Anda di halaman 1dari 23

ETIKA BISNIS

THE ETHICS OF CONSUMER P


RODUCTION AND MARKETING

KASUS BECTON DICKINSON


AND NEEDLE STICKS

KELOMPOK 5:
Bagas Gumintang 18/436762/PEK/24286
M. Hilmy Farhan 18/436815/PEK/24339
PROFIL PERUSAHAAN

Your Text Here


Becton, Dickinson and Company (BD) adalah perusahaan teknologi medis global yang
bergerak dalam pengembangan, pembuatan, dan penjualan berbagai pasokan medis,
perangkat, peralatan laboratorium, dan produk diagnostik. Perusahaan beroperasi melalui
dua segmen: BD Medical dan BD Life Sciences.
Timeline Style
Insert the title of your subtitle Here

1897 BD didirikan dan berkantor pusat di Franklin Lakes, New


Jersey.

BD mendapatkan hak khusus untuk mematenkan jarum


1986 suntik baru yang ditemukan oleh Mitcell

BD memutuskan untuk hanya memasarkan versi 3cc


1988 yang di klaim sebagai jarum suntik aman dengan
harga yang premium.
Timeline Style
Insert the title of your subtitle Here

Maryann Rockwood tak sengaja tertular AIDS karena


1992 menggunakan jarum suntik 5cc

Retractable memproduksi jarum suntik Vanishpoint yang lebih aman


dibandingkan produk BD.
1998 Namun Retractable sangat sulit untuk memasarkan produk
barunya karena industri kesehatan telah dimonopoli oleh BD melalui
kesepakatannya dengan GPO

Ecri mengeluarkan pengakuan bahwa jarum BD masih


1999 belum aman sehingga tidak direkomendasikan
Timeline Style
Insert the title of your subtitle Here

RT menggugat BD kepada Premier dan Novation karena


2001 telah melanggar hukum antitrust dan membahayakan
nayawa pasien

BD membayar sebesar $100jt kepada RT sebagai


2004 kompensasi atas kerugian yang dialaminya

Pengadilan juga menemukan bahwa BD telah meniru desain


jarum suntik RT yang telah dipatenkan dan menjual ke
2009
perusahaan yang sebelumnya tidak diperbolehkan untuk
membeli ke RT. BD didenda sebesar $5 juta dolar.
Soal 1
Apakah BD memiliki kewajiban untuk menyediakan jarum
suntik pada semua ukuran pada tahun 1991 berdasarkan
materi pada bab ini dan 4 perspektif Utilitarianisme, Right,
Justice dan Caring ?
◈ Pandangan kontrak
◈ kewajiban untuk mematuhi: keamanan produk
 Becton Dickinson tidak menyediakan semua produk secara aman karena jarum suntik ama
n tidak diproduksi di semua ukuran.
◈ kewajiban untuk tidak memaksa :
 menyebabkan konsumen jadi irasional.Dengan hanya 3cc yang tersedia berarti secara tida
k langsung memaksa untuk konsumen untuk membeli ukuran 3cc dan dengan banyak kep
erluan di ukuran lain berarti konsumen terpaksa untuk menggunakan beberapa jarum sunti
k 3cc untuk memenuhi kebutuhan 5cc atau 10cc demi keamanan.
◈ The Due Care (kewajiban produsen untuk berhati-hati dalam memproduk
si sehingga tidak mencelakai konsumen)

melanggar teori ini karena hanya memproduksi 3cc yang menunjukan at


as ketidak pedulian pada keselamatan konsumen yang menggunakan 5c
c dan 10cc.
◈ Teori Biaya Sosial (teori yang berkaitan dengan kewajiban perusahaan untuk menanggung risiko yang mungk
in timbul akibat sesuatu yang tidak dapat diperkirakan)

BD tidak menambahkan pengaman pada 5cc dan 10cc  tidak memberikan biaya tambahan pada jarum sun
tik 5cc dan 10cc untuk meminimalisir risiko

Salah berdasarkan perspektif ini.


