Anda di halaman 1dari 32

1.

Konsep dasar kependudukan


2. Teori kependudukan Masalah kependudukan
apa saja yang terjadi
3. Dinamika kependudukan
4. Statistik kependudukan
5. Kebijakan pemerintah dalam pengendalian
penduduk
DEMOGRAFI-KEPENDUDUKAN
• KEPENDUDUKAN JUMLAH,
• PERSEBARAN,
• KOMPOSISI

• PROSES. DEMOGRAFI:
• MORTALITAS,
• FERTILITAS,
• MIGRASI
• DEMOGRAFI

• SOSIOLOGI, BUDAYA,EKONOMI
• GEOGRAFI, GENETIKA, NON DEMOGRAFI
• ANTROPOLOGI
• SOSIAL, AGAMA, PSIKIOLGI
 Kependudukan  Demografi
adalah hal yg →demos = rakyat atau
brkaitan dgn penduduk
jumlah, pertmbuhan, →grafein = menulis.
persebaran,
mobilitas,
penyebaran, Jadi, demografi
kualitas, kondisi adalah tulisan-tulisan
kesejahteraan, yg atau karangan-
menyangkut politik, karangan mengenai
ekonomi, sosial, penduduk.
budaya, agama
serta lingkungan ( UU
No. 23 Tahun 2006).
Demografi merupakan studi ilmiah yang menyangkut
masalah kependudukan, terutama dalam kaitannya
dengan jumlah, struktur, dan perkembangan suatu
penduduk.
Demografi merupakan studi statistik dan matematis
tentang besar, komposisi, dan distribusi penduduk, serta
perubahan-perubahannya sepanjang masa melalui
komponen demografi, yaitu kelahiran, kematian,
perkawinan, dan mobilitas sosial.

Demografi merupakan studi tentang jumlah, penyebaran


teritorial dan komposisi penduduk, serta perubahn-perubahan
sebab akibat.
Kajian Kependudukan

Kajian Demografi

Persamaan dan perbedaan


kependudukan & demografi

Tujuan & Kegunaan


Kajian Kependudukan

 Studi kependudukan membutuhkan disiplin ilmu lain seperti:


Sosiologi, Psikologi, Sosial-Ekonomi, Ekonomi, dan Geografi.
Studi kependudukan sebagai studi antar bidang
memungkinkan untuk dapat beperan memecahkan
persoalan pembangunan yang menyangkut penduduk
sebagai subjek sekaligus sebagai objek pembangunan.

 Misalnya, dalam hal memerlukan disiplin ilmu Geografi, masalah


kepadatan penduduk di suatu daerah menyebabkan kurangnya
lahan kosong untuk tempat tinggal. Sehingga masyarakat
membangun tempat tinggal di wilayah yang tidak semestinya
untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Misalnya di bantaran
sungai, di sepanjang pinggiran rel kereta api, di bawah jalan laying
(fly over), dan lain-lain.
Kajian Demografi

 Besar atau jumlah, komposisi, dan distribusi penduduk dalam suatu


wilayah.
 Perubahan-perubahan dari jumlah penduduk, komposisi dan
distribusinya.
 Komponen-komponen dari perubahan tersebut
 Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan komponen-
komponen tersebut.
 Konsekuensi dari perubahan baik jumlah, komposisi ataupun
distribusi dalam komponen-komponen tersebut
Persamaan & Perbedaan
Kependudukan-Demografi

 Persamaan Demografi dengan Kependudukan adalah:


1. Sama-sama mempelajari tentang kependudukan.
2. Sama-sama mempelajari penduduk sebagai suatu kumpulan
(agregates atau collection), bukan mempelajari penduduk
sebagai individu.
 Perbedaan antara analisis demografi dan studi kependudukan
umpanya telah dilakukan oleh Hauser yang menyatakan bahwa:
1. Analisis demografi merupakan analisis statistik terhadap jumlah,
distribusi, dan komposisi penduduk, serta komponen-komponen
variasinya dan perubahan. Jadi analisis demografi lebih bersifat
matematis.
2. Studi kependudukan mempersoalkan hubungan antara
variabel demografi dan variabel dari sistem lain.
Tujuan & Kegunaan

Mempelajari kuantitas dan ditribusi penduduk


dalam suatu daerah tertentu.

Menggambarkan hubungan sebab akibat antara


perkembangan penduduk dengan bermacam-
macam aspek organisasi sosial.

