Anda di halaman 1dari 9

Evaluasi Sediaan

Suppositoria/ovula
Kelompok
Lokal 2B
Pengertian
• Menurut Farmakope Indonesia ed. IV suppositoria adalah
sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang
diberikan melalui rektal, vagina atau uretra. Umumnya
meleleh, melunak atau melarut pada suhu tubuh.
• Supositoria dapat bertindak sebagai pelindung jaringan
setempat, sebagai pembawa zat terapetik yang bersifat lokal
atau sistemik.
• Menurut Farmakope Indonesia ed. III ovula adalah sediaan
padat yang digunakan melalui vaginal, umumnya berbentuk
telur, dapat melarut, melunak, meleleh pada suhu tubuh.
Sebenarnya ovula termasuk kedalam jenis supositoria, namun
digunakannya nama ovula agar merujuk pada bentuk sediaan
dan rute pemeriannya yang hanya lewat vaginal.
Syarat dan Karakteristik sediaan
suppositoria/ovula yang ideal

• Melebur pada suhu tubuh atau melarut dalam cairan tubuh.


• Tidak toksik
• Dapat tercampur dengan bahan obat
• Dapat melepas obat dengan segera
• Mudah dituang ke dalam cetakan dan dapat dengan mudah di
lepaskan dari cetakan
• Mudah ditangani
• Stabil terhadap pemanasan di atas suhu lebur
• Stabil selama penyimpanan
Macam-macam sediaan
suppositoria
• Suppositoria untuk rectum (rectal)
• Suppositoria untuk vagina (vaginal)
• Suppositoria untuk saluran urin (uretra)
EVALUASI SEDIAAN
SUPPOSITORIA & OVULA
1. Keseragaman Bobot
• Ditentukan dengan menimbang 10 ovula diambil secara acak,
timbang masing – masing ovula. Hitung penyimpangan bobot relatif
dari ovula yang dibuat. Bobot terletak diantara rentang 85%-115%
dari yang tertera di etiket dan simpangan baku kurang dari 6% SDR
(simpangan dasar relatif ) (FI IV hal 1000)
- Berat untuk 10 suppositoria – ovula = ....... Gram
- Rata – rata berat 1 suppositoria – ovula = ........ gram

Tabel 4. Hasil Uji keseragaman bobot


2. Homogenitas
• Ambil 4 ovula, lalu 2 diantaranya dipotong searah vertikal dan
sisanya dipotong horizontal. Syarat : sediaan ovula harus homogen (
Lachman, hal 1192)

Tabel 6. Uji homogenitas


3. Waktu hancur
Caranya : gunakan 3 suppositoria / ovula sekaligus, letakkan di dalam
alat penentuan waktu hancur. Posisi alat waktu hancur : pada posisi
teratas, masih ada bagian keranjang terendam dan pada posisi
terbawah, masih ada bagian keranjang yang tercelup medium.
Menurut FI IV , letakkan alat dalam suatu wadah yang diameternya
yang sesuai berisi air dengan suhu antara 36o-37o atur permukaan
cairan dengan cara menambahkan air bersuhu antara 36oC hingga
37oC sedikit demi sedikit hingga lubang-lubang pada permukaan
cakram cepat tertutup lapisan air yang merata.
Letakkan satu tablet vagina pada cakram berlubang atas dan tutup alat
itu dengan lempeng kaca, ulangi percobaan lebih lanjut 2 tablet vagina

Tabel 7. Hasil uji waktu hancur suppositoria – ovula Suppositoria


4. Uji Titik Leleh
Caranya : tiga suppositoria – ovula ditentukan satu per satu Alat yang
di gunakan sama dengan alat waktu hancur, tetapi tidak di gerakkan
naik turun, suhu dinaikkan perlahan hingga teramati saat suppositoria –
ovula meleleh :
- Mulai meleleh . . . C
- Semua meleleh . . C

Tabel 5. Hasil uji titik leleh suppositoria