Anda di halaman 1dari 41

MATA KULIAH BUDI PEKERTI

DAN KEPRIBADIAN
SEMESTER 7 ( BP 4 PARIPURNA)

UNIVERSITAS SETIA BUDI


SURAKARTA
DESKRIPSI MATA KULIAH
• Mata Kuliah ini mengajarkan Budi Pekerti Luhur yang
universal dan Kepribadian Terpuji pada para mahasiswa
untuk bekal mereka hidup dalam keluarga, masyarakat
dan lingkungan pekerjaan. Dari mata kuliah ini
mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana bersikap
sebagai manusia yang berakhlak mulia melainkan juga
belajar selalu membiasakan memiliki pikiran positip.
Pikiran positip yang dibiasakan akan menuntun
mahasiswa berperilaku baik, dan perilaku yang baik
akan menjadikan mahasiswa memiliki sifat yang terpuji.
Karier dan kehidupan yang lebih baik pada akhirnya
akan diperoleh.
STANDARD KOMPETENSI MATA KULIAH

1.Pada akhir semester, mahasiwa diharapkan dapat


memiliki kemampuan memimpin diri sendiri dan
menjadi teladan bagi masyarakat di sekitarnya dari
yang paling kecil di lingkungan keluarga,
sekolah/kampus hingga pada masyarakat umum.
Kejujuran dan kedisiplinan merupakan kunci
kemampuan mahasiswa menentukan masa depan
yang akan dihadapi. Kompetensi mata kuliah ini
lebih difokuskan pada standar kejujuran,
kedisiplinan dan kepemimpinan yang menjadi ciri
Universitas Setia Budi.
Pada semester ini mahasiswa
mendapatkan mata kuliah Budi
Pekerti dan Kepribadian 4. Guna
mempersiapkan mereka terjun ke
masyarakat, dan menjadi bagian
dari kehidupan yang lebih luas,
mata kuliah ini lebih difokuskan
pada bagaimana peran soft skill
dapat berguna membantu
mahasiswa merintis masa depan.
Ada Lima macam cara untuk
membaktikan diri pada kehidupan dengan
memperkaya harta rohani dan
keterampilan. Lima macam cara yang
dilaksanakan dengan konsekwen akan
membuat mahasiswa menjadi pribadi yang
luwes, supel, dan bijaksana menentukan
langkah hidupnya, sehingga tidak
terjerumus ke dalam kesengsaraan karena
kurangnya bekal pengetahuan dan
keterampilan.
Latar Belakang
Kenyataan bahwa dunia di sekitar kita ternyata
tidak hanya terbuka luas bagi para intelektualis
untuk berkiprah, menyadarkan kita semua bahwa
keberhasilan hidup seseorang ternyata juga sangat
dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, net-
working, keterampilan dan tentu saja
keberuntungan, selain kemampuan kognisi dan soft
skill termasuk kecerdasan emosi (Emotional
Intelligence).
Dalam bukunya berjudul Outlier, Malcom Fraser, si penulis,
menceriterakan bagaimana Steve Jobs, dan Bill Gates
memang dinubuatkan untuk menjadi pioneer di bidang IT.
Tempat tinggal mereka di Silicon Valey dan lingkungan yang
membuka wawasan mereka tentang masa depan IT,
mendorong keduanya untuk mencintai dan membaktikan diri
mereka di bidang itu. Namun lepas dari keberuntungan lahir
di Silicon Valey dan lingkungan yang meyemangati mereka
untuk menggeluti IT, ada dorongan dari dalam yang berawal
dari kemauan, ketelatenan, keuletan dan konsitensi yang luar
biasa yang dilatih dan dibiasakan. Para rohaniwan agama
apapun, mengajarkan juga pada kita bahwa Tuhan akan
membukakan pintu keberhasilan lebar-lebar pada mereka
yang sabar dan telaten berusaha. Steve Jobs dan Bill Gates
telah mempraktekkannya.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (1)

