Anda di halaman 1dari 61

INTRODUCTION OF GAS

TURBINE

Disusun oleh :
1. Fitricia Putri Rizki Ricinsi 04211640000003
2. Yudhi Satrio Santoso 04211640000046
INTRODUCTION

 Basic Considerations
 Cycle Performance
 Single-spool and Multi-spool Gas Turbine
 Effect of Ambient Conditions and Duct Losses
on Performance
 Combined Cycles
 Bleed Air
 Quick Starting
 Fuels and Fuel Treatment
 Installation
 Operation and Maintenance.
Basic Considerations

 Sejarah Turbin Gas


 AL AS yang pertama kali memperkenalkan penggerak
turbin gas dan generator kapal pada DD 963
Spruance class Destroyers
Basic Considerations

 Manfaat Turbin Gas


 Penggerak Utama yang dominan
 Ship-service prime movers(destoyers & cruisers)

 Penggerak utama untuk frigates

 Mesin foilborne untuk hydrofoil craft

 Aircraft-derivative engine sebagai pembangkit listrik

 Transmisi gas & kompresi (industri minyak & gas)


Basic Considerations
• Keuntungan Turbin Gas
• Tingginya rasio power-weight
• Kemampuan starting cepat
• Karakterisitk akselerasi
• Opersai yang handal
• Bagian Umum turbin Gas
• Kompressor menghasilkan udara bertekanan tinggi
• Ruang bakar sebagai area tempat pembakaran
bahan bakar dan menghasilkan udara bertekanan dan
berkecepatan tinggi
• Turbin merubah udara yang bertekanan
tinggi dari bilik pembakaran menjadi gerakan mekanis.
Contoh Turbin Gas
Basic Considerations
 Perkembangan Desain Turbin Gas
 Perbandingan kompresi lebih tinggi
 Temperatur turbin lebih tinggi
 Penurunan jumlah kompresor dan turbin stage pada
beban tinggi
 Peningkatan efisiensi kompresi dan turbin stage
 Pengenalan intercooling pada proses kompresi
 Mengkombinasikan cycle waste-heat-recovery features.
Cara Kerja Turbin Gas

 Pembakaran merupakan kombinasi kimia dari tiga


elemen yaitu udara,bahan bakar,dan api.
 Cara kerjanya adalah :
1. Udara yang bertekanan tinggi dari kompresor memasuki
ruang pembakaran
2. Bahan bakar di semprotkan oleh fuel injector
3. Terjadi pembakaran yang menghasilkan udara yang
bertekanan dan berkecepatan tinggi.
4. Dimanfaatkan oleh turbin untuk menghasilkan daya.
Siklus Brayton

a. 4 – 1 Proses penghisapan
udara c. 2 – 3Proses pembakaran bahan
b. 1 – 2 Proses kompresi bakar(tekanan konstan)
udara(isentropis) d. 3–4
Langkah ekspansi /
pembuangan
Cycle Performance
a. b.
Simple Cycle Recuperative Cycle

c.
d.
Recuperative Cycle
Recuperative Cycle with Intercooling
with Reheat

e.
Recuperative Cycle with Reheat and
Intercooling
Cycle Performance

a. Simple Cycle
a. Simple Cycle

Keterangan :
• C1 lOW PRESS. COMP.
• C HIGH PRESS. COMP.
• B BURNER
• T 1 HIGH PRESS. TURB.
• T lOW PRESS. TURB.
• FT FREE POWER TURB.
• R RECUPERATOR
• I INTERCOOLER
a. Simple Cycle

• Desainnya Sederhana
• Mudah pengoperasiannya
• Dapat mencapai SFC pada kondisi full power rating ± 0.40
lb/bhp-hr
• 16-1 rasio tekanan kompresor
• Bahan bakar cair dengan nila kalor rendah 18400Btu/lb
b. Recuperative Cycle
b. Recuperative Cycle

