Anda di halaman 1dari 35

Slide 4.

Principles of Auditing: An Introduction to


International Standards on Auditing

Chapter 4 – An Auditor’s Services

Rick Hayes, Hans Gortemaker


and Philip Wallage

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.2

Kerangka Kerja Internasional untuk Jasa-jasa


Auditor
• Tiga standar yang ditetapkan (ISA, ISRE, dan ISAE)
memberikan kerangka penugasan asurans
(assurance engagement) dan satu standar yang
ditetapkan (ISRS) didasarkan pada kerangka jasa-
jasa terkait.
• ISA, ISRE, dan ISRS bersama-sama dijadikan
rujukan sebagai Standar Penugasan IAASB
(International Auditing and Assurance Standards
Board)

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.3

Jasa-jasa apa saja yang ditawarkan oleh


KAP independen kepada kliennya ?

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.4

Standar Penugasan IAASB


• International Standards on Auditing (ISA) merupakan standar
yang diterapkan dalam audit atas informasi keuangan historis.
• International Standards on Review Engagements (ISRE)
merupakan standar yang diterapkan dalam reviu atas informasi
keuangan historis.
• International Standards on Assurance Engagements (ISAE)
merupakan standar yang diterapkan dalam penugasan asurans
selain audit dan reviu atas informasi keuangan historis.
• International Standards on Related Services (ISRS) merupakan
standar yang diterapkan dalam penugasan kompilasi, penugasan
untuk menerapkan prosedur-prosedur yang disepakati atas
informasi, dan penugasan jasa-jasa terkait lainnya yang ditetapkan
oleh IAASB.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.5

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.6

Penugasan Asurans selain Audit atau Reviu atas


Informasi Keuangan Historis (ISAE)
Standar ISAE dapat dikelompokkan menjadi
dua bagian berikut :
1. ISAE 3000–3399 merupakan topik-topik yang
dapat digunakan untuk seluruh penugasan
asurans.
2. ISAE 3400–3699 merupakan subjek standar-
standar tertentu, misalnya standar-standar
yang terkait dengan pemeriksaan atas
informasi keuangan prospektif.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.7

Tidak Semua penugasan yang dilakukan


oleh Auditor merupakan penugasan asurans
Beberapa penugasan yang dilakukan auditor berikut ini seringkali
tidak diatur dalam kerangka kerja penugasan asurans :
•Penugasan yang diatur dengan ISRS, seperti penugasan untuk
prosedur-prosedur yang disepakati dan kompilasi.
•Penyajian terkait pengembalian pajak, dimana tidak ada
kesimpulan yang menyatakan asurans tersebut diberikan.
•Penugasan konsultasi seperti konsultasi pajak dan menjadi saksi
ahli dalam bidang akuntansi, pengauditan, perpajakan, atau
bidang-bidang lain sesuai fakta-fakta yang ada.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.8

Kerangka Kerja Jasa-jasa Terkait (ISRS)

Standar-standar berdasarkan kerangka ini


(ISRS) saat ini diterapkan pada dua jasa audit,
yakni :
•Penugasan untuk melakukan prosedur-prosedur
yang disepakati (Agreed-upon procedures) - ISRS
4400
•Penugasan Kompilasi (ISRS 4410)

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.9

Penugasan Asurans
Assurance engagement merupakan
penugasan dimana praktisi menyatakan
kesimpulan yang ditujukan untuk
memperbesar tingkat keyakinan pengguna
yang dituju-intended users (selain pihak-
pihak yang bertanggung jawab -
responsible party) mengenai hasil dari
evaluasi atau pengukuran atas hal-hal
pokok terhadap kriteria.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.10

Lima Unsur yang dimiliki oleh seluruh


Penugasan Asurans
1. A three party relationship yang melibatkan
praktisi, pihak-pihak yang bertanggung jawab,
dan pengguna yang dituju.
2. An appropriate subject matter (hal-hal pokok
yang sesuai)
3. Suitable criteria (kriteria yang sesuai)
4. Sufficient appropriate evidence (kecukupan
bukti yang sesuai)
5. A written assurance report (Laporan asurans
tertulis)

