Anda di halaman 1dari 23

Deret

Bilangan
Dzakiyah Afif N
Kelompok 9
Elisabet Dwi Noviani
Mutiara Alfina
Trinita Salshabila
Yastica Clara
1.Pengertian Deret

2.Jenis Deret

3.Pengaplikasian Deret
dalam Ekonomi

4.Soal Deret
DERET
Deret ialah penjumlahan suku-suku dari suatu
barisan matematika.

SUKU
Suku adalah bilangan-bilangan yang merupakan
unsur dan pembentuk sebuah deret.

1 + 2 + 3 + 4 +… + Un
2 + 4 + 6 + 8 +… + Un
3
DERET
JUMLAH
SUKU DERET BERHINGGA & DERET TAK HINGGA
PEMBENTUK

POLA
PERUBAHAN DERET HITUNG , DERET UKUR, DERET HARMONIK
BILANGAN

4
DERET BERHINGGA
deret hitung
deret ukur

DERET TAK HINGGA


deret harmonik

5
6
Cara mencari suku ke-n deret hitung
Un= a + (n-1)b

Un= suku ke n
Contoh :
a = suku pertama 7, 12, 17, 22, 27, 32
b = pembeda U1 U2 U3 U4 U5 U6

n = indeks suku b = U2-U1


b = 12-7
b=5
U7= a +(n-1)b
U7= 7 +(7-1)5
U7= 37
Cara mencari jumlah n suku deret hitung


Jumlah sebuah deret hitung sampai dengan suku
tertentu tak lain adalah jumlah nilai suku-
sukunya.
𝑛
Sn= (2a+(n-1)b) atau
2
𝑛
Sn= (a+Un) 6
2 S6= (2.7+(6-1)5
2
S6= 3(14+25)
Contoh : b = U2-U1 S6=3.39
7, 12, 17, 22, 27, 32 b = 12-7 S6= 117
U1 U2 U3 U4 U5 U6 b=5
8
/ DERET GEOMETRI

9
Cara mencari suku ke-n deret Ukur
Un= apn-1
a= suku pertama
P= pengganda
5, 10, 20, 40, 80, 160
n= indeks suku 𝑢1 Contoh
P=
𝑢2 U7= apn-1
10
P= U7= 5.27-1
5
P= 2 U7= 5.26
U7= 5.64
U7= 320
10
Cara mencari jumlah n suku

Jika p <1
𝑎(1−𝑝𝑛)
Jn=
1−𝑝

Jika p >1
𝑎(𝑝𝑛−1)
J n=
𝑝−1

11
Soal Deret Ukur
Diketahui barisan geometri : 3, 6, 12, 24, 48, ..., Un. Jumlah tujuh
suku pertamanya (S7).

12
DERET HARMONIK

Deret harmonik yaitu deret yang suku-sukunya berupa pecahan, dan suku pertamanya adalah
1/1. Deret tersebut pembilangnya tetap angka 1. Tetapi, penyebutnya berjalan dimulai dari 1,
2, 3, 4, … dan seterusnya. Seperti berikut ini

1 + (1/2) + (1/3) + (1/4) + (1/5) + (1/6) + (1/7) + (1/8) + (1/9) + (1/10) + (1/11) + …

Biasanya ditulis sebagai Sigma dari n = 1 menuju tak hingga untuk fungsi 1/n.
Lalu, bagaimana dengan jumlah deret tersebut. Apakah jumlahnya bisa ditentukan, atau
jumlahnya sama dengan tak hingga?
Jumlah deret tersebut adalah tak hingga. Karena jumlahnya meningkat tak terbatas.
Mengapa? Kita akan menunjukkannya seperti berikut ini

13
1 + (1/2) + (1/3) + (1/4) + (1/5) + (1/6) + (1/7) + (1/8) + (1/9) + (1/10) +
(1/11) + …

Sekarang kita perhatikan beberapa suku pada deret tersebut.