Pandangan Etika

◈ Utilitarianisme (keuntungan sosial > biaya sosial)


 Keuntungan: menurunkan risiko penularan penyakit bagi pengguna 3cc
 Kerugian: hanya mementingkan bisnisnya tanpa peduli keselamatan konsumennya di BD t
etap memaksakan menjual produk mereka yang terbukti tidak direkomendasikan dan mala
h menghalangi produk dari produsen lain yang lebih aman.
◈ Berdasarkan perspektif ini, tindakan yang dilakukan BD adalah salah
Pandangan Etika

◈ Right (Hak)
 Mewajibkan semua orang untuk memperlakukan orang lain secara bebas dan sederajat
 BD memilih untuk mengembangkan jarum suntik 3cc padahal kebutuhan akan jarum suntik 5 dan 10
cc adalah lebih penting dibandingkan 3cc, sehingga keputusan pengembangan 3cc dinilai tidak aka
n digunakan orang lain jika dihadapkan pada kondisi tersebut.

 BD membatasi konsumen untuk memilih barang sesuai dengan kebutuhan


 BD telah mengembangkan kontrak dengan GPO agar produknya laku di pasaran, secara tidak langs
ung telah membatasi ruang gerak kompetitor dan tidak menghargai kapasitas dengan baik dan sede
rajat
Pandangan Etika

◈ Keadilan (justice)
Keadilan distributif: distribusi manfaat dan beban di masyarakat
Tidak semua pelayan kesehatan menggunakan jarum suntik 3cc  tidak

semua terhindar dari risiko penyakit  tindakan BD salah

Keadilan retributif: keadilan menghukum.


BD dihukum untuk membayar $5  tindakan BD benar

Keadilan kompensatif: ganti rugi


BD telah membayar $100 juta kepada RT di luar pengadilan  tindakan BD benar
Pandangan Etika

◈ Caring (perhatian kepada kesejahteraan orang di sekitar kita)


hanya memproduksi ukuran 3 cc, sehingga mengabaikan keamanan saat menggunak
an ukuran 5 dan 10 cc (tidak peduli keselamatan pekerja kesehatan di rumah sakit sec
ara keseluruhan)
Tindakan BD adalah tidak dibenarkan dan
BD memiliki tanggung jawab atas kejadian
tersebut karena:
(1) BD menyebabkan kejadian itu untuk terj
adi
(2) BD mengetahui apa yang dia lakukan
(3) BD secara sadar melakukan hal tersebu
t atas kehendaknya sendiri

Sehingga seharusnya, BD mampu menge


mbangkan jarum suntik yang sesuai denga
n kebutuhan konsumen.
Soal 2

Apakah perusahaan dianggap bertanggung jawab karena kegagalan


memasarkan produk yang menjadi hak patennya ketika cidera yang
ditimbulkan ini bisa dihindari apabila BD memasarkan produk yang
telah menjadi hak patennya (3, 5 dan 10cc)?
Iya, perusahaan dianggap bertanggung jawab karena tidak memasarkan semua produk yang
telah dipatenkan. Hal tersebut dapat dilihat karena BD hanya mengeluarkan satu jenis produk
jarum suntik 3cc, dimana hal ini mengakibatkan adanya cidera pada konsumen. Perusahaan
dikatakan bertanggungjawab karena perusahaan memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa
kepentingan konsumen tidak dirugikan oleh produk yang mereka tawarkan. Selain itu,
perusahaan dikatakan harus bertanggungjawab karena:

(1) BD telah menyebabkan kejadian itu untuk terjadi


(2) BD mengetahui apa yang dia lakukan
(3) BD secara sadar melakukan hal tersebut atas kehendaknya sendiri
Soal 3

Evaluasi etika BD yang menggunakan sistem GPO.


