Anda di halaman 1dari 58

PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN BARANG MILIK NEGARA (BMN)


Setelah Pembelajaran Peserta
mampu :

PEMBELAJARAN
TUJUAN
Menjelaskan tentang Pengelolaan
Keuangan dan BMN

Menjelaskan tentang Laporan


Keuangan
DASAR HUKUM
1 UU No: 17/2003 tentang Keuangan Negara

2 UU No: 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara

UU No : 15/2004 ttg Pemeriksaan Pengelolaan dan


3
Tanggung Jawab Keu. Negara

4 PMK No: 190 /PMK.05/2012 tentang Tata Cara


Pembayaran Pelaksanaan APBN
PMK No: 178/PMK.05/2018 tentang perubahan atas PMK
5
No: 190/PMK.05/2012
PMK No: PMK 246/PMK.02/2014 tentang Tata Cara
6
Pelaksanaan Penggunaan BMN
Perpres No. 16 TAHUN 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
7
Pemerintah
PENGELOLAAN KEUANGAN DAN
BARANG MILIK NEGARA (BMN)
PENGERTIAN TTG KEUANGAN NEGARA
(UU Nomor 17 tahun 2003 Tentang Keuangan Negara)

Semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan


KEUANGAN NEGARA uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa
barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan
pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnya
disebut APBN, adalah rencana keuangan tahunan
pemerintahan negara yang disetujui oleh DPR.

PENERIMAAN NEGARA uang yang masuk ke kas negara

hak pemerintah pusat yang diakui sebagai penambah nilai


PENDAPATAN NEGARA kekayaan bersih.

PENGELUARAN NEGARA uang yang keluar dari kas negara


Kewajiban pemerintah pusat yang diakui sebagai pengurang nilai
BELANJA NEGARA
kekayaan bersih.
SUMBER DANA & PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA
SUMBER DANA PENGELOLAAN ANGGARAN PERUNTUKAN

Rupiah Murni (RM).

Pinjaman Luar Negeri


(PLN)
PEMBANGUNAN
Penerimaan Negara  PERENCANAAN ANGGARAN NASIONAL
Bukan Pajak (PNBP)  PELAKSANAAN ANGGARAN • INFRASTRUKTUR
• PENDIDIKAN
 SISTEM PEMBAYARAN
Badan Layanan Umum • KESEHATAN
 PENGELOLAAN BMN (ASET)
(BLU) • PERTANIAN
 LAPORAN KEUANGAN • DLL

Hibah Luar Negeri (HLN)

Hibah Langsung Luar


Negeri (HLL). KESEJAHTERAAN RAKYAT
& PERTAHANAN NEGARA
SUMBER DANA KEUANGAN
NEGARA
Rupiah Murni (RM)
• Sumber dana Rupiah Murni digunakan untuk membiayai
pengeluaran pemerintah yang bersumber dari dana rupiah
murni APBN.
Pinjaman Luar Negeri (PLN)
• Sumber dana Pinjaman Luar Negeri, digunakan untuk
membiayai pengeluaran pemerintah yang bersumber dari
Pinjaman Luar Negeri.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
• Sumber dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
digunakan untuk membiayai pengeluaran yang dibiayai
dengan PNBP. Pencairan dana PNBP harus mengacu
kepada batas maksimal pencairan dana yang
diperkenankan dalam penggunaan PNBP bersangkutan.
Lanjutan Sumber Dana Keuangan
Negara
Badan Layanan Umum (BLU)
• Sumber dana Badan Layanan Umum digunakan untuk pengeluaran
pemerintah yang bersumber dari pendapatan BLU yang tidak disetorkan
ke Kas Negara melainkan langsung digunakan oleh Satker BLU.