Keterangan :
• C1  lOW PRESS. COMP.
• C HIGH PRESS. COMP.
• B BURNER
• T 1 HIGH PRESS. TURB.
• T lOW PRESS. TURB.
• FT FREE POWER TURB.
• R RECUPERATOR
• I INTERCOOLER
b. Recuperative Cycle

 Siklus sederhana yang ditambah recuperator


 Fungsi Recuperator
Untuk menstrasfer panas dari exhaust gas udara terkompresi masuk
ke ruang bakar
mengurangi jumlah bahan bakar
meningkatkan efisiensi thermal sebesar (20-30)% jika ratio
dioptimalkan
mengurangi jumlah panas yang ditransfer dari exhaust gas-
kompresor exit air
 Rasio tekanan meningkat saat suhu discharge kompresor mulai
mendekati suhu exhaust
c. Recuperative Cycle With Reheat
c.Recuperative Cycle with Reheat

Keterangan :
• C1 lOW PRESS. COMP.
• C HIGH PRESS. COMP.
• B BURNER
• T 1 HIGH PRESS. TURB.
• T lOW PRESS. TURB.
• FT FREE POWER TURB.
• R RECUPERATOR
• I INTERCOOLER
c.Recuperative Cycle with Reheat

 Siklus ini terjadi dengan menambahkan ruang


bakar sekunder antara turbin tekanan tinggi dan
turbin listrik untuk memanaskan kembali gas ke
suhu hamper sama dengan suhu inlet turbin
tekanan tinggi.
 Keuntunganmeningkatkan energy yang tersedia
untuk turbin listrik
 Kerugianpenyempurnaan tingkat bahan bakar
tidak substantial karena kehilangan tekanan
tambahan dari reheater.
d. Recuperative Cycle with Intercooling
d.Recuperative Cycle with Intercooling

Keterangan :
• C1 lOW PRESS. COMP.
• C HIGH PRESS. COMP.
• B BURNER
• T 1 HIGH PRESS. TURB.
• T lOW PRESS. TURB.
• FT FREE POWER TURB.
• R RECUPERATOR
• I INTERCOOLER
d.Recuperative Cycle with Intercooling

 Untuk memperoleh efisiensi yang lebih tinggi pada


rasio tekanan yang lebih tinggi
 Menghasilkan efisiensi thermal lebih tinggi intuk gas
turbin rasio tekanan tinggi
 Intercooler berupa air pendingin heat exchanger
 Intercooler
mengurangi jumlah kerja yang diperlukan kompresor
untuk mengirin rasio tekanan tinggi
mengurangi suhu discharge dari kompresor tekanan
tinggi
 Recuperator mentransfer panas secara efektif dari
exhaust gas back ke udara discharge kompessor
e. Recuperative Cycle and Reheat dan
Intercooling
e.Recuperative Cycle with Reheat and
Intercooling

Keterangan :
• C1 lOW PRESS. COMP.
• C HIGH PRESS. COMP.
• B BURNER
• T 1 HIGH PRESS. TURB.
• T lOW PRESS. TURB.
• FT FREE POWER TURB.
• R RECUPERATOR
• I INTERCOOLER
e.Recuperative Cycle with Reheat and
Intercooling

 Keuntungandapat mengurangi konsumsi bahan


bakar spesifik dan aliran udara yang spesifik secara
signifikan ketika dibandingkan dengan siklus
sederhana,
 Kerugianperlu penambahan peralatan dan
peningkatan kompleksitas.
Fig. 4
Thermal efficiency improvements due to recuperation
Fig. 5
Effect of intercaoling on simple·cycle and regenerative-cycle thermal efficiency
Fig. 6
Part-load fuel consumption characteristics of cycle variations
Single-spool and Multi-
spool Gas Turbine
Gambar 7
Single-spool Gas Turbine with Axial Compressor

