Anda di halaman 1dari 25

Oleh kelompok 13

Retno Dwi H
Rizal pahlefi
Sahida Norsanti
Syamsul Anwar
 Alzheimer merupakan penyakit degeneratif
yang ditandai dengan penurunan daya ingat,
intelektual, dan kepribadian. Tidak dapat
disembuhkan, pengobatan ditujukan untuk
menghentikan progresivitas penyakit dan
meningkatkan kemandirian penderita.
 (Dr. Sofi Kumala Dewi, dkk, 2008)
 Penyebab
Tak satupun faktor yang muncul menjadi
penyebab Alzheimer. Ilmuwan percaya
bahwa penyakit ini merupakan kombinasi
antara genetik, gaya hidup dan faktor
lingkungan. Alzheimer merusak dan
membunuh sel otak.

 Faktor risiko
Usia
Keturunan
Jenis kelamin
Penurunan kognitif ringan
Gaya hidup
Tingkat pendidikan
Fase ringan:
 Gangguan Kognitif dan memori
 Gangguan berkomunikasi mulai timbul
 Perubahan kepribadian mulai timbul
 Perilaku yang aneh mulai timbul
Fase sedang :
 Gangguan Kognitif dan memori yang signifikan
 Gangguan berkomunikasi
 Perubahan kepribadian mulai signifikan
 Perilaku aneh yang timbul
 Peningkatan dependensi
 Penurunan kontrol sadar
Fase berat :
 Kognitif dan memori yang makin memburuk
 Kemampuan komunikasi benar-benar menghilang
 . Kontrol sadar terhadap tubuh hilang
 Dependensi komplit terhadap orang lain
 Penurunan derajat kesehatan yang bermakna
 Tubuh melemah
 Perubahan kepribadian
 Perilaku yang aneh
 Komplikasi
 Infeksi
 Malnutrisi
 Kematian
1 Neuropatologi
2. Pemeriksaan neuropsikologik
3. CT Scan dan MRI
4. EEG
5. PET (Positron Emission Tomography)
6. SPECT (Single Photon Emission
Computed Tomography)
7. Laboratorium darah
 Pharmaceutical
 Psychosocial intervention
 Caregiving
1. PENGKAJIAN
a. Aktifitas istirahat
b. Sirkulasi
c. Integritas ego
d. Eliminasi
e. Makanan/cairan
f. Hiygene
g. Neurosensori
h. Kenyamanan
i. Interaksi social
2. Pemeriksaan Fisik
 Keadaan umum:
 B1 (Breathing)
 B2 (Blood)
 B3 (Brain)
 Pengkajian fungsi serebral:
 Pengkajian sistem Motorik
 Pengkajian Refleks
 Diagnosa keperawatan
1. Resiako terhadap trauma berhubungan dengan:
a. Ketidakmampuan mengenali/mengidentifikasi bahaya dalam lingkungan
b. Disorientasi, bingung, gangguan dalam pengambilan keputusan
c. Kelemahan, otot-otot yang tidak terkordinasi, adanya aktifitas kejang
2. Perubahan proses piker berhubungan dengan:
a. Degenerasi neuron irreversible
b. Kehilangan Memori
c. Konflik psikologis
d. Deprivasi tidur
3. Perubahan persepsi sensori berhubungan dengan :
a. Perubahan persepsi, transmisi dan atau integrasi sensori
b. Keterbatasan berhubungan dengan lingkungan sosialnya
4. Perubahan pola tidur berhubungan dengan :
a. Perubahan pada sensori
b. Tekanan psikologik
c. Perubahan pada pola aktivitas
 5. Resiko terhadap perubahan pola nutrisi kurang/lebih dari kebutuhan
berhubungan dengan :
a. Perubahan sensori
b. Kerusakan penilaian dan koordinasi
c. Agitasi
d. Mudah lupa, kemunduran hobi dan penyambunyian
6. perubahan pola eliminasi konstipasi/inkontinensia berhubungan dengan :
a. kehilangan fungsi neurologis/tonus otot
b. ketidakmampuan untuk menentukan letak kamar mandi/mengenali kebutuhan
c. Perubahan diet atau pemasukan makanan
7. Resiko tinggi terhadap disfungsi seksual berhubung dengan :
a. Kacau mental, pelupa dan disorientasi pada tempat atau orang
b. Perubahan fungsi tubuh, penurunan dalam kebiasaan/control perilaku
c. kurang keinginan /penolakan seksual oleh orang terdekat
d. Kurang privasi
8. Koping keluarga tidak efektif berhubungen dengan :
a. Tingkah laku pasien yang tidak menentu/terganggu
b. Keluarga berduka karena ketidak berdayaan menjaga orang yangdicintanya
c. Hubungan keluarga sangat ambivalen
 - Kaji derajat gangguan kemampuan kompetensi munculnya
tingkah laku yang impulsive dan penurunan persepsi visual.
Bantu orang terdekat untuk mengidentifikasi resiko terjadinya
bahaya yang mungkin timbul.
- Hilangkan/minimalkan sumber bahaya dalam lingkungan
- Alihkan perhatian klien ketika prilaku teragitasi atau bahaya
seperti keluar dari tempat tidur dengan memanjat pagar tempat
tidur tersebut Penurunan persepsi visual meningkatkan resiko
terjatuh.Mengidentifikasi resiko potensial di lingkungan dan
mempertinggi kesadaran sehingga pemberi asuhan lebih sadar
akan bahaya.
- Seorang dengan gangguan kognitif dan gangguan persepsi
merupakan awal untuk mengalami trauma sebagai akibat
ketidakmampuan untuk bertanggung jawab terhadap kemampuan
keamanan yang dasar atau mengevaluasi keadaan tertentu.
- Mempertahankan keamanan dengan menghindari konfrontasi
yang dapat meningkatkan prilaku/meningkatkan resiko terjadinya
trauma
 - Kaji tingkat gangguan kognitif seperti perubahan orientasiterhadap
orang, tempat dan waktu, rentang, perhatian, kemampuan berpikir.
Bicarakan dengan orang terdekat mengenai perubahan tingkah laku yang
biasa /lamanya masalah yang telah ada
- Pertahankan lingkungan yang tenang menyenangkan
- Tatap wajah ketika berbicara dengan pasien
- Panggil pasien dengan namanya
- Gunakan suara yang agak rendah dan berbicara perlahan pada pasien
Memberikan dasar untuk evaluasi/perbandingan yang akan dating dan
mempengaruhi pilihan terhadap intervensi
- Kebisingan, keramaian, orang banyak biasanya merupakan sensori yang
berlebihan dan dapat meningkatkan gangguan neuron
- Menimbulkan perhatian, terutama pada orang-orang dengan gangguan
perceptual