(1/3) + (1/4). Jika kita jumlahkan akan menghasilkan 7/12. Kita tahu bahwa
7/12 > 1/2. Lebih mudah memahaminya, yaitu 1/3 > 1/4. Jika kedua ruas
kita tambahkan 1/4 maka akan didapatkan
1/3 + 1/4 > 1/4 + 1/4
1/3 + 1/4 > 2/4
Begitu juga untuk
(1/5) + (1/6) + (1/7) + (1/8) > 4/8
(1/9) + (1/10) + (1/11) + … + (1/16) > 8/16

Sehingga bisa kita tuliskan : 1 + (1/2) + (1/3) + (1/4) + (1/5) + (1/6) + (1/7) +
(1/8) + (1/9) + (1/10) + (1/11) + … > 1 + (1/2) + (2/4) + (4/8) + (8/16) + …
= 1 + (1/2) + (1/2) + (1/2) + (1/2) + (1/2) + …

Jelas bahwa jumlahnya akan semakin meningkat. Jumlahnya pun tak bisa
ditentukan. Sehingga deret harmonik ini adalah deret yang divergen.

14
Penerapan Deret pada Ekonomi

Dibidang bisnis dan ekonomi, teori atau prinsip-prinsip deret


sering diterapkan dalam kasus-kasus yang menyangkut
pertumbuhan dan perkembangan suatu gejala tertentu berpola
seperti perubahan nilai-nilai suku deret, baik deret hitung ataupun
deret ukur.

15
SOAL 1

Contoh Kasus Deret Hitung


dalam Penerapan Ekonomi
Besarnya penerimaan PT “Cemerlang” dari hasil
penjualan barangnya Rp 720 juta pada tahun kelima dan
Rp 980 juta pada tahun ketujuh.Apabila perkembangan
penerimaan penjualan tersebut berpola seperti deret
hitung berapa perkembangan penerimaannya pertahun?
Berapa besar penerimaan pada tahun pertama dan pada
tahun keberapa penerimaannya sebesar Rp 460 juta?

16
Penyelesaian:
Dalam jutaan : U1= 980 a + 6b =980
U2= 720 a + 4b =720
2b = 260 b = 130

 Perkembangan penerimaan per tahun sebesar Rp 130 juta.


a + 4b = 720 a=720 - 4(130) =200

 Penerimaan pada tahun pertama sebesar Rp 200 juta


Sn= a + (n-1)b 460 = 200 + (n-1) 130
460 = 200 + 130n -130
390 = 130 n
n=3
 Penerimaan sebesar Rp 460 juta diterima pada tahun ketiga.

17
Model Pertumbuhan Penduduk

Penerapan deret ukur yang paling


konvensional di bidang ekonomi adalah
dalam hal penaksiran jumlah penduduk.
Menurut Malthus , penduduk dunia tumbuh
mengikuti pola deret ukur.

Rumus
Pt = P1 R t-1 , dimana R = 1 + r

P1 = jumlah pada tahun pertama (basis)


Pt = jumlah pada tahun ke-t
r = persentase pertumbuhan per tahun
t = indeks waktu (tahun)
SOAL 2 Contoh Kasus
Penduduk suatu kota berjumlah 1 juta jiwa pada tahun 1991, tingkat
pertumbuhannya 4 persen per tahun. Hitunglah jumlah penduduk kota tersebut
pada tahun 2006. Jika mulai tahun 2006 pertumbuhannya menurun menjadi 2,5%,
berapa jumlahnya 11 tahun kemudian?

Diketahui:
P1 = 1 juta
P tahun 2006 = P16 = 1 juta (1,04)15
r = 0,04 = 1 juta (1,800943)
R = 1,04 = 1.800.943 jiwa

P11 tahun kemudian= P11


Pt = 1.800.943
r = 0,025 P11= 1.800.943 (1,025)10 = 2.305.359 jiwa
R = 1,025
SOAL 3

20
Soal 4

Diketahui suku ke 6 suatu deret geometri


adalah 32,berapa suku deret ke 3,jika
suku deret ke 9 adalah 256?

21
SOAL 5

Sebuah sel bakteri dapat membelah diri


dengan sangat cepat, satu sel bakteri dapat
membelah menjadi 2 sel dalam 10 menit.
Berapa banyak sel bakteri setelah 2 jam ?

22
TERIMA
KASIH
23

Anda mungkin juga menyukai