Menjelaskan pertumbuhan, masa lampau,


penurunannya, dan persebarannya.
Aliran
Malthusian
(Thomas
Robert
Malthus)
Teori Malthus menyebutkan bahwa
pertumbuhan penduduk mengikuti deret
ukur sedangakan pertumbuhan
ketersediaan pangan mengikuti deret
hitung, pada kasus ini dimana terdapat
permasalahan meledaknya jumlah
penduduk dikota yang tidak diimbangi
dengan ketersediaan pangan pun
berkurang, hal ini merupakan perimbangan
yang kurang menguntungkan jika kita
kembali kepada teori Malthus.
 Preventif Checks (pengekangan diri)
1. Moral restraint (pengekangan diri)
a. Mengekang nafsu seks
b. Tunda kawin
2. Vice atau Kejahatan (pengurangan kelahiran)
a. Pengguguran kandungan
b. Homoseksual
 Positive Checks (lewat proses kelahiran)
1. Vice atau kejadian (pencabutan nyawa)
a. Bunuh anak-anak
b. Bunuhh orang cacat
c. Bunuh orang tua
2. Misery (kemelaratan)
a. Epidemi
b. Peperangan
c. Kekurangan makanan
d. Bencana alam
Aliran ini tidak sependapat dengan Malthus
(bila tidak dibatasi penduduk akan
kekurangan makanan). Menurut Marxist
tekanan penduduk di suatu negara
bukanlah tekanan penduduk terhadap
bahan makanan, tetapi tekanan terhadap
kesempatan kerja (misalnya di negara
kapitalis) Marxist juga berpendapat bahwa
semakin banyak jumlah manusia semakin
tinggi produk yang dihasilkan, jadi dengan
demikian tidak perlu diadakan pembatasan
penduduk.
John
Stuart Mill
Umumnya Tahap 1: Masyarakat pra-industri, di mana angka kelahiran tinggi dan angka
ada kematian tinggi menghasilkan laju pertambahan penduduk rendah;
empat
tahap
dalam Tahap 2: Tahap pembangunan awal, di mana kemajuan dan pelayanan
proses kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan angka kelahiran tak
transisi, terpengaruh karena jumlah penduduk naik.
yaitu:
Tahap 3: Tahap pembangunan lanjut, di mana terjadi penurunan angka
kematian balita, urbanisasi, dan kemajuan pendidikan mendorong banyak
pasangan muda berumah tangga menginginkan jumlah anak lebih sedikit
hingga menurunkan angka kelahiran. Pada tahap ini laju pertambahan
penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai menurun;

Tahap 4: Kemantapan dan stabil, di mana pasangan-pasangan berumah


tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan mereka cenderung bekerja
di luar rumah. Banyaknya anak cenderung hanya 2 atau 3 saja hingga angka
pertambahan neto penduduk sangat rendah atau bahkan mendekati nol.
Jumlah dan Pertumbuhan Pendudukan

Persebaran dan kepadatan penduduk

Struktur umur Penduduk

Kelahiran dan Kematian


 Dinamika Penduduk adalah perubahan
/ pertumbuhan jumlah penduduk dari
waktu ke waktu, hal ini disebabkan
karena adanya peristiwa kelahiran,
kematian, dan perpindahan penduduk.
( ketiga hal tersebut dikenal dengan
istilah unsur-unsur dinamika penduduk.)
Keterangan
Pertumbuhan Penduduk Alami adalah
Pa : Pert. pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari
Pend Alami selisih kelahiran dan kematian
Pa : Pert.
Pend Migrasi Pa = L – M
Pa : Pert.
Pend Total Pertumbuhan Penduduk Migrasi adalah
L : Jumlah pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari
kelahiran selisih migrasi masuk dan migrasi keluar
M : Jumlah Pm = I – E
kematian
I : Jumlah Pertumbuhan Penduduk Total adalah
imigrasi pertumbuhan penduduk yang disebabkan
E : Jumlah oleh faktor kelahiran, kematian, dan migrasi.
emigrasi
P = (L – M) + (I – E)
Angka Kelahiran • adalah angka kelahiran yang
Kasar (Crude menunjukkan jumlah kelahiran perseribu
Birth Rate/CBR), penduduk dalam suatu periode

Angka Kelahiran • adalah angka yang menunjukkan jumlah


Umum (General bayi yang lahir dari setiap 1000 wanita
Fertility pada usia reproduksi atau melahirkan
yaitu pada kelompok usia 15-49 tahun
Rate/GFR),
Tingkat kematian (mortalitas) merupakan pengurangan
jumlah penduduk pada periode tertentu yang disebabkan
oleh faktor kematian. Tingkat kematian dapat diketahui
melalui tiga cara, yaitu:

