Anda di halaman 1dari 33

OLEH : MADE VIVI OVIANTARI

PENDAHULUAN

 Kosmetika berasal dari kata kosmein, berarti berhias


(kata Yunani)
 Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan
untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan,
dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan ke
dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan
manusia dengan maksud untuk membersihkan
memelihara, menambah daya tarik atau mengubah
rupa dan tidak termasuk golongan obat (Permenkes RI
No. 220/Menkes/Per/X/76)
 Ilmu yang mempelajari kosmetika disebut
Kosmetologi, yaitu ilmu yang berhubungan
dengan pembuatan, penyimpanan, aplikasi
penggunaan, efek dan efek samping
kosmetika
FUNGSI UMUM KOSMETIK
 Perubahan susunan sel kulit yang tua ke arah
lebih muda atau perubahan produksi kelenjar
keringat yang membentuk minyak permukaan
kulit
 Kosmeto –medik : bahan-bahan obat yang
dicampurkan dalam kosmetika yang
mempengaruhi struktur & faal sel kulit
 Kosmetika semitradisional : menggunakan unsur
tradisional saja pada kosmetika.
PENGGOLONGAN KOSMETIKA (DIREKTORAT
JENDERAL POM RI)

 1. Preparat untuk bayi  8. Preparat untuk


 2. Preparat untuk mandi kebersihan mulut
 3. Preparat untuk mata  9. Preparat untuk
kebersihan badan
 4. Preparat wangi-
wangian  10. Preparat untuk kuku
 5. Preparat untuk rambut  11. Preparat untuk cukur
 6. Preparat untuk rias  12. Preparat untuk
perawatan kulit
 7. Preparat untuk
pewarna rambut  13. Preparat untuk
proteksi sinar matahari
PENGGOLONGAN KOSMETIKA (SUB BAGIAN
KESMETIKA/SMF ILMU PENYAKIT KULIT & KELAMIN FKUI/RSCM)

 1. Kosmetika pemeliharaan  8. Kosmetika


& perawatan
pewangi/parfum
 A. Kosmetika pembersih
 B. Kosmetika pelembab  A. Deodoran &
 C. Kosmetika pelindung antiperspirant
 D. Kosmetika penipis  B. After shave lotion
 2. Kosmetika Rias/dekoratif  C. Parfum
 A. Kosmetika rias kulit
 B. Kosmetika rias rambut  Sediaan kosmetik : bedak,
 C. Kosmetika rias kuku cairan, krim, pasta, semprotan,
dll.
 D. Kosmetika rias bibir
 Tempat Pemakaian : kulit,
 E. Kosmetika rias mata mata, kuku, rambut, seluruh
badan, alat kelamin, dll.
KOMPOSISI & FORMULA KOSMETIKA

Bahan
Pelengkap
BAHAN DASAR: PELARUT/TEMPAT DASAR
BAHAN LAINNYA (VOLUMENYA>BAHAN
LAINNYA)
Air/campurannya dg bahan dasar lainnya

Alkohol/campurannya dengan air/minyak

Vaselin/campuranny dg lanolin, gliserin/talk

Minyak/garam minyak dg camperannya dg air/alkohol

Talcum/campurannya dg air, minyak/vaselin


BAHAN AKTIF
 Memiliki daya kerja yg diunggulkan dalam
kosmetik
 Konsentrasi umumnya kecil, tapi kalau sekaligus
sebagai bahan dasar maka konsentrasinya besar.
BAHAN STABILIZER
• Menurunkan tegangan permukaan

Emulgator
• Lanolin, gliserin, alkohol, lilin lebah,
gliserin monostearat, trietanol amin

• Anti kuman : asam benzoat, alkohol,


formaldehid
Pengawet • Antioksidan : natrium sulfat

• Seng, magnesium stearat

Pelekat
BAHAN PELENGKAP
 Dapat berupa pewangi, pewarna
WAXES DAN OILS
 Wax (malam : bahan mirip material plastis yang
dibuat dari sarang lebah
 Terdiri atas

