Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN

KONFLIK
KEPERAWATAN
Pengertian
◦ Konflik :
1. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, konflik adalah percekcokan, perselisihan
atau pertentangan baik dari segi pemikiran atau kebijakan
2. Menurut Lewis A.Coser, konflik adalah perjuangan nilai kekuasaan dan sumber daya yang
bersifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai atau melenyapkan lawan
◦ Penyebab Konflik dalam Keperawatan :
1. Spesialisasi : Sebuah kelompok yang bertanggung jawab untuk suatu tugas tertentu atau area
pelayanan tertentu memisahkan dirinya dari kelompok lain.
2. Peran yang bertugas banyak : Peran keperawatan membutuhkan seseorang untuk dapat
menjadi seorang manajer, seorang pemberi asuhan yang trampil, seorang ahli dalam hubungan
antar manusia, seorang negosiator, penasihat , dan sebagainya.
3. Interdependensi peran : Peran perawat pelaksana dalam praktek pribadi tidak akan serumit
seperti peran perawat dalam tim kesehatan yang multidisiplin, dimana tugas seseorang perlu
didiskusikan dengan orang lain yang mungkin bersaing untuk area - area tertentu.
4. Kekaburan tugas : Ini diakibatkan oleh peran yang mendua dan kegagalan untuk memberikan
tanggung jawab dan tanggung gugat untuk suatu tugas pada individu atau kelompok.
5. Perbedaan : Sekelompok orang dapat mengisi peran yang sama tetapi perilaku sikap, emosi, dan
kognitif orang - orang ini terhadap peran mereka bisa berbeda.
6. Kekurangan sumber daya : Persaingan ekonomi, pasien, jabatan, adalah sumber absolut dari
konflik antar pribadi dan antar kelompok.
◦ Perubahan : Saat perubahan menjadi lebih tampak, maka kemungkinan tingkat konflik
akan meningkat secara proporsional.
◦ Konflik tentang imbalan : Bila orang mendapat imbalan secara berbeda - beda, maka
sering timbul konflik, kecuali jika mereka terlibat dalam perbuatan sistem imbalan.
◦ Masalah komunikasi : sikap mendua, penyimpangan persepsi, kegagalan bahasa, dan
penggunaan saluran komunikasi secara tidak benar, semuanya akan menyebabkan
konflik
Jenis Konflik
◦ Ada 5 jenis konflik dalam kehidupan sehari-hari :
1. Konflik dalam diri individu
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama
3. Konflik antar individu dan kelompok
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
5. Konflik antar organisasi
Proses konflik
◦ Proses konflik dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu :
1. Konflik laten : Tahapan konflik yang terjadi terus menerus (laten) dalam suatu organisasi.
Misalnya kondisi tentang keterbatasan staf dan perubahan yang tepat. Kondisi tersebut
memicu pada ketidakstabilan suatu organisasi dan kualitas produksi, meskipun konflik yang
ada kadang tidak tampak secara nyata atau tidak pernah terjadi.
2. Konflik yang dirasakan (felt konflik) : Konflik yang terjadi karena adanya suatu yang dirasakan
sebagai ancaman, ketakutan, tidak percaya, dan marah.
3. Konflik yang nampak/sengaja ditimbulkan : Konflik yang sengaja dimunculkan untuk mencari
solusi. Tindakan yang dilaksanakan mungkin menghindar, kompetisi, debat atau mencari
penyelesaian konflik. Setiap orang tidak sadar belajar menggunkan kompetisi, kekuatan dan
agresifitas dalam menyelesaikan konflik dalam perkembangannya
Mari kita bahas bagaimana
strategi penyelesaian konflik ?

Ada 6 pilihan dalam Strategi


penyelesaian konflik
Kompromi atau negosiasi
•Penyelesaian strategi ini sering diartikan sebagai ”lose-lose
situation” kedua unsur yang terlibat menyerah dan
menyepakati hal yang telah dibuat. Didalam manajemen
keperawatan strategi ini sering digunakan oleh midle dan Top
manajer keperawatan.
kompetisi
•Strategi ini dapat diartikan sebagai “win-lose” penyelesaian
konflik. Penyelesaian ini menekan hanya ada satu orang atau
kelompok yang menang tanpa mempertimbangkan yang
kalah. Akibat negatif strategi ini adalah kemarahan, putus asa
dan keinginan untuk perbaikan di masa mendatang.
Akomodasi
• kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka
untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam
konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan
menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

Smoothing / membujuk
• Penyelesaian konflik dengan mengurangi komponen emosional
dalam konflik berupaya mencapai kebersamaan daripada
perbedaan dengan penuih kesadaran dan introspeksi diri. Strategi
ini bisa ditetapkan pada konflik yang ringan, tetapi untuk konflik
yang besar misalnya persaingan pelayanan/ hasil produksi dan
tidak dapat digunakan.
Menghindar
•Menghindar merupakan strategi yang
memungkinkan pihak-pihak yang
berkonfrontasi untuk menenangkan diri.
Manajer perawat yang terlibat didalam konflik
dapat menepiskan isu dengan mengatakan
Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk
memikirkan hal ini dan menentukan tanggal
untuk melakukan diskusi
TERIMA KASIH 