Anda di halaman 1dari 42

1.

2 LUTUT SAYA SAKIT SETIAP Kelompok 1


PAGI
LEARNING OBJECTIVES:
1. Diagnosis Pasti dan Diagnosis Diferensial
2. Alur Penegakan Diagnosis
3. Definisi dan Etiologi
4. Faktor Resiko
5. Patomekanisme
6. Tatalaksana
7. Prognosis
8. Komplikasi dan Edukasi
DIAGNOSIS BANDING kkChindy
BEBERAPA DIAGNOSIS BANDING YANG SERING
DIJUMPAI:
1. Rheumatoid Arthritis (RA)
2. Septic Arthritis
3. Gout Arthritis
4. Spondyloartropati
5. Tendinopati
RA OA
Etiologi Autoimun Banyak penyebab, secara primer proses
degenerasi

Usia Beragam bisa pada semua usia Usia lanjut/tua

Perjalanan Penyakit Relatif cepat, hitungan minggu dan bulan Gejala berjalan perlahan, hitungan bulan
bertambah parah ke tahun

Jenis Gejala Nyeri, bengkak dan kaku sendi Nyeri dank eras pada sendi, namun hanya
sedikit bengkak

Sendi Yang Terlibat Kedua sisi tubuh biasanya terkena Satu sisi tubuh pada awalnya, kelamaan
bisa ke sisi tubuh lainnya

Kaku Pagi > 1 Jam < 30 Menit, gejala muncul kembali saat
beraktifitas sedang berat

Gejala Lain Gejala sistemik (+) Gejala sistemik (-)


DIAGNOSIS PASTI
OSTEOARTHRITIS
Klinis Klinis dan Laboratorium Klinis dan Radiografi
Nyeri lutut + minimal 3 dari 6 Nyeri lutut + minimal 5 dari 9 Nyeri lutut + minimal 1 dari 3
kriteria berikut: kriteria berikut: kriteria berikut:
1. Umur > 50 tahun 1. Umur > 50 tahun 1. Umur > 50 tahun
2. Kaku pagi < 30 menit 2. Kaku pagi < 30 menit 2. Kaku pagi < 30 menit
3. Krepitus 3. Krepitus 3. Krepitus + osteofit
4. Nyeri tekan 4. Nyeri tekan
5. Pembesaran tulang 5. Pembesaran tulang
6. Tidak panas pada 6. Tidak panas pada
perabaan perabaan
7. LED < 40 mm/jam
8. RF < 1 : 40
9. Analisis cairan sendi normal
ALUR PENEGAKAN DIAGNOSIS (KK ANUGRAH)

Anamnesis
Nyeri dirasakan berangsur-angsur (onset gradual)
Tidak disertai adanya inflamasi (kaku sendi dirasakan < 30 menit, bila disertai inflamasi,
umumnya dengan perabaan hangat, bengkak yang minimal, dan tidak disertai kemerahan
pada kulit)
Tidak disertai gejala sistemik
Nyeri sendi saat beraktivitas
Sendi yang sering terkena:
Sendi tangan: carpo-metacarpal (CMC I), Proksimal interfalang (PIP) dan distal interfalang
(DIP), dan Sendi kaki: Metatarsofalang (MTP) pertama. Sendi lain: lutut, V. servikal, lumbal,
dan hip.
Faktor risiko penyakit :
Penyakit yang menyertai, sebagai pertimbangan dalam pilihan terapi:
Ulkus peptikum, perdarahan saluran pencernaan, penyakit liver.
Penyakit kardiovaskular (hipertensi, penyakit jantung iskemik, stroke,
gagal jantung)
Penyakit ginjal
Asthma bronkhiale (terkait penggunaan aspirin atau OAINs)
Depresi yang menyertai.

Faktor-faktor lain yang mempengaruhi keluhan nyeri dan fungsi sendi


Nyeri saat malam hari (night pain)
Gangguan pada aktivitas sehari-hari
Kemampuan berjalan
Lain-lain: risiko jatuh, isolasi social, depresi
Gambaran nyeri dan derajat nyeri (skala nyeri yang dirasakan pasien)
Pemeriksaan fisik
Tentukan BMI
Perhatikan gaya berjalan/pincang?
Adakah kelemahan/atrofi otot
Tanda-tanda inflamasi/efusi sendi?
Lingkup gerak sendi (ROM)
Nyeri saat pergerakan atau nyeri di akhir gerakan.
Krepitus
Deformitas/bentuk sendi berubah
Gangguan fungsi/keterbatasan gerak sendi
Nyeri tekan pada sendi dan periartikular
Penonjolan tulang (Nodul Bouchard’s dan Heberden’s)
Pembengkakan jaringan lunak
Instabilitas sendi
Pendekatan untuk menyingkirkan diagnosis lain
Adanya infeksi
Adanya fraktur
Kemungkinan keganasan
Kemungkian Artritis Reumatoid