Mengetahui Lima macam cara


untuk membaktikan diri pada
kehidupan (Panca Marga Bhakti )
dan kegunaannya, dan mampu
memberi contoh dalam perbuatan
Topik Utama Pembahasan ( 1 )

Membahas isi Lima macam cara untuk membaktikan


diri pada kehidupan (Panca Marga Bhakti):
1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Pendidikan Lahir Bathin meliputi
Pendidikan Pikiran /Intelektual, Rohani dan
Jasmani
3. Pergaualan yang Baik
4. Hobby yang baik dan bermanfaat
5. Cita-cita yang tinggi dan luhur
Lima macam cara untuk membaktikan diri pada
kehidupan (Panca marga bakti )sebagai tangga
keberhasilan hidup
Dalam Panca Marga Bhakti kita akan dikenalkan pada lima
macam kebhaktian atau aktivitas manusia, yang dapat
menjadi tangga keberhailan hidup mereka. Langkah-
langkah itu diurutkan sebagai berikut:
1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Pendidikan lahir bathin meliputi pendidikan pikiran /
intelektual, rohani dan Jasmani
3. Pergaulan yang baik
4. Hobby yang baik dan bermanfaat
5. Cita-cita yang tinggi dan luhur.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (2)
Mengerti siapa yang
seharusnya disembah
manusia sebagai dasar
kepercayaanya
Topik Utama
Pembahasan ( 2 )

Bekal dasar manusia


meluhurkan asma Tuhan
YME ( Panca Marga 1)
Ada baiknya kita mengupas satu persatu agar
lebih jelas:
• Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa:
Sebagaimana yang pernah dikemukakan pada
pelajaran terdahulu, kepercayaan kepada
Tuhan Yang Esa adalah harga mati bagi
manusia yang ingin memiliki keberhasilan
hidup di dunia maupun di akherat.
Keberhasilan finansiel seeorang yang tidak
diimbagi dengan kepercayaan yang mutlak
padaNya, akan berimbas pada hilangnya
keseimbangan hidup.
Ketika masalah datang pada mereka yang
percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, masalah
sesulit apapun akan dapat dihadapi dengan
lapang dada, dengan pikiran yang rasional dan
perasaan yang ‘lerem’ atau tenang. Perilaku
seperti ini sangat penting, karena kadangkala
masalah yang datang pada kita tidak bisa kita
prediksi sebelumnya. Tanpa kepercayaan bahwa
Tuhan juga maha adil dan bijaksana, maka bakal
timbul pemberontakan dalam hati. Pikiran
menjadi kacau, dan akibatnya seluruh aktivitas
hidup kita akan terpengaruh.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (3)

Memahami bahwa pendidikan lahir


bathin akan menentukan arah
hidup manusia
Topik Utama
Pembahasan ( 3)

