Anda di halaman 1dari 27

Patofisiologi Gangguan

Penglihatan
Ignasia Yunita Sari
GANGGUAN
PENGLIHATAN
• Gangguan penglihatan tersering
• Katarak
• Glaukoma
• Keratitis
• Hordeolum
• konjungtivitis
KATARAK
• Katarak merupakan keadaan di mana terjadi kekeruhan
pada serabut atau bahan lensa di dalam kapsul lensa
• Katarak adalah proses terjadinya opasitas secara
progresif pada lensa atau kapsul lensa, umumnya akibat
dari proses penuaan yang terjadi pada semua orang
lebih dari 65 tahun
KATARAK
kekeruhan lensa mata, opasitas lensa kristalina

mengubah gambaran yang diproyeksikan pada retina

akibat hidrasi (penambahan cairan) pada lensa, denaturasi protein lensa,

mengakibatkan pengurangan visus

mempegaruhi kedua mata tetapi masing-masing berkembang secara


idependen.

Prosesnya bertahap
CATARACT
ETIOLOGI (ILYAS, 1997)

Penyebab utama katarak


>> proses penuaan

Faktor lain yang dapat mempercepat


berkembangya katarak :
• Obat obatan tertentu (betametason, kloroquin,
klorpromasin, kortison, ergotamin, medrison,
neostigmin, pilokarpin
• UV B
• Racun rokok, alkohol
• Kurang vit E
• Radang menahun
MANIFESTASI KLINIK
• Silau >> lbh memlilih tempat yg penerangan kurang jk mbaca
• Penglihatanya terhalang tabir asap,
• Pandangan kabur/redup, silau, distorsi bayangan, susah melihat di malam hari
• Pandangan ganda
• Penurunan ketajaman (penurunan visus) tdk dpt dibantu dg kacamata
• Hilangnya penglihatan tanpa nyeri
• Pupil akan menjadi kekuningan, abu-abu atau putih.
• Pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tidak
nampak pada oftalmoskop.
KERATITIS
• Keratitis  radang pada kornea
• penyakit mata yang serius karena dapat
menimbulkan gangguam tajam penglihatan,
bahkan dapat menyebabkan kebutaan.
ETIOLOGI
• Perdangan kornea dapat terjadi
• infeksi (eksogen) dengan mikrorganisme
penyebab telah berada di sakkus konjuktiva
sebelum menimbulkan kelainan kornea.
• Merupakan lanjutan (perkontinuitatun
peradangan jaringan mata lainnya seperti :
radang konjuktiva dapat menyebar
kelapisan epitel, radang sklera kelapisan
stroma dan radang uvea kelapisan endotel
kornea
PATOFISIOLOGI
Mikroorganisme sebagai penyebab
infeksi (eksogen) , endogen karena
alergi serta komplikasi dari konjuktivitis

Reaksi inflamasi pada kornea

Dolor,rubor, kalor, tumor, laesa funsio Komplikasi  ulkus kornea

Kerusakan
membran bowman

Terbentuk jaringan
cicatrik
HORDEULUM
Pengertian
• Infeksi supuratif akut kelenjar kelopak mata yang
biasanya disebabkan oleh stafilokokkus

 Etiologi
• Kuman stafilokokkus
HORDEULUM
 Gejala
• Nyeri pada kelopak mata
• Kalau menunduk rasa sakit bertambah
• Tanpak suatu benjolan setempat
• Warna kemerahan, mengkilat
• Nyeri tekan

Kalazion
• Adalah peradangan kronik pada kelenjar meibom
(kelenjar sebacea, menghasilkan lemak berminyak pada
permukaan air mata, mencegah penguapan dan
kelopak mata tidak lengket
PATOFISIOLOGI

Stapilokokkus

Kelenjar meibon Kel. Zeis, Moll

Pembentukan
nanah kearah kulit Pembentukan nanah
kelopak mata dan
kearah kulit palpebra
konjuktiva

H. Eksternum
H. Internum
Blefaritis
Pengertian
Suatu infeksi kronik pada pinggir kelopak mata, yang
biasnya terjadi bilateral

Etiologi
• Seboroe (squamosa)
• Stapilokokkus (ulseratif)
PATOFISIOLOGI DAN GEJALA KLINIK

Seboroe Stapilokokkus

Iritasi pada kelopak mata Infeksi pada palpebra

 Kelopak mata merah


 Sisik-sisik kering
Rasa panas, gatal  Daerah ulserasi yang
palpebra berwarna kecil-kecil terdapat
kemerahan, sisik-sisik terlihat sepanjang kelopak
melekat pada bulu mata, mata yang biasnya
sisik tersebut berminyak ditutupi krusta
 Bulu mata rontok
 Bila kronik terdapat
distorsi pinggir kelopak
mata
KONJUKTIVITIS