Wax
Wax sejati Wax ester mineral/
hidrokarbon

Wax
Wax sintetis
substance
Wax • lanolin
binatang • spermaseti

• Carnauba wax
Wax • Candilila wax
tumbuhan • Wax-like fat

Wax • parafin
mineral • Ozokerite
FUNGSI WAX:
 1. membentuk film penolak air
 2. larut dalam minyak

 3. bekerja sebagai emulsifying agent

 4. merupakan penebal & memperbaiki tekstur &


kelembutan dari emulsi
 5. membentuk lapisan berkilat & pembuat
bentuk pada lipstik
ANTISEPTIK
 Kosmetika yang terdiri atas lemak & minyak
mudah ditumbuhi mikroorganisme
 Antiseptik merupakan bahan yang dapat
mencegah pertumbuhan mikroorganisme dengan
jalan membunuhnya
 Ex : nipagin, nipasol, nipabuti, yang dapat
dicampurkan dengan air, alkohol, gliserin
maupun asam lemak esensial
ANTIOKSIDAN
 Kosmetik (dengan bahan dasar minyak mineral,
minyak jagung, minyak kastor) mudah
teroksidasi oleh udara sehingga terjadi
perubahan warna & bentuk
 Ex : progalin (mudah larut dalam minyak yang
dipanaskan 60-70C)
 Syarat antioksidan :

 1. Tidak berbau

 2. Tidak berwarna

 3. Tidak toksik

 4. Tidak berubah dengan penyimpanan lama


PEWARNA
 Ada 2 macam :
 1. yang dapat larut dalam cairan, air, alkohol
atau minyak, ex.
 Pewarna asam (gugus azo

 Solvent dyes yang larut dalam air/ alkohol, misal


merah DC, merah hijau No. 17, violet, kuning
 Xanthene dyes dipakai dalam lipstik ex: DC
orange, merah & kuning
 2. yang tidak dapat larut dalam cairan

 Terdiri dari bahan organik & anorganik ex: besi


oksida
KOMPOSISI KOSMETIKA
 Komposisi sederhana :Dapat terdiri dari hanya 1
bahan yang menjadi bahan dasar sekaligus
bahan aktif tanpa stabilizer, +an bau/warna, Ex:
Besak tabur : talcum venetum 50g
 Dari komposisi sederhana bisa ditambahkan
bahan-bahan pelengkap:
 Face powder kaolin 10%.....................adsorber
 Zinc stearat 5%...................................perekat
 Brilliant lake red 0,02%......................pewarna
 Parfum 0,5%........................................pewangi
 Magnesium karbonat 2%....................pembawa
parfum
KOMPOSISI YANG LEBIH KOMPLEKS
 Aerosol foam tabir surya sebagai bahan dasar:
 Air 70%....................................................sebagai b.dasar
 Lanolin 10%.............................................sebagai b.dasar
 Asam stearat 10%....................................sebagai b.dasar
 Propilen glikol 5%....................................sebagai b.dasar
 Lauril sulfat TEA 2%................................sebagai emulgator
 PABA/lainnya 1-5%..................................sebagai bhn aktif
 Benzofenon 1%.........................................sebagai bhn aktif
 Metil paraben 0,2%..................................sebagai pengawet
 Parfum 0,1%..............................................sebagai pewangi
 Klorofluorokarbon 100%.........................sebagai propelan
TUGAS:
 Pilihlah satu kosmetika yang sering anda
gunakan, buat jenis kosmetika, merk, bahan-
bahan yang tercantum dalam label, lalu analisis
bahan-bahan tersebut sebagai apa di dalam
kosmetik tersebut (komposisi & formula
kosmetika)
MANFAAT KOSMETIKA
 Dasar kecantikan adalah kesehatan
 Penampilan kulit yang sehat dapat dilihat dari :
1). struktur fisik kulit, berupa warna, konsistensi
kelembaban, kelenturan, tebal, dan tektur kulit;
2). Faal kulit : daya pengeluaran keringat, sensor
kulit, motorik kulit, pembentukan vitamin D,
ekspresi, dan proteksi kulit.
 Faktor yang dapat mempengaruhi penampilan
kulit sehat: umur, ras, iklim sinar matahari,
kehamilan dan lokasi kulit
TUJUAN PEMAKAIN KOSMETIKA
 Awal: untuk mempertahankan kesehatan kulit
 Now : mempercantik diri, mengubah rupa,
menutupi kekurangan, menambah daya tarik.
 Jadi pemakaian kosmetika yang tepat untuk
perawatan kulit, rias/dekoratif akan bermanfaat
bagi kesehatan
PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN KULIT
 Pemeliharaan : mencegah timbulnya kelainan-
kelainan/penyebab dari kelainan tersebut.
 Perawatan : mempertahankan keadaan yang
sekarang baik agar tidak berubah menjadi buruk
 Terdiri atas:

