Anda di halaman 1dari 29

KONSEP DAN

PRINSIP OKSIGENASI

KELOMPOK 1
content
KONSEP DAN PRINSIP OKSIGENASI
FISIOLOGI KARDIOVASKULER DARI PERNAFASAN
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERNAFASAN
PERUBAHAN FUNGSI JANTUNG DAN PERNAFASAN
Part one
Pengertian Kebutuhan Oksigenasi
• Oksigen adalah gas yang sangat vital dalam kelangsungan hidup sel
dan jaringan tubuh karena oksigen diperlukan untuk proses
metabolisme tubuh secara terus-menerus yang diperoleh dari
atmosfer melalui proses bernapas
• Kebutuhan oksigen merupakan kebutuhan dasar manusia yang
digunakan untuk kelangsungan metabolisme sel tubuh
mempertahankan hidup dan aktivitas berbagai organ atau sel
ebutuhan oksigen pada manusia memiliki kapasitas (daya muat)
udara dalam paru-paru adalah 4.500 - 5.000 ml (4,5 – 5 L). udara
yang diproses dalam paru-paru hanya sekitar 10% (±500 ml), yakni
yang dihirup (inspirasi) dan yang dihembuskan (ekspirasi) pada
pernapasan biasa
Sistem Tubuh yang Berperan dalam Pemenuhan
Kebutuhan Oksigen
a. Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan atau respirasi berperan dalam menjamin
ketersediaan oksigen untuk kelangsungan metabolisme sel-sel tubuh
dan pertukaran gas. Melalui peran sistem respirasi oksigen diambil
dari atmosfer, ditranspor masuk ke paru-paru dan terjadi pertukaran
gas oksigen dengan karbon dioksida di alveoli, selanjutnya oksigen
akan didifusi masuk kapiler darah untuk dimanfaatkan oleh sel dalam
proses metabolisme.
b.Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler juga berperan dalam proses oksigenasi ke
jaringan tubuh, yaitu berperan dalam proses transportasi oksigen.
Oksigen ditransportasikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Aliran darah yang adekuat hanya dapat terjadi apabila fungsi jantung
normal.Dengan demikian, kemampuan oksigen pada jaringan sangat
ditentukan oleh adekuatnya fungsi jantung. Fungsi jantung yang
adekuat dapat dilihat dari kemampuan jantung memompa darah dan
perubahan tekanan darah.
c.Sistem Hematologi
Sel darah yang sangat berperan dalam oksigenasi adalah sel darah
merah, karena di dalamnya terdapat hemoglobin yang mampu
mengikat oksigen.
3.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemenuhan
Oksigenasi
a.Faktor Fisiologis
b.Usia Dan Tahap Perkembangan
c.Faktor Lingkungan
d.Makanan
e.Gaya Hidup
f.Gangguan Kesehatan
4.Gangguan Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi
Gangguan pada sistem respirasi dapat disebabkan diantaranya oleh
karena peradangan, obstruksi, trauma, kanker, degenaratif, dan lain-
lain. Gangguan tersebut akan mengakibatkan kebutuhan oksigen
dalam tubuh tidak terpenuhi secara adekuat. Secara garis besar,
gangguan respirasi dikelompokkan menjadi tiga yaitu gangguan
irama/frekuensi pernapasan, insufisiensi pernapasan dan hipoksia
5.Tanda Seseorang Mengalami Masalah Oksigenasi
a.Cemas, bingung, disorientasi
b.Perubahan tanda-tanda vital (suhu, pernapasan, tekanan darah)
c.Napas pendek
d.Sianosis
e.Retraksi dinding dada
f.Suara napas abnormal
g.Batuk
• h.Cairan dalam paru-paru dan meningkatkan produksi
sputum
• i.Sakit dada (disebabkan pernapasan atau jantung)
• j.Desir jantung abnormal
• k.Jari-jari dan tumit kesemutan (dengan kekurangan
oksigen kronis)
• l.CRT <3 detik
• m.Edema atau bengkak
• n.Perubahan warna kulit dan ulser (kekurangan oksigen
pada jaringan peripheral)
• o.Kram otot
Part two
Fisiologi Kardiovaskuler
1.Fisiologi Kardiovaskuler
Secara garis besar fungsi sistem kardiovaskular:
a.Alat transportasi O2, CO2, hormon, zat-zat
makanan, sisa metabolisme ke dan dari jaringan
tubuh.
b.Pengatur keseimbangan cairan ekstrasel
Sistem Kardiovaskuler terdiri dari 3 komponen utama
Jantung, Pembuluh darah, dan Darah
Jantung terletak didalam rongga mediastinum
dari rongga dada (toraks) diantara kedua paru.
Selaput yang melapisi jantung disebut
perikardium yang terdiri atas 2 lapisan:
1)Perikardium parietalis, yaitu lapisan luar yang
melekat pada tulang dada dan selaput paru
2)Perikardium viseralis, yaitu lapisan
permukaan dari jantung itu sendiri yang juga
disebut epikardium.
Diantara kedua lapisan tersebut terdapat
cairan perikardium sebagai pelumas yang
berfungsi mengurangi gesekan akibat gerak
jantung saat memompa
Dinding jantung terdiri
dari 3 lapisan:
1)Lapisan luar disebut
epikardium atau
perikardium.
2)Lapisan tengah
merupakan lapisan
berotot, disebut
miokardium.
3)Lapisan dalam disebut
endokardium.
Jantung terdiri dari 4
ruang, yaitu dua ruang
yang berdinding tipis
disebut atrium
(serambi), dan 2 ruang
yang berdinding tebal
disebut ventrikel (bilik)
1)Katup Atrioventrikuler
Merupakan katup yang terletak diantara atrium
dan ventrikel.. katup antara atrium kanan dan
ventrikel kanan mempunyai tiga buah daun
katup disebut katup trikuspidalis. Sedangkan
katup yang terletak diantara atrium kiri dan
ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup
disebut katup bikuspidalis atau katup mitral.