 Pengertian
Konjuktivitis  inflamasi konjuktiva dan ditandai
dengan pembengkakan dan eksudat. Pada
konjuktivitis mata nampak merah sehingga sering
disebut mata merah
KONJUKTIVITIS
 Etiologi
Kebanyakan konjuktivitis bilateral, bila hanya
unilateral menunjukkan penyebabnya toksik
atau kimia.
Konjuktivitis dapat disebabkan oleh berbagai
hal, bisa bersifat
 infeksius (bakteri, klamidia, virus, jamur, parasit),
imunolgis (alergi), iritatif (baham kimia, suhu, listrik,
radiasi, misalnya akibat sinar ultra violet)
 berhubungan dengan penyakit sistemik.
PATOFISIOLOGI

Penyebab: Mikroorgsnisme, imunologis,


iritatif, dan penyakit sistemik

Menginvasi/mencederai mata

Terjadi reaksi antigen antibodi

Reaksi inflamasi pada mata

Dolor rubor kalor tumor laesa functio


KONJUKTIVITIS

• Manifestasi Klinik
• Hiperemia
• Cairan
• Edema
• Pengeluaran air mata
• Gatal
• Rasa terbakar atau rasa tercakar
• Rasa ada benda asing
• Tanda konjuktivitis gonoroe yang dapat
mengancam penglihatan yaitu meliputi cairan
purulen yang berlimpah dan pembengkakan
kelopak mata.
GLUKOMA
Glukoma adalah sekelompok gangguan okular ditandai
dengan
- Peningkatan TIO
- Atrophy saraf optik
- Kehilangan lapang pandang
Respon individu bervariasi terhadap TIO, lamanya dan
tidak sama untuk tiap mata
TIO normal 11-21 mmHg
GLAUKOMA
Pembentukan dan
pembuangan aqueous humor
Klasifikasi Glaukoma

Glaukoma
Sudut terbuka
POAG
Kronis
Primer
Sudut tertutup
PCAG
Sekunder Akut

Kongenital POAG : Primer Open Angle


Glaucoma
PCOG : Primer Closure Angle
Glaucoma
PERBEDAAN POAG DAN PCAG
SUDUT TERBUKA SUDUT TERTUTUP
Frekuensi kejadian Sering, 90% dari kasus Jarang

Onset Perlahan Cepat , bertahap pada kronis


Penyebab Umumnya genetik, resiko >40 Aposisi iris tanpa proses patologis.
tahun Misalnya: berdiam lama ditempat kurang
terang atau gelap. Obat pelebar pupil
(simpatomimetik, antikolinergik)
Tanda dan Gejala Tanpa gejala, mata lelah, Akut : nyeri hebat pada mata, sakit kepala,
fluktuasi tajam penglihatan. muntah, mata merah, berair, penglihatan
Lanjut : penyempitan lapang kabur.
pandang, buta. Kronik: hampir sama dengan akut, tetapi rasa
sakit, muntah dan penglihatan kabur hilang
dengan sendirinya dan terjadi berulang kali.
Pemeriksaaan Visus baik kecuali stadium Akut: visus turun hingga 1/300, konjungtiva
lanjut, bilik mata depan dalam, hiperemi, kornea keruh/udem, bilik mata
oftalmoskopik: tampak depan dangkal, pupil lebar/lonjong dengan
penggaungan yang melebar diameter 6-7 mm , oftalmoskopik: papil
(CD ratio >0,5), gonioskopik: mungkin masih normal , tonometrik : TIO
sudut terbuka dan normal bisa capai 60 -80mmHg, gonioskopik: sudut
tonometrik: tekanan >21mmHg tertutup- COA menyempit, lapang pandang
gangguan lapang pandang. menyempit, mungkin normal.

Gambaran Patologi Degeneratif trabekular Oklusi trabekular meshwork


meshwork
Patofisiologi
Gangguan produksi atau
pengeluaran Aquos
humor

mekanik Iskemik

Aquos
humor halo Perfusi Saraf
simpatis

TIO Merangs
Iskemik
Edema ang N.V Vasokontrik
si PD GI
Menekan epitel
saraf optik kornea Merusak
Nyeri baroresep
GRC
mata tor
Penglihata
n
Lap Implus
pandang pusat MO

GLAUKOMA Muntah
TERIMA KASIH