Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 2

 Faizatul Holidiyah (18.044)


 Fera Ferdiansyah (18.)
 Hamirul (18.)
 Kintan Nur Firdausi (18.049)
 Krisdayanti (18.)
 M. Reza Maulana Pratama (18.)
KEBUTUHAN GIZI MASA DEWASA

 Penelitian membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia


lebih dari 20 tahun, pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti.
 Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi
untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat
gizinya menjadi lebih baik.
 Dengan demikian, kebutuhan akan unsur-unsur gizi dalam masa dewasa
sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya,
seperti sakit sehingga mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi
yang lebih dari biasanya.

19-29 TAHUN 30-49 TAHUN


USIA • Laki-laki : 2550 kkal • Laki-laki : 2350 kkal
DEWASA • Perempuan : 1900
kkal
• Perempuan : 1800
kkal
MALNUTRISI PADA USIA DEWASA

Malnutrisi dapat terjadi karena kekurangan gizi (undernutrisi) maupun


karena kelebihan gizi (overnutrisi).
Keduanya disebabkan oleh ketidak seimbangan antara kebutuhan tubuh
dan asupan zat gizi esensial.
Perkembangan malnutrisi melalui empat tahapan :
 Perubahan kadar zat gizi dalam darah dan jaringan.
 Perubahan kadar enzim.
 Kelainan fungsi pada organ dan jaringan tubuh.
 Timbulnya gejala-gejala penyakit dan kematian.
BATASAN USIA LANSIA (WHO)

 Usia pertengahan (45-59 th)


 Usia lanjut (60-74 th)
 Usia tua (75-90 th)
 Usia sangat tua (>90 th)

Masalah Gizi Lansia


• Gizi lebih
• Gizi kurang
• Kekurangan vitamin
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN GIZI
LANSIA
 Berkurangnya kemampuan mencerna makanan akibat kerusakan gizi
(ompong).
 Berkurangnya indera pengecapan  Penurunan cita rasa.
 Rasa lapar menurun  Asam lambung menurun.
 Gerakan usus / gerakan peristaltik lemah dan biasanya menimbulkan
konstipasi.
 Penyerapan makanan di usus menurun.
MASALAH GIZI PADA LANSIA

KEGEMUKAN KURANG GIZI


 Metabolisme basal menurun   Gangguan kemampuan motorik 
kebutuhan kalori menurun. kesulitan untuk menyiapkan
 Aktivitas/kegiatan fisik berkurang  makanan sendiri.
kalori yang dipakai sedikit.  Pendapatan menurun (pensiun) 
 Ekonomi meningkat  konsumsi konsumsi makanan menjadi
makanan menjadi berlebihan. menurun.
 Penyakit periodontal (gigi tanggal)  Kurang bersosialisasi, kesepian
 kesulitan makan yang berserat (perubahan psikologis)  nafsu
(sayur, daging) dan cenderung makan menurun.
makan makanan yang lunak (tinggi
kalori)

 Dimensi (pikun)  akibatnya sering makan atau malah jadi lupa makan
KEBUTUHAN GIZI LANSIA

Kalori
o Kecepatan metabolisme basal pada orang-orang berusia lanjut menurun sekitar 15-
20 %, disebabkan berkurangnya masa otot dan aktivitas.
o Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25 % berasal dari protein, 20 % dari
lemak, dan sisanya dari karbohidrat.
o Kebutuhan kalori untuk lansia laki-laki sebanyak 1960 kkal, sedangkan untuk
lansia wanita 1700 kkal.
KEBUTUHAN GIZI LANSIA

Protein
o Kebutuhan protein bagi orang dewasa perhari adalah 1 gram/kg berat badan.
o Pada lansia, masa ototnya berkurang. Tetapi ternyata kebutuhan tubuhnya akan
protein tidak berkurang, bahkan harus lebih tinggi dari orang dewasa, karena pada
lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang
(disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien).
o Beberapa penelitian merekomendasikan, untuk lansia sebaiknya konsumsi
proteinnya ditingkatkan sebesar 12-14 % dari porsi untuk orang dewasa.
o Sumber protein yang baik diantaranya adalah pangan hewani dan kacang-
kacangan.
KEBUTUHAN GIZI LANSIA

Lemak
o Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30 % atau kurang dari total kalori yang
dibutuhkan.
o Konsumsi lemak total yang terlalu tinggi (lebih dari 40 % dari konsumsi energi)
dapat menimbulkan penyakit atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah ke
jantung).
o Juga dianjurkan 20% dari konsumsi lemak tersebut adalah asam lemak tidak jenuh
(PUFA = poly unsaturated faty acid).
o Minyak nabati merupakan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik, sedangkan
lemak hewan banyak mengandung asam lemak jenuh.
KEBUTUHAN GIZI LANSIA

Karbohidrat dan Serat Makanan


o Salah satu masalah yang banyak diderita para lansia adalah sembelit atau
konstipasi (susah BAB) dan terbentuknya benjolan-benjolan pada usus.
o Serat makanan telah terbukti dapat menyembuhkan kesulitan tersebut. Sumber
serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh.
o Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplement serat (yang dijual secara
komersial), karena dikhawatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat
menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat
diserap tubuh.
o Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan
menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-kacangan
dan biji-bijian yang berfungsi sebagai sumber energi da sumber serat.
KEBUTUHAN GIZI LANSIA

Vitamin & Mineral


o Hasil penelitian menyimpulkan bahwa umumnya lansia kurang mengkonsumsi
vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E umumnya kekurangan
ini terutama disebabkan dibatasinya konsumsi makanan, khususnya buah-buahan
dan sayuran.
o Kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral
kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi
menyebabkan anemia.
o Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu
metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi
secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
TERIMA KASIH
PESAN UNTUK SAAT INI:

JIKA ADA YANG TIDAK BENAR


MOHON DIANGGAP BENAR