Hibah Luar Negeri (HLN)


• Sumber dana Hibah Luar Negeri digunakan untuk pengeluaran pemerintah
yang bersumber dari Hibah Luar Negeri yang disetorkan ke Rekening Kas
Umum Negara (RKUN). Merupakan Hibah terencana dan tidak langsung
diterima oleh Satker Kementerian Negara/ Lembaga)
Hibah Langsung Luar Negeri (HLL)
• Sumber dana Hibah Langsung Uang Luar Negeri digunakan untuk
pengeluaran pemerintah yang bersumber dari Hibah berbentuk Uang dari
Luar Negeri yang diterima langsung oleh Satker Kementerian Negara/
Lembaga.
STRUKTUR PENGELOLA
KEUANGAN
PENGELOLA KEUANGAN NEGARA
Pengguna
Pejabat pemegang kewenangan
penggunaan anggaran Kemen- Anggaran (PA)
terian Negara/Lembaga MENKES Pejabat yang melaksanakan kewenangan PA/KPA
untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang
Pejabat yang memperoleh kuasa dari PA untuk dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN
melaksanakan sebagian kewenangan dan tanggung Kuasa Pengguna
jawab penggunaan anggaran pada Kementerian Anggaran (KPA)
Negara/Lembaga ybs Pejabat Pembuat
Komitmen (PPK)

orang yang ditunjuk untuk


Personil yang ditunjuk untuk melaksanakan Pengadaan Langsung, Pejabat Pengadaan membantu Bendahara
Penunjukan Langsung, dan E-Purchasing Pengeluaran untuk
melaksanakan pembayaran
kepada yan g berhak guna
Pejabat yang diberi kewenangan oleh PA/KPA untuk melakukan pengujian Pejabat Penanda Tangan Surat kelancaran pelaksanaan
ataspermintaan pembayaran dan menerbitkan perintah pembayaran Perintah Membayar (PPSPM) kegiatan tertentu

orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, membayarkan,


menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan Bendahara
Belanja Negara dalam pelaksanaan APBN pada kantor/Satker Kementerian Bendahara Pengeluaran Pengeluaran
Negara/Lembaga.
Pembantu (BPP)
Petugas Pengelolaan
Pembantu KPA yang diberi tugas dan tanggung jawab untuk mengelola
pelaksanaan belanja pegawai
Administrasi Belanja Pegawai
(PPABP)
MEKANISME PENCAIRAN
DAN
PENGGUNAAN ANGGARAN
PERENCANAAN ANGGARAN

PROSES
KEBUTUHAN
MENYUSUN RENCANA
KOORDINATOR/
FASILITATOR PEMATANGAN
DPR
KEBUTUHAN PERENCANAAN RENCANA
ANGGARAN

SATKER BIRO • PAGU INDIKATIF KEMENTERIAN


SATKER
SATKER USULAN PERENCANAAN & • PAGU SEMENTARA KEUANGAN
SATKER ANGGARAN • PAGU DEFINITIF (DITJEN PERBENDAHARAAN)

TRI
TRI LATERAL
LATERAL
MEETING
MEETING
TTD DIPA (Bappenas, PENELITIAN REVIEU
OLEH Kemkenkeu
Kemkenkeu && ROREN ITJEN
Kemenkes)
Kemenkes)
ESELON 1

PELAKSANAAN PERSETUJUAN
ANGGARAN DIPA
PELAKSANAAN ANGGARAN

3a Pejabat
< Rp 200 Jt
DIPA 2a Pengadaan
PBJ
Permohonan
4a UKPBJ > Rp 200 Jt
1a Persetujuan
OK
4b 3b
RKAKL PPK
Penetapan Penyedia
4c
USER
Penunjukan Penyedia
Ttd SPK / Kontrak
1b 3c
Permohonan
Persetujuan SPK KONTRAK
RENCANA
PELAKSANAAN NON PBJ 2b 3b
SATKER KEGIATAN (Keg. Oprs Ktr / • PELAKSANAAN
(RPK) Honor, dll) • PENYELESAIAN
PEMBAYARAN • PEMERIKSAAN
HASIL PEKERJAAN