• Poros tunggal terhubung dengan kompresor dan turbin untuk ship-


service generator.
• daya compressor yang digunakan untuk menggerakkan generator AC
melalui reduction gearbox.
Fig. 8
Large Gas Turbine with Axial-flow Compressor
 generator gas kumparan tunggal dan turbin daya
bebas. Turbin daya bebas memiliki sebuah poros
khusus dan menggunakan kelebihan energy pada
discharge dari generator turbin gas untuk
menghasilkan daya output poros pada daya turbin
tersebut. Poros daya turbin terhubung ke redaction
gear utama dan poros propeller dari kapal.
 Beberapa aircraft-derivative engines
memanfaatkan generator gas dua kumparan dan
free power turbin.
• Mesin ini terdiri dari kompresor tekanan rendah,
kompresor tekanan tinggi, combustor, turbin tekanan
tinggi, turbin tekanan rendah, dan free power turbin.

• Penggunaan dari kompresor kumparan ganda


memungkinkan desain rasio kompresi yang tinggi untuk
operasi secara efisien setelah seluruh range kecepatan
dengan memungkinkan compressor tekanan rendah dan
kompresor tekanan tinggi untuk operasi pada kecepatan
optimum.
Effect of Ambient Conditions and
Duct Losses on Performance
 Daya output turbin gas secara langsung berbanding lurus
dengan tingkat aliran udara yang melewati mesin.
 Perubahan di tekanan barometer langsung mempengaruhi
kapasitas mesin, tapi tidak efisien untuk penggunaan
bahan bakar.
 Efisiensi dan specific fuel consumption tidak berpengaruh
karena percampuran bahan bakar dan udara dijaga pada
suhu inlet turbin konstan. Oleh karena itu aliran bahan
bakar dikurangi sejajar/seimbang dengan aliran udara.
 Perubahan 10 °F pada suhu lingkungan dapat mengubah
daya output turbin gas sebanyak 5% untuk suhu inlet
turbin pada daya konstan.
Gambar 9
Typical Effect of Inlet Air Temperature on Gas Turbine Performance
Fig.10
Effect of inlet Duct Loss on Gas Turbine
Performance
Fig 11
Effect of Exhaust Duct Loss on Gas Turbine Performance
 Kurva ini menunjukan pengurangan daya output dibuat untuk
menjaga suhu inlet pada daya turbin tetap.
 daya output dan efisiensi sangat sensitif terhadap pressure drop pada
siklus
 System inlet dan exhaust harus berkurang,
 Pressure drop inlet menyebabkan penurunan efisiensi dalam siklus,
mengurangi aliran udara yang melewati mesin.
 Penurunan tekanan 1 % ( 4 in air ) pada inlet mengurangi daya output
sebesar 1.5-2% dan peningkatan laju panas ( energy thermal
inlet/daya output) sebesar 0.5-1.0%.
 Penurunan tekanan yang sama pada exhaust mengurangi daya
output sebesar 0.5-0.75% dan meningkatkan laju panas 0.5-0.75%.
Tentara Amerika telah menetapkan kondisi standart
untuk membangun/menghasilkan daya output
maksimal dari penggerak dan turbin gas auxiliary
(8) :
 Temperature udara lingkungan 100F
 Tekanan udara lingkungan 29.92 in Hg
 Penurunan tekanan inlet 4 in. water
 Penurunan tekanan exhaust 6 in. water
Combined Cycles

Combined Gas Combined Combined


Turbine And Diesel And Gas Steam And Gas
Gas Turbine Turbine Plants Turbine Plants
Plants (COGAG) (CODAG) (COSAG)

Combined Gas Combined Combined Gas


Turbine Or Gas Diesel Or Gas Turbine And
Turbine Plants Turbine Plants Steam Plants
(COGOG) (CODOG) (COGAS)

Combined
Noclear And Gas
Turbine Plants
(CONAG)
Combined Gas turbine And Gas turbine
plants (COGAG)

Adalah sebuah sistem propulsi kapal yang menggunakan dua turbin gas terhubung
ke poros baling-baling tunggal.
Combined Diesel And Gas turbine plants (CODAG)

