Anda di halaman 1dari 36

INTERVENSI DALAM

PSIKOLOGI KLINIS
KULIAH 6 KESEHATAN MENTAL
INTERVENSI KLINIS
• Intervensi: upaya untuk mengubah perilaku, pikiran, dan perasaan
seseorang
• Intervensi klinis: upaya seorang clinician dengan kapasitas
profesionalnya mengubah tingkah laku, pemikiran, emosi, atau
kondisi sosial klien ke arah yang diinginkan
• Intervensi klinis dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, misal
psikoterapi individual dan kelompok, rehabilitasi psikososial, dan
prevention
• Intervensi didasarkan pd hasil asesmen dan diagnosis
PSIKOTERAPI
• Merupakan treatment yang dilakukan oleh ahli kesehatan mental
terlatih dan dilaksanakan dalam hubungan profesional yang
berbatas untuk membantu klien mengatasi masalah
psikologisnya
• Ada 3 ciri dari psikoterapi, yaitu:
• Ada partisipan (klien dan terapis)
• Memiliki kerangka kerja yang jelas (hubungan profesional)
• Ada tujuan treatment yang ingin dicapai (mengurangi penderitaan
klien)
PARTISIPAN DALAM PSIKOTERAPI
• Klien: memiliki banyak alasan untuk datang ke psikoterapi
• Misal: punya masalah dengan stres, penyesuaian diri, pengambilan
keputusan, dsb
• Motivasi klien memiliki pengaruh terhadap keberhasilan psikoterapi
• Terapis: harus memiliki kemampuan interpersonal yang baik,
antara lain komunikasi, membangun hubungan, dan self-
monitoring
• Mengapa kemampuan komunikasi penting bagi seorang terapis?
• Komunikasi yang baik dapat membantu terapis menyampaikan
pemahamannya terhadap permasalahan klien
• Klien dapat terbantu untuk memahami masalah dan pengalamannya
• Klien dapat terbantu untuk memahami kosa kata psikologis terkait
dengan masalah yang dihadapinya
• Mengapa kemampuan membangun hubungan (relationship
building) penting bagi seorang terapis?
• Penting untuk terapis menyampaikan ketulusan dan dukungan yang
hangat kepada klien
• Terapis perlu mengingatkan klien mengenai kapasitas dan tanggung
jawabnya untuk membuat perubahan dalam hidup
• Kemampuan ini biasanya ditunjukkan dengan kualitas genuiness,
empati, dan unconditional positive regard
• Mengapa kemampuan self-monitoring penting bagi seorang
terapis?
• Terapis perlu memonitor variabel internal yang mungkin
mempengaruhi performanya sebagai seorang terapis 
mengoptimalkan psikoterapi yang dijalankan
• Kemampuan ini dapat dipelajari secara tidak langsung dalam clinical
training dan proses pembimbingan
CIRI-CIRI HUBUNGAN TERAPEUTIK
• Saling memahami alasan, aturan, dan tujuan pertemuan
• Terapis bersikap objektif, memberi dukungan, dan dapat dipercaya
• Isu etis: mengutamakan kesejahteraan klien, kerahasiaan, dan
hubungan yang profesional
• Jenis hubungan terapis-klien dipengaruhi oleh latar belakang
teoritis terapis
TINGKATAN DALAM PSIKOTERAPI
1. SUPORTIF
• Mengembalikan keseimbangan secara cepat dan menghindarkan
klien dari masalah neurotik.
• Ditujukan untuk mereka yang cukup sehat mental, tetapi mengalami
stres yang tinggi. Atau, bagi mereka yang tidak memiliki kapasitas
untuk berubah (misal: tidak termotivasi, IQ rendah, dsb)
• Contoh: bimbingan, manipulasi lingkungan, persuasi, obat-obatan,
dan sebagainya
2. REEDUKATIF
• Mengubah pikiran dan perasaan klien agar dapat berfungsi lebih
efektif
• Terapis mencoba memahami bagaimana klien berhubungan dengan
diri sendiri dan orang lain, serta sumber-sumber stres dan konflik
• Contoh: konseling client-centered, terapi kelompok, terapi
individual, dan sebagainya
3. REKONSTRUKTIF
• Pencapaian insight yang luas tentang kesadaran dan bertujuan
untuk mengubah kepribadian klien
• Diterapkan pada terapi psikoanalisis
SETTING PSIKOTERAPI
▪ Outpatient setting
• Biasanya dilakukan di kantor terapis
• Ruangan yang memfasilitasi adanya privasi dan kenyamanan
bagi klien dan terapis untuk melaksanakan psikoterapi
• Bisa juga dilakukan secara virtual (misalnya, melalui telepon
ataupun video streaming)
▪ Inpatient setting
• Biasanya dilakukan di setting publik, seperti rumah sakit, panti
rehabilitasi, lembaga pemasyarakatan, dan lainnya
• Banyak bekerja sama dengan orang-orang yang juga terlibat di
dalam setting tersebut
TUJUAN INTERVENSI KLINIS
• Mengurangi ketidaknyamanan emosional
• Memunculkan insight
• Mendorong katarsis
• Menyediakan informasi baru (edukasi)
• Memberikan tugas-tugas di luar terapi
• Mengembangkan keyakinan, harapan, dan keinginan untuk
berubah
TEKNIK-TEKNIK TERAPI
• Banyak sekali teknik dan metode yang digunakan dalam
psikoterapi
• Pemilihannya tergantung pada:
• Preferensi pribadi
• Prinsip-prinsip yang diyakini efektif dalam terapi
• Perubahan yang diharapkan terjadi
TERAPI PSIKOANALISIS (Freudian)
• Menekankan pada peran konflik di ketidaksadaran dari
masa kecil dan mekanisme pertahanan psikologis
terhadap kecemasan
• Psikopatologi berkembang dari pengalaman-pengalaman
masa kecil
• Perkembangan mekanisme pertahanan ditujukan untuk
menghindari konsekuensi negatif dari konflik
• Dalam terapi diharapkan terjadi transference dan
countertransference yang dapat bersifat positif maupun
negatif
• Asosiasi bebas merupakan metode utama untuk mengetahui
konflik internal, terutama melalui eksplorasi mimpi, fantasi, dan
harapan
• Insight dianggap sangat penting dalam keberhasilan terapi, tidak
hanya kaarsis atau ekspresi perasaan-perasaan
• Terapi difokuskan pada transference, mekanisme pertahanan, dan
simtom-simtom yang muncul
TUJUAN TERAPI PSIKOANALISIS
1. Menumbuhkan insight intelektual dan emosional mengenai
penyebab masalah klien
2. Mencari tahu secara mendalam mengenai implikasi dari insight
tersebut
3. Menguatkan kontrol ego terhadap id dan superego
MACAM-MACAM TERAPI PSIKOANALISIS