Macam-macam pendidikan dan


keberhasilan manusia
(Panca Marga 2)
•Pendidikan lahir bathin meliputi pendidikan
pikiran / intelektual, rohani dan jasmani:
Pendidikan lahir dan batin sangat penting. Kita pernah
mendengar bagaimana pepatah mengatakan orang bodoh
akan menjadi makanan orang pintar. Pepatah ini sebenarnya
mensiratkan bahwa orang yang kurang berpendidikan akan
mudah ditipu oleh mereka yang pandai tetapi licik. Oleh
karena itulah pendidikan lahir saja tidak cukup untuk
membekali langkah seseorang untuk hidup bermartabat.
Kepandaian otak / intelektual yang dilandasi dengan kekayaan
rohanilah yang akan menghasilkan hidup seimbang.
Kepandaian manusia yang sebenarnya juga hasil dari campur
tangan Tuhan, akan bermanfaat bagi kepentingan orang
banyak karena sentuhan kasih sayang.
Kesehatan jasmani tidak kalah pentingnya, karena
badan wadag manusia sesungguhnya menjadi
kendaraan untuk mewujudkan apa yang menjadi buah
pikirannya. Kita mengetahui banyak ceritera
bagaimana sulitnya orang yang fisiknya sangat
kesakitan untuk selalu memuliakan Tuhan. Kesadaran
orang untuk tetap mendekat pada Yang Maha Kuasa
sangat mudah terkorupsi oleh rasa sakit raga.
Konsentrasi orang yang kesakitan akan terpecah, dan
perhatiannya lebih pada painfulness yang dia rasakan
ketimbang pada Tuhan.
Mungkin jauh dalam lubuk hati orang
tersebut ada pengakuan akan kuasa Tuhan,
namum tata lahirnya sulit diajak kompromi
untuk bersyukur. Alih-alih dia memohon
kekuatan pada Tuhan, orang yang kesakitan
biasanya lebih mudah marah, dan
menyalahkan orang lain. Tak terkecuali
para akademisi yang memiliki kemampuan
kognisi yang handalpun, kadangkala
rasionya tidak dapat diajak bersahabat
ketika raganya sakit.
Ilmu lahir sebenarnya tidak harus diperoleh di sekolah,
karena dengan kemajuan teknologi informatika
sekarang, orang dapat mencari ilmu lewat radio, televisi,
internet bahkan sekedar dari kursus yang diadakan di
PKK RT atau RW. Pendidikan keterampilan gratis juga
banyak ditawarkan organisasi dan badan-badan sosial
kemasyrakatan yang ingin membantu masyarakat agar
lebih maju dan dapat memanfaatkan ilmunya guna
kemslahatan hidupnya. Demikianpun pendidikan rohani,
sangat mudah kita dapatkan. Hanya dengan syarat mau
mengikuti petuah kerohanian, maka harta rohanipun
akan dapat kita peroleh tanpa syarat lain.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (4)
Memahami bagaimana
lingkungan akan berpengaruh
pada karier dan kepribadian
seseorang
Topik Utama
Pembahasan ( 4)
Membahas berbagai macam
lingkungan dan strata masyarakat
yang dapat mempenruhi jalan pikiran
dan karier seseorang
(Panca Marga 3)
•Pergaualan yang baik:
Banyak kaum muda terperosok ke jurang kenistaan hanya
karena salah mencari teman bergaul. Banyak iming-iming
kesenangan duniawi dan surgawi dipakai topeng ajakan ke
arah yang sesat. Kita masih dapat jelas mengingat bagaimana
bom bunuh diri dilakukan orang yang ‘keblinger’ oleh ajaran
yang tidak sesuai dengan kaidah agama yang benar yang
seharusnya mengajarkan kasih sayang. Kita juga masih jelas
mengingat bagaimana suatu negara rusak, penduduknya lari
mengungsi karena pemimpinnya bertindak seperti Tuhan yang
berkuasa penuh menentukan seseorang masuk ke neraka atau
ke surga. Apa yang akan diperoleh kelompok yang suka
menyiksa orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka?
Kepuasankah? atau ketakutan akan balas dendam dari
mereka yang telah disiksa? Yang jelas bukan kebahagiaan
dunia apalagi akherat, karena mereka tidak pernah menebar
kebahagiaan selagi menjadi penguasa.
Tuhan Maha Murah, Maha Asih, Maha
Pengampun, tetapi Tuhan juga Maha
Adil. PengadilanNya akan datang pada
sesiapapun yang tidak mematuhi
perintahNya dan berbuat sewenang-
wenang pada sesama. Cepat atau
lambat, mereka yang menanam
kekejaman akan memperoleh
balasanNya dengan cara yang kadang
diluar perhitungan manusia.
Ada pepatah mengatakan: ‘kalau engkau akan
melihat pribadi seseorang, lihatlah teman-teman di
sekitarnya.’ Pepatah ini menggambarkan pada kita
bahwa pergaulan akan sangat mewarnai
perkembangan kepribadian seeorang. Memang kita
tidak boleh membeda-bedakan orang, bertindak
racist, sexist, maupun over cauvinistis namun kita
tetap harus memilih-milih siapa yang akan kita jadikan
sahabat, peer group, maupun teman-teman bergaul.
Pertimbangan memilih ini sebenarnya lebih kita
dasarkan pada memilih teman yang memiliki perilaku
yang dapat kita jadikan inspirasi yang saling mengisi
kekurangan, dan bukan atas dasar ras, golongan
agama, maupun gender.
Kita harus tetap baik kepada siapapun, namun
keterdekatan harus kita batasi hanya pada
mereka yang dapat memberi feed-back
pergaulan yang baik.
Banyak komunitas positif, seperti Pramuka, SAR,
komunitas pecinta binatang, tanaman, pecinta
lingkungan hidup dll yang dapat memberi kita
umpan balik positif dalam pergaulan. Komunitas
seperti itu logikanya akan jauh dari pergaulan
negative yang mengajak kita untuk membenci
yang tidak sepaham dengan kita.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (5)
Mengerti, memahami dan dapat
menceriterakan kembali
bagaimana hobby yang baik dan
bermanfaat akan mendukung
keberhasilan karier
Topik Utama Pembahasan ( 5)

