Anda di halaman 1dari 10

Iif Hanifa N

STIKES RUMAH SAKIT ANWAR MEDIKA


Definisi senyawa marker

Kriteria senyawa marker

Contoh senyawa marker

Senyawa marker dalam


standarisasi bahan alam
 Merupakan senyawa penanda, yang hanya ada pada
tanaman tersebut.
 Berdasarkan Natural Health Product Directorate (NHPD),
senyawa marker merupakan a constituent that occurs
naturally in the material and that is selected for
special attention (e.g. for identification and
standardization purposes) by a researcher or
manufacturer
 Contoh pada temulawak, senyawa markernya adalah
xantorizol, pada purwoceng yaitu germacron.
Sebagai penanda farmakologis

Sebagai penanda analitis


Mencapai kualitas yang konsisten,

mengkuantifikasi senyawa farmakologik


aktif pada produk akhir,

memastikan efikasi produk.

evaluasi jaminan kualitas produk


 Purwoceng markernya adalah germacron, senyawa ini hanya
ditemukan di purwoceng, tapi dia bukan zat aktifnya, zat
aktifnya adalah stigmasterol. Tapi stigmasterol juga ditemukan
di cabe jawa. Oleh karena itu sering ditemukan adanya
pemalsuan purwoceng yang dicampur dengan cabe jawa, karena
harga purwoceng jauh lebih mahal. Ketika yang diuji
stigmasterolnya maka tidak terlihat bedanya karena cabe jawa
memang ada zat yang sama. Jadi marker berperan sebagai
identitas ekstrak. Jadi yang perlu dianalisis adalah germacron-
nya.
 Contoh marker untuk produk komersial adalah
hyperisin dan hiperforin yang stabil dari St,
John’s wort,
 Sylimarin pada Silybum marianum,
 Ginsenosida pada gingseng.
 Seleksi marker didasarkan pada faktor
stabilitas, kemudahan analisis, waktu dan
biaya analisis, hubungannya dengan efek
terapi,indicator kualitas produk atau stabilitas
atau kegunaan sebelumnya oleh produsen atau
peneliti.
Zat Aktif

• Merupakan senyawa kimia dengan aktivitas klinik yang


diketahui, Contoh : epedrin pada Epedra sinensis dan
sylimarin pada Sylibum marianum.

Marker aktif

• Merupakan zat kimia yang mempunyai efek farmakologi, tapi


belum tentu mempunyai efikasi klinik.
• Contoh : alliin pada Allium sativum, hiperisin dan hiperforyn
pada St. John Wort (Hypericum perforatum)
Marker analisis

• Merupakan zat kimia yang dipilih untuk determinasi


kuantitatif.belum tentu punya aktivitas biologi dan efikasi
klinis . selain itu, marker ini juga berguna untuk identafikasi
positif bahan baku dan ekstrak untuk standardisasi.

Marker negatif

• Yaitu senyawa aktif dengan zat aktif toksik atau allergenik.


• Contoh : Asam ginkolat pada Gynko biloba

Beri Nilai