Anda di halaman 1dari 21

Mengenali Gangguan Jiwa di

Masyarakat
PROLANIS
Puskesmas Kramat Pela
Apa itu JIWA yang SEHAT?

1. Merasa 3.
Menerima
sehat dan orang lain
bahagia apa adanya

2. Mampu 4. Bersikap
menghadapi positif
terhadap
tantangan dirinya
sendiri dan
hidup orang lain
Spektrum Kesehatan Jiwa
Melihat Populasi di Indonesia
Anak:
a.Hidup dalam kemiskinan
b.Menunjukkan perilaku yang sulit
c.Keluarga “broken home”
d.Keluarga berkabung
Risiko Tinggi e.Kompetisi, perundungan
Dewasa:
a.Bercerai atau berpisah
b.Pengangguran, kemiskinan
c.Berisiko untuk depresi dalam kehamilan
d.Berkabung, kehilangan
e.Merawat orang dengan ketergantungan
Populasi tinggi tinggi dalam waktu lama
Indonesia
• 1 dari 17 penduduk Indonesia di atas
15 tahun memiliki gangguan mental
ODD emosional (anxietas dan depresi)
• 1 dari 4 orang dengan komorbiditas
(Riskesdas, 2013, De Hert, 2012)
Stres
• Reaksi normal terhadap kejadian dalam
lingkungan sekitar
• Sering dialami dalam kehidupan sehari-
hari
• Stres yang tidak dapat diatasi 
TERTEKAN
Tanda-tanda Stres
Tahap awal:
Kaki tangan dingin
Bila tidak
ditangani 
Keringatan kronik:
Nafas cepat Susah tidur/tidur
tidak lelap
Berdebar-debar Penurunan/peningk
Otot kaku/tegang/tidak atan nafsu makan
santai Badan pegal-pegal
Sering sakit-sakitan
Mual (kadang mencret)
Letih lesu dan tak
Sering ingin kencing bertenaga
Gairah seksual
terganggu
Apa Dampaknya?
• Bila berlanjut
– Kerja menurun
– Mudah lupa dan sulit berkonsentrasi
– Tidak santai
– Sulit membuat keputusan
– Sering membuat kesalahan
– Kurang percaya diri
– Bisa merujuk pada GANGGUAN JIWA
Jadi…cegah stres dengan…
BISAKAH KITA
MENGHINDAR
• Istirahat I STRES??!!?
• Olahraga
• Optimis dan berpikir rasional
• Be happy! Be relaxed!
– hobi/apa yang disenangi
– waktu untuk santai
– nikmati hidup dan bersyukur
– Tertawa
– relaksasi
Kenali
Gangguan
Jiwa
Secara
Dini !!!
Gangguan Jiwa
Gangguan pikiran, perasaan, dan perilaku 
penderitaan dan gangguan fungsi dalam
kehidupan sehari-hari.
Gangguan jiwa tidak memandang
usia, ras, jenis kelamin, agama, atau
sosial ekonomi

Gangguan jiwa bukan karena


kelemahan, tidak punya karakter,
atau pendidikan rendah
Beban Ekonomi

Gangguan saraf dan jiwaPerinatal


Maternal conditions mengakibatkan
conditions
beban lebihinfections
Respiratory besar dibandingkan
Nutritionalkecelakaan
deficiencies

dan penyakit jantung


Malaria Other NCDs
Malignant neoplasms
Childhood diseases
Diabetes
Diarrhoeal diseases

HIV/AID Neuropsychiatric
S disorders
Tuberculosis

Other CD causes Sense organ disorders

Injurie Cardiovascular diseases

s
Congenital abnormalities Respiratory diseases
Digestive diseases
Musculoskeletal diseases Diseases of the genitourinary system
Disease burden measured by Disability Adjusted Life Source: WHR 2002
Years (DALYs)
Penyebab
• Faktor keturunan
• Kondisi selama ibu mengandung
• Penyakit Fisik
• Riwayat Jatuh / Trauma
• Pengguna Narkoba
Gangguan Jiwa Terbanyak
• Depresi dan Cemas

• Skizofrenia

• Demensia
Depresi dan Cemas
• Pikiran: • Perilaku:
- Negatif - Menangis terus
- Tidak ada ide - Sedikit ><
- Putus asa banyak bicara
- Bunuh diri - Gelisah
- Bunuh diri
• Perasaan: - Menarik diri
- sedih, murung
- cemas
Skizofrenia
• Pikiran:
- Tidak rasional • Perilaku:
- Tidak merasa • Bicara/tertawa sendiri
diri sakit • Perilaku kacau
- Kacau • Perawatan diri kacau
• Perasaan: • Kebingungan, kacau
- Sulit dipahami • Menarik diri dari
- Tumpul/datar lingkungan
- Tidak sesuai • Fungsi terganggu
Demensia
• Pikiran:
- Mudah lupa – memori
jangka pendek dan
segera
- Lebih berat: tidak
mengenali waktu,
tempat, orang
• Perasaan:
- Kosong
- Gelisah – perasaan asing
• Perilaku:
- Kacau
- Tersesat
Fakta-fakta
BUKAN
• penyakit menular
• hilang ingatan Kita bisa
• kutukan
berbuat
• selalu bahaya
• tidak dapat dikenali
sesuatu
• tidak dapat dipulihkan
Penatalaksanaannya
• Obat : waktu lama
• Terapi kejiwaan untuk pasien dan keluarganya
• Terapi sosial : berhubungan lagi dengan
masyarakat, pengobatan tetap diberikan
• Terapi agama : sholat, doa
• Rehabilitasi : sebelum kembali ke masyarakat,
melalui terapi kelompok, terapi olah raga,
diajari ketrampilan
Yang Dapat Dilakukan

Lebih Cepat, Lebih Baik!!


• Dengan melakukan deteksi dini dan penanganan
yang baik maka gangguan jiwa dapat dipulihkan dan
tidak semakin berat.
• Pengobatan gangguan jiwa berlangsung lama dan
dibutuhkan konsultasi yang rutin.
• Peran keluarga juga sangat penting untuk mengenal
gangguan jiwa tiap anggota, merawat anggota
keluarga yang mengalami gangguan jiwa