Anda di halaman 1dari 24

CONTENTS

Asuhan
Keperawatan

1 Definisi 3 Faktor Resiko 5 Pathway 7 Komplikasi 9

2 Etiologi 4 Patofisiologi 6 Manifestasi Klinis 8 Penatalaksanaan


Medis
Typhoid
Definisi Typoid

Apa yang dimaksud dengan


Typoid ?

Typoid adalah penyakit infeksi bakteri pada usus


halus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik pada
aliran darah yang disebabkan oleh salmonella typosa,
salmonellatype A,B,C, selain ini dapat juga
menyebabkan gastroenteritis (radang lambung).
Typhus
Abdominalis
Definisi Thypus Abdominalis

Apa yang dimaksud dengan


Thypus Abdominalis ?

Thypus Abdominalis adalah penyakit infeksi


akut sistem yang biasanya terdapat pada
saluran pencernaan yang disebabkan oleh kuman
salmonella typosa
Etiologi

1. Salmonella thyposa, basil gram negative yang bergerak dengan bulu


getar, tidak berspora yang mempunyai sekurang-kurangnya tiga macam
antigen yaitu : Antigen O, Antigen H, Antigen V1 dan protein
membrane hialin.

2. Salmonella paratyphi A, B, dan C merupakan bagian dari virus


Salmonella yang dapat ditentukan dengan adanya pemeriksaan
laboratorium.
Faktor
Resiko
Thypoid
Faktor Resiko Terkena Thypoid

Bekerja atau bepergian ke daerah dimana demam tifoid sering


terjadi.

Bekerja sebagai ahli mikrobiologi klinis

Memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi demam


tifoid.

Minum air yang telah terkontaminasi kotoran yang mengandung


bakteri Salmonella typhi.
Patofisiologi

Penyakit typhoid disebabkan oleh basil Salmonella


typhosa. Penularan dapat terjadi melalui 5 F yaitu Food
(makanan), Fingers (jari tangan/kuku), Fomitus
(muntah), Fly (lalat), dan melalui Feses. Yang paling
menonjol yaitu lewat mulut manusia pada saat makan
makanan yang tercemar kemudian kuman mengadakan
penetrasi ke usus halus dan jaringan limfoid dan
berkembang biak.
Selanjutnya kuman masuk ke aliran darah dan
mencapai retikuloendoteal pada hati dan limpa,
sehingga organ-organ tersebut membesar disertai rasa
nyeri pada perabaan.
Patofisiologi

Proses ini terjadi pada masa tunas 10-14 hari dan


berakhir saat sel-sel retikuloendoteal melepaskan
kuman ke dalam darah. Kuman-kuman
selanjutnya ke dalam beberapa organ-organ
tubuhterutama kelenjar lymphoid usus halus dan
menimbulkan tukak yang berbentuk lonjong pada
mukosa di atas plak pejeri. Tukak dapat
menyebabkan terjadinya pendarahan dan
perforasi usus.
Pathway

Saluran cerna
Manifestasi Klinis

pada anak masa


inkubasi 5-14 hari Munculnya ruam

Demam meninggi
Nyeri kepala dan perut
sampai akhir
minggu ke-1
Kembung, mual, muntah,
diare, konstipasi.
Demam menurun
Pada miggu ke-4
Manifestasi Klinis

Pusing, bradikardi,
nyeri otot. Lidah yang berselaput

Batuk Hepatomegaly,
Splenomegaly,
Meteroismus.
Epistaksis

Gangguan mental
Komplikasi
Komplikasi Usus Halus : pendarah, perforasi, dan peritonitis

Kompilaksi Komplikasi
01 kardiovaskular 02 Komplikasi paru
03 hepatobilier

Komplikasi
04 Komplikasi ginjal 05 Komplikasi tulang 06 neoropsikiatrik/
typhoid toxic.
Penatalaksanaan Medis