 Adalah sebuah sistem propulsi kapal yang membutuhkan kecepatan maksimal yang jauh
lebih cepat daripada kecepatan jelajah mereka, terutama kapal perang seperti frigat
modern atau korvet.
 Prinsip dari sistem CODAG, dengan dua gearbox kecepatan diesel
 Terdiri dari mesin diesel untuk turbin jelajah dan gas yang dapat diaktifkan untuk
kecepatan tinggi transit. Kecepatan jelajah khas CODAG kapal perang pada diesel-listrik
adalah 20 kts dan kecepatan maksimal khas dengan diaktifkan pada turbin adalah 30
kts.
 CODAG telah dipelopori oleh Jerman dengan kapal fregat kelas Köln.
Combined Steam And Gas turbine plants (COSAG)

 Adalah sistem propulsi kapal menggunakan kombinasi dari turbin uap dan
turbin gas untuk daya poros.
 Sebuah gearbox dan cengkeraman bersama-sama untuk mendorong poros.
 Memiliki keuntungan dari efisiensi jelajah dan keandalan uap dan percepatan
cepat dan waktu start-up gas.
Combined Gas turbine And Steam plants (COGAS)

Terdiri dari turbin gas dan uap, yang terakhir didorong oleh uap yang
dihasilkan dengan menggunakan panas dari knalpot dari turbin gas.
Combined Diesel Or Gas turbine plants
(CODOG)

 Adalah sebuah sistem propulsi untuk kapal yang membutuhkan kecepatan


maksimum yang jauh lebih cepat daripada kecepatan jelajah mereka, terutama
kapal perang seperti frigat modern atau korvet.
 Keuntungan CODOG adalah gearing sederhana dibandingkan dengan CODAG
 Kerugiannya perlu turbin gas lebih kuat (atau lebih) untuk keluaran daya
maksimum yang sama serta konsumsi bahan bakar pada kecepatan tinggi lebih
buruk dibandingkan dengan CODAG.
Combined Gas Turbine Or Gas Turbine Plants (COGOG)

 Adalah sistem propulsi kapal menggunakan mesin turbin gas.


 Efisiensi tinggi, turbin output rendah digunakan untuk kecepatan
jelajah dengan turbin output tinggi yang digunakan untuk operasi
kecepatan tinggi.
Combined Noclear And Gas turbine
plants (CONAG)

 Plant nuklir kecil yang digunakan untuk daya


kapal dengan meningkatkan kinerja berlayar dan
turbin gas yang digunakan untuk mencapai
kecepatan puncak yang lebih tinggi.
Bleed Air

 Turbin gas mampu menyediakan hingga 10% aliran


udara dalam bentuk bleed tekanan tinggi dari
keluaran kompresor.
 The bleed air, berkisar 50-300 psig,
 bleed air
untuk start turbin gas lainnya,
udara anti-icing untuk saluran intake selama
operasi pada cuaca dingin,
sebagai sistem selimut udara(sistem
prairie/masker), yang digunakan untuk mengurangi
kebisingan mesin dan baling-baling .
Fig. 12
Effect of Bleed Air Extraction on Gas Turbine Performance
Gambar 12 menunjukkan efek ekstraksi bleed air dari keluaran kompresor pada
turbin gas. Gambar ini menunjukkan bahwa untuk tingkat 10% ekstraksi bleed air,
terjadi kenaikan 14% dalam konsumsi bahan bakar spesifik.
Quick Starting

 Turbin gas yang tidak memiliki massa besar harus dipanaskan


perlahan-lahan, sampai waktu yang dibutuhkan untuk mencapai
kecepatan penuh dan menerima beban dibatasi oleh rate di mana
energi dapat diberikan untuk mempercepat komponen berputar.
 Turbin gas dirancang untuk transien yang cepat, sehingga dapat
mencegah rotor membengkok/bowing atau efek transien lainnya.
 Yang paling penting dalam menstart turbin gas adalah menutup dan
mengontrol secara akurat bahan bakar, dan ketersediaan torsi awal
yang memadai dalam semua kondisi.
 Sedikit kelebihan bahan bakar dapat menghasilkan suhu tinggi dan
kerusakan pada mesin.
 Torsi awal yang rendah dapat menghasilkan aliran udara rendah atau
aliran bahan bakar yang tinggi di beberapa titik dalam siklus, dapat
juga overheat pada mesin.
 Pengaturan Suhu bahan bakar, yang disuply ke mesin berdasarkan
suhu gas buang turbin,
Fuels and Fuel Treatment

