Anda di halaman 1dari 19

Kelompok III

Latar Belakang
 Urutan ke-4 penyakit jantung bawaan pd anak
(defek septum ventrikel,defek septum atrium , duktus
arteriosus persisten, Tetralogi of Fallot )
 Insidens tetralogi of fallot di laporkan untuk kebanyakan
penelitian dalam rentang 8 – 10 per 1000 kelahiran hidup.
Kelainan ini lebih sering muncul pada laki – laki
daripada perempuan.
 Tetralogi of fallot adalah penyakit jantung kongentinal yang
merupakan suatu bentuk penyakit kardiovaskular
yang ada sejak lahir dan terjadi karena kelainan
perkembangan.
Untuk mengetahui bagaimana
Bagaimana dasar penyakit TOF konsep
Bagaimana konsep Askep anak dgnTOF dasar penyakit tetralogy of fallot
Bagaimana contoh Askep anak dgn TOF Untuk mengetahui bagaimana
konsep askep pada anak denganTOF
Untuk mengetahui bagaimana
contoh askep pada anak dengan
TOF

Manfaat teoritis :
Memperoleh pengetahuan tambahan dan dapat mengembangkan
wawasan mengenai asuhan keperawatan pada anak dengan tetralogy
of fallot.

Manfaat praktis :
mengetahui bagaimana cara untuk menyusun sebuah asuhan keperawatan
pada anak dengan tetralogy of fallot dan dapat menerapkannya dalam
melakukan tindakan keperawatan.
Pengertian TOF
TOF pertama kali dideskripsikan oleh Niels Stensen pada tahun
1672. tetapi, pada tahun 1888 seorang dokter dari Perancis Etienne
Fallot menerangkan secara mendetail akan keempat kelainan
anatomi yang timbul pada tetralogi of fallot.

Tetralogi of Fallot (TOF) adalah kelainan


jantung kongenital dengan gangguan sianosis
yang ditandai dengan kombinasi empat hal yang abnormal
meliputi Defek Septum Ventrikel, Stenosis
Pulmonal, Overriding Aorta dan Hipertrofi
Ventrikel Kanan. (Buku Ajar Kardiologi Anak, 1994).
ETIOLOGI
 Faktor endogen :
 Berbagai jenis penyakit genetik : kelainan kromosom
 Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan
 Adanya penyakit tertentu dalam keluarga seperti diabetes melitus,
hipertensi, penyakit jantung atau kelainan bawaan.
 Faktor eksogen
 Riwayat kehamilan ibu : sebelumnya ikut program KB oral atau suntik,
minum obat-obatan tanpa resep dokter (thalidomide,
dextroamphetamine, aminopterin, amethopterin, jamu)
 Selama hamil,ibu menderita rubella (campak Jerman) atau infeksi virus
lainnya.
 Pajanan terhadap sinar-X
 Gizi yang buruk selama hamil
 Ibu yang alkoholikUsia ibu di atas 40 tahun.
Manifestasi Klinik
 Sianosis (Sianosis terutama pada bibir dan kuku)
 Serangan hipersianotik
 Jari tabuh (Clubbing)
 Pada awalnya tekanan darah normal-dapat meningkat setelah
beberapa tahun mengalami sianosis dan polisitemia berat
 Gagal tumbuh
 Anemia
 Asidosis (asidosis metabolik sebagai akibat hipoksia hebat)
 Murmur (sistolik dan kontinu)
 Klik ejeksi setelah bunyi jantung pertama
 Bising sistolik yang keras da terdengar paling jelas di sepanjang
tepi kiri stemum
 Bising kontinu dari duktus arteri osus pada pasien paten duktus
arteriosus yang lebar
 Bunyi thrill pada tepi kiri sternum
 Impuls ventrikel kanan yang nyata dan sternum pars inferior
yang menonjol
Sianosis sentral
 di bibir, lidah, gusi
Jari tabuh (clubbing fingers)
Patofisiologi
Normal ToF
Aorta
Vena Cava Superior

Arteri Pulmonal
Pulmonary artery

Atrium Left
kiri atrial
Aorta
Right
Atrium Ventrikel Left
atrial
kanan kiri ventricle
Ventrikel
kanan Right
Vena Cava Inferior

