Anda di halaman 1dari 28

KESELAMATAN &

KESEHATAN KERJA

Herlina, SKM, M.Kes


Prodi D IV Analis Kesehatan
UHAMKA Jakarta
Kita selalu menginginkan kesehatan
dan keselamatan

begitu juga lingkungan yang baik


DEFINISI SAFETY
• Keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa
celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss).

• Jadi pada hakekatnya keselamatan sebagai suatu


pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu
pendekatan praktis mempelajari faktor-faktor
yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan
dan berupaya mengembangkan berbagai cara
dan pendekatan untuk memperkecil resiko
terjadinya kecelakaan.
DEFINISI HEALTH
• Tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari
penyakit, tetapi pengertian sehat mempunyai makna
sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara sosial.
Dengan demikian pengertian sehat secara utuh
menunjukkan pengertian sejahtera (well-being).

• Kesehatan sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun


pendekatan praktis juga berupaya mempelajari faktor-
faktor yang dapat menyebabkan manusia menderita
sakit dan sekaligus berupaya untuk mengembangkan
berbagai cara atau pendekatan untuk mencegah agar
manusia tidak menderita sakit, bahkan menjadi lebih
sehat.
DEFINISI K3
Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai
suatu program didasari pendekatan ilmiah
dalam upaya mencegah atau memperkecil
terjadinya bahaya (hazard) dan risiko (risk)
terjadinya penyakit dan kecelakaan,
maupun kerugian-kerugian lainya yang
mungkin terjadi.
Engineering Control,
Administrative Control
Behavior Control
Illness/
Health Disease

Property
VALUE HAZARD RISK damage LOSS

Incident
Safety /
OHS Integrated Accident
Management System

ERZETES-2004
VALUE
1. Hak Azasi Manusia
2. Legal Aspek
3. Ekonomi
Keselamatan dan Kesehatan
merupakan Hak Asasi Manusia
• Manusia telah diciptakan dengan sempurna, memiliki
sistem perlindungan mendasar sejak masih dalam
kandungan hingga wafat.
– Memiliki keinginan untuk tetap selamat dan sehat
– Memiliki perasaan takut terhadap bahaya
– Memiliki naluri yang dapat mendeteksi adanya bahaya
– Memiliki gerak refleks
– Memiliki akal yang selalu menimbang benar atau salah
– Memiliki Ibu yang melindungi & Ayah yang membimbing ke jalan
selamat
• Sebagai hak yang asasi maka setiap manusia harus
dilindungi terhadap bahaya-bahaya yang dikenakan
kepadanya.
Kita selalu sadar keselamatan
Tindakan aman yang mungkin telah
dilakukan hari ini
• Selalu berusaha melihat kearah mana kita
hendak melangkah
• Minum teh panas dengan berhati-hati
• Menjaga jarak kendaraan saat beriringan
dgn kendaraan lain
• Mengurangi kecepatan bila ada hambatan
didepan jalan
• selalu menjaga diri dari bahaya yang kita
ketahui agar tetap selamat.
Semua orang adalah pejuang
keselamatan.
• Untuk dapat selamat manu-
sia dilindungi dengan sistim
pertahanan diri (survival).
1. Sistim Survival Dasar: insting,
refleks, rasa dan nafsu dasar
(makan, berkembang biak,
bersaing, dll.).
2. Sistim Survival tingkat lanjut:
penggunaan akal untuk hidup
lebih baik.
Basic Survival System
Sistim survival dasar telah tertanam dalam diri
manusia sejak awal kehidupannya, begitu juga
mahluk hidup lainnya dimuka bumi ini.
Sistim tersebut tidak lain berfungsi agar semua
mahluk dapat mempertahankan kelangsungan
hidupnya.
Advance Survival System

• Dewasa ini penggunaan akal sudah semakin kuat dan


pertahanan diri sudah tidak mengandalkan hanya Basic
Survival semata tapi juga sistim survival yang lebih
menjamin hingga jauh ke masa depan.
• Segala bentuk ancaman bagi keselamatan hidup di masa
depan telah banyak diidentifikasi dan evaluasinya
melahirkan kesepakatan bersama bagi penyelamatan
dunia yang tentu sangat membutuhkan komitmen kuat
dari para warganya.
• Siapa yang menolak bergabung dalam program
penyelamatan dunia dapat diperlakukan sebagai penjahat
dunia.
Variasi Kesehatan akibat kerja
Prakerja Masa kerja Purna kerja

a
sehat sehat sehat

b
sehat sehat sakit sakit

c
sehat sehat meninggal

d
sehat sehat sehat sakit

Mana yang terbaik ?