Tingkat Kematian
• adalah angka yang menunjukkan rata-rata
Kasar (Crude Death kematian perseribu penduduk dalam satu tahun
Rate/CDR),

Tingkat Kematian
Menurut Umur (Age • adalah angka yang menunjukkan banyaknya
kematian pada kelompok umur tertentu
Specific Death perseribu penduduk dalam kelompok yang sama
Rate/ASDR),

Tingkat Kematian • adalah angka yang menunjukkan banyaknya


Bayi (Infan Mortality bayi yang meninggal dari setiap 1000 bayi yang
Rate/IMR), lahir hidup.
 a.Statistik penduduk adalah kumpulan angka-angka yang berkaitan dengan masalah
penduduk.
Pada 2017, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai hampir 262 juta
jiwa. Meskipun jumlah populasi besar, tetapi didominasi oleh usia produktif sehingga angka
ketergantungan justru cenderung menurun. Angka ketergantungan, yakni jumlah penduduk
usia tidak produktif terhadap penduduk produktif pada 2016 sebesar 48,4 persen. Angka ini
jauh lebih rendah dibanding pada 1971 yang mencapai 86,6 persen.
1.Kebijakan Kependudukan Di Berbagai Negara
Pengertian kebijakan kependudukan dibanyak negara dihubungkan dengan KB.
2.Berbagai Kebijakan Kependudukan
 Kebijakan yang banyak dianut diberbagai negara adalah keijakan antinatalis.Negara-nrgara yang
menjalankan kebijakan Kb bersifat antinatalis. Alasan umum yang digunakan adalah untuk kesejahteraan
ibu dan anak, baik ditinjau dari kesehatan ibu dan anak maupun pertimbangan kesejahteraan sosial
ekonomi keluarga.
 Sedangkan kebijakan pronatalis tidak banyak diikuti. Contoh yang sering digunakan adalah prancis yang
sudah kalah perang dengan jerman pada tahun 1871, keluarga-keluarga dianjurkan untuk memperbesar
jumlah keluarga dengan meningkatkan kelahiran.
 Negara-negara asia terbagi dua dalam kebijakan kependudukannya. Negara-negara di Asia selatan.
Tenggara dan Timur hampir semua mengikuti kebijakan antinatalis. Dari pakistan sampai Jepang, dengan
perkecualian Birma dan Vietnam, semuanya menjalankan KB. Cina bahkan sejak akhir-akhir ini
mengusahakan keluarga dengan hanya satu anak setelah penduduk mendekati jumlahsatu miliar.
3. Kebijakan Kependudukan Di Indonesia
Kebijakan yang menyangkut distribusi penduduk sesudah diikuti sejak permulaan abad ke-19 oleh
pemerintah Hindia Belanda. Jawa diperkirakan hanya menampung 30 juta penduduk dan selebihnya harus
ditransmigrasikan. Undang-undang N0.3 Tahun 1972 memberikan tujuan yang luas pada transmigrasi dimana
pertimbangan demografi hanya merupakan satu dari 7 sasaran yang terdiri atas:
 Peningkatan taraf hidup
 Pembangunan daerah
 Keseimbangan penyebaran penduduk
 Pembangunan yang merata di seluruh Indonesia
 Pemanfaatan sumber-sumber alam dan tenaga manusia
 Kesatuan dan persatuan bangsa
 Memperkuat pertahanan dan keamanan nasional.
1. Kebijakan dan usaha pemerintah dalam menanggulangi kepadatan penduduk yaitu:
Kebijakan yang diambil pemerintah Indonesia dalam upaya mengatasi masalah jumlah
penduduk,yaitu:
 Mencanangkan program Keluarga Berencana (KB) sebagai gerakan nasional, dengan cara
memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi
kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang anak..
 Menetapkan Undang-Undang Perkawinan yang di dalamnya mengatur serta menetapkan tentang batas
usia nikah.
 Membatasi pemberian tunjangan anak bagi PNS/ABRI hanya sampai anak kedua.
2. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk antara lain meliputi
hal-hal berikut ini:
 Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam menjadi akseptor Keluarga Berencana.
 Mempermudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan, sehingga keinginan untuk segera
menikah dapat dihambat.
 Meningkatkan wajib belajar pendidikan dasar bagi masyarakat, dari 6 tahun menjadi 9 tahun