Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN KEUANGAN DAERAH

Alya Syahrida 1710313120005


Aldi Alpianor 1710313210007
Aulia Agustina 1710313320007
Axel Jeremy Pangestu 1710313210015
Dina Norivana 1710313120013
Feliks Kristanto Putro 1710313210027
Julianti Nur Rahmah 1710313320035
Karima Nur Istiqamah 1710313120021
Lintang Cahyaning Utomo 1710313220031
Mia Nurhastriani 1710313320043
Miliani 1710313310025
Muhammad Arief Surachman 1710313210035
Muhammad Rafiq Ramadhan Rasiobar 1710313210039
Muhammad Rizqan Anshari 1710313310051
Putri Febriyanti 1710313320059
Raihan Khuzamy 1710313110037
Salsabila 1710313320067
Siti Aminah 1710313120045
Syifa Maulida 1710313220051
Yoranika Nur Maulidya 1710313320075
AKUNTANSI KEUANGAN
DAERAH
PENGERTIAN KEUANGAN DAERAH

Keuangan daerah adalah kemampuan pemerintah daerah untuk mengawasi daerah


untuk mengelola mulai dari merencanakan, melaksanakan, mengawasi,
mengendalikan, dan mengevaluasi berbagai sumber keuangan sesuai dengan
kewenangannya dałam rangka pelaksanaan asas desentralisasi, dekosentrasi dan
tugas pembantuan di daerah yang diwujudkan dalam bentuk anggaran pendapatan
dan belanja daerah (PBD). Sedangkan menurut UU No. 17 Tahun 2003, keuangan
daerah adalah:

 “Semua hak dan kewajiban pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan


pemerintah daerah yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik
berupa uang maupun barang yang dapat dijadikan milik daerah berhubungan
dengan pelaksanaan hak dan kewajiban daerah tersebut“

Kepala daerah (gubernur/bupati walikota) adalah pemegang kekuasaan


pengelolaan keuangan daerah dan bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan
daerah sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan daerah. Dalam melaksanakan
kekuasaannya, kepala daerah melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaan
keuangan daerah kepada para pejabat perangkat daerah.
RUANG LINGKUP KEUANGAN
DAERAH

1. Hak daerah untuk memungut pajak daerah dan retribusi daerah


serta melakukan pinjaman;
2. Kewaiiban daerah untuk menyelenggarakan urusan
pemerintahan daerah:
3. Penerimaan daerah;
4. Pengeluaran daerah;
5. Kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain
berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak
lain yang dapat dinilai dengan termasuk kekayaan yang
dipisahkan pada perusahaan daerah;
6. Kekayaan pihak lain yang dikuasai oleh pemerintah daerah
dalam rangkapenyelenggaraan tugas pemerintahan dan/atau
kepentingan umum.
Sistem Pencatatan

1. Single Entry (sistem tata buku tunggal)


2. Double Entry (sistem berpasangan)

Persamaan Akuntansi
Persamaan Akuntansi adalah elemen/pos-pos yang
terdapat dalam neraca dan laporan realisasi anggaran (LRA).