Apakah GPO itu melakukan tindakan monopoli?
Apakah hal tersebut dikatakan etis?
Dari pengertian monopoli sendiri diketahui bahwa BD bukan pasar monopoli, akan tetapi
merupakan pasar persaingan monopolistik karena terdapat kompetitor lain yaitu RT. Sehingga
dapat disimpulkan bahwa BD berusaha mengambil pasar kompetitor dengan cara bekerjasama
dengan GPO. GPO merupakan distributor yang menyediakan alat-alat medis yang dibutuhkan
rumah sakit. Dalam kasus ini, BD membayar lebih kepada GPO untuk mendapatkan “hak
istimewa” yaitu menjadi pemasok utama produk jarum suntik. Perbuatan tersebut mengarahkan
BD untuk memonopoli pasar jarum suntik dengan perantara GPO. Hal ini juga telah melanggar
teori Sherman Antitrust Act pada section 2, yaitu:

“Setiap orang yang akan memonopoli, atau berupaya memonopoli, atau menggabungkan atau be
rkonspirasi dengan orang lain untuk memonopoli setiap bagian dari perdagangan atau perdagan
gan di antara beberapa Negara, atau dengan asing negara, akan dianggap bersalah atas tindak
pidana kejahatan”.
Pandangan Etika

Utilitarian:

Keuntungan Sosial: konsumen akan mendapatkan harga yang lebih murah jika membeli melalui
GPO.

Biaya Sosial: GPO juga membatasi pergerakan konsumen untuk memilih sesuai dengan
kebutuhannya karena GPO telah melakukan perjanjian untuk membeli alat medis dari BD.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa tindakan GPO adalah salah dari perspektif
utilitarianisme.
Pandangan Etika

Keadilan (Justice): terdapat tiga penilaian terkait perspektif keadilan, diantaranya adalah keadilan
distributif, retributif dan kompensantif.

Keadilan distributif: Dalam kasus ini dapat diketahui bahwa GPO hanya menguntungkan pihaknya sendiri
dan produsen yang berkerjasama dengannya. Namun jika dilihat dari konsumen tidak mendapatkan
keuntungan yang sebanding dengan GPO. Sehingga GPO salah berdasarkan perspektif ini.

Keadilan retributif: hal ini berkaitan dengan keadilan menghukum seseorang yang telah melakukan
kesalahan. GPO tidak mendapatkan sanksi. Sehingga GPO salah berdasarkan perspektif ini.

Keadilan kompensatif: hal ini berkaitan dengan keadilan memberikan ganti rugi (kompensasi) atas
kerugian yang dialami oleh orang lain karena tindakan yang telah dilakukan oleh seseorang tersebut. Pada
kasus ini dapat diketahui bahwa GPO telah berdamai di luar pengadilan yang mengindikasikan bahwa
dirinya telah membayar kompensasi. Sehingga GPO benar berdasarkan perspektif ini.
Pandangan Etika

Hak (Right) : Pada kasus ini, ada beberapa hak yang dilanggar diantaranya:

1. Menghilangkan kesempatan para perawat untuk mendapatkan keselamatan kerja yang lebih baik.
2. Menganggu usaha dari perusahaan lain untuk memasarkan produknya.
3. Menghilangkan hak untuk memilih produk yang lebih aman bagi hidup dan keselamatannya.
4. Sehingga perilaku GPO adalah salah berdasarkan perspektif ini.
Pandangan Etika

Caring: perspektif ini berkaitan dengan usaha untuk memberikan perhatian terhadap kesejahteraan orang
yang ada di sekitar kita. Pada kasus ini dapat diketahui bahwa GPO dan para produsennya hanya
mementingkan keuntungan pendapatan semata. Mereka kurang memperhatikan sesuatu yang dibutuhkan
oleh konsumen atas produk yang dijualnya dan memaksakan produknya untuk diterima. Sehingga perilaku
GPO adalah salah berdasarkan perspektif ini.
Thank you
Insert the title of your subtitle Here