Anda di halaman 1dari 27

ASUHAN KEPERAWATAN TEORI

IBU HAMIL PADA KEHAMILAN


TRIMESTER TIGA ( III )
Nama kelompok

• 1. Ni Luh Ayu Deviana Sari Budaya (17C10052)


• 2. Ni Wayan Sariningsih (17C10053)
• 3. Made Mega Ayunda sari (17C10054)
• 4. Kadek Yuni dwitri Azhari (17C10055)
• 5. Kadek Sri Handayani (17C10056)
Definisi

Trimester tiga adalah priode kehamilan


tiga bulan terakhir atau sepertiga masa
kehamilan terakhir. Trimester tiga merupakan
periode kehamilan dari bulan ketujuh sampai
sembilan bulan (28-40 minggu) (Farrer, 2001).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi
sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7
hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir
(Prawirohardjo, 2002).
Perubahan Fisiologis pada Trimester III

Pada trimester ketiga terjadi beberapa perubahan pada tubuh ibu, yaitu :
A. UterusPada akhir kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram
(berat uterus normal 30 gram) dengan panjang 20 cm dan dinding 2,5 cm. Pada
bulan-bulan pertama kehamilan bentuk uterus seperti buah alpukat agak
gepeng.
B. Serviks UteriServiks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan
karena hormon estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan
adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak.
C. Vagina dan VulvaVagina dan vulva akibat hormon estrogen juga mengalami
perubahan. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vula tampak
lebih merah dan agak kebiru-biruan (livide).
D. Mammae Pada kehamilan 12 minggu keatas, dari puting susu dapat
keluar cairan berwarna putih agak jernih disebut kolostrum. Kolostrum ini
berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi.
E. Sirkulasi Darah Volume darah akan bertambah banyak ± 25% pada
puncak usia kehamilan 32 minggu. Meskipun ada peningkatan dalam
volume eritrosit secara keseluruhan, tetapi penambahan volume plasma
jauh lebih besar sehingga konsentrasi hemoglobin dalam darah menjadi
lebih rendah.
F. Sistem RespirasiPernafasan masih diafragmatik selama kehamilan,
tetapi karena pergerakan diafragma terbatas setelah minggu ke-30, wanita
hamil bernafas lebih dalam, dengan meningkatkan volume tidal dan
kecepatan ventilasi, sehingga memungkinkan pencampuran gas meningkat
dan konsumsi oksigen meningkat 20%.
G. Traktus DigestifusDi mulut, gusi menjadi lunak, mungkin terjadi karena
retensi cairan intraseluler yang disebabkan oleh progesteron.
H. Traktus UrinariusPada akhir kehamilan, kepala janin mulai turun ke
PAP, keluhan sering berkemih timbul karena kandung kemih mulai
tertekan
I. Sistem ImunHCG dapat menurunkan respon imun wanita hamil. Selain
itu kadar IgG, IgA dan Ig M serum menurun mulai dari minggu ke-10
kehamilan hingga mencapai kadar terendah pada minggu ke-30 dan tetap
berada pada kadar ini, hingga aterm.
J. KulitPada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat
tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh melanophone
stimulating hormone (MSH) yang meningkat.
Perubahan Psikologis Ibu pada Kehamilan Trimester III

Trimester ketiga ditandai dengan klimaks kegembiraan emosi karena


kelahiran bayi. Sekitar bulan ke-8 mungkin terdapat periode tidak semangat dan
depresi, ketika bayi membesaar dan ketidaknyamanan bertambah.
Pada periode ini, kecemasan-kecemasan menghadapi persalinan akan
muncul dan mulai dirasakan.
Untuk mengatasi perubahan psikologis pada periode ini, berilah rasa aman
pada ibu dan dukunglah ibu untuk melakukan berbagai kegiatan, misalnya dengan
latihan senam bersama-sama, menemani saat kontrol kehamilan, dan membantu
ibu dalam memenuhi segala kebutuhannya
Tanda Subjektif dan Objektif Kehamilan Trimester III

