Anda di halaman 1dari 5

WILAYAH ADAT BOMBERAI

NAMA KELOMPOK : 4
HELGA O RUMERE
LALA KORISANO
MARIA DAUNDI
PUTRI
PILIPUS KAAF
Pembagian 7 wilayah adat
Budaya Wilayah Adat Bomberai
 Wilayah adat bomberai terbagi menjadi 4 wiayah
yaitu:
1. Fakfak
2. Mimika
3. Kokonau
4. kaimana
Topografi wilayah : pegunugan dan aliran sungai
 Secara fisiografi kabupaten ini meliputi lempeng Pegunungan Papua
dan daerah berawa. Pegunungan tengah terdiri dari enam rangkaian;
Pegunungan Charles Louis di sebelah utara, Pegunungan Yamapoa dan
Pegunungan haneken di sebelah timur, Pegunungan Maire di sebelah
barat, aliran Sungai Komoro di bagian selatan dengan daratan yang
luas.
 Sumber daya alam sangat bervariasi meliputi; flora dan fauna,
pertambangan, dan wisata. Pertambangan di Gunung Grasberg dan
Erstberg yang kaya akan kandungan tembaga dan emas. Wisata alam
diantaranya Taman Nasional Lorentz, Danau Paradise, Kota Kuala
Kencana. Perhubungan antar daerah hanya melalui laut dan sungai di
Pelabuhan Pomako digunakan untuk kepentingan masyarakat dan
Pelabuhan Amamapare khusus PTFI
Penyakit menular
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua menyebutkan angka kasus filariasis (kaki gajah) di
wilayah itu masih tinggi. Bahkan berada diatas dua persen, sehingga seluruh penduduk setempat dalam
lima tahun ke depan diwajibkan meminum obat untuk mencegah penyakit tersebut.

Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra, menjelaskan Mimika termasuk salah satu daerah endemis kasus
filariasis berdasarkan hasil penelitian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada tahun 2004 silam.
Temuan kasus filariasis terbanyak di Mimika yaitu di Kampung Iwaka SP7 (Mulia Kencana). "Angka
kasus filariasis di Mimika masih diatas dua persen," katanya di Timika, Sabtu (13/10/2018).
Ia menambahkan, selama lima tahun berturut-turut setiap orang di Mimika setahun sekali meminum obat
untuk mencegah penyakit tersebut. Apalagi vektornya ada di sini, sehingga minum obat massal merupakan
solusi untuk mengeliminasi kasus filariasis di wilayah itu.
Penyebab terjadinya penyakit filariasis disebabkan oleh cacing mikro yang ditularkan ke orang lain melalui
gigitan nyamuk.