2)Katup Semilunar
a)Katup pulmonal, terletak antara arteri
pulmonalis dan ventrikel kanan.
b)Katup aorta, terletak antara ventrikel kiri dan
aorta.
Arteri koroner adalah
cabang pertama dari
sirkulasi sistemik. Sirkulasi
koroner terdiri dari: arteri
koroner kanan dan arteri
koroner kiri. Arteri koroner
bermuara di sebelah atas
daun katup aorta yang
disebut ”sinus valsava”
VENA JANTUNG

Distribusi vena koroner sesungguhnya


paralel dengan distribusi arteri koroner.
Sistem vena jantung terdiri dari 3
bagian: vena tebesian, vena kardiaka
anterior, sinus koronaria.
PEMBULUH DARAH

Keseluruhan sistem peredaran (sistem


kardiovaskuler) terdiri dari arteri,
arteriola, kapiler, venula dan vena.
Sirkulasi darah dibagi menjadi 2 bagian :
1)Sirkulasi Pulmonal
a)Mengalirkan darah ke berbagai organ tubuh.
b)Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda.
c)Memerlukan tekanan permulaan yang
besar.
d)Banyak mengalami tahanan.
e)Kolom hidrostatik panjang.
Sirkulasi darah dari ventrikel kanan jantung
masuk ke paru-paru kemudian kembali ke
atrium kiri. Aliran darah dari ventrikel kanan –
arteri pulmonalis – paru-paru – vena
pulmonalis – atrium kiri
2)Sirkulasi sistemik
a)Hanya mengalirkan darah ke paru.
b)Hanya berfungsi untuk paru-paru.
Part three
FISIOLOGI PERNAFASAN
a.Pernapasan Eksternal
Pernapasan eksternal (pernapasan pulmoner)
mengacu pada keseluruhan proses pertukaran O2 dan
CO2 antara lingkungan eksternal dan sel tubuh. Secara
umum, proses ini berlangsung dalam 3 langkah, yakni
ventilasi palmoner, pertukaran gas alveolar, serta
transport oksigen dan karbondioksida.
b.Pernapasan Internal
Pernapasan internal (pernapasan jaringan) mengacu
pada proses metabolisme intra sel yang berlangsung
dalam mitokondria, yang menggunakan O2 dan
menghasilkan CO2 selama proses peyerapan energi
molekul nutrien. Pada proses ini darah yang banyak
mengandung oksigen di bawa keseluruh tubuh hingga
mencapai kapiler sistemik. Selanjutnya terjadi
pertukaran oksigen dan karbondioksida antara kapiler
sistemik dan sel jaringan.
C.Faktor Yang Mempengaruhi Pernafasan

1. UMUR
2. JENIS KELAMIN
3. RIWAYAT PENYAKIT PARU
4. STATUS GIZI
5. KEBIASAAN MEROKOK
D.Perubahan Fungsi Jantung dan Pernafasan
1.Perubahan fungsi jantung
Perubahan fungsi jantung yang mempengaruhi kebutuhan oksigenasi
sebagai berikut :
a)Gangguan konduksi
Gangguan konduksi ( hantaran) seperti distritmia
(takikardia/bradikardia)
b)Perubahan cardiac output ( curah jantung ), menurunnya cardiac
output seperti pada pasien dekom menimbulkan hipoksia jaringan.
c)Kerusakan fungsi katub seperti pada stenosis, obtruksi, regurgitasi
darah yang mengakibatkan ventrikel bekerja keras.
d)Myocardial iskhemial infark mengakibatkan kekurangan pasokan
darah dari arteri koroner ke miokardium.
a)Hiperventilasi
Merupakan upaya tubuh dalam meningkat jumlah O2 dalam paru-paru agar
pernapasan lebih cepat dan dalam, hiperventilasi dapat disebabkan karena :
1)Kecemasan infeksi / sepsis
2)Keracunan obat- obatan
b)Hipoventilasi,
merupakan upaya tubuh untuk mengeluarkan karbondioksida dengan cukup
yang dilakukan pada saat ventilasi alveolar serta tidak cukupnya penggunaan
oksigen yang ditandai dengan adanya nyeri kepala, penurunan kesadaran,
disorientasi, atau ketidakseimbangan elektrolit yang dapat terjadi akibat
atelektasis, lumpuhnya otot-otot pernapasan, depresi pusat pernapasan,
peningkatan tahanan jalan udara, penurunan tahanan jaringan paru dan
thoraks, serta penurunan compliance paru dan thoraks Keadaan demikian
dapat menyebabkan hiperkapnea, yaitu retensi CO2 dalam tubuh sehingga
PaCO2 meningkat (akibat hipoventilasi) dan mengakibatkan depresi susunan
saraf pusat.
c)Hipoksia
merupakan kondisi tidak tercukupinya pemenuhan kebutuhan
oksigen dalam tubuh akibat defisiensi oksigen atau peningkatan
penggunaan oksigen dalam tingkat sel, ditandai dengan adanya
warna kebiruan pada kulit (sianosis). Secara umum, terjadinya
hipoksia disebabkan oleh menurunnya kadar Hb, menurunnya difusi
O2 dari alveoli ke dalam darah, menurunnya perfusi jaringan atau
gangguan ventilasi yang dapat menurunkan konsentrasi oksigen
Thank
you