Usia kehamilan Tanda subjektif Tanda objektif


29-33 minggu a. Fatigue (perasaan lemah untuk a. Rasa panas dalam perut
bekerja hingga perasaan letih disebabkan tekanan uterus,
yang berat sesudah melakukan mild hiatus hernia dan
kerja fisik dan mental). muntahan asam perut ke dalam
b. Ansietas tentang masa depan. esophagus.
c. Mimpi buruk. b. Kontraksi braxton-hick.
d. Penurunan keinginan seksual c. Fundus terletak diantara
karena ketidaknyamanan fisik. umbilikus dan xipoid
34-38 minggu a. Sakit punggung, perubahan a. Heartburn (pirosis, nyeri dada).
gaya berjalan. b. Konstipasi.
b. Ketidaksabaran untuk c. Vena varikosa (varicose veins).
mengakhiri kehamilan. d. Edema kaki.
c. Perasaan buaian tentang masa e. Haemoroid (wasir).
depan yang ambivalen.
Sebelum kelahiran a. Lightening atau tanda dini Fundus ada di bawah diafragma
dimulainya persalinan. sampai kepala janin masuk
b. Sakit perut bagian bawah. kedalam rongga panggul,
kemudian perut kelihatan maju
ke depan.
Pertumbuhan dan Perkembangan Janin pada Trimester III

Usia kehamilan Perkembangan janin

Minggu 28 – 31 a. Lemak sub kutan disimpan.


b. Jika janin lahir saat ini dengan paru-paru imatur, respiratory
distress syndroma (rsd) dapat terjadi.
Minggu 32 – 36 a. Berat janin menetap.
b. Lanugo menghilang tetapi masih ada bekasnya di kepala.
c. Kuku jari tumbuh.
d. Janin mempunyai kemampuan yang cukup baik jika lahir dalam
minggu-minggu ini.
Minggu 37 – 40 a. Lemak sub kutan tetap dibentuk dan disekeliling janin menjadi
menggumpal.
b. Kuku jari tangan dan kaki terbentuk sempurna dan melampaui
ujung jari tangan dan kaki.
c. Testis turun ke arah scrotum.
d. Tengkorak berkembang sempurna dan lebih besar dari bagian
tubuh.
Perubahan Kebutuhan pada Ibu Hamil Trimester III

• A. Oksigen
• Seorang dewasa, istirahat yang sehat rata-rata 53 liter oksigen per jam. rata-
rata, dewasa sehat bernafas sekitar 500 mL udara per napas.
• B. Nutrisi bagi Ibu Hamil Trimester 3
• Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu. Bila ibu hamil
mempunyai berat badan kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan
dikurangi, dan memperbanyak sayur-sayuran dan buah-buahan segar untuk
menghindari sembelit. zat gizi yang sebaiknya lebih diperhatikan pada kehamilan
trimester ke III ini seperti kalori, Vitamin B6 (Piridoksin), Yodium, Vitamin (vitamin B1),
Riboflavin (B2) dan Niasin (B3), dan air.
Proses Terjadinya Persalinan

Sebab yang mendasari terjadinya partus secara teoritis masih merupakan kumpulan teoritis yang
kompleks teori yang turut memberikan andil dalam proses terjadinya persalinan antara lain:
a. Teori kerenggangan: otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu. Setelah
melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dimulai.
b. Teori penurunan progesteron: Progesteron menurun menjadikan otot rahim sensitif sehingga
menimbulkan his atau kontraksi.
c. Teori oksitosin: Pada akhir kehamilan kadar oksitosinbertambah sehingga dapat mengakibatkan his.
d. Teori pengaruh prostaglandin: Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot
rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan.
e. Teori plasenta menjadi tua: dengan bertambahnya usia kehamilan, plasenta menjadi tua dan
menyebabkan villi corialis mengalami perubahan sehingga kadar esterogen dan progesteron turun.
Hal ini menimbulkan kekejangan pembuluh darah dan menyebabkan kontraksi rahim.
f. Teori distensi rahim: keadaan uterus yang terus membesar dan menjadi tegang mengakibatkan
iskemia otot-otot uterus sehingga mengganggu sirkulasi uteroplasenter.
g. Teori berkurangnya nutrisi: bila nutrisi pada janin berkurang, maka hasil konsepsi akan segera
dikeluarkan (Asrinah,et al, 2010).
KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