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.11

Illustration 4.2 Diagram Arus Data untuk Unsur-unsur Penugasan Asurans

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.12

Hubungan Tiga Pihak (Three-party


relationship)
1. Praktisi (seperti : auditor, akuntan, tenaga ahli) mengumpulkan bukti untuk
memberikan kesimpulan kepada pengguna yang dituju terkait apakah hal-
hal pokok (seperti laporan keuangan) sesuai dengan kriteria yang yang
telah ditetapkan dalam seluruh aspek yang bersifat material.
2. Pihak-pihak yang bertanggung jawab (the resposible party) dapat atau
tidak dapat menjadi pihak yang menugaskan praktisi (pihak yang
melakukan penugasan).
The responsible party umumnya memberikan representasi tertulis bagi
praktisi untuk mengevaluasi atau mengukur hal-hal pokok terhadap kriteria
yang ditetapkan sebelumnya.
3. The intended users adalah orang, orang-orang, atau sekelompok orang
yang menjadi tujuan dari laporan asurans yang disajikan oleh para
praktisi..

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.13

Data Flow Diagram Assurance Engagement Elements and


Illustration 4.3
Engagement Sub-Processes
Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.14

Hal Pokok dan Informasi Pokok (Subject


matter and subject matter information)
subject matter dari suatu penugasan
asurans merupakan topik dari penugasan
asurans yang dilakukan. Hal-hal pokok
tersebut dapat berupa laporan keuangan,
informasi statistik, dsb.
Kerangka kerja asurans mengunakan
istilah ‘subject matter information’untuk
menunjukkan hasil evaluasi atau
pengukuran atas hal-hal pokok.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.15

Subject matter information –The outcome of


the evaluation or measurement of a subject
matter. Hal ini merupakan informasi mengenai
hal-hal pokok terkait apakah praktisi dapat
mengumpulkan bukti-bukti yang cukup dan
sesuai untuk memberikan dasar yang
memadai bagi pernyataan kesimpulan dalam
laporan asurans.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.16

Subject matter, dan Subject matter information,


dari penugasan asurans dapat muncul dalam
beberapa bentuk, seperti :
• Kinerja atau kondisi keuangan (contoh, posisi
keuangan historis atau prospektif, kinerja keuangan
dan arus kas)
– informasi hal-hal pokoknya dapat berupa pengakuan,
pengukuran, penyajian dan pengungkapanyang
disajikan dalam laporan keuangan.
• Kinerja atau kondisi Non-keuangan (contoh, kinerja
suatu entitas)
– informasi hal-hal pokoknya dapat berupa indikator-
indikator utama atas efisiensi dan efektivitas.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.17

SubSubject matter, dan Subject matter information,


dari penugasan asurans dapat muncul dalam beberapa
bentuk, seperti : (lanjutan)
• Karakteristik Fisik (contoh, kapasitas dari fasilitas)
– informasi hal-hal pokoknya dapat berupa dokumen
spesifikasi.
• Sistem dan Proses (contoh, Sistem pengendalian
internal dan sistem teknologi informasi dari entitas)
– informasi hal-hal pokoknya dapat berupa pernyataan
tentang efektivitas.
• Perilaku (contoh, tata kelola perusahaan, kepatuhan
terhadap regulasi, praktik SDM)
– informasi hal-hal pokoknya dapat berupa pernyataan
kepatuhan atau pernyataan efektivitas.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.18

Kriteria yang Sesuai


Suitable criteria adalah tolak ukur (standar, tujuan atau
serangkaian aturan) yang digunakan untuk mengevaluasi
hal-hal pokok dari penugasan asurans.Contoh :
– International Financial Reporting Standards
– US Generally Accepted Accounting Principles
– National standards
– Global Reporting Initiative
– PCAOB internal control report criteria
– Applicable law, regulation or contract
– An agreed level of performance
– Internal control framework