Elemen Neraca Aset, Utang, dan Ekuitas


Elemen LRA Pendapatan, Belanja, dan
Pembiayaan
Penjurnalan
Berikut adalan contoh transaksi penjurnalan pada akuntansi keuangan
daerah.
1. Penerimaan pajak hotel oleh pengelola keuangan daerah
Kas Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan Pajak xxx
2. Penerimaan retribusi izin mendirikan bangunan oleh dinas tata kota
dan pertamanan
Kas Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan retribusi izin mendirikan bangunan xxx
3. Penerimaan retribusi pelayanan persampahan oleh dinas lingkungan
hidup
Kas Bendahara Penerimaan xxx
Pendapatan retribusi pelyanan persampahan xxx
4. Bendahara Badan Pengelola Keuangan membayar/mengembalikan
kepada wajib pajak atas kelebihan pemungutan pajak
Pendapatan Pajak xxx
Kas Bendahara Penerimaan xxx
5. Pembayaran gaji pegawai melalui bendahara pengeluaran
Belanja Pegawai xxx
Kas Bendahara Pengeluaran xxx
6. Pembayaran belanja barang (alat tulis kantor) melalui bendahara
pengeluaran
Belanja Barang xxx
Kas Bendahara Pengeluaran xxx
7. Pembayaran atas pembangunan gedung kantor melalui Bendahara
Umum Daerah (BUD)
Belanja Gedung xxx
Kas Bendahara Umum Daerah xxx
Pada akuntansi pemerintahan seluruh uang yang diterima diklasifikasikan
dalam pendapatan atau penerimaan pembiayaan, sebaliknya pembayaran yang
dilakukan diklasifikasikan dalam belanja atau pengeluaran pembiayaan akibatnya
jurnal yang dibuat hanya menghasilkan data untuk pembuatan laporan realisasi
anggaran sehingga untuk pembuatan neraca diperlukan jurnal tambahan yang
pada akuntansi pemerintahan disebut jurnal korolari. Jurnal korolari berfungsi untuk
mencatat transaksi dan/atau kejadian penerimaan kas dan/atau pengeluaran
yang berkaitan dengan elemen-elemen yang terdapat dalam neraca dalam hal
ini aset, utang, dan ekuitas dana.
Jurnal korolari yang harus dibuat untuk transaksi no 7:
Bangunan Gedung (Aset) xxx
Diinvestasikkan Dalam Aset Tetap (ekuitas) xxx
Apabila pembayaran dilakukan secara bertahap berdasarkan prosentasi atau
tahapan kemajuan pekerjaan maka setiap pembayaran dilakukan, jurnal yang
dibuat:
Konstruksi Dalam Pengerjaan xxx
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap xxx
Jurnal korolari atas penyelesaian dan penyerahan gedung:
Bangunan Gedung xxx
Konstruksi Dalam Pengerjaan xxx
8. Pembayaran atas pembelian kendaraan roda empat
Jurnal pembayaran:
Belanja Modal Kendaraan xxx
Kas xxx
Jurnal korolari:
Alat-alat Angkutan Darat xxx
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap xxx

9. Penerimaan oleh bendahara umum daerah atas pinjaman jangka menengah dari
pemerintah pusat
Transaksi ini mempengaruhi laporan realisasi anggaran dalam hal ini pembiayaan
juga berpengaruh pada neraca, maka jurnal yang dibuat:
Jurnal penerimaan uang:
Kas Bendahara Umum Daerah xxx
Penerimaan Pinjaman Daerah (pos LRA) xxx
Jurnal korolari:
Utang Jangka Panjang (ekuitas) xxx
Utang Kepada Pemerintah Pusat (hutang) xxx
10.Pembayaran oleh bendahara umum daerah atas pernyertaan modal pada BUMD
Seperti halnya no 9, transaksi ini disamping memengaruhi laporan realisasi
anggaran, juga berpengaruh pada neraca dalam hal pembiayaan. Sehingga jurnal
yang dibuat:
Jurnal Pengeluaran Uang:
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (pos LRA) xxx
Kas Bendahara Umum Daerah xxx
Jurnal Korolari:
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (pos neraca) xxx
Diinvestasikan Dalam Invesatsi Jangka Panjang xxx
Penjelasan dari jurnal korolari tersebut diatas
adalah sebagai berikut:

a. Belanja modal adalah belanja yang dilakukan dalam rangka


pembelian/pengadaan atau pembangunan aset berwujud yang mempunyai
nilai manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan
pemerintahan, seperti tanah, mesin, gedung, bangunan, jalan, irigasi, dan
jaringan sehingga harus dinampakkan di neraca sisi debet. Dengan adanya
penambahan aset berarti ekuitas bertambah sebagai penyeimbang (rekening
tandingan) dari rekening tersebut pada sebelah kredit adalah rekening
diinvestasikan dalam aset tetap (ekuitas). Seperti halnya pada jurnal nomor 7
dan 8.
b. Apabila pengeluaran pembiayaan merupakan penyertaan dana pemerintah
daerah maka sebagai penyeimbang pada sebelah kredit adalah rekening
diinvestasikan dalam investasi jangka panjang seperti halnya pada jurnal
nomor 10.
c. Karena hutang dalam persamaan akuntansi terletak pada sisi kredit apabila
penerimaan pembiayaan menimbulkan hutang yang merupakan kewajiban
dari pemerintah daerah untuk membayarnya pada masa yang akan datang
maka sebagai penyeimbang pada sebelah debet adalah rekening dana
yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka panjang seperti
halnya yang terdapat pada jurnal nomor 9.
Lanjutan...