1. Pengkajian :
Data Subjektif
Data ini bisa didapat dengan cara anamnesa yaitu tanya jawab
antara klien dengan petugas kesehatan
Hal – hal yang perlu dikaji dalam data subjektif, meliputi :
1. Biodata
a. Nama klien
b. Umur
c. Pendidikan
d. Pekerjaan
e. Suku atau bangsa
f. Agama atau kepercayaan
g. Alamat
h. Penanggung jawab
2. Keluhan pasien
Perlu dikaji untuk mengetahui hal apa saja yang dikeluhkan dalam kehamilannya ini,
terutama keluhan saat pengkajian dilakukan.
3. Riwayat kesehatan
a. Riwayat kesehatan dahulu
Untuk mengetahui apakah dahulu ibu mempunyai penyakit yang berbahaya bagi
kehamilannya.Selain itu untuk mengetahui apakah ibu pernah menjalani operasi
yang berhubungan dengan organ reproduksinya atau tidak, karena akan
berpengaruh pada kehamilanya
b. Riwayat kesehatan sekarang
Untuk mengetahui apakah pada saat sekarang ini ibu benar-benar dalam keadaan
sehat, tidak menderita suatu penyakit kronis seperti ashma, jantung, TBC,
hipertensi, ginjal, DM dan lainnya
4. Riwayat obstetric

a. Riwayat haid
Beberapa hal yang perlu dikaji di dalam riwayat haid meliputi umur menarche,siklus haid (teratur
atau tidak), lama haid, dysmenorrhea(ya atau tidak) dan HPHT (Haid Pertama Haid Terakhir).

b. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu


Hal ini perlu dikaji untuk mengetahui apakah ibu memiliki riwayat obstetric yang buruk atau tidak
baik dalam kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu, sehingga bila memang ibu memiliki riwayat
obstetric yang buruk maka dapat dipersiapkan tindakan-tindakan untuk pencegahan.

c. Riwayat kehamilan sekarang


Hal-hal yang perlu dikaji di dalamnya antara lain berapa kali ibu sudah melakukan ANC, di mana
ibu memperoleh ANC, apakah ibu sudah mendapatkan imunisasi TT dan berapa kali
mendapatkannya, apakah ibu teratur minum tablet tambah darah dll

c. Riwayat perkawinan
Dikaji untuk mengetahui sudah berapa lama klien menikah, sudah berapa kali klien menikah,
berapa umur klien dan suami pada saat menikah, sehingga dapat diketahui apakah klien masuk
dalam infertilitas sekunder atau bukan

c. Riwayat KB
Untuk mengetahui apakah ibu sudah menjadi akseptor KB sebelum hamil atau tidak, metode
kontrasepsi yang digunakan apa dan sudah berapa lama ibu menjadi akseptor KB serta rencana
KB apa yang akan digunakan ibu (klien) setelah melahirkan.
5. Pola pemenuhan kebutuhan sehari – hari
a. Pola nutrisi
Dikaji tentang jenis makanan yang dikonsumsi klien, apakah ibu hamil (klien) sudah makan teratur 3x
sehari atau belum, apakah sudah mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan menu seimbang (nasi, lauk-
pauk, sayur dan buah)
b. Pola eliminasi
Eliminasi yang dikaji adalah BAB dan BAK.BAB perlu dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAB setiap
harinya dan bagaimana konsistensi warna fecesnya,
BAK dikaji untuk mengetahui berapa kali ibu BAK setiap harinya, lancar atau tidak.
c. Pola istirahat
Dikaji untuk mengetahui apakah ibu dapat beristirahat dengan cukup dan tenang setiap harinya atau
tidak, karena dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya apabila tidak mempunyai cukup waktu
untuk beristirahat.
d. Pola personal hygiene
Dikaji untuk mengetahui apakah ibu sudah menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupannya.
Kebersiahan diri yang paling dan harus diperhatikan oleh ibu hamil adalah kebersihan alat kelamin
(genetalia), apabila ibu tidak menjaga genetalia akan memudahkan masuknya kuman ke dalam
kandungan.

