Anda di halaman 1dari 42

PATOFISIOLOGI SEL

DARAH

KELOMPOK 6:
1. FIKRI MAULANA IKHSAN
2. ADEL ZILVIA NATASHA
3. HAJRAH MIRANDA .H
4. SEPTHREZA UMMIZRY
5. SURYA DINDA
6. YANI NOVITASARI
7. ALIFYA OCTARI

S1.IV B
DARAH???

Darah adalah cairan tubuh yang terbuat


dari jaringan hidup, mengalir di seluruh
bagian tubuh melalui kumpulan
jaringan pembuluh darah.
FUNGSI DARAH
respirasi, membawa O2 dari paru paru ke jaringan dan membawa CO2
dari jaringan ke paru-paru.

Nutrisi, membawa makanan dari saluran cerna ke jaringan.

Ekskresi, membawa sisa-sisa metabolisme (ginjal, paru-paru, kulit,usus)

Mengatur keseimbangan asam dan basa didalam tubuh

Mengatur keseimbangan air dan elektrolit

Mengatur suhu tubuh (menyimpan, membawa panas ke permukaan


tubuh)

Imunitas, transportasi leukosit dan antibodi.


Hematopoiesis
• Hormon yang merangsang pembentukan eritrosit
adalah eritropoietin. Hormon ini dihasilkan oleh
ginjal, bekerja mengendalikan produksi sel darah
merah melalui sistem umpan balik.
• Hormon yang mempengaruhi pembentukan leukosit
adalah hormon timosin dan timopoetin, hormon
ini di produksi oleh kelenjar pineal. Bekerja dalam
membantu perkembangan limfosit T dan limfosit B
pada leukosit.
• Sedangkan trombosit produksinya dirangsang oleh
hormon trombopoietin. Hormon ini diproduksi di
hati dan ginjal.
Plasma
darah
55%

Sel
darah
45%
Plasma Darah
Tersusun atas 90% air, 8% protein dan 0,9% elektrolit lain
(glukosa, metabolisme asam nukleat, serta enzim-enzim).
Protein plasma terdiri atas:
• Albumin, disintesis di hati. Merupakan penentu utama
tekanan onkotik plasma, yang mengatur pertukaran cairan
didalam kapiler sistemik.
• Globulin, terdiri atas imunoglobulin, komplemen, enzim-
enzim, faktor-faktor yang terlibat pada pembekuan darah,
fibrinolisis, dan beberapa protein transpor untuk hormon,
mineral, lipid dan nutrien.
Sel Darah
Eritrosit (Red Blood Cells, red blood
corpuscles, erythrocytes)
Eritrosit berbentuk cakram
bikonkaf, dan tidak memiliki inti.
Diameter eritrosit 7,5-8 µm. Eritrosit
merupakan sel yang fleksibel sehingga
dapat berubah bentuk saat memasuki
mikrosirkulasi. Sitoplasma eritrosit
mengandung hemoglobin suatu protein
yang berkompleks dengan besi yang
mengandung porfirin yang memberi ciri
khas warna merah pada sel eritrosit.
Jumlahnya ±4,5-5 juta per mm3
• Fungsi utama hemoglobin yaitu mengangkut O2, bekerja
sangat efisien mengikat O2 bila kosentrasi O2 tinggi (di paru),
dan melepasnya kembali bila kadar O2 rendah (di jaringan).
OXYHEMOGLOBIN:
Terbentuk saat Hb berkombinasi dengan
O2 dan memberi warna merah cerah pada
darah (di arteria).

Hb yang telah melepas O2  warna


gelap darah (di vena).
Formasi:
Dibentuk berasal dari sel bakal di sumsum
tulang (kira-kira 5 hari). Untuk membentuk eritrosit memerlukan
cukup nutrient (zat besi, asam amino, dan vitamin B12 dan B11
(asam folat).
Laju formasi eritrosit dipengaruhi hormon ginjal Erythropoietin.

Sel yang baru dilepas dari sumsum tulang


ke dalam aliran darah disebut:
Reticulocytes
setelah 2 – 4 hari

Mature (dewasa) RBCs.