• RKAKL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga) merupakan dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi
program dan kegiatan suatu Kementerian Negara/Lembaga dan sebagai penjabaran dari Rencana Kerja Pemerintah dan Rencana Kerja
Kementerian Negara/Lembaga yang bersangkutan dalam satu tahun anggaran
• PBJ : Pengadaan Barang/Jasa
• UKPBJ : Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa
• SPK : Surat Perintah Kerja
Contoh DIPA
Contoh RKAKL
SISTEM PEMBAYARAN PADA PENGELOLAAN
KEUANGAN NEGARA

JENIS PEMBAYARAN

LS (Langsung) UP TUP
LS Pihak Ketiga
Bendahara (Uang Persediaan) (Tambahan Uang Persediaan)

Pembayaran yang dilakukan Pembayaran yang Adalah uang muka kerja yang Adalah uang muka yang
langsung pada Bendahara diberikan dalam jumlah
dilakukan langsung pada tertentu kepada Bendahara
diberikan kepada
Pengeluaran/Penerima dan BPP
Penyedia Barang/Jasa Pengeluaran untuk membiayai Bendahara Pengeluaran
(Bendahara Pengeluaran
Pembantu) atas dasar : atas dasar : kegiatan operasional sehari- untuk kebutuhan yang
• Surat Perjanjian Kerja hari Satker atau membiayai sangat mendesak dalam
• Surat Perjanjian Kerja (SPK),
pengeluaran yang menurut sifat
• SK (Surat Keputusan), (SPK), dan tujuannya tidak dapat
1 bulan melebihi pagu
• Surat Tugas, • Kuintansi dibayarkan dengan Pembayaran UP yang telah
• Kuintansi Melalui SPM Langsung (LS) ditetapkan
SISTEM PEMBAYARAN

PPK PP-SPM

UJI &
PERIKSA
Contoh SP2D
Contoh SPM
4

DEFINISI PENGADAAN
n un tu k m em p er ol eh barang/jasa
Kegiata
en te ri an /L em b ag a/ Satuan Kerja
oleh Kem
ka t D ae ra h /In st itu si lainnya (K/L/D/I)
Perang
se sn ya di m ul ai d ar i perencanaan
yang pro n ny a seluruh
m p ai d is el es ai ka
kebutuhan sa
barang/jasa
kegiatan memperoleh
21
DEFINISI BARANG/JASA

Setiap benda baik berwujud maupun tidak


berwujud, bergerak maupun tidak bergerak,
BARANG
yang dapat diperdagangkan, dipergunakan
atau dimanfaatkan oleh pengguna barang

Seluruh pekerjaan yang berhubungan


PEKERJAAN
KONSTRUKSI dengan pelaksanaan konstruksi bangunan
atau pembuatan wujud fisik lainnya
22
DEFINISI BARANG/JASA

Jasa yang membutuhkan kemampuan


tertentu yang mengutamakan keterampilan
(skillware) dalam suatu sistem tata kelola
JASA LAINNYA untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
dan/atau penyediaan jasa selain jasa
konsultansi, pekerjaan konstruksi dan
pengadaan barang.

Jasa layanan profesional yang


JASA membutuhkan keahlian tertentu diberbagai
KONSULTANSI bidang keilmuan yang mengutamakan
adanya olah pikir (brainware)
PENGELOLA PENGADAAN
1. Pengguna Anggaran (PA) adalah Pejabat pemegang kewenangan
penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Perangkat
Daerah atau Pejabat yang disamakan pada Institusi Pengguna APBN/APBD.
2. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah pejabat yang ditetapkan oleh PA
untuk menggunakan APBN atau ditetapkan oleh Kepala Daerah untuk
menggunakan APBD.
3. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang bertanggung jawab
atas pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa.
4. Unit Kerja Pengadaan Barang / Jasa (UKPBJ) adalah unit kerja di
Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah yang menjadi pusat keunggulan
Pengadaan Barang/Jasa
PENGELOLA PENGADAAN
5. Kelompok Kerja Pemilihan (Pokja Pemilihan) adalah sumber daya manusia yang ditetapkan
oleh pimpinan UKPBJ untuk mengelola pemilihan Penyedia.
6. Pejabat Pengadaan adalah pejabat administrasi/pejabat fungsional/personel yang bertugas
melaksanakan Pengadaan Langsung, Penunjukan Langsung, dan/atau E-purchasing.
7. Pejabat Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PjPHP) adalah pejabat administrasi/pejabat
fungsional/personel yang bertugas memeriksa administrasi hasil pekerjaan Pengadaan
Barang/Jasa.
8. Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) adalah tim yang bertugas memeriksa administrasi
hasil pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa.
9. Agen Pengadaan adalah UKPBJ atau Pelaku Usaha yang melaksanakan sebagian atau seluruh
pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa yang diberi kepercayaan oleh
Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah sebagai pihak pemberi pekerjaan.
Garis Besar Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah

