Anda di halaman 1dari 24

Peran dan Fungsi

Fasilitator dalam
Pemberdayaan
Masyarakat
Fasilitator
adalah seseorang yang membantu
sekelompok orang untuk memahami
tujuan/capaian bersama dan membantu
untuk merencanakan upaya-upaya yang bisa
dilakukan untuk mencapai tujuan tanpa
mempunyai kepentingan khusus dalam
proses diskusi
(Buku Saku Fasilitator, CTC 2014)
Pemberdayaan Masyarakat
adalah upaya
mengembangkan
mayarakat dari keadaan
kurang atau tidak
berdaya menjadi punya
daya dengan tujuan agar
masyarakat tersebut
dapat mencapai
/memperoleh kehidupan
yang lebih baik.
(Modul Pertemuan 1)
Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat

adalah tenaga profesional yang bertugas


memfasilitasi proses kemandirian dan
kedaulatan masyarakat dalam
pembangunan dengan melibatkan
stakeholder melalui kegiatan penyadaran,
pembelajaran, dan penguatan
kelembagaan masyarakat. Kedaulatan
masyarakat berarti bahwa pengelolaan
program pembangunan dilakukan oleh,
dari, dan untuk masyarakat melalui proses
demokrasi.
(PTO PNPM MP Penjelasan 2)
 Tugas utama Fasilitator adalah membantu semua
orang untuk dapat mengeluarkan pendapat,
pikiran dan melakukan yang terbaik dalam sebuah
pertemuan atau diskusi.
 Fasilitasi merupakan proses untuk membantu
peserta untuk belajar dengan cara terbaik yang
memungkinkan dengan menggunakan kegiatan-
kegiatan yang mengarahkan individu dan
kelompok untuk mencapai/meningkatkan
pemahaman yang lebih baik.
 Dapat dikatakan seorang fasilitator berarti
“seseorang yang membuat sesuatu menjadi
mudah” Atau “Tindakan Yang Dapat Membuat
Sesuatu Lebih Mudah”
Fokus Utama Fasilitator
 Fokus seorang fasilitator pada muatan dan proses sebuah
pertemuan/lokakarya. Berlaku sebagai pemimpin “muatan
dan proses”

Muatan = daftar tugas/aktivitas, subjek dan materi


pembahasan.
Proses = rangkaian pelaksanaan pembahasan dilakukan,
termasuk:
 Metode yang digunakan,
 Prosedur yang dilakukan,
 Format pertemuan,
 Alat-alat yang digunakan
 Gaya/cara berinteraksi
 Norma/aturan kelompok
 Dinamika kelompok
 Suasana kelompok
PERAN FASILITATOR
PERAN FASILITATOR
 Fasilitator sebagai pelatih (trainer) melakukan tugas
pembimbingan, konsultasi dan penyampaian materi untuk
peningkatan kapasitas dan perubahan perilaku pembelajar.
 Tugas fasilitator sebagai pelatih sangat menonjol dalam setiap
kegiatan training, lokakarya, seminar dan diskusi. Penguasaan
terhadap pola perubahan perilaku baik pengetahuan
keterampilan dan sikap menjadi penting untuk menentukan
proses (metodologi) dan hasil dari suatu pembelajaran.
 Peran mediator dilakukan ketika terjadi ketegangan dan konflik
antar kelompok yang berlawanan.
 Peran mediasi akan dilakukan oleh fasilitator untuk
menjembatani perbedaan dan mengoptimalisasikan berbagai
sumber daya yang mendukung terciptanya perdamaian.
 Fasilitator sebagai penggerak lebih berperan sebagai pihak yang
memberikan dorongan atau motivasi kerja kepada kelompok
untuk berpartisipasi dalam pembangunan
FUNGSI FASILITATOR
1. Fungsi Penyadaran
Fungsi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat terbagi
menjadi dua fungsi utama:
a) Mengembangkan komunikasi dialogis
• Membangun relasi sosial,
• Membangun jejaring kemitraan,
• Membangun solidaritas sosial.
b) Memberikan motivasi
• Mengembangkan kesadaran masyarakat untuk
menuju kondisi hidup yang lebih baik,
• Merancang perubahan kehidupan masyarakat.
FUNGSI FASILITATOR
2. Fungsi Pembelajaran
a) Mengembangkan proses pembelajaran,
b) Mengembangkan profesionalisme fasilitator.
3. Fungsi Pelembagaan/Pengorganisasian
a) Pengorganisasian masyarakat
• Mengembangkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan
pemerintahan,
• Memperkuat posisi tawar, agar suara masyarakat lebih
didengar oleh pemerintah daerah.
b) Melakukan mediasi
• Meningkatkan akses antarpemangku kepentingan,
• Mengelola konflik di tengah masyarakat.
FUNGSI FASILITATOR
2. Fungsi Pembelajaran
a) Mengembangkan proses pembelajaran,
b) Mengembangkan profesionalisme fasilitator.
3. Fungsi Pelembagaan/Pengorganisasian
a) Pengorganisasian masyarakat
• Mengembangkan kapasitas kelembagaan masyarakat dan
pemerintahan,
• Memperkuat posisi tawar, agar suara masyarakat lebih
didengar oleh pemerintah daerah.
b) Melakukan mediasi
• Meningkatkan akses antarpemangku kepentingan,
• Mengelola konflik di tengah masyarakat.
FUNGSI FASILITATOR
c) Menciptakan sistem sosial yang dinamis
• Membangun visi dan kepemimpinan masyarakat,
• Mengembangkan kontrol sosial,
• Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya
manusia.
4. Fungsi Pengembangan
Kemandirian/Otonomi/Kedaulatan
Memfasilitasi pembaruan di masyarakat:
• Mengembangkan inovasi untuk pemberdayaan
masyarakat,
• Memfasilitasi penerapan inovasi pemberdayaan
masyarakat di bidang/sektor kegiatan.
FUNGSI FASILITATOR
ASTD Training & Performance Yearbook (1998)
mengemukakan 4 fungsi utama fasilitator
kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu :
(a) nara sumber,
(b) pelatih,
(c) mediator, dan
(d) penggerak.
Nilai-nilai Dalam Memfasilitasi
 Demokrasi
Seorang Fasilitator yang demokratis, mampu mendorong setiap
orang untuk mempunyai kesempatan yang sama untuk ikut ambil
bagian dalam proses belajar dimana dia menjadi peserta tanpa
prasangka; perencanaan untuk pertemuan apa saja terbuka luas dan
dilakukan secara bersama-sama oleh fasilitator dan para peserta;
 Tanggung Jawab
Setiap orang bertanggungjawab atas kehidupannya masing-masing,
pengalaman pengalaman dan tingkah lakunya sendiri. Sebagai
fasilitatorbertanggungjawab terhadap rencana fasilitasi yang sudah
dibuat dan seberapa besar para peserta bersedia dan mampu
memikul tanggungjawab bersama pada setiap perencanaan yang
sudah dibuat
Nilai-nilai Dalam Memfasilitasi
 Kerjasama
Fasilitator dan para peserta bekerjasama untuk mencapai
tujuan bersama. Dan sesuatu yang dilakukan oleh seseorang
bersama dengan sebuah kelompok.
 Kejujuran
Fasilitator mewakili secara jujur nilai-nilai dirinya sendiri,
perasaan, keprihatinan dan prioritas dalam bekerja bersama
seluruh anggota kelompok dan fasilitator menentukan
suasana bagi suatu harapan agar kelompok menjaga
kejujurannya.
 Kesamaan Derajat
Setiap individu mempunyai sesuatu yang dapat
disumbangkan pada individu lainnya dan perlu diberikan
kesempatan yang adil untuk melakukan hal itu dan Fasilitator
menyadari bahwa dia juga dapat belajar dari kelompok
Etika Fasilitator
Ada Etika minimal yang harus dipegang seorang fasilitator adalah
sebagai berikut:
 Fasilitator bukan “Manusia Super”. Jangan pernah menjadi
“tempat tumpuan” dan jangan merasa mampu “menyelesaikan
semua masalah”. Fasilitator harus tetap sebagai“Manusia”
 Jangan tergoda menjadi “DIKTATOR”. Peserta belajar mungkin
menyerahkan sebagian dari wewenang mereka sebagai peserta
kepada fasilitator. Atau tidak jarang, peserta meminta kepada
fasilitator untuk membuat keputusan, mendefinisikan suatu
situasi dan lain-lain. Godaan untuk menggunakan wewenang
yang didelegasikan kepada fasilitator untuk mengisi
kebutuhannya sendiri akan menjadi kuat. Kebutuhan sendiri
seorang fasilitator itu, seperti meningkatnya harga diri,
manipulasi dari suatu situasi demi untuk keuntungan diri
sendiri, dan sebagainya. Kalau seorang fasilitator berada dalam
situasi tersebut, maka harus segera sadar diri.
Etika Fasilitator