 Unsur terburuk dalam korosi bagian-bagian turbin gas adalah sodium,


yang selalu ada dalam lingkungan laut. Unsur lain yang merusak
adalah vanadium, yang sering ada dalam minyak petroleum, terutama
minyak mentah dan residu.

 Karena turbin gas yang sensitif terhadap kualitas bahan bakar,


sebagian besar aplikasi menggunakan bahan bakar ringan distilat.
Bahan bakar yang digunakan adalah JP-4 dan JP-5 bahan bakar
penerbangan dan bahan bakar diesel marine (DFM).
Installation

 Mesin turbin gas biasanya dipasang sebagai self-contained lengkap.


 Enclosure menekan kebisingan dan penahanan dalam kasus
kebakaran atau kegagalan bagian yang berputar.
 Salah satu kerugian dari turbin gas adalah persyaratan aliran udara
relatif tinggi dibandingkan dengan penggerak utama lainnya, yang
mengakibatkan persyaratan volume yang lebih tinggi untuk kedua
intake udara dan penyerapan gas buang, yang sering terjadi dalam
masalah pengaturan.
 Para ducting inlet biasanya dirancang untuk mengakomodasi mesin
karena penghapusan, hal ini digunakan untuk menghapus turbin gas
dari kapal.
 Plants turbin gas memiliki berat yang ringan, dan memfasilitasi
pengaturan dengan kebutuhan ruang sedikit sejak beberapa auxiliary
pendukung utama yang diperlukan.
 Gambar 13 adalah perakitan turbin gas dari jenis yang
biasa terpasang di kapal. Turbin gas ini juga memiliki
sistem pelumas self-conditained sejak turbin gas
menggunakan minyak pelumas sintetis bersuhu tinggi,
yang tidak umum pada sistem mesin kapal lainnya.
Operation Maintenance

 Penggerak turbin gas memiliki persyaratan rendah. Hal ini disebabkan


adaptasi dari turbin gas untuk kebutuhan otomatisasi dan rendah
pemeliharaan. Sebagaimana dibahas dalam Bagian 4, sifat turbin gas
membutuhkan kontrol otomatis built-in untuk melindunginya selama
start, berhenti, dan operasi normal. Kontrol manual tidak bisa
menanggapi dengan cepat untuk memenuhi persyaratan turbin
gas. Perpanjangan dari control turbin gas untuk memasukkan auxiliary
turbin gas mudah dicapai.
 Turbin gas telah mencapai kehandalan yang luar biasa dan rekor
pemeliharaan selama bertahun-tahun pembangunan di penerbangan
komersial dan militer. Tingkat kehandalan yang tinggi juga telah
dibuktikan pada kapal-kapal dari Angkatan Laut Amerika Serikat dan
angkatan laut asing. Desain dari turbin gas cocok untuk penghapusan
dengan mudah biasanya melalui intake ducting kapal. Biasanya generator
gas terputus dari turbin listrik dan masing-masing akan dihapus sebagai
suatu perakitan. Onboard pemeliharaan biasanya terdiri dari
penghapusan dan penggantian aksesori atau komponen kontrol dan
minim tindakan pemeliharaan preventif.
Operation Maintenance

Didalam pelaksanaan strategi pemeliharaan terdapat


beberapa macam cara atau kategori :
1. Breakdown maintenance
2. Regular preventive maintenance / time based
maintenance
3. Condition based maintenance / predictive
maintenance
4. Corrective Maintenance
5. Modification Maintenance
6. Shut Down Maintenance
1. Breakdown Maintenance