 Pembersih

 Pelembab

 Pelindung

 Penipisan
PEMBERSIH
 Kulit harus dibersihkan karena merupakan
pembungkus tubuh
 Unsur yang ada di lingkungan luar yang dapat
merusak kulit, debu, sinar matahari, suhu
panas/dingin, rudapaksa mekanis, zat kimia
yang menempel pada kulit
 Kulit mengeluarkan bahan sisa metabolisme :
keringat, minyak kulit
KOSMETIKA PEMBERSIH YANG DIKENAL:
 1. dengan bahan dasar air ex.: air mawar
 2. bahan dasar air & alkohol, ex: astringen

 3. bahan dasar air dan garam minyak, ex. Sabun

 4. bahan dasar minya, ex.: cleansing oil

 5. bahan dasar air & minyak, ex.: cleansing


cream
PELEMBAB
 Berisi : minyak nabati / minyak hewani yang
bersifat komedigenik
PELINDUNG
 Dibutuhkan :
 1. polusi yang bersifat iritan sangat kuat

 2. sinar UV secara langsung & lama


PENIPISAN KULIT
 Perlu dilakukan pada kulit menebal & agak
kasar
 manfaat : untuk memperbaiki penampilan
seseorang
 Ex.: kulit hitam dapat menjadi lebih putih; kulit
yang terlalu terang dapat dirias menjadi gelap;
kulit belang/cacat dapat ditutupi; kulit yang
bolong-bolong dapat ditempel;hidup pesek
dipoleh agar kelihatan mancung; mata sipit
dapat dibuat tampak lebar; dll
WANGI-WANGIAN/PARFUM
 Menambah penampilan, menunutupi bau badan
KOSMETIKA MEDIK
 Untuk menambah kegunaan kosmetika biasanya
digunakan sebagai obat
ALUR PEMASARAN KOSMETIK
DI INDONESIA

Konsemen Bila lulus


ingin Mendaftarkan
produknya untuk
mendapat
membuat diteliti no.
kosmetik registrasi

Mendapat ijin Kosmetika Distribusi


dari dibuat harus
Departemen memenuhi kode memenuhi
Perindustrian etik kosmetika ketentuan
RI ina yg berlaku
PERATURAN TENTANG KOSMETIKA
 Peraturan tentang ijin produksi (Permenkes No.
236/Menkes/Per/XI/1977
 Peraturan mengenai keharusan registrasi surat
BPOM
 UU Kesehatan No. 23 th 1992 pasal 40 & 82
tentang standar kosmetika & sanksi produksi &
penyebarannya
 Permenkes RI No. 359/menkes/per/ix/1983 bahn
yang boleh & tidak boleh ada dalam kosmetika
 Permenkes RI No. 220/976 tentang produksi &
peredaran kosmetika