ventricle
Pathway
Pemeriksaan
DIAGNOSTIK

1. Pemeriksaan laboratorium
2. Radiologis
3. Elektrokardiogram
4. Ekokardiogram
5. Kateterisasi jantung
Tindakan Operasi
 Aastomosis Blalock-Taussig Shunt PENATALAKSANAAN
(BT-Shunt) a. Posisi lutut ke dada
 Anastomosis Waterston-cooly b. Morphine sulfat 0,1-0,2
 Total Korektif : terdiri atas
mg/kgBB SC, IM, atau IV
penutupan VSD, valvotomi atau dapat pula diberi
pulmonal dan reseksi Diazepam (Stesolid) per
infundibulum yang mengalami rektal
hipertrofi. c. Propanolol 0,01-0,25 mg/kg
IV perlahan-lahan. Dosis
 Perbaikan Definitif total dilarutkan dngan 10
ml cairan dalam spuit, dosis
Obat – obat yg diberikan : awal/bolus diberikan
separuhnya, bila serangan
 Antibiotik belum teratasi
 Diuretik sisanyadiberikan perlahan
 Digitalis dalam 5-10 menit
 Besi berikutnya.
 Propanolol d. Penambahan volume cairan
 Morfin tubuh dengan infus
 NaHCO_3 e. Oksigen
PENCEGAHAN KOMPLIKASI
 Perdarahan hebat terutama
pada anak dengan
 Pastikan mendpt imunisasi rubella polistemia
seblm mengandung  Emboli atau thrombosis
 Pemeriksaan dini bagi ibu2 dgn penyakit serebri, resiko lebih tinggi
kronis pada polisistemia, anemia,
atau sepsis
 Jangan merokok, minum alkohol, dan
menyalahgunakan obat-obatan.  Gagal jantung kongestif jika
piraunya terlalau besar
 Persatuan Jantung Amerika (AHA)
mencadangkan pemberian antibiotik  Oklusi dini pada pirau
pencegahan (prophylaxis) kepada  Hemotoraks
anak-anak yang menghidap endokarditis  Sianosis persisten
bakterialis apabila mereka menjalani
pembedahan tonsil dan adenoid,  Efusi pleura
pembedahan gastrointestinal, saluran  Pirau kanan-ke-kiri persisten
reproduksi dan saluran kemih. pada tingkat atrium,
terutrama pada bayi.
 Kerusakan nervus frenikus
Konsep Askep
A. Pengkajian
1. Keluhan utama / keadaan saat ini
2. Riwayat Penyakit keluarga B. Diagnosa
3. Riwayat kehamilan Keperawatan
4. Faktor endogen dan eksogen 1. Resiko penurunan cardiac
5. Riwayat Tumbuh output b/d adanya kelainan
6. Riwayat perkembangan / psikososial structural jantung.
7. Pemeriksaan Fisik 2. Intoleransi aktivitas b/d
8. Akivitas dan istirahat ketidakseimbangan
9. Sirkulasi pemenuhan O2 terhadap
10. Eliminasi kebutuhan tubuh.
11. Makanan/ cairan 3. Gangguan pertumbuhan
12. Hiegiene dan perkembangan b/d
13. Neurosensori oksigenasi tidak adekuat,
kebutuhan nutrisi jaringan
14. Nyeri/ keamanan
tubuh, isolasi social.
15. Pernafasan
4. Resiko infeksi b/d keadaan
16. Pemeriksaan fisik umum tidak adekuat.
17. Pemeriksaan penunjang
INTERVENSI
SGD Tetralogy of Fallot.doc

IMPLEMENTASI
Implementasi merupakan tindakan yang sesuai dengan yang
telah direncanakan,mencakup tindakan mandiri dan
kolaborasi.

EVALUASI
Evaluasi adalah tindakan intelektual untuk melengkapi
proses keperawatan yang menandakan seberapa jauh
diagnose keperawatan, rencana tindakan dan
pelaksanaannya sudah berhasil dicapai kemungkinan terjadi
pada tahap evaluasi proses dan evaluasi hasil.
TINJAUAN KASUS
CONTOH SGD Tetralogy of Fallot.doc
KESIMPULAN
 Kombinasi kelainan kongenital yang dikenal sebagai tetralogi fallot
antara lain defek septum ventrikuler, pembesaran aorta, stenosis
katup pulmoner, dan hipertrofi ventrikel kanan.
 Penyebab tetralogi fallot terdiri dari 2 faktor, yaitu endogen dan
eksogen.
 Anak dengan tetralogi fallot umumnya akan mengalami keluhan
sesak saat beraktivitas, berat badan bayi yang tidak bertambah,
clubbing fingers, dan sianosis.
 Pemeriksaan yang dilakukan antara lain pemeriksaan darah, foto
thorax, elektrokardiografi, ekokardiografi.

SARAN
 Hindari penggunaan alkohol atau obat yang membahayakan
pada masa kehamilan
 Makanan ibu haruslah mencukupi nilai gizi serta nutrisi yang
dibutuhkan
DAFTAR PUSTAKA
 Hartono, Andi dkk. 2005. Buku ajar keperawatan pedriatik wong, ed.
Vol:2. Jakarta:EGC.
 Nelson, B. 1999. Ilmu Kesehatan Anak vol 2 edisi 15. Jakarta : EGC
 Veldam, James. 2003.Anatomi dan Fisiologi. Jakarta : EGC
 Oesman I.N, 1994. Gagal Jantung. Dalam buku ajar kardiologi anak.
Binarupa Aksara. Jakarta. Hal 425 – 441
 Muttaqin, Arif. 2009. Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan
Gangguan Sistem Cardiovaskuler. Jakarta : salemba medika
 Davis, Lorna. 2011. Pemeriksaan Kesehatan Bayi: pendekatan Multi
Dimensi. Jakarta : EGC
 Kowalak, Jennifer P. 2011. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC
 Corwin, Elizabeth J. 2009. Patofisiologi: Buku Saku. Jakarta : EGC
Is there any question?