• Eritrosit hidup selama 120 hari  disintegrasi
dan mati.
Sel yang mati diganti sel baru produksi sumsum tulang.
• Darah yang lama, zat perlengkapan kimiawi internalnya akan usang,
kehilangan elastisitas dan akan menumpuk di pembuluh darah halus di
dalam limpa dan organ-organlain  ini akan dihancurkan oleh sel
makrofag (fagosit).

Komponen molekul Hb dinetralisir namun


sebagian akan dibongkar menjadi produk
sampah bilirubin.
Leukosit (White corpuscle or Leukocytes)

Ukuran sel jauh lebih besar dari eritrosit


(s/d 15/1000 mm) namun jumlahnya jauh lebih
sedikit (Dalam setiap1 mm³ darah terdapat
6000-10.000 (rata-rata 8000) sel darah putih)
dan usianya lebih pendek dari eritrosit (12-13
hari).

Sel darah putih terbuat di dalam


sumsum merah tulang pipih, limpa dan kelenjar
getah bening. Memiliki inti sel atau nukleus
dan tidak berwarna
Limfosit T
Memakan membunuh sel
benda asing secara langsung atau
membentuk limfokin
atau suatu substansi yang
memperkuat akitfitas
fagositosis sel fagosit

Tempat
penyimpanan
Mengatasi berbagai material
inflamasi biologis kuat
dan imunitas Fungsi seperti histamine,
serotomin, dan
sel heparin.

leukosit
Jenis – Jenis Leukosit :

B-cell
GRANULOSIT

Terdiri dari 3 tipe:

1. Neutrofil:

Jumlahnya terbanyak, 60% dari jumlah


leukosit; bertugas mengisolasi dan
membunuh bakteri penyerang = fagosit.
tinggal di aliran darah hanya lebih-kurang
6-9 jam.
2. Basofil:
Jumlahnya paling sedikit.
Mengeluarkan histamin,
bradikinin dan serotonin bila
cedera atau infeksi 3. Eosinofil:
mengakibatkan permeabilitas
Berperan dalam reaksi alergi dan
kapiler dan aliran darah jumlahnya akan meningkat pada
meningkat; juga menghasilkan infeksi parasit tertentu. Ia muncul di
bahan alamiah heparin untuk site respons alergik dan nampak
pengawasan jalur pembekuan berfungsi protektif bagi inang
dengan mengakhiri respons
darah. peradangan.
Berfungsi mirip mast-cell Sel-sel ini terutama penting pada
(pencetus peradangan jaringan pertahanan terhadap infeksi parasit
dan berfungsi memfagositosis sisa-
tertentu) sisa sel
Agranulosit
1. Monosit (Phagosites)
Bersirkulasi di dalam aliran darah ±6-9 hari dan berperan
penting pada sistem imune tubuh. Monosit beredar dalam darah
dan masuk ke jaringan yang cedera melewati membrane kapiler
yang permeable sebagai akibat reaksi peradangan.
Ia bukan fagosit namun setelah beberapa jam di jaringan ia
berkembang matang jadi makrofag (sel besar yang
berkemampuan fagositik)

2. Limfosit (Lymphocytes)
Banyak diproduksi di kelenjar limfe dari pada di
ss.tulang. Berperan utama dalam sistem imune tubuh.
DUA TIPE LIMFOSIT

1. LIMFOSIT Tipe-T
Menyusun sistem imune seluler 2. Lymphosit Tipe-B
tubuh. Menyusun sistem
Bertanggungjawab terhadap fenomena imune humoral tubuh. Ia
delayed hypersensitivity dan menghasilkan menghasilkan antibodi, imuno-
lymphokines yang berpengaruh pada fungsi globulin yang melindungi
banyak sel. tubuh
Ia juga mengatur aktivitas B-limfosit.
Membentuk antibodi-antibodi yang
melindungi kita terhadap serangan kedua
Limfosit hidup selama 3 bulan
dari penyakit yang sudah dikenal. s/d 10 tahun.
(Contoh: Morbilli= measle, dll)
KEPING DARAH
[TROMBOSIT/PLATELETS]

• Trombosit adalah fragmen-fragmen sel granular, berbentuk


diskus yang tidak berinti.
• Berfungsi dalam proses hemostasis (pembekuan darah).

