Anda di halaman 1dari 14

DU PONT SYSTEM

Merupakan bagan yang dirancang untuk menunjukkan


hubungan diantara pengembalian atas investasi, perputaran
aktiva, margin laba, dan leverage.
Persamaan Du Pont
• Return on Assets (ROA), diperoleh dari hasil
perkalian margin laba dengan perputaran aktiva.

ROA = NPM * OATO

ROA = (EAT/Sales)*(Sales/Total Assets)

• Return on Equity (ROE), diperoleh dari hasil


perkalian ROA dengan Multiplier Ekuitas.
Lanjutan ………

Formulasi ROE:

ROE = ROA * EQUITIES MULTIPLIER

ROE = (EAT/TA)*(TA/COMMON STOCK)


DU PONT SYSTEM

EQT M
SALES

OATO bagi CA
ROE kali
TA plus

FA
ROA kali
SALES
EAT min

TC
NPM bagi

SALES
Rasio Pasar
• Rasio Nilai Pasar (market value rations), merupakan
rasio yang menghubungkan harga saham perusahaan
dengan laba dan nilai buku per saham.
• Price Earning Ratio (PER), menunjukkan berapa
banyak investor bersedia membayar per rupiah laba
yang dilaporkan.

PER = (Price Per Share/EPS)


Lanjutan ………

• Price to Book Value Ratio (PBVR) or Market/Book


Ratio, rasio ini menunjukkan seberapa besar nilai
pasar saham perusahaan pada saat dilaporkan.

PBVR = (Market Price Per Share/Book Value Per Share)

Book Value Per Share = (CS Equity/Number of Outstanding


Stock)
Lanjutan ………
• Market Value Added (MVA), merupakan perbedaan
antara nilai pasar ekuitas dengan jumlah modal
ekuitas yang diinvestasikan investor.

MVA = (Market Value Equity – Capital Equity Invested by Investor)

MVA = (Stock Price*Outstanding of Stock) – Total Common Stock


Equity)
Lanjutan ……..

• Economic Value Added (EVA), merupakan nilai


tambah untuk pemegang saham oleh manajemen
selama satu tahun tertentu.

EVA = (EAT – Nominal Coc After Tax)

EVA = {EBIT *(1-Tax)} - {(Total Capital)(Coc After Tax)}


Rasio Komparative dan Benchmarking

• Analisis rasio melibatkan perbandingan, karena rasio


perusahaan dibandingkan dengan rasio perusahaan
lain dalam industri yang sama, yaitu terhadap angka
rata-rata industri.
• Teknik ini disebut sebagai Benchmarking, yaitu
proses untuk membandingkan suatu perusahaan
dengan sekelompok perusahaan “benchmark”.
Pengaruh Tambahan Modal Terhadap ROE

• Perusahaan membutuhkan tambahan modal untuk


keperluan perluasan usaha.
• Tambahan modal dapat dipenuhi dengan modal asing
atau modal sendiri (hutang atau saham).
• Tambahan modal dengan modal asing (hutang)
dibenarkan jika rate of return (ror) dari tambahan
modal tersebut lebih besar dari biaya modalnya (ror >
i).
Lanjutan ……..
• Jadi konsep dari tambahan modal sbb:
▫ Jika ror > i, maka tambahan modal dengan
menggunakan hutang akan meningkatkan ROE dan
EPS.
▫ Jika ror < i, maka tambahan modal dengan
menggunakan hutang akan menurunkan ROE dan EPS,
maka sebaiknya menggunakan Saham.
▫ Jika ror = i, tambahan modal dengan hutang ataupun
saham dampaknya terhadap ROE dan EPS sama.
Lanjutan ……..

• Rate of return (ror) dapat dihitung dengan


menggunakan rumus sbb:

Ror = [{(Persentase Tambahan Modal)*(EBIT)}/(Jumlah


Tambahan Modal)]
Contoh Kasus
• Suatu perusahaan pada saat ini bekerja dengan modal
usaha sebesar $1,000,000 yang terdiri dari modal
saham $800,000 (800.000 lembar saham biasa) dan
$200,000 merupakan obligasi dengan coupon rate
8% pa.
• Pada periode yang akan datang perusahaan
merencanakan untuk ekspansi dengan membutuhkan
modal baru $500,000.
• Dengan tambahan modal tersebut, maka diperkirakan
bahwa akan dapat memperoleh EBIT $150,000
Lanjutan ………
• Untuk memenuhi tambahan modal tersebut,
dipertimbangkan 2 alternatif pembiayaan, yakni;
dengan menerbitkan 500,000 lembar saham baru atau
menerbitkan obligasi coupon rate 8% pa.
• Tax rate 40% pa.
• Pertanyaan:
▫ Alternatif mana yang akan dipilih.
▫ Buktikan dengan menghitung besarnya ROE dan EPS.