Dikerjakan Sendiri
Swakelola Instansi
Pemerintah
Kebutuhan Barang/Jasa Kel. Masyarakat
Pelelangan
Konvensional
Pelelangan

E_Procurement
e_Tendering

(SPSE)
E_Purchasing
Penyedia

Non Lelang Penunjukan


Langsung
Pengadaan
Langsung
Contoh e_tendering
Contoh e_purchasing
Pemilihan Penyedia tanpa Pelelangan
(Tanpa Tender)
Perbedaan e_Puchasing, Pengadaan Langsung dan Penunjukan Langsung
Uraian e_Purchasing Pengadaan Langsung Penunjukan Langsung

Batasan Nilai Tidak Terbatas Sd. Rp 200 Juta (B/PK/Jl) Tidak Terbatas
Pengadaan Sd. Rp 50 juta (JK)

Syarat Barang/jasa yang tidak ada, Memenuhi ketentuan


penggunaan dibeli tercantum penunjukan langsung (Pasal
dalam e_Katalog 38 atau Pasal 44)
Proses Melalui SPSE Konvensional (langsung Konvensional (langsung
Pemilihan kepada Penyedia) kepada Penyedia)
CONTOH KONTRAK
PENGELOLAAN BMN
Pengertian
Barang Milik Negara (BMN)
UU No. 1 Tahun 2004 ttg Perbendaharaan Negara (Pasal 1
No.10)

semua barang yang dibeli atau


diperoleh atas beban APBN atau
berasal dari perolehan
lainnya yang sah
Perolehan lainnya yg sah meliputi barang :
1. hibah/sumbangan atau yg sejenis.
2. pelaksanaan perjanjian/ kontrak;
3. berdasarkan putusan pengadilan yg telah memperoleh
kekuatan hukum tetap.
4. berdasarkan ketentuan undang-undang;
SIKLUS PENGELOLAAN BMN

1
Rengar
9 2
Wasdal Pengadaan

8 Siklus 3
Penghapusan Penatausahaan
Pengelolaan
7
Pemindahtanganan
BMN 4
Penggunaan

6 5
Penilaian Pemanfaatan
PENJELASAN
SIKLUS PENGELOLAAN BMN
1. Rencana Kebutuhan dan Anggaran
Proses : Identifikasi kebutuhan barang yang akan menjadi aset negara dan
dimasukan dalam usulan perencanaan dan anggaran untuk diadakan pada
tahun berikutnya
2. Pengadaan Barang/jasa
Proses : Merealisasikan rencana anggaran melalui proses pengadaan barang/aset
3. Penatausahaan
Proses : Pengadministrasian BMN melalui pembukuan atau pencatatan atas aset
yang diporoleh, kemudian diinventarisasi melalui pengecekan antara
catatan dan fisik barang, dan laporan.
4. Penggunaan
Proses: Penggunaan BMN ditetapkan oleh Pengelola Barang yaitu Menteri
Keuangan berdasarkan laporan BMN dari Pengguna Barang yang dilengkapi
usulan penggunaanya.
PENJELASAN
SIKLUS PENGELOLAAN BMN
LANJUTAN
5. Pemanfaatan
Proses: Bentuk pemanfaatan BMN adalah sebagai berikut :
a. Sewa BMN adalah penggunaan oleh pihak ke III dalam jangka waktu tertentu dengan
memberikan imbalan.
b. Pinjam Pakai adalah pemakaian/penggunaan BMN oleh instansi lain untuk kepentingan
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi instansi yang meminjam. Dalam hal pinjam pakai tidak
ada imbalan dari peminjam tetapi biaya pemeliharaan ditanggung oleh Instansi peminjam.
c. Kerjasama pemanfaatan adalah penggunaan BMN oleh pihak ke III untuk kepentingan
menghasilkan pendapatan. Pihak ke III memberikan imbalan dalam bentuk kompensasi
tetap dan bagian hasil dari omset usaha.
d. Bangun Serah Guna (BSG) adalah pengembangan BMN dengan menyerahkan kepada pihak
ke III selama kurun waktu tertentu untuk diusahakan kemudian diserahkan kepada
Pemerintah Pusat/Daerah. Pihak ke III memberikan imbalan kepada pemerintah dalam
bentuk kompenasi tetap dan bagian hasil dari omset usaha
PENJELASAN
SIKLUS PENGELOLAAN BMN
LANJUTAN