6. Psikologi dan sosiospiritual ibu


Dikaji untuk mengetahui bagaiman penerimaan ibu terhadap kehamilannya.Dikaji pula apakah
pihak keluarga mendukung kehamilan ibu, bagaiman hubungan ibu dengan keluarga dan
masyarakat sekitar.
Data Obyektif

Pemeriksaan umum, meliputi :


• Keadaan umum
Dikaji pada saat pertama kali pasien datang. Lihat apakah pasien tampak baik atau tampak
lemah dan pucat. Hal ini penting untuk mengetahui bila ibu mengalami anemia yang
merupakan komplikasi tersering dari kehamilan.
• Tanda-tanda vital (Vital sign)
Vital sign terpenting yang harus selalu dikaji, yaitu:
• Tekanan darah
Tekanan darah pada ibu hamil perlu dikaji secara teratur untuk mengetahui bila ibu
mengalami preeklamsia terutama selama trimester II dan III.Waspadai bila tekanan darah
sistolik ibu > 140 mmHg dan diastolic > 90 mmHg.
• Berat badan
Kenaikan berat badan yang normal pada ibu hamil yaitu 6,5 kg sampai 16,5 kg selama
hamil.
Status present

• Kepala
Untuk observasi bentuk, benjolan, infeksi pada kepala.Palpasi bila tampak benjolan untuk
mengetahui besar, bentuk, kekenyalan dan mobilitasnya.
• Rambut
Untuk mengetahui keadaan rambut, seperti hitam, lebat, tidak berbau, tidak berketombe.
• Muka
Untuk mengetahui bentuk muka lonjong atau bulat, ada atau tidak ada kelainan.
• Mata
Untuk mengetahui mata simetris atau tidak, apakah terjadi anemia atau tidak pada conjungtiva,
sklera ikterik atau tidak.
• Hidung
Untuk mengetahui kebersihan, ada atau tidak ada polip atau secret.
• Telinga
Untuk mengetahui kebersihan, ada atau tidak ada serumen di telinga.
• Mulut
Untuk mengetahui kebersihan dan keadaan konstruksi gigi apakah terjadi kekeroposan atau
tidak dimana hal ini menjadi indikasi adanya kekurangan kalsium atau tidak, ada stomatitis atau
tidak.
• Leher
Untuk mengetahui ada atau tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, ada atau tidaknya
struma atau kelenjar gondok, dan ada atau tidaknya pembesaran vena jugularis.
• Dada
Observasi bentuk thorak.Misal, apakah kifosis atau tidak.
• Payudara
Observasi dilakukan untuk mengetahui bentuk payudara.Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan, rasa
sakit (oleh karena adanya infeksi).
• Aksila
Observasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjolan.Palpasi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya rasa sakit
dan tumor.
• Abdomen
Untuk mengetahui bentuk abdomen membujur/melintang.Ada tidaknya bekas operasi.
• Pinggang
Untuk mengetahui adanya nyeri tekan pada daerah ginjal.
• Punggung
Untuk mengetahui bentuk tulang punggung, misal apakah lordosis atau tidak.
• Genetalia
Untuk mengetahui kebersihan genetalia, adanya keputihan atau tidak, dan varises.
• Ekstremitas
Atas : Obeservasi keadaan tangan terutama kelengkapan jari tangan, kuku pucat atau sianosis, oedem atau tidak.
Bawah : Obeservasi keadaan kaki terutama kelengkapanjari tangan, kuku pucat atau sianosis, oedem atau tidak, adanya
varises atau tidak.
• Kulit
Observasi kelembaban kulit ibu dengan kembalinya turgor kulit.
Pemeriksaan obstetric
• Inspeksi
Muka :
Dikaji apakah ada chlosma gravidarum, apakah ada oedema muka, terutama
pada trimester II dan III yang dapat mengarah pada preeklamsia, terutama bila
tekanan darah ibu tinggi.
Dada
Kaji mammae ibu dan kesiapan masa laktasi yang meliputi bagaimana bentuk
putting susunya, pigmentasi pada areola mammae dan putting, bentu payudara
serta apakah kolostrum sudah keluar atau belum.
Abdomen
Lihat apakah ada linea nigra dan striae. Biasanya pada kehamilan kembar,
striae akan sangat jelas terlihat karena peregangan dari kulit perut akibat
perbesaran perut ibu.
Vulva
Kaji apakah ada oedema, varises dan kondiloma yang nantinya dapat
mengganggu proses persalinan pervaginam, karena varises dapat pecah saat
persalinan dan menimbulkan perdarahan.
• Palpasi leopold
LI: Pada leopold I dikaji bagian janin apakah yang ada pada fundus uteri,
apakah kepala (bulat keras) atau bokong janin (bulat lunak).