Jurnal korolari merupakan jurnal tambahan atau jurnal ikutan karena adanya
transaksi yang harus dicatat/dinampakkan dalam neraca. Dengan demikian
apabila suatu transaksi yang berakibat berkurangnya nilai aset dan kewajiban
maka pengurangan tersebut dilakukan melalui jurnal korolari dengan uraian
rekening yang sama tetapi letaknya berbeda.
Apabila selama 5 tahun pemerintah belum melakukan penyusutan atas gedung
tersebut maka jurnal yang dibuat pada saat penerimaan uang dan jurnal korolari
atas pelepasan gedung tersebut.
a. Jurnal penerimaan uang
Kas xxx
Hasil penjualan aset daerah yang tidak dipisahkan xxx
b) Jurnal korolari atas pelepasan gedung
Diinvestasikan korolari atas pelepasan gedung xxx
Bangunan gedung xxx
Apabila kendaraan pada contoh no. 8 setelah digunakan 5 tahun dijual
kepada pegawai dengan harganya xxx. Pada saat penjualan nilai
kendaraan menurut neraca xxx, lebih rendah dengan perincian:
Nilai perolehan xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Nilai buku xxx
a. Jurnal penerimaan uang
Kas xxx
Hasil penjualan aset daerah
yang tidak dipisahkan (pendapatan) xxx
b. Jurnal korolari untuk pelepasan kendaraan
Diinvestasikan dalam aset tetap xxx
Akumulasi penyusutan xxx
Alat-alat angkatan darat xxx
Apabila atas penjualan kendaraan tersebut tidak dibayar tunai tetapi
diangsur oleh pegawai maka atas penjualan tersebut dijurnal
Piutang bagian lancar penjualan angsuran xxx
Cadangan piutang xxx
a. Jurnal pembayaran
Belanja bunga atas pinjaman xxx
Pembayaran pokok utang jatuh tempo xxx
Kas bendahara umum daerah xxx
b. Jurnal korolari pembayaran pelunasan piutang
Utang kepada pemerintah pusat xxx
Dana yang harus disediakan untuk
pembayaran biaya utang jangka panjang xxx
Basis Akuntansi Pemerintahan
Basis akuntansi yang diterapkan
oleh pemerintah dalam
pembuatan laporan keuangan
sesuai dengan standar BASIS KAS
akuntansi pemerintahan
sebagaimana diatur dalam
BASIS KAS MENUJU
Peraturan Pemerintah No. 24 AKRUAL
Tahun 2005 sebagai berikut (Cast to Warl
“pengakuan pendapatan, Accrual)
belanja, dan pembiayaan
dalam laporan realisasi BASIS AKRUAL
anggaran menggunakan basis
kas, sedangkan untuk
pengakuan aktiva, kewajiban,
dan ekuitas dalam neraca
menggunakan basis akrual.”
Standar
Akuntansi
Sebagai pedoman dalam rangka
menyusun laporan
pertanggungjawaban
pelaksanaan APBN/APBD

Laporan
Neraca
Operasional

Pengantar Standar Laporan Realisasi Laporan Perubahan


Akuntansi Anggaran Ekuitas
PSAP Laporan
Kerangka
Konseptual Perubahan Saldo Laporan Arus Kas
Anggaran Lebih

Catatan Atas Laporan Keuangan


SIKLUS AKUNTANSI
SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH
DAERAH

Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (SAPD) adalah


serangkaian prosedur mulai dari proses pengumpulan
data, pencatatan, pengikhtisaran, sampai dengan
pelaporan keuangan dalam rangka pertanggungjawaban
pelaksanaan APBD yang dapat dilakukan secara manual
atau menggunakan aplikasi komputer.
SAPD memiliki beberapa
karakteristik:

 BASIS AKUNTANSI SAPD


SAPD menggunakan basis kas untuk Laporan Realisasi
Anggaran (LRA) dan basis akrual untuk neraca.

 SISTEM PEMBUKUAN BERPASANGAN


Sistem pembukuan berpasangan (double entry system)
didasarkan atas persamaan dasar akuntansi, yaitu: Aset
= Kewajiban + Modal setiap transaksi dibukukan
dengan mendebet suatu perkiraan dan mengkredit
suatu perkiraan yang lain.
SUBSISTEMN SAPD

1. Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah: dilaksanakan oleh PPKD


(Pejabat Pengelola Keuangan Daerah) yang akan mencatat
transaksi-transaksi yang dilakukan oleh level Pemda.