6. Penilaian
Proses: Penilaian BMN proses penaksiran nilai BMN oleh penilai internal dan/atau
eksternal yang ditunjuk dalam rangka penyusunan neraca pemerintah
pusat/daerah, pemanfaatan, dan pemindahtangan BMN
7. Pemindahtanganan
Proses: Pemindahtanganan adalah tidak lanjut dari penghapusan BMN yaitu proses
pemindahan kepemilikan kepada pihak lain yang meliputi:
a. Penjualan yaitu penjualan BMN kepada pihak ke III melalui proses
lelang yang dilakukan pada BMN yang telah dihapus untuk
menghasilkan pendapatan Negara/daerah.
b. Tukar menukar atau ruislaag yaitu proses penukaran BMN dengan
barang/aset sejenis yang nilainya sebanding dengan tujuan
mendapatkan BMN sebanding dari sisi nilai wajarnya dan barang yang
sejenis dengan pertimbangan untuk kebutuhan operasional
pemerintahan, optimalisasi, dan tidak tersedia dana dalam APBN.
PENJELASAN
SIKLUS PENGELOLAAN BMN
LANJUTAN

c. Hibah BMN dilakukan dengan pertimbangan untuk kepentingan


sosial, keagamaan,, kemanusiaan, dan penyelenggaraan
pemerintah pusat/daerah.

d. Penyertaan Modal Pemerintah Pusat/Daerah yaitu


pemindahan BMN kepada penyertaan BUMN/BUMD dalam
rangka pendirian, pengembangan, dan peningatan kinerja
BUMN/D dan badan hukum lainnya oleh pemerintah.
PENJELASAN
SIKLUS PENGELOLAAN BMN
LANJUTAN 2

8. Penghapusan
Proses: Penghapusan BMN dilakukan dalam hal telah beralih penggunaanya
dilakukan dengan penerbitan surat keputusan pengguna barang
setelah mendapat persetujuan dari pengelola barang.
9. Wasdal
Proses: Pengelola Barang berwenang untuk melakukan pemantauan dan
investigasi atas pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, dan
pemindahtangnan BMN dalam rangka penertiban penggunaan,
pemanfaatan, dan pemindahtangnan BMN sesuai ketentuan yang
berlaku. Pengelola BMN dapat meminta Aparat Pemeriksa
Fungsional untuk melakukan audit atas pelaksanaan penggunaan,
pemanfaatan, dan pemindahtanganan BMN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN

Laporan Keuangan adalah bentuk pertanggungjawaban


pemerintah atas pelaksanaan APBN (Semesteran & Tahunan)
berupa :
• Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
• Neraca,
• Laporan Arus Kas,
• Laporan Operasional,
• Laporan Perubahan Ekuitas,
• Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Dan
• Catatan Atas Laporan Keuangan.
Contoh LRA
GAMBARAN PROSES AKUNTANSI
PADA ENTITAS AKUNTANSI