Pendekatan Tokoh Penekanan


Individual psychology Alfred Adler Berusaha melepaskan perasaan
inferior yang dimiliki; melihat
pentingnya motif dan tingkah laku
sosial
Analytical Carl Jung Rekonsiliasi pertentangan (misal:
psychology anima, animus) dalam
kepribadian, orientasi kepribadian
dari introvert dan ekstrovert,
personal dan collective uncosious
TERAPI PSIKODINAMIKA
• Merupakan lanjutan dari perkembangan aliran psikoanalisis
• Dasar psikoterapisnya sama dengan psikoanalisis, yaitu melihat
pentingnya:
• Konflik intrapsikis
• Proses ketidaksadaran
• Hubungan di masa kecil
• Keberfungsian ego
• Hubungan klien dan terapis
MACAM-MACAM TERAPI PSIKODINAMIKA

Pendekatan Tokoh Penekanan


Ego Psychology Anna Freud Fokus pada keberfungsian ego
Heinz Hartman yang adaptif dan pengembangan
David Rapaport identitas dan intimasi yang stabil
Object relations Melanie Klein Memodifikasi representasi mental
theory Otto Kernberg dari hubungan interpersonal yang
David Winnicott berasal dari attachment di masa
kecil
Self psychology Heinz Kohut Mirip dengan object relations
theory, namun menekankan pada
pengembangan autonomous self
TERAPI HUMANISTIK