Sejarah perkembangan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
 1700 tahun sebelum masehi Raja Hamurabi dari kerajaan Babylonia
dalam kitab undang-undangnya menyatakan  Bila seorang ahli
bangunan membuat rumah untuk seseorang dan pelaksanaan
pembuatannya tidak berjalan dengan baik sehingga rumah itu roboh
dan menimpa pemilik rumah hingga mati, maka ahli bangunan
tersebut dibunuh.”
 Dalam zaman Mozai kurang lebih 5 abad setelah Hamurabi 
dinyatakan bahwa ahli bangunan bertanggungjawab atas
keselamatan para pelaksana dan pekerja dengan menetapkan
pemasangan pagar pengamanan pada setiap sisi luar atap rumah.
 Kurang lebih 8 abad sesudah masehi, Plinius seorang ahli
Encyclopedia bangsa Roma  mensyaratkan agar para pekerja
tambang diharuskan memakai tutup hidung
 Tahun 1450 Dominico Fontana diserahi tugas membangun obelisk
di tengah lapangan St. Pieter Roma. Ia selalu  mensyaratkan agar
para pekerja memakai topi baja.
Sejarah Perkembangan Bahaya Pekerjaan

Sebelum era industri Revolusi Industri


Bahaya pekerjaan masih Peralatan berubah secara Sekarang
terbatas pada bahaya peng drastis. Pada masa ini mesin- Perkembangan teknologi
gunaan alat-alat sederhana. mesin bertenaga besar mulai semakin pesat, peralatan di
Perlindungan keselamatan diciptakan. Tentu saja disain dengan tingkat bahaya
masih sangat kurang. perkembangan ini berakibat yang semakin tinggi, namun
Perlindungan hanya diberi meningkatnya bahaya- tingkat keamanan juga tinggi.
kan kepada kelompok bahaya pekerjaan. Tidak Pekerjaan diatur agar aman
bangsawan atau raja-raja hanya bahaya yang bagi pekerja. Perlindungan
dimana pekerjaan kasar atau mengancam keselamatan hak asasi semakin diperhati
berbahaya dilakukan oleh tetapi juga bahaya kan, keselamatan menjadi
para budak. Kematian atau lingkungan. Revolusi industri perhatian yang utama.
kecelakaan dianggap sebagai menuju kemajuan atau Sumber energi ramah
bagian dari nasib para budak. kehancuran ? linkungan mulai dikembang
kan. dstnya
Perjalanan sejarah perlindungan Kesehatan & Keselamatan mulai dari
engineering hingga perubahan budaya
Historical path from safety engineering to culture change

CC
E3
E3 BB
E1
E2 E1 E1 E2

ime (CC)
(E1) (E3) E3 BB
Culture
Engineering Education
Change
E1 E2 E1 E2

(E2) (BB)
Enforcement Behavior -based

Pola statistik kecelakaan


=
Trend of accident statistic
penanggulangan bahaya Penggunaan sistem sabuk
pengaman otomatis, tidak akan
E1 (E1) melalui rekayasa enjinerring
efektif bila diiringi dengan
Engineering penolakan pemakai.

penggunaan bantuan dari Pemakaian sabuk pengaman


(E2) luar seperti pengawasan karena takut polisi, tidak efektif
E1 E2 melekat, penegakan disiplin, bila polisi tidak ada
Enforcement
dll.

Perlindungan melalui Mengetahui perlunya memakai


E3 peningkatan pengetahuan akan sabuk pengaman namun karena
(E3) belum diiringi dengan kebiasaan
bahaya dan maka seringkali terlupakan
Education
E2 E1 penanggulangannya

Perlindungan dengan
E3 BB (BB)
Memakai sabuk pengaman
mengandalkan perilaku orang karena kebiasaan.
E1 E2 Behavior -based dalam hal keselamatan

Perlindungan melalui Memakai sabuk pengaman tidak


CC (CC)
pembentukan budaya hanya untuk dirinya saja tapi
E3 BB Culture masyarakat yang memiliki juga untuk yang lain.
Change
E1 E2 kesadaran, kebiasaan,
kepekaan yang sama
Dimanakah kita?
E3 BB CC
E3
E3 BB
E1 E1 E2
E2 E1 E1 E2
E1 E2

