rakyat, dan lain-lain).
 Bersihkan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
 Presiden Soekarno dipaksa menandatangani
sebuah dekrit yang memberikan kekuasaan
kepada Jenderal Suharto untuk melakukan
tindakan-tindakan demi menjaga keamanan,
kedamaian dan stabilitas negara.
 Dekrit ini dikenal sebagai
dokumen Supersemar (Surat Perintah Sebelas
Maret) dan menjadi alat pemindahan kekuasaan
eksekutif dari Soekarno ke Suharto.
 Ini menandai munculnya era baru yang disebut 'Orde Baru'
dan berarti bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah diubah
dengan drastis. Pemerintah Suharto ini berfokus pada
pembangunan ekonomi. Hubungan dengan dunia Barat,
yang telah dihancurkan Soekarno, dipulihkan sehingga
memungkinkan mengalirnya dana bantuan asing yang
sangat dibutuhkan masuk ke Indonesia. Manajemen fiskal
yang penuh kehati-hatian mulai dilaksanakan oleh para
teknokrat dan konfrontasi yang berbahaya dan mahal
melawan Malaysia dihentikan.
 Langkah selanjutnya yang dilakukan Suharto adalah
depolitisasi Indonesia. Para menteri tidak diizinkan
membuat kebijakan mereka sendiri.
2
 Pada periode ini praktik demokrasi di Indonesia
senantiasa mengacu pada nilai-nilai Pancasila dan UUD
1945. Kerena itu demokrasi pada masa itu
disebut Demokrasi Pancasila, dengan ciri-ciri:
 Demokrasi berketuhanan
 Demokrasi yang berkemanusiaan yang adil dan beradab
 Demokrasi bagi persatuan Indonesia
 Demokrasi yang berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
 Demokrasi berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Beberapa perumusan tentang demokrasi
pancasila sebagai berikut:
 Demokrasi dalam bidang politik pada hakikatnya
adalah menegakkan kembali asas-asas negara
hukum dan kepastian hukum.
 Demokrasi dalam bidang ekonomi pada
hakikatnya adalah kehidupan yang layak bagi
semua warga Negara.
 Demokrasi dalam bidang hukum pada hakikatnya
bahwa pengakuan dan perlindungan HAM.
 Peradilan yang bebas yang tidak memihak.
Orde Baru ditandai oleh:
 Dominannya peranan ABRI.
 Birokratisasi dan sentralisasi pengambilan
keputusan politik.
 Pengambilan peran dan fungsi politik
 Campur tangan pemerintah dalam berbagai
urusan partai politik dan public.
 Masa mengambang.
 Monolitasi ideologi negara.
 Inkorporasi lembaga non pemerintah.
 Rotasikekuasaan eksekutif
 Rekrutmen politik bersifat tertutup
3
 Pemilihan Umum
 Pelaksanaan hak dasar warga negara
4
 Dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 150
tentang Dekrit, atau yang lebih dikenal dengan Dekrit
Presiden 1950, maka UUD 1945 berlaku kembali.
 Badan Konstituante yang telah dibentuk melalui Undang
– Undang pemilihan umum No. 7/1953 dibubarkan.
Dalam periode ini pasal IV aturan peralihan UUD 1945
tidak berlaku lagi, sebab telah terbentuk :
 Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara
 Dewan Perwakilan Rakyat Gotong – royong
 Dewan Pertimbangan Agung Sementara
5
o Pada tahun 1996 terjadi peningkatan Gros
Domestic produk perkapita Indonesia dari $70
menjadi $100.
o Berhasil mencanangkan Program Keluarga
Berencana (KB) yang sebelumnya tidak pernah ada.
o Meningkatnya jumlah masyarakat yang bisa
membaca dan menulis.
o Angka pengangguran mengalami penurunan.
o Kebutuhan rakyat akan pangan, sandang, dan
papan cukup terpenuhi dengan baik.
o Meningkatnya stabilitas dan keamanan negara
Indonesia.
o Mencanangkan program Wajib Belajar dan
gerakan nasional orang tua asuh.
o Mencanangkan dan menyukseskan Rencana
Pembangunan Lima Tahun (REPELITA).
o Bekerjasama dengan pihak asing di bidang
ekonomi dan menerima pinjaman dana dari luar
negeri.
 Terjadi korupsi besar-besara di semua lapisan
masyarakat.
 Pembangunan hanya terpusat di ibu kota sehingga
terjadi kesenjangan yang cukup besar antara
masyarakat kota dengan di desa.
 Kekuasaan yang terus bekelanjutan tanpa adanya
tanda-tanda akan mundur.
 Masyarakat di berbagai daerah, misalnya Papua dan
Aceh, merasa tidak puas dengan pemerintah karena
tidak tersentuh pembangunan.
 Banyak terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia
(HAM) karena pemerintah pada masa itu
menganggap bahwa kekerasan dapat
menyelesaikan masalah.
 Terjadi pengekangan kebebasan pers dan
berpendapat, dimana banyak perusahaan koran
dan majalah yang ditutup paksa karena tidak
sepaham dengan pemerintah.
 Tingginya kesenjangan sosial di masyarakat,
dimana orang kaya mendapat hak lebih baik
dibanding orang yang tak mampu.
Kamila (31) mengapa presiden sukarno dianggap
menghancurkan negara barat?
Abid(27)apa saja lembaga yang diubah dari nonformal
menjadi formal?
Micco(23)Bagaimana kondisi Indonesia sekarang apabila orde
baru tidak berakhir?
Rini(33)siapa jendral yang dibunuh pada G30 S PKI,mengapa
ada jendral “itu”yang dibunuh padahal ada banyak jendral