Membahas fenomena aktual mengenai


keberhasilan finansial seeorang
karena hobby yang bermanfaat
Menganalisa mengapa hal itu dapat
dilakukan
(Panca Marga 4)
•Hobby yang baik dan bermanfaat
Banyak pilihan hobby yang dapat kita pilih. Di era yang
semakin global ini, tawaran untuk memiliki hobby sangat
mudah diakses lewat dunia maya. Lengkap dengan cara-cara
yang harus dilakukan, orang sangat gampang mengekplorasi
hobby-nya. Namun, dalam Panca Marga Bhakti ini kita
diingatkan untuk memilih hobby yang baik. Memang ada yang
kurang baik? Ternyata banyak juga hobby yang tidak baik dan
tidak bermanfaat, seperti misalnya hobby menembak burung,
mengkoleksi binatang buruan langka, melakukan olah raga
yang sangat menantang nyawa semacam bunjee jumping,
jelas semua itu bukan hobby dan bukan olah raga yang
bermanfaat.
Ada sepasang suami isteri yang memiliki hobby
menanam tanaman hias sejak mereka masih aktif
bekerja. Ketika keduanya sudah pensiun dan
anak-anak mereka sudah menikah, hobby itu
terus mereka lakukan. Ternyata hobby yang
semula mereka anggap kesenangan, ketika
mereka pensiun, justru mendatangkan uang yang
tidak sedikit. Hitung-hitung, pendapatan mereka
dimasa pensiunnya sepuluh kali lipat dibanding
ketika mereka masih aktif bekerja. Apa yang
dilakukan pasangan suami isteri ini?
Ternyata mereka bertanam anggrek. Suatu hari datang
seorang manajer hotel yang mau menyewa anggreknya
untuk dipajang di lobby hotel dan di aisle setiap tingkat
hotelnya yang berbintang 4. Seminggu sekali mereka
mengembalikan anggrek yang disewa dan menukar
dengan anggrek yang siap dipajang. Dari satu hotel kini
mereka memperoleh pelanggan 3 hotel, dan dua rumah
sakit. Mereka kini memiliki pegawai yang khusus
berkeliling dan memeriksa anggrek yang dipajang, dan
mengganti bila diperlukan, ada pegawai yang khusus
merawat, dan ada yang khusus mengurus keuangan.
Ceritera ini hanyalah satu contoh dari sekian banyak
ragam hobby yang akhirnya membawa manfaat bagi si
pelaku. Mengapa kita tidak menirunya?
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (6)

Mengerti dan dapat menuliskan


pendapat pribadi atas cita-cita
masing-masing dan bagaimana
upaya mencapainya
Topik Utama Pembahasan ( 6)

