Anda di halaman 1dari 7

METODOLOGI PENELITIAN

Oleh:
1. Emi Nurul Hidayati
2. Iin Parwati
METODOLOGI PENELITIAN
Isolasi Uji Aktivitas Analisis kandungan FFA
Karakterisasi / Antibakteri dan HVCO dengan GC-FID
FFA didapatkan dari
hidrolisis VCO
Identifikasi
Analisis kandungan
FFA dan HVCO dengan
GC-FID Analisis / Kajian

Diujikan terhadap 4 jenis


bakteri:
- Bacillus subtilis
- Escherichia coli
- Salmonella enteriditis
- Staphylococcus aureus
Analisis Dan Kajian Konklusi
- Pengaruh VCO terhadap Rasio • 4 kondisi terbaik untuk hidrolisis VCO: Rasio
Penyangga, konsentrasi VCO terhadap buffer, konsentrasi lipase, pH,
Lipase, Tempertur dan pH temperatur
- Proses waktu hidrolisis VCO
• Penggunaan lipase untuk menghidrolisis VCO
yang dikatalisis oleh CRL
menghasilkan FFA yang cenderung stabil
- Aktivitas antibakteri dari
VCO,HVCO, FFAs dan • Hidrolisis enzimatik mampu menghindari efek
Gentamin terhadap 4 jenis dari reaksi samping yang tidak diinginkan, tidak
bakteri yang diuji mempengaruhi warna produk atau produk
- MIC dari FFAs terhadap 4 jenis tidak teroksidasi
bakteri yang diuji
• Penggunaan iso-oktana sebagai pelarut VCO
dapat menghemat waktu hidrolisis
• FFA yang diperoleh menunjukkan aktivitas
Rekomendasi / Tindak lanjut antibakteri terhadap bakteri gram positif dan
FFA dapat digunakan sebagai gram negati, sedangkan VCO dan HVCO tidak
pengawet pada produk makanan menunjukkan aktivitas antibakteri.
dalam jumlah yang sesuai
METODE PENELITIAN
Isolasi

VCO

- Dilarutkan ke dalam iso-oktana (1:1)


- Ditambah larutan buffer fosfat
- Dimasukkan kedalam Erlenmeyer 250 mL
- Diemulsi dengan menggunakan stirrer (kecepatan 10000
rpm selama 15 menit) Hidrolisis VCO
- Ditambahkan lipase dalam jumlah tertentu
- Di-stirrer selama 5 menit dengan kecepatan 350 rpm
- Diinkubasi dengan kecepatan 150 rpm selama 2 jam
- Ditambahkan 1 mL etanol 95%

Hasil
Isolasi
Hasil hidrolisis VCO
- Ditambahkan larutan KOH 0.5 N Berlebih
- Dipisahkan dengan corong pemisah

Fasa atas (mengandung HVCO Pemurnian


Fasa bawah (mengandung FFA)
terlarut dalam n-heksana)

Dimurnikan dengan rotary - Diasamkan dengan HCL 4 N


evaporator - Diekstraksi dengan n-heksana

Dianalisis
komposisinya dengan
GC-FID
Uji Aktivitas Antibakteri

Aktivitas antibakteri ditentukan


dengan mengukur diameter zona Suspensi Inokulum Bakteri
inhibisi
- Dilarutkan kedalam larutan saline
- Dicampur 1 mL Inokulum bakteri kedalam 15 mL
MHA
- Ditunggu hingga media memadat
- Plat kertas (telah mengandung gentamicin, VCO,
HVCO, dan FFA) diletakkan di permukaan agar
Menggunakan media MHA - Diinkubasi selama 24 jam pada T= 37oC
(Mueller Hinton Agar)

Hasil

Metode Difusi
Dilakukan dengan Broth
Menentukan Konsentrasi Hambatan Minimum (MIC) Macrodilution method

Suspensi Inokulum Bakteri Agen antibakteri (FFA)

- Dilarutkan dalam MHB


- Diencerkan dalam MHB

Inokulum bakteri Seri pengenceran 100%, 90%, ..., 10%

Diambil 1 mL inoukulum dicampurkan Diambil 1 mL masing-


bakteri masing seri pengenceran

- Diinkubasi pada 35oC selama 16-20 jam

Hasil