• Menekankan pada pentingnya klien untuk fokus pada


pengalaman here and now
• Klien dapat dipahami hanya dari sudut pandang klien
tersebut
• Hubungan terapeutik adalah kunci utama dari sebuah
terapi
• Manusia memiliki kecenderungan ke arah perkembangan
emosional yang sehat
• Aktualisasi diri merupakan kecenderungan ke arah tingkatan
perkembangan yang lebih kompleks dan terintegrasi
• Terapi harus genuine dan dipersepsi oleh klien seperti itu
• Terapi mengenali dan mengurangi incongruence antara
pengalaman dan konsep diri
• Unconditional positive regard perlu ada dalam terapi
TUJUAN TERAPI HUMANISTIK
▪ Karena klien tahu apa yang menyakitinya dan apa yang
ingin ia ubah, maka terapis sebaiknya tidak menentukan
tujuan terapi dari kliennya
▪ Kunci utama dari terapi adalah membuat klien memiliki
kesadaran otentik mengenai pengalamannya moment-to-
moment
▪ Kesadaran tersebut dapat dimunculkan dengan
menciptakan hubungan interpersonal yang genuine,
empati, dan menyediakan unconditional positive regard
• Tujuannya: mengurangi inkongruensi dan meningkatkan
personal growth pada klien
TERAPI TINGKAH LAKU
• Tingkah laku abnormal biasanya berkembang dan dipertahankan
sesuai dengan prinsip-prinsip tingkah laku adaptif
• Sebagian besar tingkah laku dapat dimodifikasi melalui prinsip-
prinsip belajar
• Asesmen harus dilakukan terus menerus dan difokuskan pada
antecendent dan konsekuensi dari tingkah laku
• Intervensi diarahkan oleh teori dan hasil-hasil eksperimen dari
psikologi ilmiah
▪ Metode, tujuan, dan konsep-konsep penanganan didefinisikan
secara operasional, dan biasanya dapat diukur dan diulangi
▪ Penanganan didesain khusus sesuai klien dan masalahnya
▪ Tujuan terapi dan intervensi dibuat dan disetujui bersama oleh
klien dan terapis
▪ Efektivitas dari intervensi dievaluasi secara sistematis
▪ Hasil dievaluasi berdasarkan jumlah perubahan, seberapa jauh
generalisasinya, dan bertahannya perubahan
TUJUAN TERAPI TINGKAH LAKU
1. Membantu klien memodifikasi tingkah laku overt maladaptinya
berikut dengan kognisi, perubahan fisik, dan emosi yang
mengiringi tingkah laku tersebut
2. Intervensi dilakukan tanpa menggali pengalaman masa kecil,
proses ketidaksadaran, konflik di dalam diri, dan semacamnya
3. Fokus hanya kepada tingkah laku maladaptif klien saja
MACAM-MACAM TERAPI TINGKAH LAKU
▪ Relaksasi
▪ Systematic desensitization
▪ Exposure and response prevention
▪ Virtual reality and online exposure
▪ Pelatihan social skills
▪ Modelling
▪ Behavioral activation and behavioral rehearsal
▪ Terapi aversif dan punishment
TERAPI KOGNITIF
• Klien diberi penjelasan tentang kaitan antara kejadian – penilaian
terhadap kejadian – keadaan emosional dan psikologis
• Intervensi berlangsung singkat (tidak lebih dari 20 sesi)
• Terapi ditujukan untuk mengidentifikasi dan memodifikasi asumsi,
keyakinan, dan skemata yang maladaptif
• Sering diberikan tugas-tugas di luar terapi yang akan membuktikan
kesalahan dari keyakinan-keyakinan yang dimiliki klie
• Klien dan terapis bekerja sama secara penuh
• Terapi berorientasi pada tujuan dan berfokus pada masalah
TUJUAN TERAPI KOGNITIF
1. Mengedukasi klein mengenai peran pemikiran maladaptifnya
dalam tingkah laku dan pengalamannya
2. Membantu klien belajar mengenali kapan ia memiliki pikiran
maladaptif
3. Mempersenjatai klien dengan keterampilan-keterampilan untuk
menantang pemikiran maladaptif tersebut dan menggantinya
dengan pemikiran yang lebih akurat dan adaptif
MACAM-MACAM TERAPI KOGNITIF
• Terapi kognitif Beck
• Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT)
• Psikoedukasi
• Socratic Questioning dan Guided Discovery
• Menantang dan mengganti pemikiran maladaptif
• Decatastrophizing
• Thought Recording dan Multicolumn Records
TERAPI KOGNITIF PERILAKU
• Terapi ini menggabungkan teori dan teknik terapi perilaku dan
terapi kognitif
• Biasanya setiap sesi diisi dengan:
• Review tujuan dan strategi terapi
• Review kemajuan tugas rumah klien
• Mengidentifikasi masalah spesifik dan pikiran yang menyertai dengan
menggunakan model CBT
• Menyimpulkan kemajuan yang tercapai
• Memberikan tugas rumah untuk dibahas pada sesi berikutnya
TERAPI-TERAPI LAIN DALAM INTERVENSI KLINIS
Intervention Mode Penekanan
Terapi kelompok Memahami dan mengurangi gangguan dalam
hubungan interpersonal yagn terungkapkan dalam
setting kelompok
Terapi pasangan Membantu pasangan untuk meningkatkan
kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah
Terapi keluarga Mengubah interaksi keluarga yang berbahaya
sehingga sistem keluarga dapat berfungsi dengan
lebih baik
Psikologi komunitas Menciptakan perubahan yang menguntungkan
dalam tingkat komunitas dan masyarakat untuk
mencegah gangguan atau meningkatkan
kesehatan mental secara umum
Intervention Mode Penekanan
Prevention Menyasar pada gangguan mental dengan
menangkal faktor resiko dan memperkuat faktor
protektif
Self-help Mendorong individu untuk menampilkan fungsi
terapeutik dalam dirinya, baik dalam kelompok
tertentu ataupun secara individual, melalui suatu
course atau pelatihan
KODE ETIK PELAKSANAAN PSIKOTERAPI
▪ APA mengeluarkan kode etik mengenai pelaksanaan psikoterapi
yang terdiri dari 5 prinsip utama, yaitu:
1. Beneficence and nonmaleficence
2. Fidelity and responsibility
3. Integrity
4. Justice
5. Respect for People’s Rights and Dignity
▪ HIMPSI juga memiliki kode etik untuk Psikolog
BAHAN BACAAN DAN REFERENSI
• Kramer, Bernstein, & Phares. 2014. Introduction to Clinical
Psychology (8th edition), Chapter 6-9