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.19

Karakteristik dari Kriteria yang sesuai

a. Relevance
b. Completeness
c. Reliability
d. Neutrality
e. Understandability

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.20

Bukti yang Cukup dan Sesuai (Sufficient


appropriate audit evidence)
• Kecukupan (Sufficiency) adalah ukuran dari
kuantitas bukti.
• Kuantitas bukti yang diperlukan dipengaruhi oleh
risiko informasi hal-hal pokok yang memiliki saji
material (semakin besar risiko, semakin banyak
bukti yang diperlukan).dan juga oleh kualitas
bukti tersebut (semakin tinggi kualitas bukti,
semakin sedikit bukti yang diperlukan.
• Kesesuaian (Appropriateness) adalah ukuran
dari kualitas bukti, yakni relevansi dan
keandalannya.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.21

Laporan Asurans
Auditor memberikan laporan tertulis yang
menyatakan bahwa asurans diperoleh
dari informasi hal pokok (subject matter
information).
– ISA, ISRE dan ISAE menyatakan
unsur-unsur dasar dari laporan asurans.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.22

Penugasan Asurans yang Memadai dan


Penugasan Asurans yang Terbatas
• ‘Reasonable assurance engagement’ dan ‘limited
assurance engagement’ merupakan dua jenis penugasan
asurans yang berbeda.
• Dalam reasonable assurance engagement, praktisi menyatakan
menyatakan kesimpulan dalam bentuk positif, misalnya :
"Menurut opini kami, pengendalian internal telah berjalan efektif
dalam semua aspek yang material berdasarkan kriteria XYZ".
• Dalam limited assurance engagement, praktisi menyatakan
kesimpulan dalam bentuk negatif, misalnya : "Berdasarkan
pekerjaan kami yang dijelaskan dalam laporan ini, tidak ada hal
yang menarik perhatian kami, yang membuat kami yakin bahwa
pengendalian internal telah berjalan secara tidak efektif, dalam
semua aspek yang material, berdasarkan kriteria XYZ.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.23

Reasonable assurance engagement

Illustration 4.4

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.24

Limited assurance agreement

Illustration 4.4 (Continued)

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.25

Unsur-unsur Standar Laporan Asurans


•Judul (title)
•Pihak yang dituju sebagai penerima laporan (addressee)
•identifikasi informasi hal pokok (subject matter information)
•identifikasi kriteria
•identifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab (responsible party)
beserta tanggung jawabnya.
•tanggung jawab praktisi
•Pernyataan bahwa penugasan dilakukan berdasarkan ISAE.
•Ikhtisar pekerjaan yang dilakukan.
•Kesimpulan Praktisi
•Tanggal laporan asurans
•Nama praktisi dan lokasinya
•Penjelasan beberapa keterbatasan bawaan yang signifikan atau
pernyataan yang membatasi penggunaannya bagi pengguna yang
dituju.
Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.26

Elemen dasar dalam Laporan Asurans

• Judul secara jelas menunjukkan bahwa laporan


adalah laporan asurans yang independen.
• addressee mengidentifikasikan pihak atau pihak-
pihak yang menjadi penerima laporan.
• Pernyataan untuk mengidentifikasi responsible
party dan untuk menjelaskan tanggung jawab
responsible party dan tanggung jawab praktisi.
• Laporan Asurans secara spesifik merujuk pada
pekerjaan yang dilakukan berdasarkan ISAE.
• Nama KAP atau praktisi, dan lokasinya secara
spesifik.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.27