• Umurnya ± 8 hari

• Jumlahnya 200.000-300.000 per mm3


Sel darah Sel darah
Trombosit
merah putih

ANEMIA Hiv Hemofilia

Idiopathic
POLISITEMIA LEUKIMIA Thrombocytopenic
Purpura (ITP)

THALASEMIA NEUTROPENIA Trombositopenia

LIMFOMA
Patofisioligi Sel
darah merah
Anemia

Anemia dapat disebabkan oleh penurunan laju eritropoiesis,


kehilangan eritrosit dalam jumlah besar, atau defisiensi
kandungan hemoglobin eritrosit
Macam- macam anemia
a) Anemia Gizi
Akibat defisiensi dalam makanan suatu faktor yang dibutuhkan untuk
eritropoiesis. Sebagai contoh, anemia defisiensl besi terjadi karena tidak cukup
banyak besi tersedia untuk membentuk hemoglobin

b) Anemia pernisiosa

Disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh menyerap vitamin B


yang masuk melalui makanan dari saluran cerna. Vitamin B penting untuk
pembentukan dan pematangan normal sdm.
c) Anemia aplastik
Disebabkan oleh kegagalan sumsum tulang menghasilkan cukup
SDM, meskipun semua bahan yang dibutuhkan untuk eritropoiesis tersedia.
Berkurangnya kemampuan eritropoiesis dapat disebabkan oleh destruksi sumsum
tulang merah oleh bahan kimia toksik (misalnya benzena)

d) Anemia ginjal

Dapat terjadi akibat penyakit ginjal. Karena eritropoietin dari ginjal


adalah rangsangan utama yang mendorong eritropoiesis, maka kurang adekuatnya
sekresi eritropoietin oleh ginjal yang sakit menyebabkan berkurangnya produksi
SDM.
e) Anemia perdarahan
Disebabkan oleh keluarnya banyak darah. Kehilangan darah dapat bersifat
akut, misalnya karena perdarahan luka, atau kronik, misalnya darah haid yang
berlebihan.

f) Anemia hemolitik

Disebabkan oleh pecahnya eritrosit dalam darah yang berlebihan.


Contohnya : Penyakit sel sabit .Terbentuk hemoglobin cacat yang menyatu untuk
membentuk rantai kaku yang menyebabkan SDM tidak lentur dan berbentuk tak alami,
seperti bulan sabit . Tidak seperti eritrosit normal, SDM cacat ini cenderung
membentuk gumpalan yang kemudian menyrumbat aliran darah melalui pembuluh-
pembuluh halus sehingga timbul nyeri dan kerusakan jaringan
polisitemia
• Merupakan kondisi di mana tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah merah.

Terdapat dua jenis umum polisitemia :

Polisitemia primer
Disebabkan oleh penyakir mirip tumor di sumsum tulang di mana
eritropoiesis berlangsung dengan kecepatan berlebihan tak terkendaili dan tidak
dapat diatur oleh mekanisme-mekanisme yang secara normal mengarur
eritropoietin.

Polisitemia sekunder

Sebaliknya, adalah mekanisme adaptif yang sesuai yang dipicu


oleh eritropoierin untuk memperbaiki kemampuan darah mengangkut O2, sebagai
respons terhadap penurunan berkepanjangan penyaluran O2 ke jaringan.
thalasemia

 Penyakit kelainan darah yang ditandai


Thalasemia ada 2 jenis :
dengan kondisi sel darah merah mudah
a)Thalasemia Mayor, karena sifat-sifat
rusak atau umurnya lebih pendek dari sel
gen dominan. Thalasemia mayor
darah normal (120 hari) .
merupakan penyakit yang ditandai
 Penyebab: ketidakmampuan sumsum dengan kurangnya kadar hemoglobin
tulang membentuk protein yang dibutuhkan dalam darah.
untuk memproduksi hemoglobin b)Thalasemia Minor, si individu hanya
sebagaimana mestinya. membawa gen penyakit thalasemia,
namun individu hidup normal, tanda-
tanda penyakit thalasemia tidak
muncul.
Patofisioligi Sel darah
putih
HIV
 Human Immunideficiency Virus (HIV) menyerang sel-sel darah
putih jenis tertentu (limfosit), yang bekerja melawan infeksi.

 infeksi karena virus dapat menyebabkan AIDS (Acquired


Immunodeficiency Syndrome), menyebabkan tubuh mudah
terserang infeksi dan beberapa penyakit lain.