Standar Akuntansi
Input Process Output
Proses Akuntansi - LRA - Relevan
Dokumen - LO
- Analisis Transaksi - Andal
Sumber - LPE
- Jurnal / Entries - Neraca - Dpt dibandingkan
Transaksi - Dpt dipahami
- Posting - CaLK

Output:
- Laporan Realisasi Anggaran
1. Data Transaksi, SPM/SP2D - Laporan Operasional
2. Data BMN
- Laporan Perubahan Ekuitas
3. Pengembalian Belanja, Surat
Setoran Bukan Pajak (SSBP) - Neraca 42
- Catatatan Atas Laporan Keuangan
LAPORAN KEUANGAN

Dalam rangka penyusunan Laporan Keuangan tersebut,


Kementerian Negara/Lembaga membentuk Unit
Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan.

Unit Akuntansi dan Pelaporan tersebut terdiri dari:


1. UAKPA (Unit Akuntansi KPA/ Satker)
2. UAPPA-W (Unit Akuntansi Pembantu PA /Wilayah)
3. UAPPA-E1 (Unit Akuntansi Pembantu PA /Eselon l)
4. UAPA (Unit Akuntansi PA /Kementerian)
MEKANISME PELAPORAN KEUANGAN DAN BMN

KET : DJKN : Ditjen Kekayaan Negara


KPKNL : Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
DJPBN : Ditjen Perbendaharaan Negara
KPPN : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
JENIS DAN PERIODE PELAPORAN

Jenis Pelaporan
1. Hasil Cetakan yang ada di menu aplikasi komputer
1. Hasil Cetakan yang ada di menu aplikasi komputer
2. Laporan Keuangan Lengkap
2. disertai
(Selalu Laporan Keuangan
dengan Lengkap
Arsip Data Komputer/ADK)
(Selalu disertai dengan Arsip Data Komputer/ADK)

Periode Pelaporan
1. Bulanan
2.1. Bulanan
Triwulanan
3.2. Triwulanan
Semesteran
4.3. Semesteran
Tahunan
4. Tahunan

Laporan Keuangan Semesteran (interim) dan Tahunan disusun lengkap dengan LRA, LO, LPE,
Neraca, CaLK dan Laporan Pendukungnya
PENGAWASAN KEUANGAN
KEGIATAN PENGAWASAN
LAPORAN KEUANGAN

1. Audit, adalah proses identifikasi masalah, analisis, dan evaluasi bukti yang
dilakukan secara independen, obyektif dan profesional berdasarkan standar
audit, untuk menilai kebenaran, kecermatan, kredibilitas, efektivitas,
efisiensi, dan keandalan informasi pelaksanaan tugas dan fungsi Instansi
Pemerintah
2. Reviu, adalah penelaahan ulang bukti-bukti suatu kegiatan untuk
memastikan bahwa kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan, standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan.
Berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan pemerintah, APIP
berfungsi untuk melakukan reviu laporan keuangan pemerintah baik Laporan
Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP), Laporan Keuangan Kementerian
Negara/Lembaga (LKKL) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
(LKPD) sebelum diserahkan kepada BPK untuk diperiksa.
KEGIATAN PENGAWASAN
LAPORAN KEUANGAN
1. Evaluasi, adalah rangkaian kegiatan membandingkan hasil atau prestasi
suatu kegiatan dengan standar, rencana, atau norma yang telah ditetapkan,
dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau
kegagalan suatu kegiatan dalam mencapai tujuan.
2. Pemantauan, adalah proses penilaian kemajuan suatu program atau
kegiatan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Kegiatan pengawasan lainnya, antara lain berupa sosialisasi mengenai
pengawasan, pendidikan dan pelatihan pengawasan, pembimbingan dan
konsultansi, pengelolaan hasil pengawasan, dan pemaparan hasil
pengawasan.
PENGAWASAN TERHADAP
PENGELOLAAN KEUANGAN

AUDIT KINERJA
Oleh BPKP aspek kehematan,
efisiensi, dan efektivitas. Oleh BPKP PENGELOLAAN ASET

PENGGUNAAN DANA

PENYALURAN

PENERIMAAN AUDIT DENGAN TUJUAN TERTENTU


(DILUAR AUDIT KINERJA)
PELAKSANAAN
Oleh BPKP antara lain audit investigatif,
PENYUSUNAN
audit atas penyelenggaraan SPIP, dan audit
atas hal-hal lain di bidang keuangan
Aparat Pengawasan Intern Pemerintah
(APIP) terdiri atas:

1. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).