Diagnosis banding yang menyerupai penyakit OA


Inflammatory arthropaties
Artritis Kristal (gout atau pseudogout)
Bursitis (a.r. trochanteric, Pes anserine)
Sindroma nyeri pada soft tissue
Nyeri penjalaran dari organ lain (referred pain)
Penyakit lain dengan manifestasi artropati (penyakit neurologi,
metabolik dll.)
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
1. Tidak ada pemriksaan laboratorium spesifik.
2. Pemeriksaan rutin biasanya didapatkan adanya peningkatan
kadar lekosit, laju endap darah, dan CRP.
3. Pemeriksaan cairan sinovia melalui artrosentesis untuk mendeteksi
adanya artritis sepsis.
Radiologik
Dilakukan untuk
mendeteksi
perubahan
progresif dari
kartilago dan
tulang, adanya
osteosit,
penurunan ruang
sendi, asimetris
sendi, sklerosis
subkondral, dan
formasi kista
subkondral.
ALUR PENEGAKAN DIAGNOSIS (ALDY)

Anamnesis

Pemeriksaan Pemeriksaan
Penunjang Fisik
ALUR PENEGAKAN DIAGNOSIS
Anamnesis Pemeriksaan Fisik

Nyeri sendi Hambatan gerak


Hambatan gerakan sendi Krepitasi
Kaku pada pagi hari Bentuk asimetris
Krepitasi Tanda peradangan
Pembesaran sendi (deformitas) Deformitas permanen
Perubahan gaya berjalan Perubahan gaya berjalan
ALUR PENEGAKAN DIAGNOSIS
Radiografis Pemeriksaan Laboratorium

Kriteria Kellgren Lawrence Darah tepi (Hb, Leukosit, Trombosit)


dalam batas normal
LED dalam batas normal
CRP (C-Reaktif Protein)
Artrosentesis
ARTROSENTESIS
Indikasi
1. Diagnostik
1. Membantu diagnosis artritis
2. Konfirmasi diagnosis klinis
3. Pada artritis septik untuk menghitung jumlah leukosit, pengecatan gram, dan kultur cairan sendi

2. Terapeutik
1. Artrosentesis saja
1. Evakuasi kristal pada pseudogout akut dan crystal included artritis
2. Evakuasi serial pada artritis septik untuk mengurangi destruksi sendi
2. Kortikosteroid IA
1. Mengontrol inflamasi sendi
2. Menghilangkan nyeri inflamasi
3. Membantu terapi fisik pada kontraktur sendi
Klasifikasi diagnosis Osteoartritis berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (ACR)
Klasifikasi diagnosis Osteoartritis berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (ACR)
Klasifikasi diagnosis Osteoartritis berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (ACR)
OSTEOARTHRITIS (KK MICHAEL)
Artritis adalah infeksi sendi, biasanya disertai dengan rasa sakit, pembengkakan dan
perubahan struktur. dapat dibagi menjadi dua bentuk utama:
1) Inflammatory arthritis, biasanya melibatkan sinovium dan dimediasi oleh sel-sel
radang (mis., Rheumatoid arthritis) dan,
2) NonInflammatory arthritis, seperti yang dicontohkan oleh osteoartritis primer,
yang mungkin melibatkan sitokin dalam patogenesisnya.
Osteoartritis adalah penghancuran tulang rawan artikular yang secara progresif
lambat yang mempengaruhi persendian dan jari-jari pada orang-orang tua atau
persendian pada orang-orang muda yang mengalami trauma. Osteoartritis adalah
bentuk paling umum dari penyakit sendi dan bentuk utama ialah artritis non-
inflamasi.
OSTEOATRITIS
Osteoartritis primer (“penyakit sendi
degeneratif”)

Osteoartritis Sekunder
(memiliki penyebab mendasar yang
diketahui, termasuk cacat sendi
bawaan, trauma(Penyakit gout),
infeksi, DLL)
Usia >40
Tahun

Obesitas Aktivitas Fisik

Faktor
Risiko
Jenis
Kelamin BMI
(Perempuan)

Vitamin D

Christian
Ulfa
Peningkatan aktivitas enzim-
enzim
Perubahan metabolisme

Penurunan sintesis proteoglikan &


kolagen

Proses degenerasi dari kartilago


inflamasi
artikular

Perubhn proeoglikan Tingginya resistensi tlg rawan dan


penurunan kekuatan tlg rwn
Mekanisme nyeri

Fifian
TATALAKSANA (AYU & BILL)