LII: Leopold II ini efektif digunakan bila umur kehamilan sudah menginjak usia 6
bulan. Leopold II ini dilakukan untuk mengetahui dimanakah letak punggung
janin yang ditandai dengan terabanya bagian panjang, keras, danada tahanan
dan juga untuk mengetahui dimanakah letak ekstremitas janin yang dtandai
dengan terabanya bagian-bagian kecil.

LIII : Dilakukan untuk mengetahui bagian terbawah janin, yaitu bulat lunak/bulat
keras. Masih bisa digoyangkan atau tidak.

LIV: Dilakukan untuk mengetahui apakah bagian bawah janin sudah masuk
PAP atau belum.
• Auskultasi
Mendengarkan DJJ menggunakan linex ataupun doppler. DJJ normal 120 –
160 x / menit.
Menentukan umur kehamilan dengan Leopold Menentukan umur kehamilan dengan Mc. Donald

Umur kehamilan TFU Keterangan Usia kehamilan TFU(cm)

8 mgg Blm teraba Sebesar telur bebek


12 minggu -
12 mgg 3 jari atas simfisis Sebesar telur angsa
16 mgg ½ pusat – simfisis Sebesar kepala bayi
16 minggu -
20 mgg 3 jari bawah pusat -
24 mgg Sepusat -
20 minggu 20 cm (±2cm)

28 mgg 3 jr ats pusat -


22-27 minggu UK dalam minggu=cm (±2cm)

32 mgg ½ pusat – Px -
36 mgg 1 jr di bwh Px Kepala masih berada 28 minggu 28 cm (±2cm)

di atas pintu panggul.


40 mgg 3 jr bwh Px Fundus uteri turun 29-35 minggu UK dalam minggu=cm (±2cm)

kembali, karena
36 minggu 36 cm (±2cm)
kepala janin masuk ke
rongga panggul.
Diagnosa yang mungkin muncul

1. Ketidakefektifan pola nafas berhubungan dengan perubahan aliran


darah dalam desidua, perubahan suplai oksigen/kapasitas
pembawa oksigen darah.
2. Gangguan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran
uterus, peningkatan tekanan abdomen, fluktuasi aliran darah ginjal
dan laju filtrasi glomerulus.
3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan perubahan pada tingkat
aktifitas, stres, psikologi, ketidakmampuan untuk mempertahankan
kenyamanan.
4. Ansietas berhubungan dengan persiapan untuk penulisan serta
perawatan bayi
Rencana asuhan keperawatan (NOC dan NIC)