Diet dan Terapi


Pemberian Antibiotic Istirahat yang Cukup
Penunjang
Asuhan Keperawatan
A. Pengkajian
1. Identitas
Di dalam identitas meliputi nama, umur, jenis kelamin, alamat, pendidikan, no.registrasi, status perkawinan,
agama, pekerjaan, tinggi badan, berat badan, tanggal MR.
2. Keluhan Utama
Pada pasien typhoid biasanya mengeluh perut mual dan kembung, nafsu makan menurun, panas, dan demam.
3. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pada umumnya penyakit pada pasien Typhoid adalah demam, anoreksia, mual, diare, perasaan tidak enak di
perut, pucat (anemia), nyeri kepala pusing, nyeri otot, lidah tifoid (kotor), gangguan kesadaran berupa somnolen
sampai koma.
4. Riwayat Kesehatan Dahulu
Apakah sebelumnya pasien pernah mengalami sakit dan dirawat dengan yang sama, atau apakah menderita
penyakit lainnya.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Apakah dalam kesehatan keluarga ada yang pernah menderita yang sama atau sakit yang lainnya.
6. Riwayat Psikososial
Intrapersonal: perasaan yang dirasakan klien (cemas/sedih).
Interpersonal: hubungan dengan orang lain.
Asuhan Keperawatan
Pola Fungsi Kesehatan
• Pola nutrisi dan metabolisme
• Pola istirahat dan tidur
• Pola persepsi dan tatalaksana kesehatan
• Pola aktifitas dan latihan
• Pola eliminasi
• Pola reproduksi dan seksual
• Pola persepsi dan pengetahuan
• Pola persepsi dan konsep diri
• Pola penanggulangan stress
• Pola hubungan interpersonal
• Pola tata nilai dan kepercayaan
Asuhan Keperawatan
Pemeriksaan Fisik
• keadaan umum pasien : pucat, lemas.
• Tanda - tanda vital : TD, Nadi, Respirasi, Temperatur. Dan Penimbangan BB
• Kepala dan leher : Kepala tidak ada bernjolan, rambut normal, kelopak mata normal, konjungtiva anemia, mat
cowong, bibir kering, lidah kotor, dll.
• Dada dan abdomen : Dada normal, bentuk simetris, pola nafas teratur, didaerah abdomen ditemukan nyeri tekan.
• Sistem respirasi : Apa ada pernafasan normal, tidak ada suara tambahan, dan tidak terdapat cuping hidung.
• Sistem kardiovaskuler : Biasanya pada pasien dengan typoid yang ditemukan tekanan darah yang meningkat, bisa
didapatkan tachiardi saat pasien mengalami peningkatan suhu tubuh.
• Sistem integument : Kulit bersih, turgor kulit menurun, pucat, berkeringat banyak, akral hangat.
• Sistem eliminasi : diare atau konstipasi, produk kemih pasien bisa mengalami penurunan (kurang dari normal
• Sistem musculoskeletal : ada gangguan pada extrimitas atas dan bawah atau tidak ada gangguan
• Sistem endokrin : ada pembesaran kelenjar tiroid dan tonsil atau tidak
• Sistem persyarafan : kesadaran itu penuh atau apatis, somnolen dan koma,
Asuhan Keperawatan
Pemeriksaan Diagnostik
• Pemeriksaan darah perifer lengkap
• Pemeriksaan SGOT dan SGPT meningkat
• Pemeriksaan uji widal
• Kultur
• Anti salmonell typhi IgM
B. Diagnosa Keperawatan
1. Ketidak efektifan termoregulasi b.d proses infeksi salmonella typhi.
2. Nyeri akut b.d proses peradangan.
3. Resiko ganguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat.
4. Resiko kekurangan volume cairan b.d intake yang tidak adekuat dan peningkatan suhu tubuh.
5. Konstipasi b.d penurunan motilitas truktus gastrointestinal.
C. Intervensi
dx : ketidak efektifan termoregulasi b.d proses infeksi salmonella typhi.
NOC : Thermoregulation
Atau setelah dilakukan perawatan selama 1x24 jam diharapkan suhu tubuh dalam batas normal
Asuhan Keperawatan
KH :
 suhu tubuh dalam rentang normal
 nadi dan RR dalam rentang normal
 tidak ada perubahan warna kulit
 tidak ada pusing
 rasa nyaman
NIC
1. monitor suhu minimal tiap 2 jam
R/ suhu tubuh dapat menunjukkan proses infeksi berat atau ringan dalam pola demam sehingga menjadi indikator
perkembangan penyakit dan dapat menentukan intervensi selanjutnya.
2. Beri kompres dengan air hangat pada daerah axila, lipat paha, temporal bila terjadi panas
R/ melancarkan aliran darah dalam pembuluh darah.
3. Observasi TTV tiap 4 jam sekali.
R/ tanda-tanda vital merupakan acuan untuk mengetahui keadaan umum pasien.
4. Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang tipis dan dapat menyerap keringat seperti katun
R/ menjaga kebersihan badan, agar klien merasa nyaman, pakaian tipis akan membantu mengurangi penguapan tubuh
5. Anjurkan pasien untuk banyak minum.
R/ peningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan tubuh meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan cairan
yang banyak (2,5 liter / 24 jam).
6. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipiuretik
R/ menurunkan panas dengan obat.
Asuhan Keperawatan
D. Implementasi
1. memonitor suhu minimal tiap 2 jam
2. memberikan kompres dengan air hangat pada daerah axila, lipat paha, temporal bila
terjadi panas
3. mengobservasi TTV tiap 4 jam sekali.
4. menganjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang tipis dan dapat menyerap
keringat seperti katun
5. menganjurkan pasien untuk banyak minum.
6. mengkolaborasikan dengan dokter dalam pemberian obat antipiuretik
*perawat memberi paraf pada setiap tindakana yang dilakukan

E. Evaluasi
S: klien mengatakan badannya sudah tidak demam, dan tidak pusing
O : S : 37,5°C, TD : 130/70 mMhg, N: 80x/m, RR: 22x/m, ruam (-), pusing (-)
A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi
Break Time AGHNIYA NISA’ASY SHOBIRI NHJ
15 Minutes AMIR PAWAS
ANWAR AGUNG PRAKOSO
CIKA NUR WULANDARI
FAIZATUL KHOLIDIYAH
FANGKI HARIYANSYAH
FERA FERDIANA
HAMIRUL
ICA SUPARWATI
KINTAN NUR FIRDAUSI
KRISDAYANTI
M. REZA MAULANA PRATAMA
MAURA MIRZA PUTRI SUGIARTO
MELLY B. SUSILOWATI
MELI B. SUSILOWATI
MELLYA
MINGKI ROSADI
MOH. SULTONIM MUBIN
THANK YOU