Tahap Pertama Tahap kedua Tahap ketiga

• Terapi non • Terapi • pembedahan


farmakologi farmakologi

Klaim H.Diagnosis dan penatalaksanaan Osteoartritis.Jakarta;2014. Available from:


https://reumatologi.or.id/reurek/download/24 [diakses Hari Rabu, 2 Oktober 2019,pukul
19.00 WIT].
TERAPI NON FARMAKOLOGI
a. Edukasi pasien.
b.Program penatalaksanaan mandiri (self-management programs):
modifikasi gaya hidup.
c. Bila berat badan berlebih (BMI > 25), program penurunan berat
badan, minimal penurunan 5% dari berat badan, dengan target BMI
18,5-25.
d.Program latihan aerobik (low impact aerobic fitness exercises).
e.Terapi fisik meliputi latihan perbaikan lingkup gerak sendi, penguatan
otot- otot (quadrisep/pangkal paha) dan alat bantu gerak sendi
(assistive devices for ambulation): pakai tongkat pada sisi yang sehat.
f. Terapi okupasi meliputi proteksi sendi dan konservasi energi,
menggunakan splint dan alat bantu gerak sendi untuk aktivitas fisik
sehari-hari.
Klaim H.Diagnosis dan penatalaksanaan Osteoartritis.Jakarta;2014. Available from:
https://reumatologi.or.id/reurek/download/24 [diakses Hari Rabu, 2 Oktober 2019,pukul
19.00 WIT].
TATALAKSANA

Klaim H.Diagnosis dan


penatalaksanaan
Osteoartritis.Jakarta;2014.
Available from:
https://reumatologi.or.id/re
urek/download/24 [diakses
Hari Rabu, 2 Oktober
2019,pukul 19.00 WIT].
INDIKASI PEMBEDAHAN
1. Adanya kecurigaan atau terdapat bukti adanya artritis inflamasi: bursitis, efusi sendi: memerlukan pungsi atau aspirasi diagnostik dan
teurapeutik (rujuk ke dokter ahli reumatologi/bedah ortopedi.
2. Adanya kecurigaan atau terdapat bukti artritis infeksi (merupakan kasus gawat darurat, resiko sepsis tinggi: pasien harus dirawat di Rumah
Sakit) Segera rujuk ke dokter bedah ortopedi pada:
a. Pasien dengan gejala klinis OA yang berat, gejala nyeri menetap atau bertambah berat setelah mendapat pengobatan yang standar
sesuai dengan rekomendasi baik secara non-farmakologik dan farmakologik (gagal terapi konvensional).
b. Pasien yang mengalami keluhan progresif dan mengganggu aktivitas fisik sehari-hari.
c.Keluhan nyeri mengganggu kualitas hidup pasien: menyebabkan gangguan tidur (sleeplessness), kehilangan kemampuan hidup mandiri,
timbul gejala/gangguan psikiatri karena penyakit yang dideritanya.
d.Deformitas varus atau valgus (>15 hingga 20 derajat) pada OA lutut
e.Subluksasi lateral ligament atau dislokasi: rekonstruksi retinakular medial, distal patella realignment, lateral release.
f.Gejala mekanik yang berat (gangguan berjalan/giving way, lutut terkunci/locking, tidak dapat jongkok/inability to squat): tanda adanya
kelainan struktur sendi seperti robekan meniskus: untuk kemungkinan tindakan artroskopi atau tindakan unicompartmental knee replacement or
osteotomy/realignment osteotomies.
g.Operasi penggantian sendi lutut (knee replacement: full, medial unicompartmental, patellofemoral and rarely lateral unicompartmental)
pada pasien dengan:
1.Nyeri sendi pada malam hari yang sangat mengganggu
2.Kekakuan sendi yang berat
3.Mengganggu aktivitas fisik sehari-hari.
PROGNOSIS (KK YITKEL & KK HARUN)
Prognosis pasien OA tergantung pada kondisi sendi dan tingkat keparahan.
Sejauh ini belum ada bukti ditemukannya obat modifying untuk OA, treatment secara
farmakologi OA ditujukan untuk mengurangi gejala.
Pasien dengan OA yang diberikan pembedahan sendi memiliki prognosis
yang baik, dengan rasio keberhasilan untuk panggul dan lutut arthroplasty secara
umum mencapai 90%. Namun demikian, prosthesis sendi mungkin akan mengalami
revisi 10-15 tahun setelah tindakan, tergantung pada level aktivitas pasien.
KOMPLIKASI (KK REZKI & VICKY)
Komplikasi dapat terjadi apabila OA tidak ditangani dengan serius. Terdapat dua macam
komplikasi yaitu:
1. Komplikasi kronis
Malfungsi tulang yang signifikan, dan yang terparah terjadi kelumpuhan
2. Komplikasi akut
Micrystaline arthrophy
Osteonekrosis
Ruptur baker cyst
Bursitis
Symtomatic meniscal tear
EDUKASI
Berolahraga
Manajemen berat badan
Mengurangi beban pada persendian
EDUKASI
Pasien dengan berat badan lebih dianjurkan untuk mengurangi berat badannya
Proteksi dan pemeliharaan sendi lutut antara lain:
 Menghindari gerakan fleksi yang berlebihan
 Menghindari memposisikan sendi pada satu posisi dalam waktu yang lama
 Mengontrol berat badan
 Mengurangi beban pada sendi yang nyeri
 Menyeimbangkan aktivitas dan istirahat