Hanya Bergantung Bergantung Terlindungi oleh Terlindungi karena


bergantung pada dorongan pada daya Ingat. kebiasaan. telah membudaya
pada alat orang lain.
pelindung Kesadaran Kesadaran Kesadaran sangat
Kurang sudah ada. sudah ada. tinggi dan
Kesadaran kesadaran berjamaah
tidak
ditumbuhkan.
HAZARD & RISIKO
• HAZARD
Suatu keadaan/kondisi yang dapat mengakibatkan
(berpotensi) menimbulkan kerugian (injury/penyakit)
bagi pekerja

• RISIKO
Kemungkinan/peluang suatu hazard menjadi suatu
kenyataan
• Pajanan, Frekuensi, Konsekuensi
• Dose - Response
Hazard K3
• Hazard Somatik
• Hazard Lingkungan Kerja (Fisik, Kimia,
Biologi)
• Hazard Perilaku (Behaviour)
• Hazard Ergonomi
• Hazard Pengorganisasian Pekerjaan
• Hazard Budaya Kerja
Hazard Somatik
• Hazard yang (sudah) ada pada tubuh pekerja
• Lazim disebut “Faktor risiko”
– Hipertensi
– Diabetes Mellitus
– Obesitas
– Dyslipidemia
– Asthma
• Pengendalian
– Pola hidup sehat (diet seimbang, olah raga, tidak
merokok, cek up teratur, dll)
Hazard Lingkungan Fisik

– Radiasi non pengion: UV light, infra merah,


microwave (gelombang mikro)
• Efek kesehatan: gangguan mata (sementara-permanen),
gangguan pada kulit
– Radiasi pengion: sinar X, sinar α, sinar β, dll
• Efek akut: syndrom SSP, gangguan pencernaan,
gangguan hemopoetik
• Efek kronis: karsinogenesis, kerusakan genetik
– Pengendalian:
• Tempatkan sumber radiasi secara benar (mis: ruang
isolasi)
• Lindungi operator dgn APD
Hazard Lingkungan Fisik
• Bising: suara yg tidak dikehendaki
• Efek terhadap pekerja
– Gangguan Fisiologis
– Gangguan Psikologis
– Gangguan Patologis Organis
• Pengendalian
– Substitusi
– Eliminasi
– Administrasi
Hazard Lingkungan Fisik

• Suhu/Temperatur
– Suhu tinggi: heat stroke & heat cramps
– Pengendalian: air minum, asupan garam, istirahat,
tidur, pakaian, aklimatisasi
• Pencahayaan
– Mengakibatkan kelelahan pada mata;
• Iritasi, mata berair, mata merah, sakit kepala, viskositas
menurun, contrast sensitivity, akomodasi menurun
– Pengendalian, harus diperhatikan hal2 sbb:
• Sumber pencahayaan: intensitas, sumber cahaya,
efisiensi & efektivitasnya
• Keadaan lingkungan tempat kerja: luas, jendela,
langit2/dinding
• Tenaga kerja: kemampuan penglihatannya, kondisi
kesehatan
Hazard Lingkungan Fisik
• Frosbite, akibat suhu sangat rendah di bawah
titik beku
• Chilblain, akibat bekerja di tempat cukup dingin
untuk waktu yang lama
• Trenchfoot, akibat terendam air dingin cukup
lama
• Hiperbarik
• Getaran, akibat terpajan terhadap getaran dapat
menimbulkan Raynaud Syndrome
HAZARD LINGKUNGAN KIMIA
• Inorganic, mis: lead, arsenic, silica
• Organic mis: solvent, vapours & gases
• Efek Kesehatan:
– Asbes  Asbestosis (preparasi tekstil terbuat dari asbes)
– Silica  Silikosis (perusahaan granit,keramik)
– Byssinosis (industri tekstil)
– Anthracosis (tambang batu bara)
– Larutan korosif (menimbulkan kerusakan kulit)
– Gas sianida, asam sulfida dan karbon monoksida
– Uap logam (menimbulkan ‘demam uap logam’, dermatitis)
HAZARD BIOLOGI
• MIKRO ORGANISME (bakteri, virus, fungi)  toksin, infeksi, alergi

• ARTHROPODA (serangga, dll)  sengatan  infeksi

• TUMBUHAN TINGKAT TINGGI (toksin & allergen)  dermatitis,


asma, pilek

• TUMBUHAN TINGKAT RENDAH (yang membentuk spora)

• VERTEBRATA (protein allergen)  urine, saliva, faeces,


kulit/rambut  allergi

• INTERVETEBRATA selain ARTHROPODA (cacing, protozoa)


Hazard Perilaku (Behavior)
• Merokok
• Pola makan
• Minum2an beralkohol
• Workaholic
• Efek Kesehatan: PJK, DM, Stroke,
Stress
• Pengendalian: Pola hidup sehat