Perawatan dengan cara menguraikan (memecah pemeliharaan), dapat


mengurangi pekerjaan-pekerjaan terhadap pemeliharaan pada mesin
pembangkit. Ini karena mesin dioperasikan terus menerus sampai rusak,
kemudian diperbaiki. Kerugiannya adalah waktu pemeliharaan tidak
dapat diprediksi, sehingga staf yang bertanggung jawab atas
pemeliharaan sulit menyiapkan peralatan, tenaga manusia, dan suku
cadang yang dibutuhkan dalam melaksanakan perbaikan. Karena
kerusakan dapat terjadi kapan saja, sulit untuk merencanakan pekerjaan
pemeliharaan, sehingga pekerjaan perawatan membutuhkan waktu lebih
lama, perbaikan lebih berat, keandalan pengoperasian menurun, dan
biaya muncul / lebih mahal.
2. Regular Preventive / Time Based
Maintenance

Pemeliharaan preventif yang teratur dapat mengurangi frekuensi perbaikan, sehingga


keandalan lebih baik, dibandingkan dengan pemeliharaan kerusakan, tetapi periode operasi
antara pemeliharaan yang direncanakan berdasarkan waktu itu sulit untuk ditentukan
secara tepat, karena ada perbedaan antara perencanaan dan variasi dalam kondisi operasi
mesin.Perencanaan yang tidak akurat dapat menyebabkan kerugian, termasuk:
 Overhaul dapat terjadi untuk waktu yang lama dan dengan biaya mahal (perencanaan
waktu lama)
 Overhaul atau interval waktu perbaikan / perawatan, bisa singkat, dan ini menyebabkan
kerugian / pemborosan uang.
 Mungkin mesin yang beroperasi dengan benar, (masih bagus), dimatikan untuk
perbaikan, ini dapat menambah kerusakan / biaya, misalnya, untuk melepas paking,
segel / segel, dll. Yang tentu saja setelah dihapus harus diganti. Hal-hal tersebut
terutama terjadi selama inspeksi tahun pertama.
 Proses produksi mungkin masih tergantung pada pemadaman listrik (pemadaman yang
tidak direncanakan).
 Persiapan pekerja terampil, suku cadang, selalu siap untuk waktu tertentu untuk
menangani "perbaikan yang direncanakan", tetapi mungkin tidak perlu atau tidak perlu.
3. Condition Based / Predictive Maintenance

Pemeliharaan berdasarkan kondisi / pemeliharaan prediktif yang dipantau oleh


pemantauan kondisi, mengatasi kerugian dari dua jenis strategi pemeliharaan
yang disebutkan di atas. Di sini mesin dijalankan hingga titik kegagalan (filure).
Pengawasan kegagalan yang ketat dilakukan terutama pada mesin atau mesin
penting yang dapat membahayakan lingkungan. Keuntungan dari pemeliharaan
prediktif adalah :
 Shutdown untuk perbaikan dapat direncanakan dengan benar (mungkin antara
dua kali overhaul), dengan waktu perbaikan yang lebih singkat.
 Biaya perbaikan menjadi ekonomis (biaya peralatan, daya, suku cadang, dll.)
 Mesin dapat beroperasi dalam kondisi yang cukup baik dalam waktu yang
relatif lama daripada sistem pemeliharaan lainnya.
4. Corective Maintenance, Modification
Maintenance, Shut Down Maintenance

 Corrective Maintenance
Corrective maintenance adalah perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki
perubahan kecil yang terjadi dalam disain, serta menambahkan komponen-
komponen yang sesuai dan juga menambahkan material-material yang cocok.
 Modification Maintenance
Modification maintenance adalah pekerjaan yang berhubungan dengan disain
suatu peralatan atau unit. Modifikasi bertujuan menambah kehandalan peralatan
atau menambah tingkat produksi dan kualitas pekerjaan.
 Shut Down Maintenance
Shut Down adalah kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang
sengaja dihentikan pengoperasiannya. Shutdown maintenance pada turbine gas
terdiri dari Boroscope Inspection, Combustion Inspection, Hot Gas Path Ispection
dan Major Inspection
Thanks