Assurance report basic elements


Illustration 4.5

Illustration 4.5 Assurance Report Basic Elements

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.28

Kesimpulan WTP (Qualified) , Kesimpulan


Tidak Wajar (Adverse) dan Tidak Memberikan
Kesimpulan (Disclaimer)
Praktisi tidak harus menyatakan kesimpulan WTP
(unqualified conclusion) jika terdapat situasi-
situasi berikut, dan dapat berpengaruh secara
material :
• terdapat keterbatasan dalam ruang lingkup
pekerjaan praktisi, yang mencegahnya untuk
memperoleh kecukupan bukti audit yang sesuai.
• dalam beberapa kasus, dimana asersi pihak
yang bertanggung jawab tidak dinyatakan secara
wajar, dan informasi hal-hal pokok mengandung
salah saji material.
Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.29

Professional judgement
• Sifat dasar dari standar Internasional mengharuskan
akuntan profesional untuk menggunakan professional
judgement dalam melakukan pekerjaannya.
• Professional judgement adalah penggunaan pelatihan,
pengetahuan, dan pengalaman yang relevan dalam
konteks yang diberikan oleh standar pengauditan,
akuntansi, dan etika, dalam hal pengambilan keputusan
yang informatif terkait tindakan-tindakan yang sesuai
dengan situasi penugasan audit.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.30

Mengapa Professional judgement diperlukan

• Sebagai elemen penting dalam pengauditan


yang meliputi kriteria, pemikiran yang
independen, kecukupan bukti audit yang
sesuai, penentuan dan pengkomunikasian
kelemahan pengendalian internal yang
signifikan serta penentuan apakah tujuan
audit telah tercapai.
• untuk menilai risiko, daripada mengandalkan
kemampuan pengukuran yang tepat.
• untuk menentukan tingkatan supervisi dalam
tim penugasan.
Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.31

Pendokumentasian professional judgement


Auditor perlu menyusun dokumentasi audit yang
memadai untuk memungkinkan auditor yang
berpengalaman, yang tidak memiliki koneksi
sebelumnya dengan audit, dapat memahami
pentingnya professional judgement dalam
menemukan kesimpulan atas permasalahan-
permasalahan yang signifikan yang muncul
selama audit.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.32

Professional scepticism
• ISA mensyaratkan bahwa tindakan profesional auditor
yang mencakup perencanaan dan pelaksanaan
penugasan asurans harus dilakukan menggunakan
sikap professional scepticism dengan menyadari
bahwa terdapat situasi-situasi yang menyebabkan
informasi hal-hal pokok memiliki salah saji material.
• Professional scepticism adalah sikap yang meliputi :
pemikiran yang selalu ingin tahu, waspada terhadap
kondisi yang dapat mengindikasikan kemungkinan
salah saji karena kesalahan atau kecurangan, dan
penilaian penting atas bukti audit.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.33

International Standard on Quality Control #1


(ISQC #1)
• ISQC #1 ditujukan bagi seluruh KAP profesional
yang terkait dengan penugasan audit dan reviu,
jasa asurans lainnya dan jasa-jasa yang terkait.
• ISQC #1 memberikan ketentuan yang dirancang
untuk memungkinkan KAP mencapai tujuan
pengendalian kualitasnya. Selain itu, ISQC#1 juga
memuat panduan terkaitdalam bentuk aplikasi dan
materi penjelasan lainnya.
• ISA 220 mengatur prosedur-prosedur pengendalian
kualitas untuk audit laporan keuangan.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.34

The audit firm harus membentuk, mempertahankan,


mendokumentasikan, dan mengkomunikasikansistem
pengendalian kualitas kepada para personelnya, yang
mencakup sejumlah kebijakan dan prosedur yang ditujukan
untuk masing-masing unsur berikut :

• Tanggung jawab kepemimpinan atas kualitas


yang ada di dalam KAP.
• Ketentuan etika yang relevan.
• Penerimaan dan keberlanjutan hubungan klien
dan penugasan tertentu.
• Sumber Daya Manusia
• Kinerja penugasan.
• Pengawasan.

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014
Slide 4.35

Thank you for your attention

Any Questions?

Hayes, Gortemaker and Wallage, Principles of Auditing PowerPoints on the Web, 3rd edition © Pearson Education Limited 2014