 Penyebab : berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi,


penggunaan bersama jarum yang terkontaminasi yang
digunakan untuk menyuntikkan obat, narkoba atau tinta tato,
faktor keturunan.
NEUTROPENIA

 Neutropenia adalah penurunan


jumlah sel darah putih neutrofil.
 Penyebab : Pembentukan neutrofil
yang tidak efektif dan gangguan
pembentukan neutrofil, yang
ditemukan pada anemia hipoplastik
atau aplastik yang disebabkan oleh
obat sitotoksik, zat-zat toksik, dan
infeksi virus, dll.
LEUKIMIA

 Disebut juga kanker darah

 Penyebab: pertubuhan sel darah putih


yang abnormal

• Jenis-jenis leukimia :

a) Leukimia Limfoblastik Akut

b) Leukimia Mieloid Akut

c) Leukimia Limfoblastik Kronik

d) Leukimia Myelogenous Kronik


LIMFOMA

 Merupakan kanker darah


yang berkembang di dalam
sistem limfa.

 Sel darah putih pada orang


yang mengalami kondisi ini
akan menjadi ganas,
menyebar secara abnormal,
dan berlipat ganda tanpa
terkendali.
Patofisioligi
Trombosit
Hemofilia

Hemofilia adalah gangguan sistem pembekuan darah.

Ditandai dengan pendaharahan yang terjadi


terus menerus apabila terjadi luka, memar yang timbul
dengan sendirinya ketika penderita melakukan aktivitas
berat dan pembengkakan pada persendian seperti lutut,
pergelangan kaki, atau siku tangan.

Penyebabnya : kelainan pada genetik

Penderita penyakit hemofilia kebanyakan mengalami


gangguan pendarahan
Idiopathic Thrombocytopenic
Purpura (ITP)

 Merupakan penyakit kelainan autoimun spesifik


yang memengaruhi jumlah trombosit atau platelet.

 Orang yang mengalaminya akan mudah memar


atau berdarah secara berlebihan.

 Pendarahan berlebihan terjadi karena tingkat


platelet dalam tubuh rendah.
Gejala-gejala ITP :

Memar mudah muncul atau terjadi pada banyak bagian


tubuh

Perdarahan akibat luka yang berlangsung lebih lama

Perdarahan yang terjadi di bawah kulit dan terlihat seperti


bintik-bintik merah-keunguan yang terjadi pada kaki

Perdarahan dari hidung atau mimisan

Darah pada urine atau tinja

Perdarahan berlebihan saat menstruasi.


PENYEBAB ITP
PENANGANAN ITP
Peningkatan destruksi trombosit
karena reaksi autoimun. Sistem
imun mengenali trombosit sebagai Menghindari obat seperti aspirin/
benda asing dan dihancurkan di obat pengencer darah
limpa serta di hepar. Penghancuran
trombosit akan menyebabkan Jika penderita ITP pada tingkat
trombositopenia karena yang parah,maka perlu
pembentukan antibodi IgG (anti- dilakukan operasi pengangkatan
trombosit). organ limpa atau splenektomi.
Trombositopenia

 Trombositopenia adalah kondisi ketika jumlah


platelet atau trombosit di dalam tubuh menurun
(kurang dari 100.000/mm).

 Penyebab : Penurunan produksi atau


peningkatan penghancuran trombosit karena
leukemia , gangguan sistem kekebalan tubuh,
dan akibat efek samping dari obat-obatan
tertentu.

 Penanganan : bisa melalui pemberian obat-


obatan, transfusi darah/trombosit, operasi, atau
menangani penyebab utamanya.
Terimakasih