2. Sistem Akuntansi Satuan Kerja Perangkat Daerah:


dilaksanakan oleh Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK)
SKPD. Transaksi yang terjadi di lingkungan satuan kerja harus
dicatat dan dilaporkan olej PPK SKPD.
TRANSAKSI SATUAN KERJA PENGELOLAAN
KEUANGAN DAERAH (SKPKD)

Pendapatan Belanja Pembiayaan


Satuan Kerja Pendapatan pajak Belanja pegawai
Retribusi Belanja barang dan
jasa
Lain-lain pendapatan Belanja Modal
yang sah
Pemda Dana Perimbangan Belanja bunga, subsidi, Penerimaan
hibah, bansos, bagi Pembiayaan
hasil, bantuan
keuangan

Lain-lain pendapatan Belanja tidak terduga Pengeluaran


yang sah Pembiyaan
Laporan keuangan yang harus
Sistem akuntansi SKPD meliputi: dibuat oleh SKPD adalah:

1. Akuntansi pendapatan; 1. LRA;

2. Akuntansi belanja; 2. Neraca;

3. Akuntansi asset; 3. Catatan atas Laporan Keuangan.

4. Akuntansi selain kas.


Akuntansi Pejabat Pengelola Keuangan
Daerah (PPKD)

Akuntansi PPKD adalah sebuah entitas akuntansi yang dijalankan oleh fungsi

akuntansi di SKPD, yang mencatat transaksi-transaksi yang dilakukan oleh SKPKD

dalam kapasitas sebagai pemda. Sistem akuntansi PPKD meliputi:

1)Akuntansi pendapatan PPKD;

2)Akuntansi belanja PPKD;

3)Akuntansi pembiayaan;

4)Akuntansi Aset (Investasi Jangka Panjang);

5)Akuntansi Utang.
Penyusunan Laporan Keuangan
PPKD

 Laporan keuangan PPKD adalah laporan keuangan yang


dikeluarkan oleh SKPKD dalam kapasitas sebagai pemda.

 Yang muncul dalam laporan keuangan PPKD adalah


transaksi-transaksi pendapatan PPKD, belanja PPKD, dan
pembiayaan.

 Laporan keuangan PPKD ini nantinya akan dikonsolidasikan


bersama laporan keuangan semua SKPD menjadi Laporan
Keuangan Pemerintah Provinsi/kota/kabupaten.
LAPORAN KEUANGAN
SEKTOR PUBLIK
Representasi posisi keuangan dari transaksi-transaksi yang
dilakukan oleh suatu entitas sektor publik.
BASISI AKUNTANSI

 Basis Kas (Cash Basis Of Accounting)


 Basis Akrual (Accrual Basis Of Accounting)
PERIODE PELAPORAN

1. Laporan keuangan disajikan sekurang-kurangnya sekali


dalam setahun.
2. Laporan keuangan disajikan lebih panjang atau lebih
pendek dari satu tahun.
TUJUAN PELAPORAN

Tujuan pelaporan keuangan pemerintah adalah untuk


menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan
keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas
pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
JENIS-JENIS LAPORAN
KEUANGAN

 Laporan Keuangan Pemerintah Pusat


 Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
DAERAH

1. Neraca Pemerintah Daerah


2. Laporan Realisasi Anggaran
3. Laporan Operasional
4. Catatan Atas Laporan Keuangan
5. Laporan Perubahan Saldo Anggaran
Lebih
6. Laporan Perubahan Ekuitas
7. Laporan Arus Kas
Neraca Pemerintah Daerah
Kota Banjarmasin Tahun
2018 dan 2017
Lanjutan..

Neraca Pemerintah
Daerah Kota
Banjarmasin Tahun
2018 dan 2017
Laporan Realisasi
Anggaran Pemerintah
Kota Banjarmasin Tahun
2018 dan 2017
Laporan Operasional
Pemerintah Kota
Banjarmasin Tahun 2018
dan 2017
Laporan Perubahan
Anggaran Lebih
Pemerintah Kota
Banjarmasin Tahun 2018
dan 2017
Lanjutan...

Laporan Perubahan
Anggaran Lebih
Pemerintah Kota
Banjarmasin Tahun
2018 dan 2017
Laporan Perubahan
Ekuitas Pemerintah Kota
Banjarmasin Tahun 2018
dan 2017
Laporan Arus Kas
Pemerintah Kota
Banjarmasin Tahun 2018
dan 2017
THANK YOU!
ANY QUESTION?

No question Please....