- Nama merupakan bentuk identitas diri dan menimbulkan pengenalan


terhadap realita dan individu
- Meningkatkan kemungkinan pemahaman.
 - Kaji derajat sensori atau gangguan persepsi
dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi
individu yang termasuk didalamnya adalah
penurunan penglihatan/pendengaran
- Berikan sentuhan dalam cara perhatian 
Karena keterlibatan otak biasanya global, yaitu
dalam persentasi kecil mungkin memperlihatkan
masalah yang bersifat asimetri yang
menyebabkan pasien kehilangan kemampuan
pada salah satu sisi tubuhnya
- Dapat meningkatkan persepsi terhadap diri
sendiri
- Mengkomunikasikan kenyamanan melalui
berbagai cara
 - Berikan kesempatan untuk istirahat/tidur
sejenak, anjurkan latihan saat siang hari,
turunkan aktivitas fisik/mental pada sore hari
- Hindari penggunaan pengikatan secara terus
menerus
- Karena aktivitas fisik danBerikan makanan
kecil pada sore hari mental yang lama
mengakibatkan kelelahan yang dapat
meningkatkan kebingungan, aktifitas yang
terprogram tanpa stimulus yang berlebihan
dapat meningkatkan waktu tidur
- Resiko gangguan sensori, meningkatkan agitasi
dan menghambat waktu tidur
- Meningkatkan relaksasi dengan perasaan
mengantuk
 - Kaji pengetahuan pasien/orang terdekat mengenai
- Tentukan jumlah latihan/langkah yang pasien lakukan
- Usahakan untuk memberikan makanan kecil setiap kira-kira satu jam
sesuai kebutuhan
- Berikan waktu yang leluasa untuk makan
 Kolaborasi
- Identifikasi Rujuk konsultasikan dengan ahli gizi  kebutuhan untuk
menbantu memformulasikan perencanaan pendidikan secara individual
- Masukan nutrisi mungkin perlu untuk memenuhi kebutuhan yang
mendekati berhubungan dengan kecukupan kalori secara individu

- Makanan dalam jumlah yang besar mungkin terlalu banyak untuk pasien
yang mengakibatkan kesulitan dalam menelan. Makanan kecil bisa
meningkatkan masukan yang sesuai. Pembatasan jumlah makanan yang
diupayakan hanya sekali waktu pemberian akan menurun kebingungan
pasien mengenai makanan mana yang dipilih
- Pendekatan yang santai membantu pencernaan makanan dan
menurunkan kemungkinan untuk marah yang dicetuskan oleh keramaian
- Bantuan mungkin diperlukan untuk menggembangkan kesembangan diet
secara individu untuk menemukan kebutuhan pasien/makanan yang
disukai
 - Kaji pola yang sebelumnya dan bandingkan dengan yang sekarang
- Letakan tempat tidur dengan kamar mandi jika memungkinkan buatkan
tanda tertentu dipintu berkode khusus. Berikan cahaya yang cukup
tertentu malam hari
- Buat program latihan defikasi/kandung kemih. Tingkatkan partisipasi
pasien sesuai tingkat kemampuannya
- Anjurkan menu adekuat selama siang hari,diet tinggi serat dari sari
buah. Batasi minum saat menjelang malam dan waktu tidur
Kolaborasi
- Berikan obat pelembab feces, metamacil,gliserin supositoria sesuai
Memberikan informasi mengenai perubahan yang mungkinindikasi
selanjutnyamemerlukan pengkajian/intervensi
- Meningkatkan orientasi/penemuan kamar mandi. Inkontinensia mungkin
disertai ketidakmampuan untuk menemukan tempat berkemih
- Menstimulasi kesadaran pasien, meningkatkan pengaturan fungsi tubuh
dan membantu menghindari kecelakaan
- Menurunkan resiko konstipasi/dehidrasi.Pembatasan minum pada sore
menjelang malam dapat menurunkan seringnya berkemih/inkontinensia
pada malam hari