Membahas bahwa cita-cita yang luhur


harus selalu dilandasi dengan
keyakinan yang benar pada Tuhan
(Panca Marga 5)
5. Cita-cita yang tinggi:
Presiden Indonesia pertama, Ir. Soekarno, pernah
memberi motivasi pada para pemuda Indonesia
dalam sebuah orasinya: ‘Gantungkan Cita-Citamu
Setinggi Langit !” demikian beliau menyemangati.
Paulo Choelho, penulis kondang asal Brazil
mengatakan: ‘Jika engkau memiliki keinginan dan
kemauan untuk melaksanakan keinginanmu, maka
seisi dunia akan membantumu.’
Banyak bukti dapat kita saksikan bagaimana cita-cita
tinggi yang pada mulanya nampak impossible tetapi si
pemilik impian ini berkomitmen untuk melaksanakan,
cita-cita itu akhirnya dapat terwujud.
Malala adalah gadis remaja kecil Pakistan yang
bercita-cita menyelesaikan sekolahnya sampai
sarjana. Sayang cita-citanya harus kandas ketika
Taliban berkuasa di Pakistan dan melarang anak-anak
perempuan bersekolah. Malala nekad masuk sekolah
dengan beberapa teman-teman gadisnya. Dia
didukung ayahnya yang memiliki sekolahan yang
sangat damai dan demokratis. Guru sekolahnyapun
sangat menyayangkan kalau sekolah untuk anak-anak
gadis harus ditutup. Malala mendapatkan nobel
pendidikan bagi perjuangannya melawan policy
Taliban yang sebenarnya juga bertentangan dengan
policy pemerintahan Pakistan yang resmi.
Suatu hari ketika Malala pulang sekolah bersama-
sama dengan teman-teman gadisnya dalam sebuah
bus, dia ditembak oleh Taliban. Batok kepalanya
pecah tetapi peluru tidak membuat otaknya rusak
total. Malala dibawa ke Inggris untuk dioperasi, dan
sangat mengagumkan, tangan Tuhan ikut
menyelamatkan pahlawan pendidikan itu. Malala
sembuh meskipun ada batok kepalanya yang harus
disambung dengan metal. Dia dapat aktif kembali,
menetap di Birmingham dalam perlindungan Unicef,
dan menjadi duta pendidikan anak dunia. Kita
menyaksikan, ada seorang yang ingin menutup mulut
Malala, namun kini orang sedunia berbicara
menyemangatinya.
Cita-cita yang tinggi memang nampak seperti
impian, utamanya bagi mereka yang secara logika
tidak mampu mewujudkannya. Bagaimanapun, kita
harus yakin, Tuhan seringkali bekerja untuk kita
dengan cara yang tidak kita pahami. Mana mungkin
seorang anak pembantu rumah tangga menjadi
dokter kondang? Bagaimana mungkin anak seorang
tukang beca menjadi sarjana dengan predikat cum-
laude dan mendapat tawaran untuk studi lanjut
dengan beasiwa penuh dan jaminan kerja setelah
lulus? Semuanya pasti berawal dari mimpi,
diperkuat dengan upaya serta doa kepada Tuhan
Yang Maha Mengatur.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (7)
Mengerti dan dapat menuliskan
pendapat pribadi atas cita-cita
masing-masing dan bagaimana
upaya mencapainya
Topik Utama Pembahasan ( 7)

Membahas essay yang dihasilkan


teman-teman di kelas
Menyimpulkan dan merangkum
semua pendapat dalam essay yang
dipresantasikan
(Panca Marga 1 s/d 5)
Penutup

Panca Marga Bhakti memang lima jalan


utama yang sangat efektif kita pakai untuk
mewujudkan kebaktian kita pada
masyarakat, bangsa dan negara. Lima
marga (jalan) ini dapat dijabarkan dan
dilaksanakan dengan varietas tanpa batas.
Commitment dan konsistensi pada jalur
yang kita lewati adalah fondasi keberhasilan
kita. Kegunaan Panca Marga Bhakti dapat
kita buktikan ketika kita mau menjalaninya
.
Kompetensi Dasar
Mahasiswa (8)

TEST TENGAH SEMESTER