Anda di halaman 1dari 14

DIAGNOSIS

PENYAKIT
AKIBAT
KERJA
Dr. Fitria Saftarina, M.Sc
Subdep. Kedokteran Okupasi
Dep. IKK – FK Unila
TUJUAN DIAGNOSIS
PENYAKIT AKIBAT KERJA

 Hak pekerja
 Dasar Therapy
 Membatasi kecacatan
 Melindungi pekerja lain

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 2


Dasar Membuat Diagnosis
Penyakit Akibat Hubungan Kerja
 Membedakan:
 Pajanan ditempat kerja menyebabkan
penyakit
 Pajanan ditempat kerja merupakan salah
satu penyebab bermakna bersama dengan
faktor risiko lain
 Pajanan ditempat kerja memperberat
penyakit yang sudah diderita sebelumnya

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 3


Diagnosis & Identifikasi:
 Pendekatan Epidemiologis (Komunitas):
 Untuk identifikasi hubungan kausal antara
pajanan dan penyakit:
 Kekuatan asosiasi
 Konsistensi

 Spesifisitas

 Hubungan waktu

 Hubungan dosis

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 4


 Pendekatan Klinis (Individu):
 7 langkah mendiagnosis penyakit akibat kerja:
 Diagnosis klinis
 Pajanan yang dialami
 Hubungan pajanan dengan penyakit
 Pajanan yang dialami cukup besar
 Peranan faktor individu
 Faktor lain diluar pekerjaan
 Diagnosis PAK atau bukan PAK

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 5


1. Diagnosis Klinis
 Sebelum menegakkan diagnosis
penyakit akibat kerja, harus ditegakkan
diagnosis klinis terlebih dahulu:
 Asma bronkhiale
 Pneumokoniosis
 Bronkhitis

 Bisa melibatkan spesialisasi klinis lain


yang terkait

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 6


2. Pajanan yang dialami
 Lakukan anamnesis pekerjaan yang
lengkap:
 Deskripsi semua pekerjaan secara
kronologis
 Apa yang diproduksi

 Bahan apa saja yang digunakan

 Cara kerja

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 7


3. Hubungan pajanan dg penyakit
 Identifikasi
pajanan mana yang ada
hubungan dengan penyakit
 Evidence based
 Hubungan gejala dengan waktu kerja
 Menurut pekerja apakah keluhan ada
hubungan dengan pekerjaan

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 8


4. Pajanan dialami cukup besar
 Cara kerja
 Alat Pelindung Diri yang digunakan
 Masa kerja pekerjaan dengan pajanan
 Lama kerja per hari atau per minggu
 Jumlah pajanan (kuantitatif & kualitatif):
 Data lingkungan
 Data monitoring biologis
 Hasil surveilans

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 9


5. Peranan faktor individu
 Riwayat keluarga
 Riwayat atopi
 Pengaruh terhadap pekerja lain

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 10


6. Faktor lain diluar pekerjaan
 Kebiasaan: merokok, minum alkohol dll
 Hobby
 Pekerjaan sambilan

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 11


7. Tentukan Diagnosis PAK atau
non-PAK
 Melakukan analisis berdasarkan
informasi yang ada
 Hasil:
 Diagnosis Penyakit akibat kerja:
 Asma Bronkhiae akibat TDI
 Pneunokoniosis akibat asbes & silika

 D/ PAK belum dapat ditegakkan masih


diperlukan informasi tambahan
 Bukan PAK

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 12


Evaluasi kembali bekerja:

 Melakukan evaluasi keadaan kesehatan


pekerja sesudah mengalami
sakit/kecelakaan untuk menentukan
apakah bisa bekerja kembali bekerja
dengan beban kerja yang sama, atau
masih memerlukan proses rehabilitasi
dll.

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 13


 Kembali bekerja:
Bisa dengan 3 kondisi:
 Kembali bekerja tanpa gangguan
kesehatan atau keluhan
 Kembali bekerja dengan
keluhan/gangguan kesehatan
 Secara medis tidak bisa kembali ke
pekerjaan semula

11/6/2019 Peny. Akibat Kerja/A.S. 14