- Mungkin diperlukan untuk memfasilitasi/menstimulasi deteksi yang


teratur
 - Kaji kebutuhan/ kemampuan pasien secara individu
- Anjurkan pasangan untuk memperlihatkan penerimaan/perhatiannya
- Berikan jaminan terhadap privasi
- Gunakan distraksi sesuai dengan kebutuhan. Ingatkan pasien bahwa ini
merupakan tempat umum(tempat masyarakat banyak) dan tingkah laku
yang dilakukan sekarang tidak dapat diterima
- Berikan waktu yang cukup untuk menjelaskan/mendiskusikan
perhatian dari orang terdekat  Metode alternative perlu diciptakan pada
keadaan tertentu untuk memfasilitasi kebutuhan akan intimasi(keinginan
untuk melakukan hubungan seksual)
- Seseorang dengan gangguan kognitif biasanya kebutuhan dasarnya
pada efektif, rasa cinta, perasaan diterima, dan ekspresi seksual
- Tingkah laku ekspresi seksual mungkin berbeda. Privasi memungkinkan
seseorang untuk mengekspresikan keinginan seksualnya tanpa hambatan
dari orang lain
- Merupakan satu alat yang paling bermanfaat ketika tingkah laku yang
tidak sesuai, Seperti membuka pakaian
- Mungkin memerlukan informasikan dan atau konseling mengenai
alternatif tertentu dalam melakukan aktifitas/agresi seksual
 - Libatkan semua orang terdekat dalam pendidikan dan perencanaan
perawatan pasien dirumah
Buat prioritas
- Realitas dan tulus dalam mengatasi semua permasalahan yang ada
- Bicarakan semua kontinu kemampuan keluarga dalam merawat pasien
dirumah
- Berikan waktu/dengarkan hal-hal yang menjadi keluhan kecemasannya
- Diskusikan kemungkinan adanya isolasi. Berikan penguatan terhadap
kebutuhan terhadap system dukungan
Kolaborasi
- Rujuk pada sumber-sumber penyokong setempat seperti perawatan lansia
pada siang hari, pelayanan dirumah, berhubungan dengan asosiasi penyakit
Dapat memudahkan beban terhadap penangganan dan adaptasi rumah
- Membantu membuat satu pesan tertentu dan memfasilitasi pemecahan
masalah
- Menurunkan stress yang menyelimuti harapan yang keliru seperti individu
tersebut dapat menemukan kembali tingkat kemampuan pada masa lalu setelah
penggunaan obat tertentu
- Tingkah laku yang terhalang, tuntutan perawatan tinggi dan seterusna dapat
menimbulkan keluarga akan menarik diri dari pergaulan social
- Orang terdekat memerlukan dukungan yang dihadapi akan meningkatkan
selama mengatasi penyakit untuk memudahkan proses adaptasi
- Kepercayaan bahwa individu dapat menemukan semua kebutuhan pasien
meningkatkan resiko penyakit fisik/mental
- Koping dengan individu seperti ini adalah tugas perlu waktu dan membuat
frustasi
 1. Tidak mengalami trauma, keluarga mampu mengenali
risiko potensial di lingkungan dan mengidentifikasikan tahap-
tahap untuk memperbaikinya
2. Mampu mengenali perubahan dalam berpikir/tingkah laku
dan faktor-faktor penyebab jika memungkinkan
3. Mampu mendemonstrasikan respon yang
meningkatkan/sesuai dengan stimulasi
4. Mendapatkan diet nutrisi yang seimbang dan mampu
mempertahankan kembali berat badan yang sesuai
5. Mampu menciptakan pola tidur yang adekuat dengan
penurunan terhadap pikiran yang melayang-layang
6. Mampu menciptakan pola eliminasi yang adekuat
7. Mampu mengidentifikasi/mengungkapkan dalam diri mereka
sendiri untuk mengatasi keadaan
8. Memenuhi kebutuhan seksualitas dalam cara yang dapat
diterima
 TERIMAKASIH…………….
wassalam