DIAGNOSA NOC NIC


Ketidakefektifan pola nafas Setelah dilakukan tindakan NIC: Respiratory monitoring
berhubungan dengan perubahan keperawatan 1x 20 a. Monitor rata-rata, irama,
aliran darah dalam desidua, menit, diharapkan klien kedalaman dan usaha respirasi
perubahan suplai menunjukkan status respirasi: b. Perhatikan pergerakan dada,
oksigen/kapasitas pembawa ventilasi dengan indikator: amati kesemetrisan, penggunaan
oksigen darah - Respiratory Rate (5) otot-otot aksesoris, dan retraksi
- Mampu melakukan inspirasi otot supraklavikuler dan
dalam (3) interkostal
- Tidak mengalami dispnea (3) c. Monitor pola pernafasan:
- Auskultasi bunyi nafas dalam bradipneu, takipneu,
rentang normal (3) hiperventilasi, respirasi
Kussmaul, respirasi Cheyne-
Stokes
d. Monitor kualitas nadi
e. Monitor suhu, warna, dan
kelembaban kulit.
DIAGNOSA NOC NIC
Gangguan eliminasi urin Setelah dilakukan tindakan NIC:
berhubungan dengan keperawatan 1x 20 menit, diharapkan 1. Berikan informasi tentang perubahan
pembesaran uterus, klien dapat mengerti tentang perkemihan sehubungan dengan trimester
peningkatan tekanan perubahan pola eliminasi urin, ketiga.
abdomen, fluktuasi dengan kriteria hasil: 2. Anjukan klien untuk melakukan posisi miring
aliran darah ginjal dan - Mengungkapkan pemahaman saat tidur. Perhatikan keluhan-keluhan
laju filtrasi glomerolus. tentang kondisi saat ini (3) nokturia.
- Mengidentifikasi cara-cara untuk 3. Anjurkan klien untuk menghindari posisi
mencegah stasis urinarius dan tegak dalam waktu yang lama.
atau edema jaringan. (3) 4. Berikan informasi mengenai perlunya
masukan cairan 6-8 gelas/ hari, penurunan
masukan 2-3 jam sebelum beristirahat, dan
penggunaan garam, makanan, dan produk
mengandung natrium dalam jumlah sedang.
5. Berikan informasi mengenai bahaya
menggunakan diuretik dan penghilangan
natrium dari diet.
6. Berikan informasi mengenai bahaya
menggunakan diuretik dan penghilangan
natrium dari diet.
DIAGNOSA NOC NIC
Gangguan pola tidur berhubungan Setelah dilakukan tindakan NIC :
dengan perubahan pada tingkat keperawatan 1x15 menit, diharapkan 1. Tinjau ulang kebutuhan
aktifitas, stres, psikologi, klien tidak mengalami gangguan pola perubahan tidur normal
ketidakmampuan untuk tidur dengan kriteria hasil : berkenaan dengan kehamilan.
mempertahankan kenyamanan. - Melaporkan perbaikan istirahat Tentukan pola tidur saat ini.
(3) 2. Evaluasi tingkat kelelahan.
- Melaporkan peningkatan rasa 3. Kaji terhadap kejadian insomnia
sejahtera dan perasaan segar (3) dan respons klien terhadap
penurunan tidur. Anjurkan alat
bantu untuk tidur, seperti teknik
relaksasi, membaca, mandi air
hangat,dan penurunan aktifitas
sebelum istirahat.
4. Anjurkan tidur pada posisi semi
fowler.
5. Rujuk klien untuk konseling bila
kurang tidur atau kelelahan
mempengaruhi aktifitas
kehidupan sehari-hari
DIAGNOSA NOC NIC

Ansietas berhubungan dengan Setelah dilakukan tindakan 1.Anxiety level


keperawatan 1 x 15 menit 2.Social anxiety level
persiapan untuk persalinan serta
diharapkan klien mampu mengatasi
perawatan bayi. ansietas dengan criteria hasil :
- Klien mampu mengidentifikasi
dan mengungkapkan gejala
cemas
- Mengidentifikasi dan
mengungkapkan serta
menunjukan teknik untuk
mengontrol cemas
- Vital sign dalam mengontrol
cemas
Any Questions ?