Melakukan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan negara atas kegiatan tertentu
yang meliputi:
(a) Kegiatan yang bersifat lintas sektoral atau merupakan kegiatan yang dalam pelaksanaannya
melibatkan dua atau lebih kementerian negara/ lembaga atau pemerintah daerah yang
pengawasannya tidak dapat dilakukan oleh APIP lainnya karena keterbatasan kewenangannya.
(b) Kegiatan kebendaharaan umum negara berdasarkan penetapan oleh Menteri Keuangan
selaku Bendahara Umum Negara; dan
(c) Kegiatan lain berdasarkan penugasan dari Presiden.
2. Inspektorat Jenderal
Melakukan pengawasan terhadap seluruh kegiatan dalam rangka penyelenggaraan tugas dan
fungsi kementerian negara/ lembaga yang didanai dengan APBN.
HASIL PEMERIKSAAN
KEUANGAN
PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN

Lembaga yang berwenang untuk melakukan pemeriksaan atas laporan


pertanggungjawaban tersebut adalah Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK).

Dalam pelaksanaan tugas pemeriksaan, BPK memiliki kebebasan dan


kemandirian dalam ketiga tahap pemeriksaan, yakni perencanaan,
pelaksanaan, dan pelaporan hasil pemeriksaan. Kebebasan dalam
tahap perencanaan mencakup kebebasan dalam menentukan obyek
yang akan diperiksa
OPINI LAPORAN KEUANGAN

Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merupakan


pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran
informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan
yang didasarkan pada empat kriteria yakni:
1. kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan;
2. kecukupan pengungkapan (adequate disclosures);
3. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan;
4. dan efektivitas sistem pengendalian intern
JENIS OPINI BPK
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Wajar Dengan Pengecualian (WDP)

Tidak Wajar (TW)

Tidak Menyatakan Pendapat


(TMP)/Disclamer
OPINI BPK
1. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
WTP akan diterbitkan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi
yang bebas dari salah saji material dan dianggap telah menyelenggarakan
prinsip akuntansi yang berlaku umum dengan baik.
2. WTP Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP).
Opini WTP-DPP dikeluarkan karena ada beberapa keadaan yang menyebabkan
ditambahkannya paragraf penjelasan (ketidakkonsistenan penerapan prinsip
akuntansi / keraguan tentang kelangsungan hidup lembaga pengelola
keuangan).
3. Wajar Dengan Pengecualian (WDP)
Opini yang diterbitkan jika sebagian besar informasi dalam laporan keuangan
bebas dari salah saji material, kecuali untuk rekening atau item tertentu yang
menjadi pengecualian. Adanya ketidakwajaran dalam item tertentu, namun
tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
OPINI BPK
3. Tidak Wajar (Adversed Opinion)
Opini yang diterbitkan jika laporan keuangan mengandung
salah saji material, atau dengan kata lain laporan keuangan
tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
4. Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer of Opinion)
Opini disclaimer merupakan asumsi auditor menolak
memberikan pendapat / tidak ada opini yang diberikan karena
ruang lingkup audit yang dibatasi oleh instansi yang diaudit
(auditor tidak bisa memperoleh bukti-bukti yang dibutuhkan
untuk bisa menyimpulkan dan menyatakan laporan sudah
disajikan dengan wajar.
WTP
WTP
2017
WTP 2016
WTP 2015
2014
WTP
2013
KEMENTERIAN KESEHATAN RI TELAH MENDAPATKAN PREDIKAT
WTP SEJAK 2013 – 2017, BAGAIMANA DENGAN 2018???
T er im a
ka s i h
S E M O G A B E R M A N FA AT