 Jangan pernah memainkan peran sebagai


“MANIPULATOR”. Sebuah potensi penyalahgunaan
yang sama timbul dari kenyataan bahwa fasilitator itu
memainkan suatu peranan yang cerdik dan tanpa
memerintah. Fasilitator yang pasif, ramah, bermaksud
baik bisa menjadi manipulatif dalam cara-cara dimana
seorang pemimpin yang agresif dan kuat tidak akan
pernah bisa menghindarinya.
TUGAS
1. Diskusikan contoh-contoh Peran dan
Fungsi Fasilitasi yang dilakukan oleh
Fasilitator dalam Pemberdayaan
Masyarakat
2. Diskusikan Sikap Dasar dan
Keterampilan yang harus dimiliki
seorang Fasilitator Pemberdayaan
Masyarakat
FASILITASI

 Sosialisasi/lokakarya tingkat Masyarakat


Kelurahan/desa
 Pengembangan relawan dan BKM (Badan
Keswadayaan Masyarakat)
 Kerjasama BKM dengan Perguruan Tinggi
 Memberikan kapasitas terhadap
masyarakat
 Mendampingi masyarakat dalam
pelaksanan tahapan kegiatan (siklus)
Mediasi

 Antara BKM Dengan Pemerintah


 BKM Dengan Perguruan Tinggi
 BKM Dengan Swasta
 Musyawarah Warga antar keluarahan
 Internal
-BKM
-Relawan
-KSM
 External
-Kelurahan
-LPM
-Karang Taruna
-PKK dll
KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI

 Komunikasi interpersonal :
- Menyimak, bertanya, menggali,
merangkum.
 Mengelola dinamika kelompok :
- Mendorong dialog multiarah.
- Merancang proses :
- Merancang struktur dan alur pertemuan.
Sikap Dasar Fasilitator

 MINAT.Fasilitator bekerja bertumpu pada ketertarikan


tinggi pada materi yang akan digeluti.
 EMPATI. Fasilitator dapat menjalankan perannya secara
optimal bila mampu merasakan kebutuhan orang lain.
 BERPIKIR POSITIF.
Fasilitator dapat membantu
kelompok mencapai tujuannya bila selalu berfikir positif
pada keseluruhan isi, proses dan dinamika kelompok.
 PERCAYA PADA KEKUATAN KELOMPOK. Fasilitator
hanya pemandu proses, dan harus tetap content neutral.
karenanya harus benar-benar percaya pada kekuatan
kelompok (tanpa syarat).
TERIMAKASIH